{"id":15450,"date":"2017-01-31T10:11:59","date_gmt":"2017-01-31T03:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=15450"},"modified":"2024-10-27T19:44:55","modified_gmt":"2024-10-27T12:44:55","slug":"kusta-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kusta-pada-anak\/","title":{"rendered":"Kusta pada Anak dan Pandangan Penyakit Kusta di Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kusta pada anak (<em>zero cases of leprosy-related disabilities<\/em>) menjadi target global untuk menekan angka penderita kusta yang diperingati setiap tanggal 31 Januari.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Disabilitas tersebut tidak terjadi dalam semalam, tetapi terjadi setelah dalam waktu cukup lama, kusta tidak terdiagnosis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk itu, deteksi dini adalah kunci untuk mencapai target ini, bersama percepatan intervensi untuk mencegah penularan kusta.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kusta-pada-anak\/#Kusta_Pada_Anak_yang_Harus_Diketahui_Orang_Tua\" >Kusta Pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kusta-pada-anak\/#Eliminasi_Kusta_di_Indonesia\" >Eliminasi Kusta di Indonesia<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kusta_Pada_Anak_yang_Harus_Diketahui_Orang_Tua\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kusta Pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kusta pada anak atau lepra adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri <em>Mycobacterium leprae<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis dini dan pengobatan dengan obat kombinasi (MDT atau <em>Multi Drug Therapy<\/em>), penting dalam menghilangkan penyakit ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila tidak diobati, kusta pada anak dapat menyebabkan kerusakan progresif dan permanen\u00a0pada kulit, saraf, anggota badan dan mata anak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Penatalaksanaan kasus kusta yang buruk dapat juga menyebabkan kusta menjadi progresif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Bakteri <em>Mycobacterium leprae<\/em> ini mengalami proses pembelahan cukup lama antara 2\u20133 minggu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Daya tahan hidup kuman kusta mencapai 9 hari di luar tubuh manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kuman kusta memiliki masa inkubasi 2\u20135 tahun bahkan juga dapat memakan waktu lebih dari 5 tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kusta tercatat dalam peradaban kuno di Cina, Mesir dan India. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyebutan kusta secara tertulis pertama dikenal pada 600 SM dan sejak itu penderita kusta sering dikucilkan oleh masyarakat dan keluarga mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Mekanisme penularan kusta yang tepat tidak diketahui.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Setidaknya sampai saat ini, keyakinan yang paling banyak dipegang adalah bahwa penyakit ini ditularkan melalui kontak antara penderita kusta dan orang sehat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Bakteri <em>M. leprae<\/em> sebagai penyebab kusta ditemukan oleh Dr. GA. Hansen pada tahun 1873 dan merupakan bakteri pertama yang dikenali sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis kusta pada anak paling sering didasarkan hanya pada tanda dan gejala klinis, yang cukup mudah dilakukan oleh petugas kesehatan pada layanan primer, setelah sebuah pelatihan kusta periode singkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Hanya dalam kasus yang jarang memerlukan pemeriksaan laboratorium dan penunjang medik lainnya, untuk mengkonfirmasi diagnosis kusta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Jumlah penderita kusta dari 121 negara sebanyak 175.554 kasus di akhir tahun 2014 dengan 213.899 kasus baru dan meningkat menjadi lebih dari 212.000 orang di seluruh dunia pada tahun 2015.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagian besar, yaitu 60% kasus, tinggal di India.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Negara lain yang memiliki beban tinggi penyakit kusta adalah Brazil dan Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Meskipun demikian, status eliminasi kusta di Indonesia sebenarnya telah tercapai pada tahun 2000, dengan prevalensi kusta sebesar &lt;1 per 10.000 penduduk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 2015 di Indonesia masaih dilaporkan adanya 17.202 kasus baru kusta dengan 84,5% kasus di antaranya merupakan tipe Multi Basiler (MB).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">RS khusus kusta sampai dikurangi, sehingga saat ini tinggal 2,41% dari seluruh RS Khusus di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dari kasus baru setiap tahun, 8,9% adalah anak dan 6,7% kasus akan mengalami disabilitas yang mudah terlihat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dalam sebuah negara atau daerah endemik, seorang anak harus dicurigai kusta jika menunjukkan\u00a0satu dari tanda utama atau kardinal\u00a0sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lesi kulit berwarna putih atau leukoderma\u00a0yang disertai dengan kehilangan sensorik atau anestesi\u00a0yang pasti, dengan atau tanpa penebalan saraf dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan apusan kulit\u00a0positif bakteri kusta. Lesi kulit dapat bersifat tunggal atau ganda, biasanya kurang berpigmen dari kulit normal di sekitarnya, sehingga terlihat lebih putih. Gangguan sensorik atau anestesi adalah gambaran khas kusta, berupa hilangnya sensasi untuk sentuhan ringan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saraf yang menebal, terutama batang saraf perifer, merupakan gambaran khas kusta yang lain. Penebalan saraf sering disertai dengan tanda hilangnya sensasi di kulit dan kelemahan otot yang diatur oleh saraf yang terkena. Apusan kulit positif berarti ditemukan bakteri berbentuk batang, bernoda merah dapat dilihat pada sediaan yang diambil dari kulit yang terkena, ketika diperiksa di bawah mikroskop dengan pewarnaan yang sesuai.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_20072\" aria-describedby=\"caption-attachment-20072\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20072 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20072\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila gejala kusta pada anak tersebut muncul pada anak Anda, segera konsultasikan ke <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">dokter terdekat<\/span><\/a> Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Terobosan terapi pertama terjadi pada tahun 1940-an dengan pengembangan dapson, obat kusta pertama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun durasi pengobatan dengan dapson itu bertahun-tahun dan bahkan seumur hidup, sehingga sulit bagi pasien kusta pad anak dan keluarganya untuk untuk mematuhi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada tahun 1960, bakteri <em>M. leprae<\/em> mulai menjadi resistensi terhadap dapson, yang dikenal sebagai obat anti-kusta satu-satunya di dunia pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada awal 1960-an, ditemukan obat kusta lainnya, yaitu rifampisin dan clofazimine.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sejak tahun 1981, WHO merekomendasikan MDT yang terdiri dari 3 obat: dapson, rifampisin dan clofazimine, sehingga kombinasi obat ini mampu mematikan bakteri patogen dan menyembuhkan pasien kusta.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sejak tahun 1995, MDT diberikan gratis\u00a0untuk semua pasien di dunia, awalnya melalui dana obat yang diberikan oleh Nippon Foundation, dan sejak tahun 2000 diberikan oleh Novartis dan Yayasan Novartis (<em>the Novartis Foundation for Sustainable Development<\/em>).<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Eliminasi_Kusta_di_Indonesia\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Eliminasi Kusta di Indonesia<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Meskipun gerakan global untuk mengeliminasi kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat sudah sejak tahun 2000, tetapi kusta masih terus merusak kehidupan individu dan keluarga, bahkan berdampak pada masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Status eliminasi kusta di Indonesia\u00a0sebenarnya telah tercapai pada tahun 2000, tetapi momentum Hari Kusta Sedunia (<em>World Leprosy Day<\/em>) setiap 31 Januari, mengingatkan kita bahwa kusta dan stigmanya kini belum juga sepenuhnya hilang di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sudahkah kita menyadari, bahwa masih ada kusta pada anak di antara kita?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Yogyakarta, 31 Januari 2017<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Fx Wikan Indrarto<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">*) dokter spesialis anak di RS Panti Rapih, Ketua IDI Cabang Kota Yogyakarta, Alumnus S3 UGM,<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kusta pada anak (zero cases of leprosy-related disabilities) menjadi target global untuk menekan angka penderita kusta yang diperingati setiap tanggal 31 Januari. Disabilitas tersebut tidak terjadi dalam semalam, tetapi terjadi setelah dalam waktu cukup lama, kusta tidak terdiagnosis. Untuk itu, deteksi dini adalah kunci untuk mencapai target ini, bersama percepatan intervensi untuk mencegah penularan kusta. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,301],"tags":[10,25],"class_list":["post-15450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-keluarga","tag-dokter-ke-rumah","tag-kulit-dan-kelamin"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423529,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15450\/revisions\/423529"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}