{"id":419175,"date":"2023-08-11T17:00:35","date_gmt":"2023-08-11T10:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=419175"},"modified":"2024-12-24T18:40:18","modified_gmt":"2024-12-24T11:40:18","slug":"abdominal-distension","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/abdominal-distension\/","title":{"rendered":"Sudah Pernah Dengar Abdominal Distension? Yuk Mengenal Lebih Lanjut Tentang Penyakit Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pernah mendengar mengenai <\/strong><\/span><strong>abdominal distension? Cari tahu lebih lanjut mengenai penyakit yang menyerang anggota tubuh perut berikut ini.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak semua perut buncit adalah disebabkan oleh tumpukan lemak, bisa jadi penyebabnya adalah karena adanya masalah kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perut kembung dan abdominal distension adalah dua gejala gastrointestinal yang paling sering dilaporkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini mempengaruhi penderitanya dengan berbagai gangguan medis dan bedah yang mendasarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">sekitar 50% pasien yang melaporkan tentang kembung sebenarnya menderita abdominal distension.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tapi apa saja sih gejala penyakit ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala abdominal distension antara lain yaitu adalah perut kembung, dan bersendawa, yang sering menyebabkan rasa tidak nyaman dan nyeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bila Anda mengalami gejala seperti di atas dan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera hubungi<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"> dokter Medi-Call datang ke rumah<\/a><\/span> dengan menggunakan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\"> Call-Center 24 Jam.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417719\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Abdominal Distension<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada bayi, abdominal distension adalah gangguan metabolisme yang umum dan dapat mengancam jiwa dalam beberapa kondisi terburuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karenanya, penyakit ini tidak boleh dianggap sepele dan perlu diperhatikan penyebabnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat dua penyebab seseorang mengalami abdominal distension yaitu masalah organik dan masalah fungsional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai apa saja penyebabnya yang menarik untuk diketahui:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Organik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab abdominal distension yang pertama adalah organik.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masalah organik dapat dijelaskan dengan bukti fisik, seperti penyakit.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Diantara penyebab organik adalah kehamilan, menstruasi, kenaikan berat badan yang cukup signifikan sehingga disimpan sebagai lemak di dalam perut dan dapat membatasi pencernaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Obstruksi usus kecil atau besar yang menyebabkan terjadinya penumpukan gas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pembesaran organ akibat peradangan, penyakit celiac, insufisiensi pankreas eksokrin (EPI) dan penyakit radang usus (IBD) juga merupakan faktor penyebab organik.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Fungsional<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berbeda dengan penyebab organik yang dapat dijelaskan dengan bukti fisik, penyebab fungsional pada abdominal distension dapat diamati tetapi tidak dapat dijelaskan.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alasan fungsional perut buncit cenderung melibatkan masalah pencernaan yang menyebabkan gas atau isi pencernaan menumpuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini biasanya disebabkan oleh intoleransi makanan, sindrom iritasi usus besar (IBS).<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sembelit yang menyebabkan penumpukan feses juga merupakan penyebab fungsional.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Retensi urin yang mengakibatkan penumpukan urin, gangguan kontraksi otot dan kelemahan otot perut juga menjadi penyebab fungsional.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Medi-Call\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-89703\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cara untuk mengobati abdominal distension bisa berbeda-beda tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi upaya pencegahan penyakit ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yaitu mengubah pola makan, makan dalam jumlah kecil dan dalam waktu yang tidak terburu-buru, minum air lebih banyak dan konsumsi serat lebih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda mengalami gejala perut buncit lebih besar daripada ukuran normal, kemudian terasa nyeri, sering bersendawa selama berhari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebaiknya segera hubungi<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"> dokter Medi-Call datang ke rumah d<\/a><\/span>engan menggunakan<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\"> aplikasi Medi-Call<\/a> <\/span>atau<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\"> Call-Center 24 Jam.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar mengenai abdominal distension? Cari tahu lebih lanjut mengenai penyakit yang menyerang anggota tubuh perut berikut ini. Tidak semua perut buncit adalah disebabkan oleh tumpukan lemak, bisa jadi penyebabnya adalah karena adanya masalah kesehatan. Perut kembung dan abdominal distension adalah dua gejala gastrointestinal yang paling sering dilaporkan. Ini mempengaruhi penderitanya dengan berbagai gangguan medis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":419178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[],"class_list":["post-419175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419175"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419175\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421504,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419175\/revisions\/421504"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/419178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}