{"id":15461,"date":"2017-02-04T02:00:42","date_gmt":"2017-02-04T02:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=15461"},"modified":"2017-02-04T02:00:42","modified_gmt":"2017-02-04T02:00:42","slug":"hari-kanker-sedunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/","title":{"rendered":"Hari Kanker Sedunia: Sudahkah Anda Mengetahuinya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Hari Kanker Sedunia menjadi refleksi diri sendiri, sudah sejauh apa Anda mengetahui gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit ini.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap tahun pada tanggal 4 Februari, WHO, IARC (<em>International Agency for Research on Cancer<\/em>) dan UICC (<em>Union for Cancer International Control<\/em>) merayakan Hari Kanker Sedunia (<em>World Cancer Day<\/em>), untuk mempromosikan cara meringankan beban global atas penyakit kanker.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/#Apa_yang_Sebaiknya_Kita_Ketahui\" >Apa yang Sebaiknya Kita Ketahui?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/#Kita_Bisa_Aku_Bisa\" >Kita Bisa, Aku Bisa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/#5_Tipe_Kanker_Paling_Umum\" >5 Tipe Kanker Paling Umum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/#Banyak_Kanker_Memiliki_Kesempatan_yang_Tinggi_untuk_Sembuh\" >Banyak Kanker Memiliki Kesempatan yang Tinggi untuk Sembuh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hari-kanker-sedunia\/#Vaksinasi_juga_Penting\" >Vaksinasi juga Penting<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Sebaiknya_Kita_Ketahui\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa yang Sebaiknya Kita Ketahui?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker adalah pertumbuhan dan penyebaran sel yang tidak terkendali, yang dapat mengenai hampir semua bagian organ tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pertumbuhan sel tersebut sering mendesak jaringan di sekitarnya dan dapat menyebar atau bermetastasis ke organ lain di tempat yang jauh.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Banyak kanker dapat dicegah dengan menghindari paparan faktor risiko umum, seperti asap tembakau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, proporsi besar yang signifikan dari kanker sudah dapat disembuhkan, dengan tindakan operasi, radioterapi dan kemoterapi, terutama jika kanker terdeteksi secara dini.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kita_Bisa_Aku_Bisa\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kita Bisa, Aku Bisa<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tema kampanye dengan tagline &#8220;<strong>Kita bisa, Aku bisa<\/strong>&#8221; akan memotivasi bagaimana setiap orang, dalam komunitas ataupun sebagai individu, dapat melakukan peran dalam bagian mereka, untuk mengurangi beban global penyakit kanker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, mencapai 8,2 juta kematian pada tahun 2012.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_20072\" aria-describedby=\"caption-attachment-20072\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20072 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20072\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Data prevalensi kanker pada Riskesdas tahun 2013 yang tertinggi adalah di DI Yogyakarta (4,1\u2030), kemudian Jawa Tengah (2,1\u2030), dan Bali (2,0\u2030).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan prevalensi terendah terdapat di Provinsi Gorontalo (0,2\u2030), disusul oleh Nusa Tenggara Barat, dan Papua Barat (0,6\u2030).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker paru, hati, usus besar dan payudara\u00a0merupakan penyebab sebagian besar kematian terkait kanker setiap tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekitar 30% dari kematian akibat kanker tersebut, berhubungan dengan lima faktor risiko, yaitu obesitas, perokok, peminum alkohol, menu harian rendah buah dan sayuran, serta kurangnya aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Perokok merupakan faktor risiko yang paling penting dan terbukti menyebabkan 22% kematian akibat kanker secara global dan 71% dari kematian akibat kanker paru-paru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, dengan sekitar 14 juta kasus baru dan 8,2 juta kanker terkait kematian pada tahun 2012.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Jumlah kasus baru diperkirakan akan meningkat sekitar 70% selama 2 dekade mendatang.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tipe_Kanker_Paling_Umum\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">5 Tipe Kanker Paling Umum<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada pria, 5 kanker yang paling umum adalah paru-paru, <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/caw-kanker-prostat\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">prostat<\/span><\/a>, colorectum, perut, dan hati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada wanita, 5 kanker yang paling umum adalah payudara, colorectum, paru-paru, <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kanker-serviks\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">leher rahim<\/span><\/a>, dan usus.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada anak, 5 kanker yang paling umum adalah darah (leukemia), mata \u00a0(retinoblastoma), ginjal \u00a0(nefroblastoma), saraf (neuroblastoma), dan tulang (osteosarkoma).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih dari 60% dari total kasus baru kanker di dunia terjadi di Afrika, Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Amerika Tengah dan Selatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker di wilayah tersebut menyebabkan 70% kematian akibat kanker di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyebab paling umum kematian adalah kanker paru (1,59 juta), hati (745.000), perut (723.000), usus besar atau kolorektal (694.000), payudara (521.000), kerongkongan atau esofagus (400.000).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Diprediksi kasus kanker tahunan akan meningkat dari 14 juta pada dekade 2012-22 dalam 2 dekade berikutnya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_20097\" aria-describedby=\"caption-attachment-20097\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-luka\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-20097 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"rawat luka, perawat luka, perawat luka diabetes, perawat luka kanker, perawat luka di rumah, rawat luka di rumah, panggil perawat luka ke rumah, medi-call, medicall\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-1536x892.jpg 1536w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/rawat-luka-di-rumah-Medi-Call-2048x1189.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20097\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Perawat Luka ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kanker dapat dikurangi dan dikendalikan dengan menerapkan beberapa strategi berbasis bukti untuk pencegahan, deteksi dini dan tatalaksana pasien dengan kanker.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan dilakukan dengan memodifikasi dan menghindari faktor risiko.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Banyak_Kanker_Memiliki_Kesempatan_yang_Tinggi_untuk_Sembuh\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Banyak Kanker Memiliki Kesempatan yang Tinggi untuk Sembuh<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Beberapa pederita penyakit kanker tertentu masih memiliki kesempatan tinggi untuk sembuh jika terdeteksi dini dan diobati secara memadai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"> Selain itu, lebih dari 30% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor risiko utama.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tindakan yang diperlukan mencakup berhenti merokok, koreksi kelebihan berat badan, diet yang sehat dengan meningkatkan buah dan sayuran, serta melakukan aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, juga menghentikan penggunaan alkohol, menghindari infeksi yang menular secara seksual, menghindari infeksi oleh HBV, radiasi pengion dan non-pengion serta menghindari pencemaran udara perkotaan, asap dalam ruangan dari penggunaan bahan bakar padat rumah tangga.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Vaksinasi_juga_Penting\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Vaksinasi juga Penting<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Strategi pencegahan lainnya meliputi vaksinasi terhadap virus papiloma manusia (HPV) dan virus <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pemberian-vaksin-hepatitis-b-2\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">hepatitis<\/span><\/a><\/span> B (HBV), pengendalian bahaya di tempat kerja, mengurangi paparan radiasi non-pengion terutama sinar matahari dan radiasi pengion oleh alat pencitraan diagnostik medis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kematian kanker dapat dikurangi jika kasus terdeteksi dan diobati secara dini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Program pencegahan kanker dilakukan untuk semua jenis kanker, tetapi saat ini masih diprioritaskan pada dua jenis kanker tertinggi di Indonesia yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kegiatan yang dilakukan meliputi pencegahan primer, sekunder, dan tersier.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pencegahan primer<\/strong> dilakukan melalui pengendalian faktor risiko dan peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pencegahan sekunder<\/strong> dilakukan melalui deteksi dini dan tatalaksana yang dilakukan di Puskesmas dan rujukan ke rumah sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Deteksi dini kanker leher rahim menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan krioterapi\u00a0untuk IVA (lesi pra kanker leher rahim) positif, sedangkan deteksi dini kanker payudara menggunakan metode Clinical Breast Examination (CBE).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sampai tahun 2015 lalu, telah diskrining sebanyak 644.951 perempuan atau 1,75% dari target perempuan usia 30-50 tahun, dengan hasil 28.850 (4,47%) IVA positif, curiga kanker leher rahim 840 (1,3 per 1000), dan benjolan pada payudara 1.682 (2,6 per 1000).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pencegahan tersier<\/strong> dilakukan melalui perawatan paliatif dan rehabilitatif\u00a0di unit-unit pelayanan kesehatan yang menangani kanker dan pembentukan kelompok <em>survivor<\/em> kanker di masyarakat. <\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Perawatan paliatif adalah perawatan untuk meringankan, bukan menyembuhkan, berbagai gejala klinis yang disebabkan oleh kanker.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Perawatan paliatif dapat membantu agar penderita kanker dapat hidup lebih nyaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini terutama diperlukan oleh pasien dalam kanker stadium lanjut, di mana hanya ada sedikit kesempatan untuk sembuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bantuan yang diberikan untuk masalah fisik, psikososial dan spiritual, ditargetkan dapat mencapai lebih dari 90% pasien kanker stadium lanjut.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Peningkatan penggunaan obat narkotik, seperti morfin\u00a0adalah hal yang wajib untuk pengobatan nyeri kanker yang sedang sampai parah, yang dialami oleh lebih dari 80% pasien kanker di fase terminal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Momentum Hari Kanker Sedunia (<em>World Cancer Day<\/em>) setiap tahun pada tanggal 4 Februari, adalah ajakan WHO, IARC (<em>International Agency for Research on Cancer<\/em>) dan UICC (<em>Union for Cancer International Control<\/em>) untuk meningkatkan kepedulian kita semua akan kanker, sesuai tagline &#8220;Kita bisa. Aku bisa&#8221;. Apakah kita sudah bertindak?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Yogyakarta, 4 Februari 2017<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Dr. dr. FX. Wikan Indarto, Sp.A<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekretaris IDI Wilayah DIY, dokter spesialis anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Kanker Sedunia menjadi refleksi diri sendiri, sudah sejauh apa Anda mengetahui gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit ini. Setiap tahun pada tanggal 4 Februari, WHO, IARC (International Agency for Research on Cancer) dan UICC (Union for Cancer International Control) merayakan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day), untuk mempromosikan cara meringankan beban global atas penyakit kanker. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[10,20],"class_list":["post-15461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dokter","tag-dokter-ke-rumah","tag-penyakit-dalam"],"modified_by":"Medi-Call Writers","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}