{"id":15512,"date":"2017-02-27T03:58:18","date_gmt":"2017-02-26T20:58:18","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=15512"},"modified":"2024-10-29T09:48:10","modified_gmt":"2024-10-29T02:48:10","slug":"resistensi-antibiotik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/","title":{"rendered":"Resistensi Antibiotik, Apa yang Harus Kita Lakukan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Resistensi antibiotik adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global saat ini. Hal ini bisa menyebabkan tingginya biaya kesehatan hingga angka kematian.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Resistensi antibiotik terjadi secara alami, namun penyalahgunaan antibiotik pada manusia dan hewan, terbukti mempercepat proses tersebut.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/#Mengenal_Antibiotik\" >Mengenal Antibiotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/#Dampak_dari_Resistensi_Antibiotik\" >Dampak dari Resistensi Antibiotik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/#Resistensi_Antibiotik_Meningkat\" >Resistensi Antibiotik Meningkat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/#Mengurangi_Dampak_dan_Membatasi_Penyebaran\" >Mengurangi Dampak dan Membatasi Penyebaran<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/#Rencana_aksi_global_memiliki_5_tujuan_strategis\" >Rencana aksi global memiliki 5 tujuan strategis:<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Antibiotik\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengenal Antibiotik<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri mengubah mekanisme dalam menanggapi penggunaan obat tersebut, sehingga justru bakteri, bukan manusia, berubah menjadi resisten antibiotik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Bakteri ini kemudian dapat menginfeksi manusia lain dan lebih sulit untuk diobati daripada bakteri biasa.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_dari_Resistensi_Antibiotik\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Dampak dari Resistensi Antibiotik<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Resistensi antibiotik menyebabkan biaya kesehatan yang lebih tinggi, perawatan di rumah sakit berkepanjangan dan kematian yang meningkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Di seluruh Uni Eropa, bakteri yang resistan terhadap antibiotik diperkirakan menyebabkan 25.000 kematian dan biaya lebih dari US $ 1,5 miliar setiap tahun, untuk biaya kesehatan dan kerugian karena gangguan produktivitas.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Resistensi_Antibiotik_Meningkat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Resistensi Antibiotik Meningkat<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Resistensi antibiotik meningkat terus sangat tinggi di semua bagian dunia, mekanisme resistensi baru muncul dan menyebar secara global setiap hari, dan mengancam keberhasilan pengobatan penyakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyakit infeksi umum seperti pneumonia, TBC, sepsis dan gonore menjadi lebih sulit ditangani, dan kadang-kadang justru tidak mungkin lagi, karena antibiotik yang tersedia menjadi kurang efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Di negara-negara di mana antibiotik dapat dibeli tanpa resep, kemunculan dan penyebaran resistensi menjadi lebih buruk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Demikian pula, di negara tanpa pedoman pengobatan standar, antibiotik sering diresepkan berlebihan atau <em>over-prescribed<\/em> oleh dokter dan digunakan berlebihan atau <em>over-used<\/em>\u00a0oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tanpa tindakan segera, kita sedang menuju era pasca-antibiotik, di mana <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/ciri-luka-infeksi-dan-pengobatannya\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">infeksi<\/span><\/a> umum dan luka ringan dapat sekali lagi menjadi penyebab kematian pasien, seperti era pra-antibiotika.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengurangi_Dampak_dan_Membatasi_Penyebaran\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengurangi Dampak dan Membatasi Penyebaran<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Langkah yang dapat diambil untuk mengurangi dampak dan membatasi penyebaran resistensi antibiotik oleh masyarakat umum:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah infeksi dengan teratur mencuci tangan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menjaga kebersihan makanan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/vaksinasi-untuk-menghindari-resistensi-antibiotik\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">vaksinasi ulangan<\/span><\/a>.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hanya menggunakan antibiotik ketika diresepkan oleh dokter, selalu membeli resep antibiotika secara penuh, jangan pernah menggunakan antibiotik sisa, dan jangan pernah berbagi antibiotik dengan orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_20072\" aria-describedby=\"caption-attachment-20072\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20072 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20072\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Para <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">dokter<\/span><\/a>, apoteker dan petugas kesehatan lainnya\u00a0dapat berperan dengan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah infeksi dengan memastikan tangan bersih,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memastikan juga kebersihan instrumen medis dan lingkungan RS terjaga,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikan vaksinasi terbaru kepada pasien (<em>up to date<\/em>),<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ketika terjadi dugaan infeksi bakteri, melakukan kultur bakteri dan pemeriksaan penunjang medik lainnya untuk konfirmasi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hanya meresepkan dan mengeluarkan antibiotik ketika benar-benar dibutuhkan, pada dosis dan durasi pengobatan yang tepat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Para pejabat dan pembuat kebijakan kesehatan\u00a0dapat bertindak dengan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menyusun rencana aksi regional atau nasional yang kuat untuk mengatasi resistensi antibiotik,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Meningkatkan pengawasan infeksi bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengatur dan mempromosikan penggunaan yang tepat atas obat antibiotika yang berkualitas,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membuat informasi tentang dampak resistensi antibiotik,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikan apresiasi atas pengembangan obat, vaksin dan alat diagnostik yang baru.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Organisasi profesi kesehatan, misalnya IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dapat berperan dengan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan sosialisasi berulang dalam program pendidikan kedokteran berkelanjutan tentang tatalaksana terbaru penyakit infeksi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan advokasi kepada semua pihak, agar para dokter anggota IDI dapat berperan secara optimal dalam menekan kejadian resistensi antibiotika.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Para petugas sektor pertanian\u00a0dapat membantu dengan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikan antibiotik untuk hewan hanya saat digunakan untuk mengobati penyakit menular dan di bawah pengawasan seorang dokter hewan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Vaksinasi hewan untuk mengurangi kebutuhan antibiotik dan mengembangkan alternatif tindakan, selain penggunaan antibiotik pada tanaman yang terinfeksi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mempromosikan dan menerapkan praktek yang baik di semua tahap produksi dan pengolahan makanan dari sumber hewan dan tumbuhan yang aman,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengadopsi sistem yang berkelanjutan dengan meningkatkan kebersihan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Biosecurity dan penanganan hewan bebas penyakit,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melaksanakan standar internasional untuk penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab, yang ditetapkan oleh OIE, FAO dan WHO.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Para pelaku industri bidang kesehatan\u00a0dapat membantu dengan berinvestasi untuk antibiotik, vaksin, dan alat diagnostik baru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Menanggulangi resistensi antibiotik juga merupakan prioritas WHO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebuah rencana aksi global melawan resistensi antimikroba, termasuk resistensi antibiotik, telah disepakati pada Majelis Kesehatan Dunia pada bulan Mei 2015.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Rencana aksi global bertujuan untuk memastikan bahwa pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi dengan obat yang aman dan efektif dapat terus berjalan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rencana_aksi_global_memiliki_5_tujuan_strategis\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Rencana aksi global memiliki 5 tujuan strategis:<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang resistensi antimikroba,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memperkuat pengawasan dan penelitian,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengurangi kejadian infeksi,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengoptimalkan penggunaan obat antimikroba, dan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memastikan investasi berkelanjutan dalam melawan resistensi antimikroba.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan antibiotik pada manusia dan hewan secara benar, merupakan tindakan utama untuk menekan resistensi antibiotik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun demikian, diperlukan tindakan tambahan lain oleh berbagai pihak secara serentak, untuk mencegah meluasnya resistensi antibiotika.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Apakah Anda sudah bertindak?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Yogyakarta, 8 Februari 2017<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Dr. dr. fx. Wikan Indrarto, Sp.Ak<\/span><\/strong><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sekretaris IDI Wilayah DIY, Dokter Spesialis Anak di RS Panti Rapih Yogyakarta, Alumnus S3 UGM.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resistensi antibiotik adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global saat ini. Hal ini bisa menyebabkan tingginya biaya kesehatan hingga angka kematian. Resistensi antibiotik terjadi secara alami, namun penyalahgunaan antibiotik pada manusia dan hewan, terbukti mempercepat proses tersebut. Mengenal Antibiotik Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Resistensi antibiotik terjadi ketika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20499,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,298],"tags":[10],"class_list":["post-15512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-obat-obatan","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15512"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15512\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423594,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15512\/revisions\/423594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20499"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}