{"id":25356,"date":"2019-12-18T05:10:27","date_gmt":"2019-12-17T22:10:27","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=25356"},"modified":"2024-09-12T10:40:27","modified_gmt":"2024-09-12T03:40:27","slug":"cara-penularan-rabies-dari-manusia-ke-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-penularan-rabies-dari-manusia-ke-manusia\/","title":{"rendered":"Cara Penularan Rabies dari Manusia ke Manusia, Apakah Mungkin?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara penularan rabies dari manusia ke manusia mungkin saja terjadi bila melaksanakan transplantasi organ dengan seseorang yang terjangkit virus rabies.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rabies menjadi jenis penyakit yang sering ditemui di negara-negara berkembang seperti pada wilayah Asia dan Afrika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Umumnya, rabies ditularkan dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/hewan-penular-penyakit-rabies\/\">hewan liar<\/a><\/span> seperti anjing, kucing, monyet, atau musang ke manusia dengan air liur yang mengandung virus melalui gigitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara teori, manusia yang terinfeksi rabies dapat menularkan virus ke manusia lain dengan cara yang sama seperti hewan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejauh ini belum pernah tercatat kasus penularan rabies dari manusia ke manusia melalui gigitan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417718\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Penanganan Rabies<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah mengalami gigitan dengan hewan terduga rabies, akan butuh waktu antara 10 hari hingga 3 bulan bagi virus untuk menjangkau bagian sumsum tulang belakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian, korban akan memasuki kondisi paling kritis saat virus sudah mencapai otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-rabies\/\">Gejala dan tanda-tanda dari rabies<\/a><\/span> secara umum hampir serupa dengan flu, seperti merasa lemas, demam, serta sakit kepala selama beberapa hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, area luka bekas gigitan terasa gatal, kebingungan, sulit menelan, sensitif akan cahaya, insomnia, air liur berlebih, halusinasi, hingga hidrofobia (takut air) maka itu merupakan gejala lanjut dari rabies.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut ini adalah cara penanganan luka bekas gigitan hewan yang tepat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cuci segera luka gigitan hewan menggunakan air mengalir dan sabun\/deterjen selama 15 menit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keringkan dengan baik, lalu oleskan cairan antiseptik seperti alkohol atau povidone iodine (obat merah)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Segera hubungi dokter dan layanan penyedia vaksin rabies untuk mendapatkan suntikan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/fungsi-dan-jenis-vaksin-rabies-untuk-manusia\/\">vaksin anti rabies (VAR)<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pemberian-serum-rabies\/\">serum anti rabies (SAR)<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Vaksin rabies pasca gigitan diberikan sebanyak 4 kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis vaksin pertama diberikan sesegera mungkin setelah terjadi kontak gigitan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dosis berikutnya diberikan pada hari ke-3, ke-7, dan ke-14 setelah pemberian pertama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter mungkin akan menyarankan juga untuk memberikan suntikan serum berisi imunoglobulin bila baru pertama kali mendapatkan vaksin untuk meningkatkan ketahanan tubuh serta menetralisir virus rabies.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapatkan vaksin dan serum rabies langsung di rumah Anda melalui <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/efek-samping-vaksin-rabies-pada-manusia\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75\"><style> .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .postImageUrl , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:hover , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:visited , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:active { border:0!important; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:active , .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75 .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"uf7172c095f7c512bfc78a9c895d65a75-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Efek Samping Vaksin Rabies pada Manusia, Amankah?<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Cara Penularan Rabies dari Manusia ke Manusia<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rabies dapat menular dengan dua cara, yaitu melalui gigitan hewan atau air liur hewan rabies yang mengenai membran mukosa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bila seseorang melakukan kontak fisik dengan seorang pengidap rabies dan telah berada pada fase terparah, bisa jadi akan timbul reaksi agresif sehingga menyebabkan orang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">yang sehat terluka atau menggigit hingga terinfeksi melalui air liur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal tersebut dapat menjadi cara penularan rabies dari manusia ke manusia namun, kemungkinan terjadinya situasi tersebut bisa dibilang sangat kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kasus <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mencegah-penyakit-rabies\/\">penularan rabies<\/a><\/span> antar manusia dinilai sangat jarang terjadi.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-414613\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski demikian, donor organ atau transplantasi organ tubuh memiliki kemungkinan untuk menjadi salah satu cara penularan rabies dari manusia ke manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Organ tubuh dari pendonor yang mengidap rabies dapat menularkan virus rabies ke penerima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika sudah dinyatakan positif rabies, maka penerima organ harus segera mendapatkan suntikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies untuk mencegah penyebarannya dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebelum melakukan transplantasi organ, lakukan pengecekan kesehatan menyeluruh untuk pendonor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai tambahan, cara penularan rabies dari manusia ke manusia tidak dapat terjadi melalui udara atau jika hanya melakukan kontak fisik biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Cegah penyebaran virus dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-vaksin-rabies\">layanan vaksin rabies di rumah bersama dokter Medi-Call\u00a0<\/a><\/span>menggunakan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call-Center Medi-Call.<\/a><\/span><\/span> <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara penularan rabies dari manusia ke manusia mungkin saja terjadi bila melaksanakan transplantasi organ dengan seseorang yang terjangkit virus rabies. Rabies menjadi jenis penyakit yang sering ditemui di negara-negara berkembang seperti pada wilayah Asia dan Afrika. Umumnya, rabies ditularkan dari hewan liar seperti anjing, kucing, monyet, atau musang ke manusia dengan air liur yang mengandung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25375,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[180,182,181,183],"class_list":["post-25356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-layanan-vaksin-rabies","tag-penularan-rabies","tag-vaksin-rabies-di-rumah","tag-virus-rabies"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423073,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25356\/revisions\/423073"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}