{"id":21150,"date":"2019-02-08T19:00:54","date_gmt":"2019-02-08T12:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=21150"},"modified":"2024-11-17T19:58:14","modified_gmt":"2024-11-17T12:58:14","slug":"cara-pengobatan-penyakit-difteri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-pengobatan-penyakit-difteri\/","title":{"rendered":"Cara Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat Menambah Peluang Hidup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cara pengobatan penyakit difteri yang tepat akan memberikan peluang kesembuhan untuk pasien.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun bukan berarti tidak dapat menyerang orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap tahun selalu terjadi peningkatan wabah difteri di beberapa daerah negara Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu upaya pencegahan tertular penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah melalui pemberian vaksin difteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun begitu apabila difteri menyerang tubuh seseorang maka harus segera ditangani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun cara pengobatan penyakit difteri adalah dengan pemberian antibiotik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun difteri dapat disembuhkan, namun akan menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Difteri<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Difteri merupakan penyakit yang menyerang selaput lendir dan tenggorokan disebabkan oleh bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae <\/em>dan <em>Corynebacterium ulcerans.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Racun yang dikeluarkan oleh bakteri tersebut menyerang organ vital seperti jantung, ginjal, hati, saraf dan lainnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit menular ini merusak permukaan jaringan pada area pernapasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya difteri menyerang balita dan anak usia sekolah, namun bakteri ini juga dapat menyerang bayi hingga orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae <\/em>membutuhkan waktu 2 sampai 5 hari untuk berkembang biak dan menampilkan gejala yang diperlihatkan pada tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun gejala yang ditimbulkan apabila terserang difteri, antara lain :<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi disertai menggigil,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sakit tenggorokan dan kesulitan menelan,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Badan terasa lemas dan mudah lelah,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan bernafas sehingga nafas terasa cepat,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batuk dan pilek,<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apabila sudah parah, maka gejala yang ditimbulkan adalah munculnya selaput putih yang menutupi tenggorokan dan amandel.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/bahaya-wabah-difteri\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c\"><style> .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .postImageUrl , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:hover , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:visited , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:active { border:0!important; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:active , .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"ueb5c4defedc7d0a149ce92596722bd1c-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Ini Bahaya Wabah Penyakit Difteri yang Harus Dipahami<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Difteri merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, karena penyakit bakteri ini dapat merusak saraf dan menyebabkan kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun begitu, penyakit ini bisa sembuh apabila cara pengobatan penyakit difteri segera dilakukan dan ditangani oleh tenaga medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun pasien yang sembuh dari difteri akan mengalami kelumpuhan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Cara Pengobatan Penyakit Difteri<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila pasien mengalami gejala penyakit difteri, maka segeralah <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">panggil dokter <\/span><\/a>untuk mendapatkan diagnosa yang tepat serta pengobatan penyakit difteri oleh tenaga medis.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_20072\" aria-describedby=\"caption-attachment-20072\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-20072 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20072\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun cara pengobatan penyakit difteri yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain :<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fisik terkait gejala yang ditimbulkan pasien<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengecekan laboratorium menggunakan sample lendir di tenggorokan dan hidung, serta bisul apabila ada pada tubuh pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pasien difteri akan diisolasi di ruang perawatan rumah sakit untuk dipantau oleh dokter dan juga pemberian antibiotik maupun antitoksin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemberian antitoksin pada pasien bertujuan untuk menetralisir racun dari bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae. <\/em>Sedangkan pemberian antibiotik untuk melawan kuman dan menyembuhkan infeksi. Dosis yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan penyakit difteri di rumah sakit pada umumnya berlangsung sekitar 2 minggu. Setelah itu pasien akan di cek laboratorium kembali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apabila masih ditemukan bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae <\/em>maka pemberian antibiotik akan dilanjutkan lagi oleh dokter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bagi pasien yang memiliki membran abu &#8211; abu dalam tenggorokan, dokter akan menyarankan pengangkatan membran agar pasien tidak mengalami gangguan pernafasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan bagi pasien yang memiliki bisul, maka dokter akan menyarankan untuk membersihkan bisul yang ada kulit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apabila bakteri telah menyerang bagian jantung dan saraf, maka orang terdekat pasien juga harus menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak tertular bakteri <em>Corynebacterium diphtheriae. <\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit difteri merupakan wabah yang menakutkan, bahkan tergolong kejadian luar biasa (KLB).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh sebab itu sangat penting menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit difteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan penyakit difteri dapat dilakukan dengan pemberian vaksin difteri secara teratur atau mengikuti program pemerintah yang pada umumnya diadakan di fasilitas kesehatan terdekat atau sekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu jaga daya tahan tubuh serta gunakan masker saat berkunjung ke pasien difteri untuk menurunkan resiko tertular penyakit ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_20101\" aria-describedby=\"caption-attachment-20101\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-20101 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/vaksin-di-rumah-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"vaksin di rumah, vaksinasi di rumah, pesan vaksin, vaksin rabies, vaksin VAR, vaksin SAR, vaksin meningitis, vaksin influenza, vaksin difteri, medi-call, medicall\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/vaksin-di-rumah-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/vaksin-di-rumah-Medi-Call-1024x594.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/vaksin-di-rumah-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/vaksin-di-rumah-Medi-Call.jpg 1323w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20101\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Vaksinasi di Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila ditemukan gejala difteri segera hubungi <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">dokter<\/span><\/a> untuk melakukan pemeriksaan karena hanya tenaga medis yang tahu cara pengobatan penyakit difteri yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara pengobatan penyakit difteri yang tepat akan memberikan peluang kesembuhan untuk pasien. Difteri merupakan salah satu penyakit menular yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, namun bukan berarti tidak dapat menyerang orang dewasa. Setiap tahun selalu terjadi peningkatan wabah difteri di beberapa daerah negara Indonesia. Salah satu upaya pencegahan tertular penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":21311,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[298,295],"tags":[27,39,120],"class_list":["post-21150","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-obat-obatan","category-penyakit-a-z","tag-medi-call","tag-vaksin-di-rumah","tag-vaksin-difteri"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21150","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21150"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21150\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423903,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21150\/revisions\/423903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21150"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21150"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21150"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}