{"id":25459,"date":"2019-12-27T05:10:00","date_gmt":"2019-12-26T22:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=25459"},"modified":"2024-12-24T20:47:34","modified_gmt":"2024-12-24T13:47:34","slug":"dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil\/","title":{"rendered":"Dampak Hipertensi pada Ibu Hamil Mempengaruhi Perkembangan Janin"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Dampak hipertensi pada ibu hamil salah satunya dapat menghambat perkembangan janin jika tidak segera mendapat perawatan.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tekanan darah normal bagi ibu hamil, umumnya pada kisaran 90\/60 hingga 120\/80.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika tekanan darah melebihi batas tersebut maka beresiko mengalami <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mencegah-hipertensi-pada-lansia\/\">hipertensi<\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebenarnya, cukup wajar bila terjadi kenaikan tekanan darah saat hamil, hal ini disebabkan tubuh mengalami banyak perubahan mulai dari ukuran juga kadar hormon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, tidak sedikit kasus membahayakan terjadi sebagai dampak hipertensi pada ibu hamil, terutama bila mengalami preeklamsia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Preeklamsia sendiri merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan tanda-tanda kerusakan organ tubuh lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangan ragu untuk\u00a0 rutin melakukan pemeriksaan kesehatan selama masa kehamilan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22978\" aria-describedby=\"caption-attachment-22978\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_dampak_hipertensi_pada_ibu_hamil\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-22978 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Panggil-dokter-perawat-bidan-fisioterapis-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"medi-call, medicall, dokter ke rumah, perawat ke rumah, bidan ke rumah, fisioterapi ke rumah, perawat luka, perawat bayi, perawat home care, perawat lansia, infus vitamin c, vitamin c, vaksin\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Panggil-dokter-perawat-bidan-fisioterapis-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Panggil-dokter-perawat-bidan-fisioterapis-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Panggil-dokter-perawat-bidan-fisioterapis-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Panggil-dokter-perawat-bidan-fisioterapis-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22978\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Tenaga Medis Ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil\/#Faktor_Pemicu_Hipertensi_pada_Ibu_Hamil\" >Faktor Pemicu Hipertensi pada Ibu Hamil\u00a0\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil\/#Dampak_Hipertensi_Pada_Ibu_Hamil\" >Dampak Hipertensi Pada Ibu Hamil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dampak-hipertensi-pada-ibu-hamil\/#Mencegah_Hipertensi_Saat_Kehamilan\" >Mencegah Hipertensi Saat Kehamilan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Pemicu_Hipertensi_pada_Ibu_Hamil\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor Pemicu Hipertensi pada Ibu Hamil\u00a0\u00a0<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara garis besar, penyebab terjadinya hipertensi saat hamil tidak jauh berbeda dari hipertensi pada umumnya (kondisi tidak hamil).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, ada beberapa faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan serta perhatian khusus untuk menghindari atau menurunkan dampak hipertensi pada ibu hamil.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Usia Ibu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Usia yang ideal bagi seorang wanita untuk menjalani masa kehamilan adalah antara 20-35 tahun.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila usia calon ibu dibawah 20 tahun, dikhawatirkan potensi mengalami hipertensi dapat meningkat sebab rentan mengalami gejolak psikis sehingga berujung stress.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan, bila calon ibu berusia diatas 35 tahun, kehamilan akan beresiko tinggi sebab fungsi organ tubuh mulai menurun sehingga lebih berbahaya baik dari segi saat mengandung maupun persalinan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ibu hamil berusia 35 tahun keatas juga rentan mengalami diabetes melitus pemicu hipertensi, selain itu resiko komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah keguguran.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Jumlah Kehamilan\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Banyaknya jumlah kehamilan yang telah dialami sejak pertama kali hamil dapat menentukan potensi timbulnya hipertensi pada ibu.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pada kehamilan pertama kali, potensi mengalami hipertensi bisa lebih tinggi, hal ini dikarenakan kehamilan pertama cenderung menimbulkan rasa stres.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal ini menyebabkan pelepasan <i>corticotropic releasing hormone <\/i>(CRH) penyebab meningkatnya kortisol sehingga tubuh bersiap menghadapi berbagai stresor, salah satu caranya adalah dengan meningkatkan volume darah yang dipompa jantung dan mempertahankan tekanan darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, resiko terjadinya hipertensi akan menurun jika sudah beberapa kali mengalami kehamilan karena sudah lebih tenang menghadapinya namun, kondisi setiap individu bisa berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Riwayat Penyakit Sebelumnya<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Ibu hamil dengan riwayat penyakit seperti diabetes melitus dan hipertensi beresiko mengalami preeklamsia bahkan dapat meningkat pada kehamilan berikutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk itu, pemeriksaan rutin serta menjaga asupan makanan menjadi hal wajib agar kondisi tersebut tidak mengancam kondisi janin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gizi-ibu-hamil-dan-menyusui\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced\"><style> .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .postImageUrl , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:hover , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:visited , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:active { border:0!important; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:active , .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u3f6264d9443ed59bc56126c1d46eeced-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Berikut Adalah Gizi Ibu Hamil dan Menyusui yang Wajib Dipenuhi<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div><\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dampak_Hipertensi_Pada_Ibu_Hamil\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Dampak Hipertensi Pada Ibu Hamil<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesehatan calon ibu harus selalu dipantau baik sebelum, selama, maupun setelah kehamilan untuk mencegah adanya gangguan seperti hipertensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak hipertensi pada ibu hamil sendiri beberapa di antaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Berkurangnya asupan darah ke plasenta<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hipertensi dapat membuat asupan darah ke plasenta menjadi tidak maksimal, sedangkan janin menggantungkan asupan untuk perkembangannya melalui plasenta.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Janin dapat kekurangan oksigen serta nutrisi sehingga beresiko mengalami keterlambatan pertumbuhan (<i>intrauterine growth restriction<\/i>), memiliki berat badan lahir rendah,\u00a0 hingga lahir prematur.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Plasenta lepas dalam kandungan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Dampak hipertensi pada ibu hamil berikutnya adalah plasenta dapat terlepas dari dinding dalam uterus (rahim) saat janin masih dalam kandungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini dapat menimbulkan pendarahan yang membahayakan keselamatan ibu dan janin.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Preeklamsia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Preeklamsia atau juga disebut toksemia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang cukup membahayakan, bila disertai kejang maka disebut eklamsia.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Beberapa tanda preeklamsia adalah <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengobati-luka-infeksi-yang-bengkak\/\">pembengkakan<\/a><\/span> pada wajah dan tangan, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-sakit-kepala-belakang-terus-menerus\/\">sakit kepala menerus<\/a><\/span>, gangguan pada penglihatan, rasa sakit pada bagian perut atas, mual, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengatasi-muntah-di-rumah\/\">muntah<\/a><\/span>, serta kesulitan bernapas.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Gangguan pada organ lain<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila tidak rutin diperiksakan, dampak hipertensi pada ibu hamil dapat menimbulkan gangguan bahkan kerusakan pada organ tubuh ibu lainnya seperti otak, jantung, ginjal, liver, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hal tersebut tentu dapat mengancam keselamatan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Resiko penyakit kardiovaskuler<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Hipertensi dapat berisiko memicu timbulnya penyakit kardiovaskuler yang menyerang jantung.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Resiko timbulnya penyakit kardiovaskuler dapat meningkat apabila pada kehamilan sebelumnya pernah mengalami preeklamsia atau kehamilan prematur akibat tekanan darah tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bila selama kehamilan mengalami kondisi yang mengganggu secara terus-menerus Anda dapat memanggil dokter ke rumah melalui <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau hubungi melalui <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/bit.ly\/CallCenterMedi-Call\">Call Center Medi-Call<\/a><\/span> untuk diagnosa menyeluruh serta panduan konsumsi obat.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_22975\" aria-describedby=\"caption-attachment-22975\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-22975 size-medium\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg\" alt=\"medi-chat, medi-call, medicall, konsultasi dokter, dokter konsultasi, konsultasi dengan dokter\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/medi-chat-tanya-dokter-medi-call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-22975\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Chat: Gratis Tanya Dokter Di Aplikasi Medi-Call<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mencegah_Hipertensi_Saat_Kehamilan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Mencegah Hipertensi Saat Kehamilan<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa cara berikut bisa dicoba untuk mengurangi timbulnya hipertensi saat masa kehamilan, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jaga berat badan juga fokus pada kualitas bahan makanan dibandingkan kuantitas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rutin memeriksakan kandungan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pertolongan-pertama-pada-keracunan-alkohol\/\">alkohol<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari merokok serta paparan asap rokok, ajak pasangan untuk berkontribusi bila perlu<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kelola <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gangguan-pola-tidur-pada-lansia\/\">stres<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kurangi pekerjaan rumah tangga yang berat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tingkatkan kegiatan fisik penunjang kehamilan seperti yoga atau senam hamil<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perbanyak ilmu seputar kehamilan dan <i>parenting <\/i>untuk mengurangi rasa khawatir<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Cegah jipertensi sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat yaitu olahraga dan konsumsi makanan cukup gizi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak hipertensi pada ibu hamil salah satunya dapat menghambat perkembangan janin jika tidak segera mendapat perawatan. Tekanan darah normal bagi ibu hamil, umumnya pada kisaran 90\/60 hingga 120\/80. Jika tekanan darah melebihi batas tersebut maka beresiko mengalami hipertensi. Sebenarnya, cukup wajar bila terjadi kenaikan tekanan darah saat hamil, hal ini disebabkan tubuh mengalami banyak perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":25482,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[309],"tags":[56,10,103],"class_list":["post-25459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ibu-hamil","tag-bidan-ke-rumah","tag-dokter-ke-rumah","tag-perawat-bayi-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424159,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25459\/revisions\/424159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}