{"id":422596,"date":"2024-07-31T17:45:18","date_gmt":"2024-07-31T10:45:18","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422596"},"modified":"2024-11-15T09:57:05","modified_gmt":"2024-11-15T02:57:05","slug":"inkontinensia-urine-5-penyebab-dan-cara-pengobatan-yang-tepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/inkontinensia-urine-5-penyebab-dan-cara-pengobatan-yang-tepat\/","title":{"rendered":"Inkontinensia Urine: 5 Penyebab dan Cara Pengobatan yang Tepat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Inkontinensia urine<\/b><b> menyebabkan penderitanya sulit menahan buang air kecil. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun paling sering terjadi pada wanita dan lansia.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski inkontinensia urine termasuk kondisi medis yang bisa dibilang tidak berbahaya, namun penderitanya harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak memengaruhi kondisi mental atau mengganggu kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari laman <em>Mayo Clinic Health System<\/em>, kondisi ini merupakan gejala umum yang dialami 50% wanita dewasa. Prevalensi kondisi ini meningkat seiring bertambahnya usia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lebih lanjut, artikel ini akan mengupas tuntas tentang penyebab dan jenis inkontinensia urine.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 574px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-89703\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"574\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 574px) 100vw, 574px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/inkontinensia-urine-5-penyebab-dan-cara-pengobatan-yang-tepat\/#Apa_itu_Inkontinensia_Urine\" >Apa itu Inkontinensia Urine?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/inkontinensia-urine-5-penyebab-dan-cara-pengobatan-yang-tepat\/#Penyebab_Inkontinensia_Urine\" >Penyebab Inkontinensia Urine<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/inkontinensia-urine-5-penyebab-dan-cara-pengobatan-yang-tepat\/#Jenis-Jenis_Inkontinensia_Urine\" >Jenis-Jenis Inkontinensia Urine<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Inkontinensia_Urine\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa itu Inkontinensia Urine?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Inkontinensia urine adalah kondisi medis di mana seseorang kehilangan kendali atas otot kandung kemihnya sehingga sulit menahan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/lansia-sering-buang-air-kecil\/\">buang air kecil<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi medis ini bisa menyebabkan penderitanya tiba-tiba buang air kecil saat <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-menghilangkan-batuk-kering-dan-gatal\/\">batuk<\/a> atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-bersin-terus-menerus-di-pagi-hari\/\">bersin<\/a>, bahkan mungkin sampai mengompol.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi tersebut dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama atau singkat, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan orang yang mengalaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan meningkatkan risiko <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-infeksi-saluran-kemih\/\">infeksi kandung kemih<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah pertama yang diambil dokter untuk mendiagnosis adalah menanyakan gejala, penyakit apa pun yang mungkin diderita, serta riwayat kesehatan keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kondisi kandung kemih.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Inkontinensia_Urine\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Inkontinensia Urine<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Inkontinensia urine dapat dipengaruhi oleh <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-saraf-kejepit\/\">penyakit saraf<\/a>, penyumbatan saluran kemih, batu kandung kemih, atau kanker kandung kemih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, kondisi ini juga bisa terjadi saat saluran kemih dalam keadaan normal. Kondisi ini biasanya terjadi pada lasia, serta diikuti dengan gangguan motorik dan kognitif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, ada pula penyebab inkontinensia urine sementara atau jangka pendek, antara lain:\u00a0<\/span><b><\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Infeksi Saluran Kemih (ISK)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan mengontrol buang air kecil bisa dipicu oleh infeksi saluran kemih. Pasalnya, infeksi saluran kemih dapat menimbulkan nyeri dan meningkatkan keinginan untuk buang air kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">ISK juga dapat mengganggu kemampuan kandung kemih untuk menahan urine secara efektif sehingga sulit untuk menahan buang air kecil.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kehamilan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selama kehamilan, rahim akan membesar sehingga memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar perempuan yang mengalami inkontinensia pada masa kehamilan mendapati bahwa kondisi tersebut hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.<\/span><b><\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Obat-obatan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi sulit mengontrol buang air kecil juga dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis obat yang bisa memicu inkontinensia urine termasuk diuretik dan antidepresan.\u00a0<\/span><b><\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Minuman<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa jenis minuman seperti alkohol dan minuman berkafein (kopi, teh, dan minuman bersoda) juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alkohol bersifat diuretik, yang artinya dapat meningkatkan produksi urine. Begitu juga dengan minuman yang mengandung kafein yang memiliki efek serupa.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Sembelit<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sembelit kronis juga bisa menyebabkan seseorang menderita inkontinensia urine. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pasalnya, seseorang yang mengalami sembelit kronis rentan memiliki masalah kontrol kandung kemih.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Inkontinensia_Urine\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Jenis-Jenis Inkontinensia Urine<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memahami jenis-jenis inkontinensia urine sangat penting dalam menentukan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi inkontinensia urine diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, diantaranya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Stress incontinence<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Stress incontinence<\/em> adalah kebocoran urine yang tidak disengaja, yang terjadi dengan peningkatan tekanan intra-abdomen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi ini terjadi karena lemahnya otot kandung kemih hingga tak mampu menahan urine saat kandung kemih mendapat tekanan, seperti batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat beban berat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Urge incontinence<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Urge incontinence <\/em>adalah kondisi di mana urine keluar secara tidak terkontrol, yang sering kali disertai dengan keinginan mendesak untuk buang air kecil karena aktivitas detrusor yang berlebihan. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"color: #000000;\">Kontraksi dapat disebabkan oleh iritasi kandung kemih atau hilangnya kontrol neurologis. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala ini menyebabkan penderitanya merasakan keinginan buang air kecil yang kuat dan secara tiba-tiba.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Overflow incontinence<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Overflow incontinence<\/em> merupakan jenis inkontinensia urine yang terjadi\u00a0secara bertahap karena sisa urine tetap berada di kandung kemih setelah buang air kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa orang mengalami <em>overflow incontinence<\/em>\u00a0karena mereka tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya saat buang air kecil.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mixed incontinence<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mixed incontinence<\/em> adalah kondisi kesulitan menahan buang air kecil yang disebabkan oleh kombinasi <em>stress incontinence<\/em>\u00a0dan<em> urge incontinence.<\/em><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 631px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-89703\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"631\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 631px) 100vw, 631px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila Anda sering mengalami inkontinensia urine, segera hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter spesialis urologi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tenang saja! Anda bisa hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call-Center 24 Jam <\/a>atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call <\/a>untuk panggil layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/homecare\/jakarta\">perawat homecare Medi-Call datang ke rumah.<\/a><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">NHS.UK (2023). Urinary incontinence.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tran LN, Puckett Y (2023). Urinary Incontinence.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Urology Care Foundation. What is Urinary Incontinence?<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inkontinensia urine menyebabkan penderitanya sulit menahan buang air kecil. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, namun paling sering terjadi pada wanita dan lansia. Meski inkontinensia urine termasuk kondisi medis yang bisa dibilang tidak berbahaya, namun penderitanya harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak memengaruhi kondisi mental atau mengganggu kehidupan sehari-hari. Dikutip dari laman Mayo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422748,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,298],"tags":[45,29,63,96,15],"ppma_author":[327],"class_list":["post-422596","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-obat-obatan","tag-cari-dokter","tag-dokter-24-jam","tag-kesehatan","tag-masalah-lansia","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","authors":[{"term_id":327,"user_id":2,"is_guest":0,"slug":"medicall_editor","display_name":"Medi-Call Writers","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/2d40e809b373ad56feb297bb21f6d4c0.jpg?ver=1774848208","author_category":"","first_name":"Medi-Call","last_name":"Writers","user_url":"","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422596","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422596"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422596\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423884,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422596\/revisions\/423884"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422748"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422596"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422596"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422596"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=422596"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}