{"id":15953,"date":"2017-05-08T08:39:52","date_gmt":"2017-05-08T01:39:52","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=15953"},"modified":"2024-10-27T19:52:06","modified_gmt":"2024-10-27T12:52:06","slug":"saya-terkena-std-apa-saya-harus-memberitahu-pasangan-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/saya-terkena-std-apa-saya-harus-memberitahu-pasangan-saya\/","title":{"rendered":"Saya Terkena STD, Apa Saya Harus Memberitahu Pasangan Saya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sudahkah Anda melakukan tes <em>Sexual Transmitted Diseases<\/em> (STD)? Jika hasilnya positif, Anda pasti bingung bagaimana menceritakan hal ini ke calon pasangan atau bahkan pasangan Anda.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebaiknya, tarik napas dulu, duduk, dan baca dahulu bagaimana harusnya anda menyampaikan hal ini ke pasangan anda.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sekilas Mengenai STD<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Sexual Transmitted D<\/em><em>iseases<\/em>\/penyakit seks menular atau biasa disingkat STD, adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks dengan seseorang yang sudah terinfeksi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Selain dapat ditularkan melalui hubungan seksual, STD bisa tersalur dari ibu ke anak dan penggunaan jarum suntik bersamaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Infeksi ini terdiri dari beberapa jenis penyakit, seperti HIV\/AIDS, c<em>ervicitis<\/em> (atau biasa disebut peradangan mulut rahim), g<em>onore <\/em>(kencing nanah), epididimitis, penyakit radang panggul, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tiap-tiap jenis penyakit diatas memiliki gejala dan cara penyembuhan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Seorang penulis dari Boston, Sarit Luban (27) menuturkan tentang Herpes yang ia derita dan bagaimana ia menceritakannya kepada setiap pria yang mengajaknya berkencan dan ingin membangun hubungan yang lebih serius lagi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Di setiap awal ia diajak berkencan dengan pria, ia mempunyai 2 cara untuk menceritakan kepada pria itu tentang STD yang ia derita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara pertama<\/strong>, ia akan bercerita tentang STD secara <em>casual<\/em>. Ia akan berterus terang bahwa ia memiliki Herpes. Dan itu sudah menjadi salah satu yang ada pada tubuhnya saat ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara kedua<\/strong>, ia akan membuka obrolan dengan bercerita tentang Herpes secara umum. Lalu ia akan bertanya apakah calon pasangannya itu sudah tes STD atau belum.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Memang, pada awalnya akan terlihat sangat sulit bagi Anda untuk jujur terhadap pasangan tentang STD yang diderita.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Mungkin Anda akan merasa sedikit risih saat mengetahui Anda menderita STD. Tapi seperti yang kita ketahui, kejujuran adalah sebuah hal paling vital di dalam sebuah hubungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Banyak pada saat ini, orang-orang dengan STD hanya akan menyembunyikan tentang STD yang mereka alami dari pasangan mereka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya, mereka merasa takut kalau saja pasangan mereka merasa risih saat mereka bercerita kalau mereka menderita salah satu penyakit seks menular.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada awalnya memang susah untuk jujur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tetapi, menurut Dr. Alyssa Dweck, seorang dokter ahli penyakit wanita dan penulis buku <em>The Complete A to Z For Your V <\/em>menuturkan bahwa, <\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Akan lebih baik jika seseorang menceritakan secara langsung dan to the point kepada pasangan mereka tentang STD yang mereka derita. Berikan ruang untuk mereka memikirkan berita itu dari Anda.&#8221;<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Mungkin masih banyak dari Anda yang akan berkata, &#8220;Ngomong sih enak, tapi kalau kita udah cerita semuanya, dia malah mikir yang aneh-aneh, gimana?&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih baik, Anda tenang dahulu, tarik napas, duduk tenang, dan simak dahulu cara-cara menyampaikan kepada pasangan di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong> Berkatalah sejujurnya dan <em>to the point<\/em><\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dr. Alyssa Dweck menuturkan, <\/span><span style=\"color: #000000;\">&#8220;Biarkan mereka mengetahuinya. Coba katakan, &#8216;aku saat ini sedang dirawat, aku harap kamu juga dirawat [dan di tes] sebaik mungkin.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dr Tammy Nelson, seorang ahli hubungan dan seks serta penulis buku <em>The New Monogamy <\/em>juga sependapat.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Ia juga menambahkan bahwa sebaiknya gunakan bahasa yang dimengerti pasangan anda saat mengatakan hal ini. Karena, setiap orang akan sangat menghargai kejujuran.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Jika infeksinya permanen, katakan apa adanya<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Akan lebih mudah saat anda mengatakan anda menderita <em>Chlamydia <\/em>atau <em>Gonorrhea<\/em>. Karena masih ada harapan jika infeksi dari 2 penyakit ini bisa dihilangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Akan berbeda cerita bila itu adalah Herpes atau HPV, dikarenakan infeksi dari 2 penyakit ini bisa jadi permanen.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dr. Alyssa Dweck mengatakan bahwa katakan saja apa adanya. &#8220;Kejujuran dan kepercayaan sangat diharapkan di saat menceritakan dua keadaan yang berbeda itu.&#8221; tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dweck juga bercerita bahwa salah satu dari pasiennya juga sering membawa pasangannya masuk ruangan Dweck saat berkonsultasi.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Sehingga pasangannya itu bisa mengikuti perkembangan penyakitnya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Cobalah tidak melakukan pembelaan diri terhadap pasangan Anda<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Disaat Anda mengetahui telah terinfeksi salah satu dari penyakit STD, Anda pasti akan marah kepada siapa yang sudah menularkan infeksi ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tetapi, kemarahan tersebut hanya akan menyebabkan Anda menjadi takut untuk menceritakan hal ini kepada pasangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dan jikalau Anda pun pada akhirnya menceritakannya, Anda pasti akan melakukan pembelaan diri.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Cobalah anda menenangkan pikiran dahulu sebelum menceritakannya. Buang jauh-jauh rasa marah itu.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Karena saat Anda marah dan melakukan pembelaan diri, percayalah, masalah tersebut tidak akan pernah selesai. Malah menjadi lebih buruk.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis menderita STD bukan menjadi alasan hubungan harus berakhir<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dr. Alyssa Dweck mengatakan bahwa sebaiknya Anda menceritakan tentang penyakit seks menular yang Anda derita terhadap pasangan sejujur mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Berikan waktu untuk mereka memproses berita itu dan bertanya lebih lagi tentang STD yang anda derita.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Itu mungkin bisa jadi pasangan anda natinya malah akan merasa terbantu dengan berita dari anda.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>\u00a0<\/strong><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Berceritalah tentang ini lebih awal<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda tidak menderita penyakit seks menular ini, kenapa Anda tidak tes bersama-sama dengan pasangan?<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Ini akan menjadi ikatan yang sehat diantara anda berdua. Serta juga anda bisa mengetahui kemampuan pasangan anda dalam menangani pembicaraan yang sulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Nelson dan Dweck juga menyarankan bahwa menjadi terbuka tentang penyakit ini yang diderita dan mengatakannya tanpa malu, bisa menghilangkan stigma buruk masyarakat terhadap STD.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Sumber:<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\"><em>http:\/\/m.huffpost.com\/us\/entry\/us_58f4ef25e4b0b9e9848d67a0?section=us_healthy-living<\/em><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\"><em>http:\/\/www.idspecialists.sg\/layanan-kami\/types-of-infections\/sexually-transmitted-disease\/?lang=id<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudahkah Anda melakukan tes Sexual Transmitted Diseases (STD)? Jika hasilnya positif, Anda pasti bingung bagaimana menceritakan hal ini ke calon pasangan atau bahkan pasangan Anda. Sebaiknya, tarik napas dulu, duduk, dan baca dahulu bagaimana harusnya anda menyampaikan hal ini ke pasangan anda. Sekilas Mengenai STD Sexual Transmitted Diseases\/penyakit seks menular atau biasa disingkat STD, adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20665,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[301,295,296],"tags":[152],"class_list":["post-15953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga","category-penyakit-a-z","category-penyakit-seksual","tag-dokter-di-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15953"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423532,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15953\/revisions\/423532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}