{"id":24913,"date":"2019-11-21T19:08:23","date_gmt":"2019-11-21T12:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=24913"},"modified":"2024-10-27T19:20:18","modified_gmt":"2024-10-27T12:20:18","slug":"posisi-tidur-penderita-vertigo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/posisi-tidur-penderita-vertigo\/","title":{"rendered":"Posisi Tidur Penderita Vertigo Agar Tidur Semakin Berkualitas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Posisi tidur penderita vertigo sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa vertigo sendiri bukanlah sebuah penyakit namun, merupakan kumpulan dari gejala beberapa penyakit atau sindrom berbeda akibat adanya gangguan pada sistem vestibular.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sistem vestibular menghubungkan bagian dalam telinga dengan otak yang merupakan sistem saraf pusat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Manusia bergantung pada sistem saraf pusat untuk bergerak termasuk seperti menentukan jarak objek dan keseimbangan tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adanya gangguan pada bagian pengatur keseimbangan dalam telinga menyebabkan ketidaksesuaian persepsi pada sistem saraf pusat sehingga timbul vertigo yang menimbulkan halusinasi seperti lingkungan bergerak-gerak dan juga pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keluhan vertigo dapat menimbulkan halusinasi seolah lingkungan sekitar berputar-putar (vertigo sirkuler) atau bisa juga membuat rasa seperti tertarik atau terdorong dari sebuah bidang vertikal misalnya tembok (vertigo vertikal linier).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seseorang dengan keluhan vertigo sangat disarankan untuk beristirahat serta mengurangi intensitas kegiatan hingga gejala reda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Salah satu istirahat yang dianjurkan adalah dengan tidur atau merebahkan badan namun, seringkali cara tersebut tidak memberikan efek istirahat seperti harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan posisi tidur penderita vertigo tidak memperparah kondisi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22977\" aria-describedby=\"caption-attachment-22977\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-22977 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"dokter ke rumah, panggil dokter ke rumah\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/panggil-dokter-ke-rumah-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22977\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter ke Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/posisi-tidur-penderita-vertigo\/#Penyakit_Terkait_Vertigo\" >Penyakit Terkait Vertigo<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/posisi-tidur-penderita-vertigo\/#Posisi_Tidur_Penderita_Vertigo\" >Posisi Tidur Penderita Vertigo<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyakit_Terkait_Vertigo\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyakit Terkait Vertigo<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada 2 kategori vertigo, yaitu perifer akibat adanya gangguan pada telinga bagian dalam atau sistem vestibular dan sentral yang disebabkan karena terdapat gangguan pada cerebellum (otak kecil).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Vertigo perifer sendiri menjadi jenis yang banyak diderita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa penyebab timbulnya vertigo perifer, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>BPPV <i>(Benign Paroxysmal Positional Vertigo)<\/i><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">BPPV dipicu oleh perubahan posisi kepala yang kurang terkoordinasi dengan baik oleh sistem saraf pusat.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejalanya seperti terasa pusing seperti berputar, mual, muntah, sakit kepala, serta terhuyung-huyung atau sempoyongan saat berjalan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adanya riwayat penyakit lain seperti stroke, hipertensi, diabetes, trauma kepala, atau gangguan keseimbangan lainnya dapat menjadi faktor munculnya BPPV.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit Meniere<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meniere merupakan penyakit penyebab timbulnya gangguan pada bagian dalam telinga.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit ini mempengaruhi keseimbangan tubuh serta pendengaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain mampu menimbulkan vertigo, meniere juga menyebabkan adanya tekanan pada telinga serta berdenging.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Vestibulopati Perifer Akut (VPA)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">VPA merupakan inflamasi atau peradangan pada telinga bagian dalam.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun tergolong jarang ditemukan, penyakit ini juga dapat memicu timbulnya vertigo.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Fistula Perilimfatik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fistula perilimfatik merupakan suatu kondisi dimana cairan telinga bagian dalam mengalir ke telinga bagian tengah karena adanya kebocoran akibat operasi, trauma, infeksi kronis, atau perubahan tekanan di dalam telinga.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kolesteatoma<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi dimana terjadi pertumbuhan abnormal kulit di bagian tengah telinga serta mastoid.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski tidak berpotensi berubah menjadi kanker namun, tetap dapat menimbulkan kerusakan telinga hingga kehilangan kemampuan mendengar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Otosklerosis<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini adalah kondisi cukup langka dimana terdapat pertumbuhan tidak normal pada tulang yang terhubung ke gendang telinga.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal tersebut dapat menyebabkan timbulnya vertigo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pertolongan-pada-vertigo\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320\"><style> .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .postImageUrl , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:hover , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:visited , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:active { border:0!important; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:active , .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320 .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u7fc0d6ba18e70800b1fcd366a4f77320-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Saat Anda Terserang Vertigo, Apa yang Harus Dilakukan?<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div><\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Posisi_Tidur_Penderita_Vertigo\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><strong>Posisi Tidur Penderita Vertigo<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Agar penderita vertigo dapat memiliki waktu istirahat yang berkualitas, selain posisi tidur penderita vertigo, perhatikan pula beberapa hal berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Perhatikan asupan makanan dan minuman<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hindari makanan pedas serta coklat agar tubuh berada kondisi nyaman untuk tidur.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan pula mengonsumsi kafein seperti dalam kopi atau teh.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kurangi paparan sinar layar perangkat elektronik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paparan sinar terang dari perangkat elektronik seperti televisi atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat mengurangi produksi hormon melatonin yang berfungsi untuk memicu rasa kantuk.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Latih pernafasan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terapkan metode pernafasan 4-7-8 selama 60 detik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tarik nafas melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 7 detik, lalu hembuskan perlahan selama 8 detik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teknik tersebut dapat membuat tubuh lebih rileks sehingga nyaman untuk tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perhatikan posisi tidur penderita vertigo, terutama untuk bagian kepala.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22975\" aria-describedby=\"caption-attachment-22975\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22975 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"medi-chat, medi-call, medicall, konsultasi dokter, dokter konsultasi, konsultasi dengan dokter\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22975\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Chat: Gratis Tanya Dokter Di Aplikasi Medi-Call<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan posisi kepala tidak mendapat banyak tekanan dengan menggunakan beberapa buah bantal atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wedge pillow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sejenis bantalan kepala berbentuk segitiga yang dapat digunakan untuk menahan tubuh bagian atas agar berada pada posisi miring setengah duduk.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Posisi tidur penderita vertigo harus tepat agar mengurangi tekanan penyebab sakit vertigo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hindari tidur pada sisi telinga yang sakit agar tidak menambah vertigo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cobalah melakukan terapi fisik untuk vertigo seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Barbeceau Maneuver, Log Roll Manuver, Gufoni Maneuver<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Forced Prolonged Maneuver.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan-gerakan tersebut diyakini dapat meredakan sakit akibat vertigo dibawah pengawasan ahli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain memperhatikan posisi tidur penderita vertigo, pastikan selalu menjalankan gaya hidup sehat seperti rutin latihan fisik serta menghindari konsumsi zat pemicu sakit kepala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila terjadi sakit kepala hebat dalam waktu lama sehingga menghambat diri untuk melakukan perjalanan ke luar, segera panggil dokter ke rumah dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/bit.ly\/CallCenterMedi-Call\">Call Center Medi-Call<\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Posisi tidur penderita vertigo sebaiknya disesuaikan dengan kondisi yang sedang dialami. Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa vertigo sendiri bukanlah sebuah penyakit namun, merupakan kumpulan dari gejala beberapa penyakit atau sindrom berbeda akibat adanya gangguan pada sistem vestibular. Sistem vestibular menghubungkan bagian dalam telinga dengan otak yang merupakan sistem saraf pusat. Manusia bergantung pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":24939,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[303,295],"tags":[10],"class_list":["post-24913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hidup-sehat","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24913","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423515,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24913\/revisions\/423515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}