{"id":20573,"date":"2018-12-07T11:27:12","date_gmt":"2018-12-07T04:27:12","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=20573"},"modified":"2024-09-19T08:18:01","modified_gmt":"2024-09-19T01:18:01","slug":"kenali-dampak-infeksi-nosokomial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kenali-dampak-infeksi-nosokomial\/","title":{"rendered":"Kenali Dampak Infeksi Nosokomial dan Cara Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak infeksi nosokomial tidak hanya dialami oleh penderita infeksi ini, tetapi juga menyebar masalah lain karena harus dirawat lebih lama di rumah sakit.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Betapa pentingnya peranan rumah sakit dalam menunjang kesehatan masyarakat untuk segala rentang usia.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun ternyata dibalik layanan rumah sakit dalam mengobati berbagai penyakit pasien dapat menyebarkan penyakit atau infeksi kepada para pengunjung maupun staf tenaga kesehatan rumah sakit.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi yang ditularkan melalui pelayanan rumah sakit dikenal dengan istilah infeksi nosokomial.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski terdengar sederhana, dampak infeksi nosokomial ternyata cukup banyak dan dapat merugikan banyak pihak.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bahkan tidak jarang infeksi nosokomial menjadi salah satu penyebab kematian di beberapa negara.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22975\" aria-describedby=\"caption-attachment-22975\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-22975\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"medi-chat, medi-call, medicall, konsultasi dokter, dokter konsultasi, konsultasi dengan dokter\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22975\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Chat: Gratis Tanya Dokter Di Aplikasi Medi-Call<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kenali-dampak-infeksi-nosokomial\/#Infeksi_Nosokomial\" >Infeksi Nosokomial<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kenali-dampak-infeksi-nosokomial\/#Dampak_Infeksi_Nosokomial\" >Dampak Infeksi Nosokomial<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Infeksi_Nosokomial\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Infeksi Nosokomial<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi nosokomial adalah infeksi penyakit yang penularannya terjadi di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penularannya bisa melalui tenaga kesehatan seperti dokter, perawat maupun staf rumah sakit atau pengunjung baik pasien maupun keluarga pasien.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari salah satu <\/span>jurnal <span style=\"color: #000000;\">bahwa infeksi ini muncul dalam waktu antara 48 jam dan empat hari setelah pasien masuk rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya, atau dalam waktu 30 hari setelah pasien keluar rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi nosokomial dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur maupun parasit yang terjadi akibat berbagai hal, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kurangnya pengawasan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Praktek pencegahan infeksi yang buruk,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemakaian alat rumah sakit yang terbatas,<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ruang perawatan pasien yang terbatas,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penularan dari petugas rumah sakit maupun penderita lain yang dirawat di rumah sakit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa kasus penularan infeksi nosokomial yang sering terjadi adalah<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tindakan pembedahan,<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemasangan kateter,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemasangan infus,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ventilasi saluran pernapasan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pipa drainase lambung melalui hidung maupun mulut,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Beberapa tindakan operatif lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika tubuh penderita terserang virus, bakteri, jamur maupun parasit dari rumah sakit, umumnya dampak infeksi nosokomial tidak langsung menimbulkan gejala-gejala tertentu.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diperlukan masa inkubasi selama beberapa waktu oleh penyebab infeksi untuk menampakkan gejalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa faktor yang menjadi penyebab infeksi nosokomial, antara lain :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya tahan tubuh penderita yang lemah dan gizi buruk,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penggunaan kateter yang permanen,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Petugas kesehatan yang tidak menjaga kebersihan diri saat melayani pasien,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tubuh yang kebal terhadap antibiotik,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Masa rawat inap yang lama.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Infeksi_Nosokomial\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Dampak Infeksi Nosokomial<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kasus infeksi nosokomial pada beberapa rumah sakit dapat memperparah kondisi kesehatan pasien, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak infeksi nosokomial tidak hanya menimbulkan kerugian dalam segi materi pasien namun juga dari sisi kesehatan pasien.<span class=\"Apple-converted-space\">\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa dampak infeksi nosokomial yang sering terjadi dan harus diwaspadai, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Infeksi Saluran Kemih<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Infeksi saluran kemih merupakan salah satu dampak infeksi nosokomial yang sering terjadi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini diakibatkan masuknya bakteri dari usus dan uretra ke dalam saluran kemih disebabkan pemasangan kateter di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Apabila penderita kebal terhadap antibiotik tentu rentan terserang dengan jamur <i>Candida<\/i> yang menimbulkan infeksi saluran kemih.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Infeksi Paru<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penderita yang mengalami gangguan pada organ pernapasan rentan terserang infeksi paru akibat bakteri maupun mikroorganisme melalui tenggorokan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penderita gangguan paru kronis umumnya mengkonsumsi antibiotik dan ventilator pernapasan dalam rentang waktu yang cukup lama, dan merupakan salah satu infeksi nosokomial.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Tindakan Pembedahan<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ketika tubuh mengalami pembedahan atau operasi, maka terjadi luka terbuka pada bagian tubuh tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 30px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini dapat memudahkan bakteri menginfeksi pada bagian tubuh yang steril melalui tangan petugas kesehatan maupun <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/perban-luka-yang-tepat\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">pembalut luka<\/span><\/a> yang digunakan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22977\" aria-describedby=\"caption-attachment-22977\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22977 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22977\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bahaya dampak infeksi nosokomial harus dihindari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan yang dapat dilakukan untuk infeksi nosokomial adalah dengan menghentikan asal mikroba yang tersebar, media yang digunakan mikroba untuk menularkan infeksi, serta cara mikroba menyalurkan infeksi kepada pasien lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga dokter dan perawat dapat saling bekerja sama untuk mencegah penyebaran dari dampak infeksi nosokomial.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/316485628_Sarana_dan_Prasarana_Rumah_Sakit_Pemerintah_dalam_Upaya_Pencegahan_dan_Pengendalian_Infeksi_di_Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak infeksi nosokomial tidak hanya dialami oleh penderita infeksi ini, tetapi juga menyebar masalah lain karena harus dirawat lebih lama di rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan masyarakat dalam bidang kesehatan.\u00a0 Betapa pentingnya peranan rumah sakit dalam menunjang kesehatan masyarakat untuk segala rentang usia.\u00a0 Namun ternyata dibalik layanan rumah sakit dalam mengobati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":20574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[10,63,27,20],"class_list":["post-20573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah","tag-kesehatan","tag-medi-call","tag-penyakit-dalam"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423191,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20573\/revisions\/423191"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}