{"id":422151,"date":"2024-07-30T13:43:51","date_gmt":"2024-07-30T06:43:51","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422151"},"modified":"2024-08-07T16:47:24","modified_gmt":"2024-08-07T09:47:24","slug":"masalah-gizi-pada-lansia-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/masalah-gizi-pada-lansia-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Masalah Gizi pada Lansia dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Seiring bertambahnya usia, ada beberapa masalah gizi pada lansia yang perlu diwaspadai. Apa saja?<\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masalah gizi dapat dialami oleh semua kalangan. Namun pada lansia, tantangan tersebut sering kali menjadi lebih serius dan membutuhkan perhatian khusus.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memahami dan mengatasi masalah gizi pada lansia bukan hanya penting untuk mencegah berbagai penyakit, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lansia yang mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang cenderung memiliki energi lebih dan daya tahan tubuh yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_293681\" aria-describedby=\"caption-attachment-293681\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-293681\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-293681\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Masalah Gizi pada Lansia<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masalah gizi pada lansia sering kali diabaikan dan dianggap hanya sebagai bagian dari proses penuaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Padahal, lansia membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk mencegah atau mengurangi risiko penyakit degeneratif dan malnutrisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah beberapa masalah gizi pada lansia yang perlu diketahui:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Malnutrisi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Malnutrisi atau kekurangan gizi merupakan salah satu masalah gizi pada lansia yang perlu diwaspadai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Malnutrisi disebabkan oleh beberapa faktor, seperti nafsu makan menurun, kesulitan menelan, dan terbatasnya akses terhadap makanan sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Malnutrisi pada lansia ditandai dengan gejala berupa penurunan berat badan yang tidak direncanakan, sering merasa lelah, kehilangan selera makan dan minum, sering kedinginan, hingga suasana hati sering buruk atau depresi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mengatasi malnutrisi, lansia bisa mengonsumsi makanan padat nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, protein rendah lemak, dan lemak sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Dehidrasi<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/macam-macam-dehidrasi-dan-tanda-tandanya\/\">Dehidrasi<\/a><\/span> merupakan masalah gizi pada lansia yang tidak bisa dianggap remeh.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala dehidrasi pada lansia berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia yang mengalami dehidrasi ringan umumnya menunjukkan gejala berupa mudah haus, mulut kering, urine tampak pekat dan sedikit, mudah lelah, sembelit, mudah mengantuk, sakit kepala, hingga sulit berkonsentrasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika lansia mengalami dehidrasi, maka harus mendapatkan perawatan segera oleh dokter untuk mencegah komplikasi serius, seperti penurunan fungsi organ yang berujung menurunnya kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahkan, jika lansia hanya mengalami dehidrasi ringan, bisa memicu rasa lelah, kurang konsentrasi, masalah memori, pusing, hingga peningkatan risiko jatuh.<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekurangan vitamin D<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikutnya, kekurangan vitamin D juga merupakan masalah gizi pada lansia yang tidak bisa dianggap sepele.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia yang mengalami kekurangan vitamin D umumnya dipicu karena kurangnya paparan sinar matahari dan penurunan kemampuan menyerap vitamin D dari makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila mengalami kekurangan vitamin D, lansia lebih berisiko mengalami otot menjadi lemah, serta rasa tidak nyaman atau nyeri di sekitar bahu, panggul, tulang rusuk, dan punggung bagian bawah.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi ini dapat ditangani dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti ikan berlemak, kuning telur, dan produk susu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia juga bisa mengatasi kekurangan vitamin D dengan mengonsumsi suplemen vitamin D yang sesuai dengan anjuran dokter.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/manfaat-vitamin-d-untuk-tubuh\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0\"><style> .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .postImageUrl , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:hover , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:visited , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:active { border:0!important; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:active , .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0 .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"ubc900aca63fa05da3d58218e57c1b7f0-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Kenapa Tubuh Butuh Vitamin D? Cari Tahu Yuk Manfaat Vitamin D untuk Tubuh<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Defisiensi kalsium<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masalah kesehatan gizi pada lansia yang selanjutnya adalah defisiensi kalsium.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kalsium merupakan nutrisi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kekurangan kalsium pada lansia dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit yang lebih serius, yaitu osteoporosis, penyakit rakitis, patah tulang, penyakit jantung, hingga tekanan darah tinggi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Defisiensi kalsium dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya kalsium, seperti produk susu, sayuran hijau, dan makanan lain yang diperkaya kalsium.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia juga dapat mengonsumsi suplemen kalsium, namun harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong>Masalah pencernaan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gangguan-pencernaan-pada-lansia\/\"><span style=\"color: #ff0000;\">Masalah pencernaan<\/span><\/a>\u00a0juga merupakan masalah gizi pada lansia yang perlu diperhatikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa masalah pencernaan pada lansia di antaranya adalah sembelit, <em>gastroesophageal reflux disease<\/em> (GERD), tukak lambung, hingga polip usus.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia dapat mengatasi masalah pencernaan dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, penting juga untuk mencukupi kebutuhan cairan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_303917\" aria-describedby=\"caption-attachment-303917\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-303917\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Gejala Anak Autis Medi-Call\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-303917\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Para lansia juga dapat berkonsultasi dengan dokter jika mengalami keluhan masalah gizi untuk merencanakan nutrisi yang sesuai dengan kondisi yang dialami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Konsultasi bisa dilakukan melalui layanan panggil<\/span> <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\"><span style=\"color: #ff0000;\">dokter Medi-Call datang ke rumah<\/span><\/a>.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemesanan<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter-umum-terdekat\/\">layanan dokter Medi-Call datang ke rumah<\/a><\/span> <span style=\"color: #000000;\">juga cukup mudah, <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">hanya dengan menghubungi<\/span> <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Customer Service 24 Jam<\/a><\/span> <span style=\"color: #000000;\">atau gunakan<\/span> <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\"><span style=\"color: #ff0000;\">aplikasi Medi-Call<\/span>.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring bertambahnya usia, ada beberapa masalah gizi pada lansia yang perlu diwaspadai. Apa saja? Masalah gizi dapat dialami oleh semua kalangan. Namun pada lansia, tantangan tersebut sering kali menjadi lebih serius dan membutuhkan perhatian khusus. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi penyerapan nutrisi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya masalah gizi.\u00a0 Memahami dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[46],"tags":[11,63,96,71],"class_list":["post-422151","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawat","tag-gizi","tag-kesehatan","tag-masalah-lansia","tag-perawat"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422151"}],"version-history":[{"count":31,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422151\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":422704,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422151\/revisions\/422704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}