{"id":420742,"date":"2024-05-29T10:15:04","date_gmt":"2024-05-29T03:15:04","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=420742"},"modified":"2024-11-26T23:46:41","modified_gmt":"2024-11-26T16:46:41","slug":"ciri-adhd-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/ciri-adhd-pada-anak\/","title":{"rendered":"Anak Hiperaktif dan Sulit Fokus? Waspadai Ciri ADHD pada Anak!"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Apa benar jika Si Kecil hiperaktif dan kesulitan konsentrasi merupakan ciri ADHD pada anak? Yuk kenali Buah Hati lebih dalam lagi dengan artikel berikut!<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ADHD adalah singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attention Deficit Hyperactivity Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini adalah kondisi medis, seseorang dengan ADHD memiliki perbedaan perkembangan otak dan aktivitas otak yang mempengaruhi perhatian, kemampuan duduk diam, dan pengendalian diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">ADHD dapat memengaruhi anak di sekolah, di rumah, dan dalam pertemanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala ADHD cenderung terlihat pada usia dini dan mungkin menjadi lebih terlihat ketika keadaan anak berubah, misalnya ketika mereka mulai bersekolah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagian besar kasus didiagnosis ketika anak-anak berusia di bawah 12 tahun, namun terkadang didiagnosis juga bisa dilakukan setelahnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terkadang ADHD bisa tidak dikenali saat seseorang masih kecil, dan baru terdiagnosis saat dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti apa penyebab ciri ADHD pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak jelas apa yang menyebabkan perbedaan otak yang mengalami ciri ADHD pada anak dengan yang tidak mengalami ADHD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akan tetapi, ADHD biasanya disebabkan oleh keturunan, anak penderita ADHD biasanya memiliki orang tua atau kerabat yang juga menderita penyakit ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anak-anak juga lebih berisiko terkena penyakit ini jika mereka lahir prematur, terpapar racun lingkungan, atau ibu mereka menggunakan narkoba selama kehamilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">ADHD tidak disebabkan oleh terlalu banyak waktu menatap layar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screen time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), pola asuh yang buruk, atau makan terlalu banyak gula.<\/span><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417718\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg\" alt=\"Gejala Alergi Debu Medi-Call\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ciri ADHD Pada Anak<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyak anak melewati fase di mana mereka merasa gelisah atau kurang perhatian, tapi bukan berarti ini merupakan ciri ADHD pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada dasarnya, semua anak terkadang kesulitan untuk memperhatikan, mendengarkan, mengikuti arahan, duduk diam, atau menunggu giliran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akan tetapi hal-hal seperti pengendalian diri dapat berkembang sedikit demi sedikit, seiring dengan pertumbuhan anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anak-anak mempelajari keterampilan ini dengan bantuan orang tua dan guru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun bagi anak-anak dengan ADHD, umumnya tidak menjadi lebih baik dalam memperhatikan, menenangkan diri, mendengarkan, atau menunggu dibandingkan anak-anak yang tidak mengalami ADHD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ciri ciri ADHD pada anak dapat menunjukkan tanda-tanda di salah satu atau semua area berikut:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b> Gejala Inattentive:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit memusatkan perhatian pada tugas atau aktivitas<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering lupa atau kehilangan barang-barang<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Mudah teralihkan perhatiannya oleh hal-hal lain<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit mengikuti instruksi<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Tampak melamun atau seperti terpaku pada suatu hal<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan menyelesaikan tugas hingga akhir, terutama yang membutuhkan waktu lama<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Menghindari tugas yang membutuhkan usaha mental<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit mengorganisir barang-barang dan aktivitas<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"2\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b> Gejala Hiperaktif:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering bergerak berlebihan, bahkan dalam situasi yang tidak tepat<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit duduk diam untuk waktu yang lama<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Berbicara berlebihan<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Mudah bosan<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering terburu-buru dalam melakukan sesuatu dan membuat kesalahan yang ceroboh<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering memanjat, melompat, atau melakukan tindakan kasar<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"3\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b> Gejala Impulsif:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering menyela orang lain<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Bertindak tanpa memikirkan akibatnya<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit menunggu giliran<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Melakukan sesuatu tanpa meminta izin<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sering mengambil barang orang lain tanpa izin<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Memiliki reaksi emosional yang tampaknya terlalu kuat untuk situasi tersebut<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"4\">\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b> Gejala Kombinasi:<\/b><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ADHD ini biasanya terjadi ketika anak Anda menunjukkan gejala<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> inattentive<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ditambah hiperaktif dan impulsif.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Faktanya, ADHD kombinasi adalah jenis yang paling umum karena anak-anak seringkali memiliki gejala yang berbeda dari ketiga kelompok tersebut.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/?utm_source=Blog&amp;utm_medium=Banner%20Pop%20Up%20Artikel&amp;utm_campaign=Layanan%20Medi-Call\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-89703\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda mencurigai Si Kecil memiliki ciri ADHD pada anak seperti di atas, penting untuk segera mencari bantuan profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan melakukan self-diagnosis dan mendapatkan pengobatan sendiri tanpa pengawasan profesional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter atau psikolog dapat melakukan pemeriksaan dan diagnosis untuk memastikan apakah anak Anda memang mengalami ADHD.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa benar jika Si Kecil hiperaktif dan kesulitan konsentrasi merupakan ciri ADHD pada anak? Yuk kenali Buah Hati lebih dalam lagi dengan artikel berikut! ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Ini adalah kondisi medis, seseorang dengan ADHD memiliki perbedaan perkembangan otak dan aktivitas otak yang mempengaruhi perhatian, kemampuan duduk diam, dan pengendalian diri.\u00a0 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":420755,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[56,10],"ppma_author":[327],"class_list":["post-420742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-bidan-ke-rumah","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","authors":[{"term_id":327,"user_id":2,"is_guest":0,"slug":"medicall_editor","display_name":"Medi-Call Writers","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2d40e809b373ad56feb297bb21f6d4c0.jpg?ver=1775453014","author_category":"","first_name":"Medi-Call","last_name":"Writers","user_url":"","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=420742"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420742\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":422133,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/420742\/revisions\/422133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/420755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=420742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=420742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=420742"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=420742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}