{"id":17224,"date":"2017-09-28T15:44:51","date_gmt":"2017-09-28T08:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/?p=17224"},"modified":"2024-12-24T21:41:44","modified_gmt":"2024-12-24T14:41:44","slug":"bebas-rabies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/bebas-rabies\/","title":{"rendered":"Bebas Rabies &quot;Zero by 30&quot; di Hari Rabies Sedunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Bebas rabies di Hari Rabies Sedunia (<em>World Rabies Day<\/em>)\u00a0diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang perlunya mengalahkan penyakit mengerikan ini.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tanggal 28 September ditetapkan untuk mengenang kematian Louis Pasteur, ahli kimia dan mikrobiologi Perancis, yang mengembangkan vaksin rabies pertama.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Zero By 30<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tema Hari Rabies Sedunia\u00a02017 adalah <em>&#8216;Zero by 30&#8217;<\/em>,\u00a0yang menekankan tindakan penting untuk menjadi bebas rabies pada tahun 2030.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagian besar kasus rabies pada manusia, yaitu mencapai 90% kasus, disebabkan oleh cakaran atau <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/luka-gigitan-hewan-rabies\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">gigitan anjing yang terinfeksi<\/span><\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Virus rabies menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kematian. Sampai hari ini, lebih dari 90% kematian karena rabies terjadi di Afrika, Asia dan Timur Tengah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Diperkirakan 3,3 miliar orang hidup dengan risiko terserang rabies dengan perkiraan 59.000 orang meninggal karena rabies setiap tahun, dengan lebih dari setengah yang meninggal adalah anak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-414613\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses Penularan Virus Rabies<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Segera setelah penularan virus, misalnya karena gigitan anjing, tidak ada gejala klinis yang langsung muncul.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Virus rabies ini kemudian berjalan merambat melalui jaringan sistem saraf, juga tanpa menyebabkan gejala apapun, sampai mencapai otak, yaitu pusat sistem saraf.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah sampai di otak, biasanya 1-3 bulan setelah gigitan, akan muncul gejala tidak khas meliputi kelemahan atau malaise umum, kelelahan, sakit kepala atau ketidaknyamanan dan rasa tertusuk atau gatal di tempat gigitan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Gejala Terjangkit Rabies<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Seperti penyakit infeksi otak lainnya, akan muncul gejala yang lebih spesifik seperti insomnia, kecemasan, kebingungan, lumpuh sedikit atau sebagian anggota gerak, eksitasi, halusinasi, agitasi, hipersalivasi (peningkatan produksi air liur), kesulitan menelan, dan hidrophobia atau takut akan air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Akhirnya menjadi koma atau kehilangan kesadaran dan meninggal karena kegagalan fungsi jantung atau paru-paru.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Gejala rabies awal dapat dengan mudah dikacaukan dengan penyakit lain dan rabies sering tidak terpikirkan.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Proses Pemeriksaan Dokter<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Namun, jika ada dugaan rabies, biasanya karena bekas gigitan anjing, beberapa pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk mendiagnosis rabies ante-mortem (sebelum kematian) pada manusia, dapat dipertimbangkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan dilakukan pada sampel air liur, serum, cairan tulang belakang, dan biopsi kulit dari folikel rambut di tengkuk, untuk menemukan adanya virus rabies atau antibodi untuk virus tersebut.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara Mengatasi Gigitan Dari Hewan yang Terinfeksi Rabies<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah perburukan klinis, jika digigit atau tergores anjing segera lakukan pencucian luka dengan sabun dan air selama minimal 15 menit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Oleskan etanol atau antiseptik serupa untuk mencegah infeksi sekunder. Carilah bantuan medis darurat untuk Profilaksis Pasca Pajanan\u00a0atau <em>Post Exposure Prophylaxis<\/em> (PEP)\u00a0sesegera mungkin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Vaksin adalah satu-satunya cara untuk mencegah timbulnya rabies setelah paparan, sedangkan obat tradisional, seperti permen karet nangka dan bubuk cabai tidak dapat menghentikan perjalanan alamiah infeksi virus rabies.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kemudian perhatikan hewan yang menggigit, terkait tanda penyakit rabies selama 14 hari kemudian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Usahakan jangan membunuh binatang itu, tetapi jika hewan itu mati, laporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang pengawas hewan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, setiap mamalia yang menggigit tanpa didahului provokasi, harus diperiksa untuk risiko rabies.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Tiga Cara Utama Untuk Melindungi Diri Dari Rabies<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sampai saat ini, tersedia tiga cara utama untuk bebas rabies:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengurangi risiko gigitan binatang,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perawatan hewan peliharaan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Vaksinasi, baik untuk hewan maupun manusia.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h3 style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Dua Jenis Vaksin Rabies Tersedia<\/span><\/h3>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP)<\/strong>, yaitu vaksinasi pencegahan sebelum paparan virus rabies<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">PrPP adalah serangkaian vaksinasi pencegahan rabies yang biasanya diberikan kepada orang yang dianggap berisiko tinggi terpapar.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Misalnya <strong>petugas pengawas hewan<\/strong>, <strong>dokter hewan<\/strong>, atau<strong> orang yang tinggal di, atau bepergian ke, daerah endemis rabies<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika seseorang telah mendapatkan PrPP dan terkena rabies, tetap masih perlu PEP, tetapi dosis PEP berkurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebuah paket vaksin rabies secara lengkap, yaitu PrPP atau PEP, akan menginduksi kekebalan atau imunitas tubuh terhadap virus rabies selama bertahun-tahun.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: left;\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Profilaksis Pasca Pajanan (PEP)<\/strong>, yaitu vaksinasi untuk menghentikan timbulnya rabies setelah terpapar virus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">PEP adalah suatu <strong>program vaksinasi<\/strong> yang melindungi terhadap rabies, <strong>setelah terkena gigitan binatang<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">PEP terdiri dari <strong>suntikan immunoglobulin<\/strong> atau antibodi terhadap virus rabies ke dalam luka, dan <strong>serangkaian vaksinasi rabies lanjutan<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Jumlah, dosis dan jadwal vaksin mungkin berbeda-beda, tetapi pada umumnya 1 dosis pada setiap hari ke 0, 3, 7, 14 dan 28 setelah gigitan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Agar PEP efektif, haruslah mencakup keduanya, yaitu vaksinasi dan pengobatan immunoglobulin.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada orang yang telah menerima PrEP, masih perlu hanya dua dosis tambahan vaksin, yaitu pada hari ke 0 dan 3 setelah paparan, dengan tidak perlu suntikan immunoglobulin.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px; text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Efek samping vaksinasi rabies serius sangat jarang terjadi dan risiko kematian akibat rabies, jauh lebih tinggi dibandingkan masalah efek samping vaksinasi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417718\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila Anda memerlukan vaksinasi rabies terutama setelah terkena gigitan hewan, sekarang bisa mendapatkan vaksinasi rabies bersama <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter Medi-Call di rumah<\/a><\/span> dengan menghubungi<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\"> Call-Center 24 Jam<\/a><\/span> atau<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\"> aplikasi Medi-Call.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bebas rabies di Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day)\u00a0diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang perlunya mengalahkan penyakit mengerikan ini. Tanggal 28 September ditetapkan untuk mengenang kematian Louis Pasteur, ahli kimia dan mikrobiologi Perancis, yang mengembangkan vaksin rabies pertama. Zero By 30 Tema Hari Rabies Sedunia\u00a02017 adalah &#8216;Zero by 30&#8217;,\u00a0yang menekankan tindakan penting untuk menjadi bebas rabies [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[39,58],"class_list":["post-17224","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-vaksin-di-rumah","tag-vaksin-rabies"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17224","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17224"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17224\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424175,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17224\/revisions\/424175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17224"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17224"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17224"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}