{"id":422155,"date":"2024-07-31T13:01:12","date_gmt":"2024-07-31T06:01:12","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422155"},"modified":"2024-11-15T09:59:40","modified_gmt":"2024-11-15T02:59:40","slug":"alzheimer-dan-demensia-pada-lansia-wajib-tahu-perbedaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/alzheimer-dan-demensia-pada-lansia-wajib-tahu-perbedaannya\/","title":{"rendered":"Alzheimer dan Demensia pada Lansia, Wajib Tahu Perbedaannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Kenali lebih jauh mengenai <\/b><b>alzheimer dan demensia<\/b><b>, serta apa perbedaannya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa masalah kesehatan yang rentan menyerang kelompok lanjut usia, termasuk alzheimer dan demensia.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alzheimer dan demensia adalah dua kondisi yang kerap membingungkan dan sulit dibedakan karena sama-sama sering menyerang lansia dan memiliki gejala yang mirip.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alzheimer sendiri merupakan jenis demensia yang paling umum, yang memengaruhi memori dan fungsi kognitif.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penurunan fungsi kognitif, ingatan, cara berpikir, dan perilaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jadi, demensia bukanlah suatu penyakit tertentu, melainkan sebuah istilah umum untuk menggambarkan gejala gangguan fungsi otak.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_293681\" aria-describedby=\"caption-attachment-293681\" style=\"width: 663px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-293681 \" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call\" width=\"663\" height=\"385\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 663px) 100vw, 663px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-293681\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Alzheimer dan Demensia pada Lansia<\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyaknya kesamaan yang dimiliki, namun bukan berarti alzheimer dan demensia merupakan kondisi yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alzheimer adalah penyakit spesifik, sedangkan demensia adalah istilah umum untuk kumpulan gejala yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini beberapa informasi lebih lanjut terkait alzheimer dan demensia yang sering menyerang lansia yang perlu diketahui:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala alzheimer<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit alzheimer adalah penyakit penurunan fungsi otak secara bertahap dan progresif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit ini dapat ditandai dengan gejala demensia yang semakin memburuk seiring waktu.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adapun gejala awal alzheimer pada lansia antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Lupa tentang percakapan atau kejadian terkini<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Salah menaruh barang<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Lupa nama tempat dan benda<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sulit memikirkan kata yang tepat<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bertanya berulang kali<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain tanda-tanda di atas, alzheimer juga bisa ditandai dengan perilaku kesulitan dalam membuat keputusan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala demensia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demensia merupakan sekumpulan gejala yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang merusak otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala demensia juga dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Berikut adalah beberapa gejala demensia pada lansia:<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Hilangnya ingatan<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kebingungan dan butuh bantuan untuk tugas sehari-hari<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Menurunnya kemampuan berbahasa dan pemahaman<\/strong><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perubahan perilaku<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Demensia bersifat progresif, yang berarti gejala awalnya relatif ringan, tetapi dapat semakin memburuk seiring berjalannya waktu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab alzheimer<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab penyakit alzheimer sangat kompleks, tetapi salah satu penyebab utamanya adalah penumpukan dua zat di dalam otak yang disebut amiloid dan tau.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Zat-zat ini menggumpal dan membentuk struktur kecil yang disebut <em>plaque<\/em> dan <em>tangles<\/em>. Kondisi ini membuat otak lebih sulit bekerja dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Seiring berjalannya waktu, penyakit ini dapat mengurangi jumlah zat kimia penting yang dibutuhkan untuk mengirim pesan ke seluruh otak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab demensia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat beberapa penyebab demensia pada lansia, salah satunya adalah penyakit alzheimer.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demensia juga bisa disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak yang dipicu oleh stroke, atau yang disebut juga dengan demensia vaskuler.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demensia juga bisa disebabkan oleh gumpalan protein yang tidak normal pada otak sehingga berdampak pada kondisi psikologis penderita, atau disebut juga dengan penyakit <em>lewy body<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, demensia juga dapat disebabkan oleh penyakit lainnya, seperti parkinson, Korea Huntington, dan beberapa penyakit kronis lainnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengobatan alzheimer<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hingga kini, belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer pada lansia. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa mengurangi gejalanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alzheimer dapat ditangani dengan obat-obatan seperti <em>inhibitor kolinesterase<\/em> dan <em>memantine<\/em>.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Obat-obatan ini dapat memperbaiki gejala neuropsikiatri dan memperlambat perkembangan gejala alzheimer sedang hingga berat.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan alzheimer juga dapat dilakukan dengan terapi psikososial, manajemen stres, terapi fisik dan pemantauan kesehatan, serta dukungan dari perawat dan keluarga.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengobatan demensia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengobatan demensia dapat dilakukan untuk menghambat gejala yang muncul dan menghindari komplikasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengobatan demensia dapat dilakukan dengan terapi khusus, seperti terapi stimulasi kognitif, terapi okupasi, terapi mengingat, dan rehabilitasi kognitif.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter mungkin juga meresepkan beberapa obat, seperti <em>piracetam<\/em>, <em>rivastigmine<\/em>, dan <em>memantine<\/em>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain terapi dan obat-obatan, diperlukan juga dukungan dari keluarga atau kerabat untuk menjaga kualitas hidup pasien.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_390491\" aria-describedby=\"caption-attachment-390491\" style=\"width: 678px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-390491\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"banner caregiver medi-call\" width=\"678\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 678px) 100vw, 678px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-390491\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Caregiver di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/homecare\/jakarta\">Perawat homecare<\/a> dapat membantu lansia dengan alzheimer dan demensia dalam aktivitas sehari-hari, serta menemani orang tua untuk berkomunikasi ataupun melakukan cek kesehatan rutin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda bisa mendapatkan bantuan dari <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">jasa perawat home care<\/a> terpercaya di rumah Anda dengan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a> atau dengan menghubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/bit.ly\/CallCenterMedi-Call\">Call-Center Medi-Call 24 Jam<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">NHS.UK (2024). Alzheimer&#8217;s disease.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alzheimer\u2019s Society (2023). What is the difference between dementia and Alzheimer\u2019s disease?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mayo Clinic (2024). Dementia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali lebih jauh mengenai alzheimer dan demensia, serta apa perbedaannya. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Ada beberapa masalah kesehatan yang rentan menyerang kelompok lanjut usia, termasuk alzheimer dan demensia. Alzheimer dan demensia adalah dua kondisi yang kerap membingungkan dan sulit dibedakan karena sama-sama sering menyerang lansia dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[46],"tags":[82,14,63,96,67,55],"class_list":["post-422155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawat","tag-home-care","tag-homecare","tag-kesehatan","tag-masalah-lansia","tag-perawat-di-rumah","tag-perawat-home-care"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422155"}],"version-history":[{"count":34,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423889,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422155\/revisions\/423889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}