{"id":415810,"date":"2021-12-23T18:10:54","date_gmt":"2021-12-23T11:10:54","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=415810"},"modified":"2025-02-13T15:47:58","modified_gmt":"2025-02-13T08:47:58","slug":"cara-memberi-pertolongan-patah-tulang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-memberi-pertolongan-patah-tulang\/","title":{"rendered":"Jangan Keliru! Berikut 5 Cara Memberi Pertolongan Patah Tulang yang Benar"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Jangan sembarangan! Berikut cara memberi pertolongan patah tulang yang benar agar tidak menyebabkan komplikasi.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Patah tulang dapat terjadi apabila gaya yang diberikan pada tulang lebih kuat daripada yang dapat ditanggung oleh tulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ini mengakibatkan struktur tulang dan kekuatan tulang terganggu sehingga tulang menjadi patah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab paling sering menyebabkan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/fisioterapi-patah-tulang-jari-tangan\/\">patah tulang<\/a> adalah jatuh, kecelakaan, penggunaan tulang yang berulang dan berlebihan serta osteoporosis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanda dan gejala pada pasien yang mengalami patah tulang adalah memar, bengkak, nyeri dan kehilangan fungsi pada area tulang yang patah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu apabila Anda mendengar suara retakan saat cedera, dan tulang yang terluka sulit digerakkan ini juga menjadi gejala patah tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebaiknya segera <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">hubungi dokter Medi-Call<\/a> untuk mendapatkan penanganan yang tepat terkait patah tulang di rumah saja dengan menelpon <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/bit.ly\/CallCenterMedi-Call\">Call-Center 24 Jam<\/a> atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a>.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_303917\" aria-describedby=\"caption-attachment-303917\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-303917 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Dokter 24 Jam Ke Rumah Anda Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-303917\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-memberi-pertolongan-patah-tulang\/#Tanda_Patah_Tulang\" >Tanda Patah Tulang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-memberi-pertolongan-patah-tulang\/#Cara_Memberi_Pertolongan_Patah_Tulang\" >Cara Memberi Pertolongan Patah Tulang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-memberi-pertolongan-patah-tulang\/#Prosedur_Operasi_untuk_Patah_Tulang\" >Prosedur Operasi untuk Patah Tulang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-memberi-pertolongan-patah-tulang\/#Perawatan_Mandiri_setelah_Patah_Tulang\" >Perawatan Mandiri setelah Patah Tulang<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_Patah_Tulang\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda Patah Tulang<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara memberi pertolongan pertama patah tulang, mati kita bahas terlebih dahulu mengenai tanda-tanda patah tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seseorang mungkin mengalami patah tulang (fraktur) jika mengalami kondisi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nyeri hebat, terutama saat bergerak atau menahan beban. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Posisi tubuh tidak wajar setelah terjatuh atau terkena benturan benda keras. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perubahan bentuk anggota tubuh yang terlihat bengkok atau tidak normal (pada kasus yang parah).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Luka terbuka di area patahan, yang mungkin disertai dengan tulang yang menonjol keluar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika mencurigai adanya patah tulang, hindari menggerakkan bagian yang cedera dan segera cari bantuan medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Memberi_Pertolongan_Patah_Tulang\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Memberi Pertolongan Patah Tulang<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebaiknya tidak mencoba menggerakan pasien sebagai cara memberi pertolongan patah tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menggerakan tulang sebagai cara memberi pertolongan patah tulang pada pasien dapat meningkatkan rasa sakit dan menimbulkan perdarahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada area yang mengalami patah tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu sebaiknya jangan memindahkan pasien, tetapi lakukanlah beberapa cara memberi pertolongan patah tulang berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Tenangkan pasien<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara memberi pertolongan patah tulang yang pertama adalah bantu untuk menenangkan pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Tenangkan pasien agar tidak panik dan tidak berusaha menggerakkan area yang cedera.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Minta kepada pasien untuk tidak menggerakan dan memberi tekanan pada area yang cedera agar mengurangi rasa sakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika patah tulang terjadi di area punggung atau leher, bantu pasien agar tidak bergerak guna mengurangi kerusakan jaringan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Hentikan perdarahan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara memberi pertolongan patah tulang selanjutnya adalah dengan menghentikan perdarahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan kain kasa, perban dan kain yang steril untuk menghentikan perdarahan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Membalut pasien<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Cara memberi pertolongan patah tulang yang lainnya adalah membalut area yang cedera pada pasien.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Membalut pasien dengan perban atau belat dapat menstabilkan area tulang yang cedera sehingga tidak akan berpindah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Perban yang lebar berguna dalam mencegah gerakan sendi di kedua sisi patah tulang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Saat memasang belat, setiap ruang antara tubuh dan belat harus selalu diberi bantalan yang halus serta lembut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pastikan perban yang dipasangkan tidak terlalu longgar atau terlalu kencang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Periksa kondisi pasien dan perban setiap lima belas menit sekali.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apakah-patah-tulang-bisa-sembuh-sendiri\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e\"><style> .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .postImageUrl , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:hover , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:visited , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:active { border:0!important; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:active , .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"ua1c284c0f38d0b6769436bd0f317663e-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Penasaran, Apakah Patah Tulang Bisa Sembuh Sendiri? Cek Faktanya Disini!<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Kompres<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Mengompres bagian yang mengalami patah tulang dengan es adalah cara memberi pertolongan patah tulang pada pasien selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Masukan es atau air dingin ke dalam plastik kemudian letakkan pada area yang cedera.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Sebaiknya jangan meletakkan es dan air dingin langsung ke dalam kulit tanpa adanya kain atau plastik karena dapat merusak kulit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kompres es dan air dingin selama kurang lebih dua puluh menit.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Penanganan syok<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika seseorang mengalami syok, segera berikan pertolongan pertama. Tanda-tanda syok dapat mencakup rasa pusing, lemas, atau napas pendek dan cepat. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Baringkan korban dengan posisi kepala sedikit lebih rendah dari tubuh bagian atas. Jika memungkinkan, angkat kaki untuk membantu meningkatkan aliran darah ke jantung dan otak.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Prosedur_Operasi_untuk_Patah_Tulang\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Prosedur Operasi untuk Patah Tulang<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu metode paling umum untuk mengimobilisasi anggota tubuh yang mengalami patah tulang adalah dengan menggunakan gips.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gips ini dibuat dari campuran gipsum yang akan mengeras saat dicampur dengan air. Prosedur operasi untuk menangani patah tulang dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk patah tulang tertutup, dua\u00a0ujung tulang yang patah akan diselaraskan dan ditahan di tempatnya. Anggota tubuh dibalut dengan perban sebelum gips basah diaplikasikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara untuk patah tulang terbuka atau kompleks, area luka akan dibersihkan secara menyeluruh di ruang operasi untuk menghilangkan kotoran sebelum tulang disusun kembali demi mencegah infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan untuk kasus patah tulang panjang, seperti tulang paha cenderung sulit untuk tetap sejajar. Pada orang dewasa, kondisi ini sering kali ditangani dengan pemasangan pen (<em>internal nailing<\/em>). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara pada anak-anak, mungkin diperlukan traksi selama beberapa hari sebelum tulang dipasang dalam gips. Setelah tanda-tanda penyembuhan mulai terlihat, sendi panggul dan kaki akan diimobilisasi menggunakan gips.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan_Mandiri_setelah_Patah_Tulang\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perawatan Mandiri setelah Patah Tulang<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Dokter akan memberikan saran mengenai perawatan mandiri setelah patah tulang. Namun, secara umum, beberapa langkah perawatan yang dapat dilakukan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari paparan panas langsung, seperti botol air panas, sampai gips mengering sepenuhnya. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Istirahatkan anggota tubuh yang cedera sebanyak mungkin untuk mempercepat pemulihan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gunakan teknik yang telah diajarkan oleh perawat untuk berjalan atau melakukan aktivitas sehari-hari. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari menggunakan kruk dengan cara yang salah karena dapat meningkatkan risiko cedera lebih lanjut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jangan mengangkat beban berat atau mengemudi sampai tulang benar-benar sembuh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika kulit di bawah gips terasa gatal, jangan memasukkan benda seperti kawat atau pensil ke dalam gips. Sebagai alternatif, gunakan pengering rambut dengan udara dingin untuk meredakan rasa gatal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jangan biarkan gips terkena air, karena gips yang basah menjadi lunak dan kehilangan daya dukungnya. Selain itu, gips yang lembap dapat menyebabkan iritasi kulit. <\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saat mandi, bungkus gips dengan plastik dan rekatkan langsung ke kulit untuk memastikan tidak ada air yang masuk.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami pembengkakan, perubahan warna menjadi kebiruan, kesulitan menggerakkan jari tangan atau kaki, sensasi kesemutan, mati rasa, atau peningkatan rasa nyeri.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_280451\" aria-describedby=\"caption-attachment-280451\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-280451 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Medi-Call: Layanan Fisioterapi di Rumah Anda\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-280451\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Fisioterapi di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian informasi mengenai cara memberi pertolongan patah tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mendapatkan pengobatan, pasien patah tulang perlu mendapat terapi agar tulang dan sendi dapat kembali berfungsi normal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun terapi fisik tidak bisa dilakukan sembarangan, perlu mendapatkan pengawasan dari ahlinya seperti seorang fisioterapis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat ini Medi-Call menyediakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">layanan fisioterapi di rumah<\/a> untuk pasien patah tulang cukup dengan menggunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a> atau melalui <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/bit.ly\/CallCenterMedi-Call\">Call-Center 24 Jam<\/a>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan sembarangan! Berikut cara memberi pertolongan patah tulang yang benar agar tidak menyebabkan komplikasi. Patah tulang dapat terjadi apabila gaya yang diberikan pada tulang lebih kuat daripada yang dapat ditanggung oleh tulang.\u00a0 Ini mengakibatkan struktur tulang dan kekuatan tulang terganggu sehingga tulang menjadi patah. Penyebab paling sering menyebabkan patah tulang adalah jatuh, kecelakaan, penggunaan tulang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":415812,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[305,306],"tags":[17,19,27],"ppma_author":[327],"class_list":["post-415810","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cedera","category-terapi","tag-fisioterapi-di-rumah","tag-fisioterapis-ke-rumah","tag-medi-call"],"modified_by":"Medi Call","authors":[{"term_id":327,"user_id":2,"is_guest":0,"slug":"medicall_editor","display_name":"Medi-Call Writers","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2d40e809b373ad56feb297bb21f6d4c0.jpg?ver=1775453014","1":"","2":"","3":"","4":"","5":"","6":"","7":"","8":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415810","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=415810"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415810\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424523,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/415810\/revisions\/424523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/415812"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=415810"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=415810"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=415810"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=415810"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}