{"id":25236,"date":"2019-12-12T19:13:27","date_gmt":"2019-12-12T12:13:27","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=25236"},"modified":"2026-03-04T08:55:49","modified_gmt":"2026-03-04T01:55:49","slug":"gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/","title":{"rendered":"Hati-Hati Berikut Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala rabies setelah dicakar kucing tidak akan tampak saat itu juga pada manusia. <\/b><strong>Kenali gejala rabies setelah dicakar kucing, dari tanda awal hingga kondisi serius, serta kapan perlu segera ke dokter.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rabies merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan masih menjadi masalah kesehatan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal apabila tidak ditangani sebelum gejala klinis muncul. Selama ini, banyak orang mengira rabies hanya menular melalui gigitan hewan, terutama anjing. Padahal, dalam kondisi tertentu, cakaran kucing juga dapat menjadi jalur penularan virus rabies.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami sering menemukan bahwa kurangnya pemahaman mengenai Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing membuat sebagian orang menunda pemeriksaan medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Padahal, penanganan dini sangat menentukan keselamatan pasien. Karena itu, penting bagi siapa pun yang pernah mengalami cakaran kucing untuk mengetahui risiko dan langkah pencegahan, termasuk pentingnya<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-vaksin-rabies\/\"> vaksin rabies untuk manusia setelah dicakar kucing<\/a>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami akan membahas secara menyeluruh mengenai Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing, mulai dari cara penularan, masa inkubasi, tanda awal hingga gejala lanjutan yang berbahaya, serta langkah penanganan dan pencegahan yang dapat dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat tahapan yang harus dilalui oleh virus rabies sebelum dapat menimbulkan gejala pada tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengingat bahwa rabies berbahaya juga berpotensi menyebabkan kematian, diperlukan pemahaman tentang virus rabies, cara penularan, serta penanganannya dengan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus rabies serta menyerang sistem saraf pusat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada umumnya, rabies dapat ditularkan melalui air liur dari gigitan berbagai hewan mamalia bertaring seperti anjing, kucing, rakun atau kelelawar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila mengalami cakaran, kemungkinan juga dapat menularkan rabies bila luka terkena air liur hewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal tersebut menyebabkan rabies memiliki kemungkinan untuk menjangkit hewan herbivora dan juga manusia sehingga penyebarannya harus dicegah sedini mungkin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hewan dengan rabies dapat diketahui dari kondisi fisik serta perilakunya seperti menjadi lebih agresif, mulut berbusa, berlarian tanpa sebab, atau memakan benda yang tidak lazim.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-417718 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Apakah_Rabies_Bisa_Menular_Lewat_Cakaran_Kucing\" >Apakah Rabies Bisa Menular Lewat Cakaran Kucing?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Masa_Inkubasi_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing\" >Masa Inkubasi Rabies Setelah Dicakar Kucing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Gejala_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing\" >Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Gejala_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing_pada_Tahap_Awal\" >Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing pada Tahap Awal<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#1_Demam_dan_Badan_Lemas\" >1. Demam dan Badan Lemas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#2_Sakit_Kepala\" >2. Sakit Kepala<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#3_Nyeri_Gatal_atau_Kesemutan_di_Area_Luka\" >3. Nyeri, Gatal, atau Kesemutan di Area Luka<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#4_Mual_dan_Penurunan_Nafsu_Makan\" >4. Mual dan Penurunan Nafsu Makan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#5_Perubahan_Emosi\" >5. Perubahan Emosi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Gejala_Lanjutan_Rabies_yang_Perlu_Diwaspadai\" >Gejala Lanjutan Rabies yang Perlu Diwaspadai<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#1_Hidrofobia_Takut_Air\" >1. Hidrofobia (Takut Air)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#2_Aerofobia_Takut_Angin\" >2. Aerofobia (Takut Angin)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#3_Kejang_dan_Gangguan_Saraf\" >3. Kejang dan Gangguan Saraf<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#4_Perubahan_Perilaku\" >4. Perubahan Perilaku<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#5_Produksi_Air_Liur_Berlebihan\" >5. Produksi Air Liur Berlebihan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#6_Koma_dan_Kematian\" >6. Koma dan Kematian<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Ciri-Ciri_Kucing_yang_Perlu_Diwaspadai\" >Ciri-Ciri Kucing yang Perlu Diwaspadai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Pengobatan_dan_Pencegahan\" >Pengobatan dan Pencegahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Pertolongan_Pertama_Setelah_Dicakar_Kucing\" >Pertolongan Pertama Setelah Dicakar Kucing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-20\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Pentingnya_Vaksin_Anti_Rabies\" >Pentingnya Vaksin Anti Rabies<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-21\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Kapan_Harus_Segera_ke_Dokter\" >Kapan Harus Segera ke Dokter?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-22\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Cara_Mencegah_Rabies_dari_Kucing\" >Cara Mencegah Rabies dari Kucing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-23\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-rabies-setelah-dicakar-kucing\/#Waspadai_Rabies_Ambil_Langkah_Sejak_Dini\" >Waspadai Rabies, Ambil Langkah Sejak Dini!<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Rabies_Bisa_Menular_Lewat_Cakaran_Kucing\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apakah Rabies Bisa Menular Lewat Cakaran Kucing?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rabies umumnya menular melalui air liur hewan yang terinfeksi virus rabies. Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka pada kulit atau melalui selaput lendir, seperti mata, hidung, dan mulut. Gigitan memang menjadi jalur penularan paling sering, tetapi cakaran kucing juga tetap memiliki risiko, meskipun lebih rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penularan rabies melalui cakaran kucing dapat terjadi apabila:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kucing menjilat cakarnya sebelum mencakar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cakaran menimbulkan luka terbuka atau perdarahan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Air liur kucing yang mengandung virus rabies masuk ke dalam luka tersebut<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Risiko ini akan meningkat apabila kucing berasal dari lingkungan liar, tidak diketahui status vaksinasinya, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak wajar.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masa_Inkubasi_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Masa Inkubasi Rabies Setelah Dicakar Kucing<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masa inkubasi rabies adalah waktu sejak virus masuk ke tubuh hingga munculnya gejala pertama. Pada manusia, masa inkubasi rabies sangat bervariasi, umumnya berkisar antara 2 minggu hingga 3 bulan. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, gejala bisa muncul lebih cepat atau justru baru terlihat setelah berbulan-bulan, bahkan lebih dari satu tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa faktor yang mempengaruhi masa inkubasi rabies meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lokasi luka cakaran (semakin dekat ke otak atau saraf pusat, gejala cenderung muncul lebih cepat)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kedalaman dan tingkat keparahan luka<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi sistem kekebalan tubuh individu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena masa inkubasinya tidak pasti, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya telah terpapar hingga tanda rabies pada manusia setelah cakaran kucing mulai muncul.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing\"><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala rabies setelah dicakar kucing dapat terlihat dalam waktu sekitar 4 hari sampai 12 minggu lamanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semakin dekat luka dengan otak, maka gejala rabies setelah dicakar kucing akan lebih cepat muncul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah gejala rabies yang umum timbul pada manusia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Luka bekas gigitan atau cakaran terasa gatal dan nyeri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit kepala, demam, tidak enak badan (malaise) selama 2-4 hari<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengalami hidrofobia, yaitu rasa takut saat berada dekat dengan air (pada tahap akhir, dapat mengalami kejang pada leher dan tenggorokan meskipun hanya melihatnya)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pendengaran menjadi lebih sensitif terhadap suara gaduh, indra penglihatan juga tidak tahan cahaya terang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Emosi tidak stabil seperti mudah marah, tersinggung, atau depresi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perilaku hiperaktif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merasa kesulitan untuk menelan\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berhalusinasi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Insomnia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Rabies_Setelah_Dicakar_Kucing_pada_Tahap_Awal\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing pada Tahap Awal<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada fase awal infeksi, Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing sering kali tidak khas dan menyerupai penyakit ringan lainnya. Kondisi inilah yang membuat rabies kerap terlambat dikenali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa gejala rabies tahap awal pada manusia yang perlu diwaspadai:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Demam_dan_Badan_Lemas\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">1. Demam dan Badan Lemas<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan hingga sedang sering menjadi keluhan awal, disertai rasa lelah, nyeri otot, dan tubuh terasa tidak bertenaga.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sakit_Kepala\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">2. Sakit Kepala<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sakit kepala dapat muncul secara perlahan dan berlangsung terus-menerus, meskipun tidak selalu terasa berat.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Nyeri_Gatal_atau_Kesemutan_di_Area_Luka\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">3. Nyeri, Gatal, atau Kesemutan di Area Luka<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sensasi nyeri, panas, gatal, atau kesemutan di area bekas cakaran, meskipun luka tampak sudah sembuh, merupakan salah satu ciri yang patut diwaspadai.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mual_dan_Penurunan_Nafsu_Makan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">4. Mual dan Penurunan Nafsu Makan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagian orang mengalami mual, muntah ringan, atau kehilangan nafsu makan pada fase awal infeksi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Perubahan_Emosi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">5. Perubahan Emosi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rasa cemas berlebihan, mudah gelisah, atau perubahan suasana hati tanpa sebab yang jelas juga dapat muncul pada tahap ini.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Lanjutan_Rabies_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Lanjutan Rabies yang Perlu Diwaspadai<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila infeksi rabies tidak segera ditangani, virus akan menyebar ke sistem saraf pusat dan memicu gejala neurologis yang berat. Pada fase ini, kondisi pasien biasanya sudah sangat serius.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hidrofobia_Takut_Air\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">1. Hidrofobia (Takut Air)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penderita mengalami kejang pada otot tenggorokan saat menelan, sehingga muncul rasa takut ekstrim terhadap air.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Aerofobia_Takut_Angin\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">2. Aerofobia (Takut Angin)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hembusan angin atau udara dingin dapat memicu kejang atau rasa tidak nyaman yang hebat.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kejang_dan_Gangguan_Saraf\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">3. Kejang dan Gangguan Saraf<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rabies dapat menyebabkan kejang, gangguan koordinasi, hingga kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perubahan_Perilaku\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">4. Perubahan Perilaku<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Halusinasi, kebingungan, agresivitas, serta gangguan tidur berat dapat terjadi akibat kerusakan sistem saraf.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Produksi_Air_Liur_Berlebihan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">5. Produksi Air Liur Berlebihan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan menelan membuat air liur keluar terus-menerus dari mulut.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Koma_dan_Kematian\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">6. Koma dan Kematian<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada stadium akhir, pasien dapat mengalami koma dan meninggal dunia akibat kegagalan fungsi pernapasan atau kerusakan saraf berat.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Kucing_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri Kucing yang Perlu Diwaspadai<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengenali perilaku kucing yang berisiko menularkan rabies juga penting. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menjadi agresif tanpa pemicu yang jelas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggigit atau mencakar secara tiba-tiba<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Air liur keluar berlebihan atau berbusa<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kejang atau berjalan sempoyongan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perubahan perilaku drastis dari jinak menjadi liar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika cakaran berasal dari kucing dengan ciri tersebut, risiko Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing perlu diperhatikan secara serius.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_dan_Pencegahan\"><\/span><strong><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan dan Pencegahan<\/span><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengobatan dan perawatan rabies harus dilakukan langsung setelah tergigit atau tercakar dengan hewan liar, apabila menunggu gejala rabies setelah dicakar kucing dapat sangat berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun hewan yang menggigit belum tentu positif terjangkit rabies, tidak ada salahnya untuk melakukan langkah antisipatif sebelum timbul resiko yang lebih parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir, lalu aplikasikan povidone iodin atau obat merah untuk mencegah infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai langkah pengobatan lebih lanjut, sebelum gejala rabies setelah dicakar kucing timbul segera dapatkan suntikan vaksin anti rabies (SAR) dan Serum Anti Rabies (SAR).<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/fungsi-dan-jenis-vaksin-rabies-untuk-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf\"><style> .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .postImageUrl , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:hover , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:visited , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:active { border:0!important; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:active , .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u02b71d547627ede5c34ab9afd3d9cfbf-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Ketahui Jenis dan Fungsi Vaksin Rabies untuk Manusia<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang yang telah terluka oleh hewan harus mendapatkan 4 dosis vaksin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis pertama vaksin diberikan segera setelah dinyatakan berpotensi terkena rabies, biasanya <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter<\/a> <\/span>juga akan memberikan serum untuk memperkuat pertahanan tubuh sebelum virus menyebar rata..<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis tambahan diberikan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 terhitung sejak pemberian dosis pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perlu dijadikan catatan bahwa pengobatan dengan vaksin dan serum bertujuan untuk mencegah virus menjangkau otak sehingga harus didapatkan sebelum timbul gejala rabies setelah dicakar kucing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai langkah pencegahan, pemberian vaksin dapat dilakukan sebanyak 3 kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis pertama bisa didapatkan kapanpun sesuai perjanjian dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter<\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis berikutnya bisa didapatkan pada hari ke-7 serta ke-21 atau 28 setelah dosis pertama.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pertolongan_Pertama_Setelah_Dicakar_Kucing\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pertolongan Pertama Setelah Dicakar Kucing<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tindakan cepat setelah cakaran sangat berperan dalam menurunkan risiko rabies. Langkah yang dianjurkan meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10\u201315 menit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membersihkan luka dengan antiseptik<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak menutup luka terlalu rapat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membersihkan luka dengan benar dapat membantu mengurangi jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentingnya_Vaksin_Anti_Rabies\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pentingnya Vaksin Anti Rabies<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vaksin anti rabies merupakan upaya pencegahan paling efektif setelah seseorang terpapar. Dokter akan menentukan kebutuhan vaksin berdasarkan jenis paparan, kondisi luka, dan status kucing. Pada luka tertentu, pemberian rabies immunoglobulin juga dapat dipertimbangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vaksin rabies hanya efektif jika diberikan sebelum gejala klinis rabies muncul.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_Segera_ke_Dokter\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Harus Segera ke Dokter?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera cari pertolongan medis apabila:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dicakar kucing liar atau kucing dengan status vaksin tidak jelas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Luka cukup dalam atau berdarah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kucing menunjukkan perilaku tidak normal<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul sensasi nyeri atau kesemutan di area luka setelah beberapa waktu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mencegah_Rabies_dari_Kucing\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Mencegah Rabies dari Kucing<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Vaksinasi rabies rutin pada kucing peliharaan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghindari kontak dengan kucing liar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengajarkan anak untuk tidak bermain kasar dengan hewan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membersihkan luka dengan benar setelah cakaran<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melaporkan hewan dengan perilaku mencurigakan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Waspadai_Rabies_Ambil_Langkah_Sejak_Dini\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Waspadai Rabies, Ambil Langkah Sejak Dini!<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala Rabies Setelah Dicakar Kucing sering kali muncul secara bertahap dan dapat menyerupai penyakit ringan pada awalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, ketika virus sudah menyerang sistem saraf, kondisi ini dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, setiap cakaran kucing yang menimbulkan luka terbuka sebaiknya tidak diabaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda membutuhkan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-vaksin-rabies\/\">layanan vaksin rabies terdekat dan aman<\/a><\/span>, Medi-call dapat menjadi solusi layanan medis yang datang langsung ke lokasi Anda.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-414613 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila Anda tinggal pada wilayah dengan resiko rabies tinggi atau berencana untuk mengunjunginya, dapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR) serta serum anti rabies (SAR) dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-vaksin-rabies\">layanan vaksin rabies ke rumah bersama dokter Medi-Call<\/a><\/span> melalui <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Customer Service Medi-Call.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000; font-size: 10pt;\">Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi kesehatan. Informasi yang disampaikan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional. Jika Anda mengalami gejala atau memiliki kekhawatiran terkait rabies, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.<\/span><\/em><\/p>\n<p><strong>Ditinjau oleh: <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\"><span style=\"color: #ff0000;\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">NHS. Overview &#8211; Rabies [Internet]. NHS. 2020. Available from: https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/rabies\/<\/div>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">Cleveland Clinic. Rabies Symptoms, Treatment, &amp; Prevention | Cleveland Clinic [Internet]. Cleveland Clinic. Cleveland Clinic; 2022. Available from: https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/13848-rabies<\/div>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">My Cat Scratched Me Should I Be Worried? Risks, Treatment, Prevention [Internet]. Healthline. 2021. Available from: https:\/\/www.healthline.com\/health\/infection\/my-cat-scratched-me-should-i-be-worried<\/div>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">Debbarma M, Ganimattoullah M, Shalini G. Rabies in Cats: Implications, Diagnosis, and Future Directions. 2024 [cited 2025 Feb 10];1(1). Available from: https:\/\/biovetinnovator.in\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/BVI-Special-Issue-WRD-42-47.pdf<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala rabies setelah dicakar kucing tidak akan tampak saat itu juga pada manusia. Kenali gejala rabies setelah dicakar kucing, dari tanda awal hingga kondisi serius, serta kapan perlu segera ke dokter. Rabies merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya dan masih menjadi masalah kesehatan serius di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25245,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[179,119,36],"class_list":["post-25236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-layanan-vaksin-rabies-ke-rumah","tag-vaksin-ke-rumah","tag-vaksinasi-di-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25236"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426095,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25236\/revisions\/426095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25245"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}