{"id":417923,"date":"2022-12-30T17:00:12","date_gmt":"2022-12-30T10:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=417923"},"modified":"2024-09-17T18:43:02","modified_gmt":"2024-09-17T11:43:02","slug":"menangani-keracunan-histamin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/menangani-keracunan-histamin\/","title":{"rendered":"Mual Setelah Makan Ikan? Jangan Panik Berikut Cara Menangani Keracunan Histamin"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Mengalami mual dan gatal-gatal setelah makan ikan? Simak beberapa tips menangani keracunan histamin untuk pertolongan pertama berikut ini!<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keracunan histamin adalah sindrom yang terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan dengan tingkat histamin yang cukup tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tuna, makerel, mahi mahi, ikan teri, herring, bluefish, amberjack dan marlin merupakan ikan yang mengandung histidin kimia secara alami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kandungan histidin pada ikan ini dapat diubah menjadi histamin oleh bakteri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini biasanya terjadi jika Anda tidak melakukan pengawetan atau pendinginan ikan secara baik dan benar sebelum mengkonsumsinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sehingga ikan-ikan tersebut terkontaminasi oleh bakteri dan kemudian mengandung racun histamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Reaksi keracunan histamin biasanya akan muncul beberapa menit sampai dua jam setelah seseorang mengkonsumsi makanan mengandung histamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala keracunan histamin antara lain merasa mual, diare, sakit perut, gatal-gatal dan pembengkakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila Anda mengalami gejala seperti di atas sebaiknya menghubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter Medi-Call<\/a><\/span> untuk menangani keracunan histamin dengan tepat dari lokasi Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cukup dengan menghubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call-Center 24 Jam<\/a><\/span> atau gunakan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Medi-Call\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-89703\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menangani Keracunan Histamin<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keracunan histamin berbeda dengan reaksi alergi terhadap makanan laut, jika Anda melakukan pengawetan ikan dengan baik maka Anda dapat memakan ikan tersebut tanpa perlu takut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk menangani keracunan histamin, sebaiknya meletakkan ikan di kulkas dengan suhu kurang\u00a0 4\u00b0C atau dapat lebih rendah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tapi bagaimana cara menangani keracunan histamin jika Anda mengkonsumsi ikan yang dimasak di restoran atau rumah makan lainnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sulit untuk mengetahui apakah ikan yang akan ada konsumsi sudah diawetkan dengan baik atau belum jika membelinya di rumah makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun ada beberapa cara untuk mengetahui sebuah ikan tidak diawetkan dengan baik dan memiliki indikasi histamin di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ikan tersebut memiliki rasa terlalu asin dan tajam, ini merupakan sebuah tanda adanya indikasi pembusukan akibat histamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemudian jika saat memakannya Anda merasa adanya sensasi pedas di sekitar tenggorokan dan mulut, ini juga menjadi tanda keracunan histamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menangani keracunan histamin tergantung pada tingkat keparahan gejalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika gejala yang dialami tidak terlalu parah dan ringan, gejala keracunan histamin akan membaik dengan sendirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda juga mengkonsumsi obat antihistamin seperti diphenhydramine (benadryl) untuk membantu menangani keracunan histamin dan mengurangi gejalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun pada kasus yang lebih parah obat antihistamin tidak dapat secara efektif menghilangkan racun dan mengurangi gejala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pasien perlu mendapatkan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-pasang-cairan-infus-ke-pasien\/\">cairan infus<\/a><\/span>, oksigen, dan obat-obatan lainnya sebagai cara menangani keracunan histamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini perlu dilakukan pada pasien yang mengalami sakit dada, kesulitan bernapas, pembengkakan lidah dan mulut setelah mengkonsumsi ikan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417718\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penanganan keracunan histamin sebaiknya dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui tindakan yang benar dan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda merasa gatal-gatal, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengatasi-mual-terus-menerus\/\">mual<\/a><\/span>, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-diare-pada-anak\/\">diare<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/perbedaan-sakit-perut-biasa-dengan-diare\/\">sakit perut<\/a> <\/span>setelah mengkonsumsi makanan laut jangan ragu untuk mendapatkan penanganan dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter Medi-Call di rumah.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda dapat menggunakan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call-Center 24 Jam.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengalami mual dan gatal-gatal setelah makan ikan? Simak beberapa tips menangani keracunan histamin untuk pertolongan pertama berikut ini! Keracunan histamin adalah sindrom yang terjadi ketika seseorang mengkonsumsi makanan dengan tingkat histamin yang cukup tinggi. Tuna, makerel, mahi mahi, ikan teri, herring, bluefish, amberjack dan marlin merupakan ikan yang mengandung histidin kimia secara alami. Kandungan histidin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":417925,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,298],"tags":[10],"class_list":["post-417923","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-obat-obatan","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417923","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=417923"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417923\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421617,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/417923\/revisions\/421617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/417925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=417923"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=417923"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=417923"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}