{"id":419677,"date":"2023-11-28T18:16:22","date_gmt":"2023-11-28T11:16:22","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=419677"},"modified":"2024-12-24T21:20:10","modified_gmt":"2024-12-24T14:20:10","slug":"penyebab-penyakit-klamidia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-penyakit-klamidia\/","title":{"rendered":"Apa Saja Penyebab Penyakit Klamidia dan Bagaimana Cara Penularannya?"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Penyebab penyakit klamidia adalah bakteri yang menginfeksi melalui kontak seksual. Penyakit ini telah menyerang 128,5 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2020.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Klamidia adalah infeksi menular seksual umum yang dapat terjadi pada pria dan wanita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut data WHO <em>(World Health Organization)<\/em> pada tahun 2020, diperkirakan 128,5 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit klamidia mulai dari usia 15 hingga 49 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, penyebab penyakit klamidia umumnya tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga membuat penderitanya tidak merasa bahwa mereka sedang terinfeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika timbul gejala, gejala tersebut mungkin baru muncul hingga tiga minggu setelah berhubungan seks dengan penderita klamidia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada wanita, gejala klamidia antara lain adalah keputihan, pendarahan setelah berhubungan seksual, sensasi terbakar saat buang air kecil dan rasa sakit di perut bagian bawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan pada pria, gejala umum penyakit klamidia adalah keluarnya cairan dari penis dan sensasi terbakar saat buang air kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bila Anda mengalami ciri-ciri dari gejala di atas terutama beberapa saat setelah berhubungan seksual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebaiknya segera lakukan tes pemeriksaan klamidia untuk mengetahui dengan pasti apakah Anda terinfeksi penyakit ini atau tidak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemeriksaan klamidia sekarang bisa dilakukan dari rumah saja bersama <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\">dokter Medi-Call datang ke rumah<\/a> <\/span>dengan menghubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call-Center 24 Jam<\/a><\/span> atau <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417719\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab Penyakit Klamidia<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab penyakit klamidia memang tidak berbahaya, apabila dilakukan pengobatan sejak dini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika tidak diobati, infeksi klamidia dapat menyebar ke anggota tubuh bagian lain dan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang, terutama pada wanita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada wanita, klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PRP), kehamilan ektopik, dan infertilitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada pria, klamidia dapat menyebar ke testis dan epididimis sehingga menyebabkan nyeri serta bengkak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bakteri merupakan penyebab penyakit klamidia, oleh karenanya salah satu cara pengobatannya adalah dengan menggunakan antibiotik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih lengkapnya, yuk simak apa saja yang menjadi penyebab penyakit klamidia dapat menular dari orang ke orang lain:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Hubungan seksual<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit klamidia merupakan penyakit menular seksual, oleh karenanya penyebab penyakit klamidia yang utama adalah melakukan kontak seksual.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Klamidia dapat menular melalui hubungan seks vagina, anal, atau oral dengan penderita klamidia.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, Anda tetap bisa tertular klamidia meski pasangan seks Anda tidak mengalami ejakulasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Remaja yang aktif secara seksual mempunyai risiko lebih tinggi terkena klamidia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal ini disebabkan oleh perilaku dan faktor biologis yang umum terjadi pada generasi muda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Ibu kepada bayi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab penyakit klamidia pada bayi adalah apabila ibunya menderita penyakit ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat melahirkan, bayi akan berisiko terkena cairan ibu yang sudah terinfeksi klamidia.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini menyebabkan bayi yang baru lahir mengalami pneumonia atau infeksi mata yang serius.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Dokter%20Visit\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-414613\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda mengalami klamidia, sebaiknya tunggu tujuh hari setelah minum obat sebelum berhubungan seks kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda pernah menderita klamidia dan pernah mengkonsumsi obat sebelumnya, Anda masih bisa tertular lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karenanya, periksa selalu kesehatan Anda dan pasangan, cukup dari rumah bersama <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter Medi-Call<\/a> <\/span>dengan menghubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=628112858855&amp;text=Hi+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call-Center 24 Jam<\/a><\/span> atau<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\"> aplikasi Medi-Call.<\/a><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab penyakit klamidia adalah bakteri yang menginfeksi melalui kontak seksual. Penyakit ini telah menyerang 128,5 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2020. Klamidia adalah infeksi menular seksual umum yang dapat terjadi pada pria dan wanita. Menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2020, diperkirakan 128,5 juta orang di seluruh dunia terinfeksi penyakit klamidia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":419678,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[295,296],"tags":[10],"class_list":["post-419677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penyakit-a-z","category-penyakit-seksual","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=419677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421450,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/419677\/revisions\/421450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/419678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=419677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=419677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=419677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}