{"id":15393,"date":"2017-01-27T02:14:01","date_gmt":"2017-01-26T19:14:01","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=15393"},"modified":"2025-04-15T21:21:37","modified_gmt":"2025-04-15T14:21:37","slug":"cegah-penyakit-cacingan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cegah-penyakit-cacingan\/","title":{"rendered":"Cacingan bisa Dicegah dengan Perilaku Hidup Sehat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Cacingan termasuk dalam 11 dari 20 jenis penyakit terabaikan atau <em>Neglected Tropical Disease<\/em> (NTD) yang terdapat di Indonesia.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain cacingan, penyakit lainnya yang sering terabaikan adalah Filariasis, Schistosomiasis, <em>Dengue Haemorrhagic Fever<\/em> (DHF), Rabies, Frambusia, Lepra, <em>Japanese B. Encephalitis<\/em>, Cysticercosis, Fasciolopsis, dan Anthrax.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (<em>Ascaris lumbricoides<\/em>), cacing cambuk (<em>Trichuris trichiura<\/em>) dan cacing tambang (<em>Necator americanus<\/em> dan <em>Ancylostoma duodenale<\/em>).<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cegah-penyakit-cacingan\/#Apa_yang_sebaiknya_dilakukan\" >Apa yang sebaiknya dilakukan?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cegah-penyakit-cacingan\/#Cacingan_akan_mengganggu_status_gizi_orang_yang_terinfeksi_dalam_berbagai_cara\" >Cacingan akan mengganggu status gizi orang yang terinfeksi dalam berbagai cara:<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cegah-penyakit-cacingan\/#Pengobatan_pada_cacingan\" >Pengobatan pada cacingan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_sebaiknya_dilakukan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa yang sebaiknya dilakukan?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% dari populasi dunia, terinfeksi cacing tanah di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Infeksi tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, dengan angka terbesar terjadi di sub-Sahara Afrika, Amerika, Cina dan Asia Timur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih dari 270 juta anak usia prasekolah dan lebih dari 600 juta anak usia sekolah tinggal di daerah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Parasit cacing ini secara intensif ditularkan, sehingga membutuhkan pengobatan dan intervensi pencegahan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_20072\" aria-describedby=\"caption-attachment-20072\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20072 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20072\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Cacing dewasa hidup di usus manusia dan menghasilkan ribuan telur setiap hari.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Di daerah yang tidak memiliki sanitasi yang memadai, telur pada tinja ini mencemari tanah. Penularan cacing ini dapat terjadi dalam beberapa cara:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Telur cacing yang melekat pada sayuran atau buah yang tertelan, biasanya terjadi ketika sayuran atau buah tersebut tidak dicuci, dikupas, atau dimasak secara berhati-hati;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Telur cacing dapat juga tertelan dari sumber air yang terkontaminasi dan telur yang tertelan langsung;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Telur cacing bisa tertelan pada anak yang bermain di tanah yang terkontaminasi, dan kemudian memasukkan tangan mereka di mulut, tanpa mencucinya;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Telur cacing tambang (<em>Necator americanus<\/em> dan <em>Ancylostoma duodenale<\/em>) menetas di dalam tanah, lalu melepaskan larva yang dapat aktif menembus kulit telapak kaki. Orang akan mudah terinfeksi cacing tambang, terutama saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cacingan_akan_mengganggu_status_gizi_orang_yang_terinfeksi_dalam_berbagai_cara\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cacingan akan mengganggu status gizi orang yang terinfeksi dalam berbagai cara:<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cacing memakan jaringan manusia, termasuk sel darah, yang menyebabkan hilangnya besi dan protein secara terus menerus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cacing meningkatkan malabsorpsi atau gangguan penyerapan berbagai nutrisi penting di dalam usus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cacing gelang (<em>Ascaris lumbricoides<\/em>) mungkin dapat mengganggu penyerapan vitamin A dalam usus.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Beberapa jenis cacing tanah juga menyebabkan hilangnya nafsu makan, penurunan asupan gizi dan kebugaran fisik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Secara khusus, cacing cambuk (<em>Trichuris trichiura<\/em>) dapat menyebabkan diare dan disentri, sedangkan cacing tambang (<em>Necator americanus <\/em>dan <em>Ancylostoma duodenale<\/em>) menyebabkan kehilangan darah usus kronis yang dapat mengakibatkan anemia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 2001, delegasi pada Majelis Kesehatan Dunia dengan suara bulat mengesahkan resolusi yang berkode WHA54.19, yang mendesak berbagai negara endemik agar lebih serius menangani cacingan, khususnya schistosomiasis dan cacing tanah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Orang yang berisiko terkena cacingan adalah anak prasekolah, anak usia sekolah, wanita usia subur (termasuk wanita hamil pada trimester kedua dan ketiga dan wanita menyusui), dan orang dewasa yang dalam pekerjaannya berisiko tinggi, misalnya pemetik daun teh atau pekerja tambang.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_pada_cacingan\"><\/span>Pengobatan pada cacingan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">WHO menganjurkan dilakukannya pengobatan secara periodik dengan obat cacing, tanpa harus didiagnosis sebelumnya, untuk semua orang berisiko yang tinggal di daerah endemik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan harus diberikan sekali setahun, sesuai prevalensi infeksi cacing tanah di masyarakat yang lebih dari 20%, dan dua kali setahun pada prevalensi yang lebih dari 50%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai tambahan, perlu juga dilakukan pendidikan kesehatan umum dan kebersihan, untuk mengurangi penularan dan infeksi cacing ulang, dengan mendorong perilaku hidup sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, juga dengan perbaikan sanitasi yang memadai, meskipun terbukti juga sangat penting, tetapi tidak selalu mungkin di wilayah miskin sumber daya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Di seluruh Indonesia, kegiatan tersebut telah dilakukan terpadu mulai saat anak masuk sekolah, misalnya pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pelaksanaan PHBS seperti menggosok gigi dengan baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun, pemeriksaan karies gigi, kelainan refraksi atau ketajaman penglihatan dan masalah gizi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 2015, lebih dari 361 juta anak sekolah telah diobati dengan obat cacing anthelminthic di banyak negara endemik di seluruh dunia, atau sekitar 63% dari semua anak beresiko.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekolah merupakan titik masuk yang sangat baik untuk kegiatan pemberantasan cacingan, karena memudahkan penyediaan pendidikan kesehatan dan kebersihan, seperti kegiatan mencuci tangan dan perbaikan sanitasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">WHO merekomendasikan obat cacing anthelminthic, yaitu <strong>albendazole<\/strong> (400 mg) dan <strong>mebendazole<\/strong> (500 mg), yang efektif, murah, dan mudah diberikan oleh tenaga non-medis, misalnya guru di sekolah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Target global adalah untuk menghilangkan morbiditas karena cacingan pada anak sampai tahun 2020.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Target ini akan tercapai dengan pengobatan rutin pada setidaknya 75% anak di daerah endemik, yaitu sekitar 873 juta anak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sudahkah Anda peduli terhadap anak di sekitar kita?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">dr. Wikan Indrarto<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cacingan termasuk dalam 11 dari 20 jenis penyakit terabaikan atau Neglected Tropical Disease (NTD) yang terdapat di Indonesia. Selain cacingan, penyakit lainnya yang sering terabaikan adalah Filariasis, Schistosomiasis, Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), Rabies, Frambusia, Lepra, Japanese B. Encephalitis, Cysticercosis, Fasciolopsis, dan Anthrax. Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20537,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[303,295],"tags":[10,151,20],"class_list":["post-15393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hidup-sehat","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah","tag-infeksi","tag-penyakit-dalam"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15393"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424888,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15393\/revisions\/424888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}