{"id":23996,"date":"2019-09-27T19:11:51","date_gmt":"2019-09-27T12:11:51","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=23996"},"modified":"2024-09-19T09:41:16","modified_gmt":"2024-09-19T02:41:16","slug":"cakaran-kucing-rabies","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cakaran-kucing-rabies\/","title":{"rendered":"Terkena Cakaran Kucing Rabies? Berikut Penanganan serta Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Cakaran Kucing Rabies harus ditanggulangi secepatnya karena ternyata dapat menyebabkan Seseorang tertular penyakit yang sama.\u00a0<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa rabies ditularkan oleh anjing atau monyet, padahal kenyataannya hampir semua hewan mamalia berukuran sedang hingga besar berpotensi untuk menularkan penyakit rabies termasuk kucing. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di Amerika Serikat, Kucing, terutama yang liar, lebih beresiko untuk menularkan rabies dibandingkan anjing. Ini artinya penyebaran rabies melalui gigitan dan cakaran kucing tidak bisa diremehkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rabies adalah infeksi virus yang disebarkan dari hewan ke manusia melalui darah atau air liur. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Umumnya virus ini ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, tetapi cakaran hewan seperti kucing juga dapat menjadi penyebab. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kebiasaan kucing untuk menjilati tubuhnya sehingga kandungan air liurnya tersebar pada kuku-kukunya membuat cakaran kucing rabies sama berbahaya dengan gigitannya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417718\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cakaran-kucing-rabies\/#Rabies_Pada_Kucing\" >Rabies Pada Kucing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cakaran-kucing-rabies\/#Tindakan_Setelah_Terkena_Cakaran_Kucing_Rabies\" >Tindakan Setelah Terkena Cakaran Kucing Rabies<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rabies_Pada_Kucing\"><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Rabies Pada Kucing<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika terinfeksi oleh virus rabies, kucing biasanya akan melewati masa inkubasi di mana virus akan berkembang namun tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masa inkubasi ini bisa berlangsung selama beberapa minggu sampai berbulan-bulan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Begitu masa inkubasi berakhir, kucing yang terinfeksi rabies akan menunjukkan gejala-gejala khas antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kehilangan selera makan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">bulu-bulunya terlihat berantakan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">demam ditandai dengan hidung, lidah, dan telapak kaki berwarna merah muda;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kehilangan koordinasi seperti terhuyung-huyung atau tersandung;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">lemah dan lesu;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">mengeong lebih sering;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">agresif dan gelisah;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">air liur berlebihan sampai menetes ke dagu bahkan bagian depan tubuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Walaupun kucing rumahan memiliki resiko infeksi yang kecil, kemungkinan tertular rabies tetaplah ada.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat ini belum ada tes akurat untuk mendiagnosa rabies pada hewan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tes paling akurat untuk mendiagnosa rabies pada hewan hanya dapat dilakukan setelah kematian hewan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karena sulitnya memastikan apakah hewan menderita rabies atau tidak, Anda harus sangat waspada apabila kucing di sekitar menunjukkan gejala infeksi rabies.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tindakan_Setelah_Terkena_Cakaran_Kucing_Rabies\"><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Tindakan Setelah Terkena Cakaran Kucing Rabies<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila Anda terkena cakaran kucing rabies, segera bersihkan luka bekas cakaran dengan sabun kemudian bilas selama 5 menit di bawah air mengalir. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Segera hubungi dokter untuk mendapatkan <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/fungsi-dan-jenis-vaksin-rabies-untuk-manusia\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">vaksin rabies<\/span><\/a> agar perkembangan infeksi terhambat. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Vaksin rabies terdiri atas 2-4 dosis, diberikan dalam selama sebulan setelah terkena cakaran kucing rabies. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila ditindak dengan cepat, <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/akibat-gigitan-hewan-rabies\/\"><span style=\"text-decoration: underline; color: #ff0000;\">infeksi rabies<\/span><\/a> akibat cakaran kucing biasanya bisa tertanggulangi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karena mematikannya penyakit rabies ini, tindakan-tindakan pencegahan juga penting untuk diketahui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah apa yang bisa dilakukan agar Anda terhindar dari rabies akibat gigitan dan cakaran kucing rabies.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Awasi anak-anak apabila bermain bersama kucing liar;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan kucing yang ingin diadopsi bebas rabies dengan memeriksanya ke dokter hewan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikan vaksin rabies pada kucing peliharaan secara rutin;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pertimbangkan untuk memelihara kucing di dalam ruangan agar tidak berinteraksi dengan hewan liar;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hubungi dokter hewan terdekat apabila Anda menemukan kucing yang sepertinya terinfeksi rabies;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kurung kucing yang diduga memiliki rabies dalam kandang agar tidak menyerang manusia atau hewan lainnya. Jangan lupa untuk kenakan sarung tangan saat memindahkan kucing tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapatkan vaksinasi rabies secara teratur, terutama apabila sering kontak dengan kucing rabies;<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila Anda ingin mengetahui lebih pencegahan penularan rabies terutama tentang vaksin rabies, jangan ragu untuk mengkonsultasikan langsung pada <\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><span style=\"font-weight: 400;\">dokter Medi-Call datang ke rumah <\/span><\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melalui<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\"> Call-Center 24 Jam<\/a><\/span> atau <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi <\/a><\/span><\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Medi-Call<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-414613\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cakaran Kucing Rabies harus ditanggulangi secepatnya karena ternyata dapat menyebabkan Seseorang tertular penyakit yang sama.\u00a0 Kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa rabies ditularkan oleh anjing atau monyet, padahal kenyataannya hampir semua hewan mamalia berukuran sedang hingga besar berpotensi untuk menularkan penyakit rabies termasuk kucing. Di Amerika Serikat, Kucing, terutama yang liar, lebih beresiko untuk menularkan rabies [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24004,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[39,58],"ppma_author":[327],"class_list":["post-23996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-vaksin-di-rumah","tag-vaksin-rabies"],"modified_by":"Medi Call","authors":[{"term_id":327,"user_id":2,"is_guest":0,"slug":"medicall_editor","display_name":"Medi-Call Writers","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2d40e809b373ad56feb297bb21f6d4c0.jpg?ver=1774848208","author_category":"","first_name":"Medi-Call","last_name":"Writers","user_url":"","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23996"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423221,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23996\/revisions\/423221"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24004"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23996"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=23996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}