{"id":420624,"date":"2024-05-20T11:58:48","date_gmt":"2024-05-20T04:58:48","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=420624"},"modified":"2024-12-24T21:52:46","modified_gmt":"2024-12-24T14:52:46","slug":"apa-penyebab-demam-berdarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-penyebab-demam-berdarah\/","title":{"rendered":"Tidak Hanya Nyamuk, Berikut Apa Penyebab Demam Berdarah Lainnya!"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Apa penyebab demam berdarah yang lain selain akibat gigitan nyamuk aedes aegypti? Simak penjelasannya berikut ini!<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pernah melihat nyamuk dengan garis-garis hitam putih di tubuhnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nyamuk ini disebut sebagai nyamuk aedes aegypti, yang juga menjadi apa penyebab demam berdarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hewan yang menjadi apa penyebab<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cegah-demam-berdarah\/\"> demam berdarah<\/a><\/span> ini cenderung aktif mencari mangsanya pada pagi dan sore hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat-tempat yang kotor dan tergenang air, seperti bak mandi, drum air bekas, dan genangan air di sekitar rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karenanya, penting sekali untuk melakukan gerakan 3M plus sebagai upaya pencegahan terbentuknya jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungan rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Gerakan 3M Plus terdiri dari:<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Menguras<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kosongkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, drum, dan vas bunga, minimal seminggu sekali.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Menutup<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tutup rapat tempat penampungan air dengan rapat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Membersihkan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bersihkan tempat penampungan air secara berkala dengan sabun dan sikat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Menaburkan bubuk larvasida<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Taburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang tidak dapat dikosongkan, guna mencegah jentik nyamuk.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Menggunakan kelambu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Memakai obat nyamuk<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gunakan obat nyamuk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR3535 saat beraktivitas di luar ruangan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-414613\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa Penyebab Demam Berdarah<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada dasarnya, apa penyebab demam berdarah hanya disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nyamuk ini menjadi vektor utama penyebaran virus dengue.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun demikian, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena apa penyebab demam berdarah, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Riwayat Infeksi Dengue Sebelumnya<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang yang pernah terinfeksi virus dengue serotipe tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena demam berdarah yang lebih parah jika terinfeksi serotipe lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal ini karena infeksi dengue sebelumnya dapat meningkatkan respons imun yang berlebihan saat terpapar serotipe lain, yang berpotensi memicu komplikasi demam berdarah dengue (DBD).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Usia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anak-anak dan lansia lebih rentan terhadap demam berdarah yang parah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sistem kekebalan tubuh anak-anak dan lansia umumnya lebih lemah dibandingkan orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sehingga mereka lebih mudah terserang infeksi virus dengue dan mengalami komplikasi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Sistem Kekebalan Tubuh Lemah<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, seperti pada penderita penyakit kronis, diabetes atau ginjal kronis.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Atau pengguna obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti steroid.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jauh lebih berisiko terkena demam berdarah parah dibandingkan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan memperlambat proses pemulihan, sehingga komplikasi demam berdarah lebih mudah terjadi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kurangnya Pengetahuan dan Kesadaran Masyarakat<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang demam berdarah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Termasuk cara pencegahan dan penanggulangannya, dapat meningkatkan risiko penyebaran apa penyebab demam berdarah.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masyarakat yang tidak mengetahui bahaya demam berdarah dan cara pencegahannya mungkin tidak melakukan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri dan lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sehingga meningkatkan risiko gigitan nyamuk Aedes aegypti dan penularan virus dengue.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417719\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penting untuk diingat bahwa meskipun faktor-faktor di atas dapat meningkatkan risiko demam berdarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa penyebab demam berdarah yang paling utama dan satu-satunya adalah nyamuk aedes aegypti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Upaya pencegahan demam berdarah harus difokuskan pada pemberantasan nyamuk aedes aegypti dan memutus rantai penularan virus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Bila mengalami gejala demam berdarah seperti di atas, segera hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\">dokter Medi-Call datang ke rumah<\/a> <\/span>melalui <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a><\/span> atau <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call-Center 24 Jam.<\/a><\/span><\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa penyebab demam berdarah yang lain selain akibat gigitan nyamuk aedes aegypti? Simak penjelasannya berikut ini! Pernah melihat nyamuk dengan garis-garis hitam putih di tubuhnya? Nyamuk ini disebut sebagai nyamuk aedes aegypti, yang juga menjadi apa penyebab demam berdarah. Hewan yang menjadi apa penyebab demam berdarah ini cenderung aktif mencari mangsanya pada pagi dan sore [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":420644,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[10,15],"class_list":["post-420624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=420624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":421370,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420624\/revisions\/421370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/420644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=420624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=420624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=420624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}