{"id":422628,"date":"2024-07-31T15:24:35","date_gmt":"2024-07-31T08:24:35","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422628"},"modified":"2024-11-15T09:57:33","modified_gmt":"2024-11-15T02:57:33","slug":"apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Cedera PCL? Wajib Ketahui Penyebab Hingga Diagnosis Penyakitnya!"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pernahkah mendengar tentang <\/b><b>cedera PCL<\/b><b>? Umumnya, cedera ini sering kali disertai dengan cedera ligamen anterior dengan beberapa penyebab.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">PCL (<em>posterior cruciate ligament<\/em>) merupakan bagian tubuh yang membentang di sepanjang bagian belakang lutut dan menghubungkan tulang paha ke kaki bagian bawah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ligamen ini memiliki peran penting untuk menjaga tulang tetap pada tempatnya dan membantu lutut bergerak dengan lancar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan cedera PCL merupakan kondisi di mana PCL terkilir atau robek.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera PCL dapat terjadi pada siapa saja, namun paling sering terjadi pada orang yang aktif berolahraga, seperti pemain ski, <em>baseball<\/em> atau sepak bola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Simak lebih lanjut mengenai cedera PCL sehingga tahu langkah selanjutnya yang diambil untuk proses penyembuhan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_280451\" aria-describedby=\"caption-attachment-280451\" style=\"width: 655px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-280451\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Operasi Tulang Belakang Medi-Call\" width=\"655\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 655px) 100vw, 655px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-280451\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Fisioterapi di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Apa_itu_Cedera_PCL\" >Apa itu Cedera PCL?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Klasifikasi_Cedera_PCL\" >Klasifikasi Cedera PCL<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Penyebab_Cedera_PCL\" >Penyebab Cedera PCL<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Gejala_Cedera_PCL\" >Gejala\u00a0Cedera PCL<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Diagnosis_Cedera_PCL\" >Diagnosis\u00a0Cedera PCL<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-cedera-pcl-wajib-ketahui-penyebab-hingga-diagnosis-penyakitnya\/#Pengobatan_Cedera_PCL\" >Pengobatan Cedera PCL<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa itu Cedera PCL?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah dibahas sebelumnya, cedera PCL adalah kondisi robekan atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-kaki-terkilir\/\">terkilirnya<\/a> PCL (<em>posterior cruciate ligament<\/em>).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera PCL merupakan kondisi yang lebih jarang terjadi daripada cedera ligamen lainnya, termasuk cedera ACL (<em>ligamen cruciatum anterior<\/em>).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Faktanya, cedera PCL terjadi kurang dari 20% dari seluruh kasus cedera ligamen lutut dan umumnya terjadi\u00a0bersamaan dengan cedera ligamen lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, cedera ini sering kali tidak mudah dikenali dan lebih sulit untuk dievaluasi dibandingkan dengan cedera ligamen lutut lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Klasifikasi_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Klasifikasi Cedera PCL<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera pada PCL dapat menyebabkan kerusakan ringan, sedang, atau parah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyedia layanan kesehatan umumnya mengklasifikasikan cedera pada PCL ke dalam empat kategori berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat I<\/strong>: ligamen mengalami peregangan berlebih atau mengalami sedikit robekan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat II<\/strong>: sebagian ligamen mengalami robekan sehingga menyebabkan sendi menjadi tidak stabil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat III<\/strong>: ligamen robek atau putus sepenuhnya dan lutut menjadi tidak stabil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tingkat IV<\/strong>: cedera pada PCL dan ligamen lutut lainnya juga rusak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Cedera PCL<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera pada PCL dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Biasanya, penyebabnya adalah sesuatu yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya, pukulan langsung ke bagian depan lutut (seperti lutut yang tertekuk ketika terbentur <em>dashboard<\/em> saat kecelakaan mobil atau jatuh dengan lutut tertekuk saat berolahraga).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera pada PCL juga bisa terjadi saat ligamen tertarik atau meregang. Misalnya seperti cedera terpelintir atau hiperekstensi, yaitu sendi dipaksa bergerak melampaui rentang gerak normal.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala\u00a0Cedera PCL<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika mengalami jatuh dengan lutut tertekuk, perhatikan beberapa gejala yang mungkin mengarah ke kondisi cedera pada PCL.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah beberapa gejala cedera PCL yang perlu diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Ada pembengkakan di area yang cedera.<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Lutut terasa kaku dan sulit berjalan.<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Lutut tidak stabil dan merasa seperti akan terjatuh.<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan menekuk area lutut.<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Merasa nyeri setiap kali lutut tertekuk.<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika merasakan beberapa gejala di atas, segera hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mencari-dokter-visit-berpengalaman\/\">dokter<\/a> untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diagnosis_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis\u00a0Cedera PCL<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu untuk mencari tanda-tanda cedera pada PCL.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa semua struktur lutut yang cedera. Dokter pertama-tama akan menggerakkan sendi lutut ke arah yang berbeda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, dokter mungkin juga menguji cairan di sendi lutut. Tes ini mungkin menunjukkan adanya pendarahan di dalam sendi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain mengobservasi kondisi pasien, dokter mungkin juga akan menjalankan tes lain meliputi MRI lutut, rontgen sendi lutut, dan CT scan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mendiagnosis, dokter akan mengembangkan rencana pengobatan yang paling tepat untuk cedera tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Cedera_PCL\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan Cedera PCL<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda hanya mengalami cedera PCL ringan, cedera tersebut kemungkinan bisa sembuh tanpa operasi. Dokter mungkin merekomendasikan beberapa opsi perawatan non-bedah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Metode RICE<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat pertama kali cedera, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah metode RICE, yaitu <em>Rest<\/em> (istirahat), <em>Ice<\/em> (kompres es), <em>Compression<\/em> (kompresi), dan <em>Elevation<\/em> (mengangkat kaki lebih tinggi dari jantung).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Imobilisasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter mungkin akan merekomendasikan penyangga khusus untuk mencegah tulang tibia tertarik ke belakang atau kruk untuk menghindari beban pada kaki.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Terapi fisik<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pembengkakan mereda, pasien dapat menjalani program rehabilitasi dengan latihan khusus untuk memulihkan fungsi lutut dan memperkuat otot-otot kaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda mengalami cedera gabungan, misalnya lutut terkilir dan beberapa ligamen robek, kemungkinan diperlukan tindakan operasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_280451\" aria-describedby=\"caption-attachment-280451\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-280451\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-300x174.jpg\" alt=\"Operasi Tulang Belakang Medi-Call\" width=\"616\" height=\"357\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Fisioterapi-Medi-Call-01.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 616px) 100vw, 616px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-280451\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Fisioterapi di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda atau orang terdekat mengalami cedera PCL, cukup hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call-Center 24 Jam <\/a>atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call <\/a>untuk panggil layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\">fisioterapis Medi-Call datang ke rumah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Raj MA, Mabrouk A, Varacallo M (2023). Posterior Cruciate Ligament Knee Injuries.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Harvard Health Publishing (2020). Posterior Cruciate Ligament (PCL) Injuries.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penn Medicine. Posterior Cruciate Ligament Injury (PCL).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah mendengar tentang cedera PCL? Umumnya, cedera ini sering kali disertai dengan cedera ligamen anterior dengan beberapa penyebab. PCL (posterior cruciate ligament) merupakan bagian tubuh yang membentang di sepanjang bagian belakang lutut dan menghubungkan tulang paha ke kaki bagian bawah. Ligamen ini memiliki peran penting untuk menjaga tulang tetap pada tempatnya dan membantu lutut bergerak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422692,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[138,16,17,98,137,139],"class_list":["post-422628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisioterapis","tag-cedera-otot","tag-fisioterapi","tag-fisioterapi-di-rumah","tag-fisioterapi-ke-rumah","tag-fisioterapis-cedera","tag-panggil-fisioterapi-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422628","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422628"}],"version-history":[{"count":21,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422628\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423885,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422628\/revisions\/423885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}