{"id":422933,"date":"2024-09-05T09:31:01","date_gmt":"2024-09-05T02:31:01","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422933"},"modified":"2024-11-15T09:43:38","modified_gmt":"2024-11-15T02:43:38","slug":"penyebab-penyakit-parkinson","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-penyakit-parkinson\/","title":{"rendered":"Penyebab Penyakit Parkinson yang Harus Diwaspadai Sejak Dini!"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab penyakit parkinson<\/b><b> sampai sekarang masih belum jelas. Namun, ahli mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebabnya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tangan-sering-tremor-pada-lansia-waspada-penyakit-parkinson\/\">Penyakit Parkinson<\/a> atau Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif (akibat proses penuaan sistem saraf) yang menyebabkan gangguan pergerakan dan keseimbangan tubuh pada penderitanya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit Parkinson sering ditandai dengan tremor. Selain itu, penyakit Parkinson juga dapat menyebabkan kekakuan dan gerakan lambat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari laman WHO (<em>World Health Organization<\/em>), penyakit ini biasanya terjadi pada lansia, tetapi tidak menutup kemungkinan orang yang lebih muda untuk mengalaminya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, laki-laki lebih sering terkena penyakit Parkinson dibandingkan dengan perempuan.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_390491\" aria-describedby=\"caption-attachment-390491\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-390491 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"banner caregiver medi-call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-390491\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Caregiver di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Penyakit Parkinson<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat ini, penyebab penyakit Parkinson masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, para ilmuwan mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebabnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada penyakit Parkinson, sel-sel saraf yang disebut neuron di otak secara bertahap menjadi rusak atau mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyak gejala penyakit Parkinson terjadi saat neuron di otak yang memproduksi zat kimia (dopamin) kehilangan kemampuannya untuk berfungsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lebih lanjut, berikut adalah beberapa penyebab penyakit Parkinson yang harus diwaspadai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b> Tingkat dopamin rendah<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit Parkinson dapat disebabkan oleh rendahnya atau menurunnya kadar neurotransmitter dopamin.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi ini terjadi ketika sel-sel otak yang memproduksi dopamin mengalami kerusakan. <\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dopamin sendiri memiliki peran untuk mengirimkan pesan ke bagian otak yang mengontrol gerakan dan koordinasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karena itu, rendahnya kadar dopamin dapat membuat orang sulit mengontrol pergerakannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika kadar dopamin terus menurun, gejala penyakit Parkinson menjadi semakin parah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b> Kadar Norepinefrin Rendah<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengutip <em>Frontiers in Systems Neuroscience<\/em>, penyakit Parkinson mungkin juga memiliki kaitan dengan kerusakan ujung saraf yang menghasilkan neurotransmitter lain, yaitu norepinefrin.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Norepinefrin ini berperan terhadap sirkulasi darah dan fungsi otomatis tubuh lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rendahnya kadar norepinefrin pada penyakit Parkinson dapat meningkatkan risiko gejala motorik dan nonmotorik, antara lain:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kekakuan<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Ketidakstabilan postur<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Ketakutan<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit fokus<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Demensia<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Depresi<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala di atas mungkin menjelaskan mengapa pasien penyakit Parkinson biasanya menderita hipotensi ortostatik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Hipotensi ortostatik merupakan kondisi tekanan darah rendah yang terjadi karena perubahan posisi tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Misalnya seperti perubahan tekanan darah saat berdiri sehingga menyebabkan pusing dan risiko terjatuh.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b> Body Lewy<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gumpalan protein yang disebut <em>alpha-synuclein<\/em> atau<em> body lewy <\/em>mungkin terdapat di otak penderita penyakit Parkinson.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akumulasi <em> body lewy<\/em> dapat menyebabkan hilangnya sel saraf dan menyebabkan perubahan gerakan, pemikiran, perilaku, dan suasana hati. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan demensia. Demensia body lewy berbeda dengan penyakit Parkinson, namun memiliki gejala yang serupa.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor Genetik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Para ahli telah mengidentifikasi beberapa perubahan genetik yang mungkin berhubungan dengan penyebab penyakit Parkinson.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Faktor genetik diketahui bertanggung jawab atas 10% kasus penyakit Parkinson.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, masih belum diketahui dengan pasti mengapa beberapa orang lebih rentan terhadap penyakit Parkinson.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><b style=\"color: #000000;\">Faktor Autoimun<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam penelitian tahun 2017 yang diterbitkan di <em>JAMA Neurology<\/em>, para ilmuwan menemukan kemungkinan adanya hubungan genetik antara penyakit Parkinson dan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, dalam jurnal medis <em>Annals of Medicine<\/em>, para peneliti memeriksa catatan kesehatan di Taiwan dan menemukan bahwa orang dengan penyakit rematik autoimun memiliki risiko 1,37% lebih tinggi\u00a0 terkena penyakit Parkinson.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_293681\" aria-describedby=\"caption-attachment-293681\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-293681 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-293681\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perlu diketahui bahwa penyakit Parkinson termasuk ke dalam kategori penyakit seumur hidup yang melibatkan perubahan neurologis pada tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tindakan operasi bisa dilakukan untuk menangani penyebab penyakit Parkinson apabila belum mereda usai penggunaan obat-obatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda memiliki gejala yang sama cukup hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call-Center 24 Jam<\/a> atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk panggil layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/homecare\/jakarta\">perawat homecare Medi-Call datang ke rumah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">NHS (2022). Parkinson&#8217;s disease.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic (2024). Parkinson&#8217;s disease.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Parkinson&#8217;s Foundation. Understanding Parkinson&#8217;s.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab penyakit parkinson sampai sekarang masih belum jelas. Namun, ahli mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebabnya. Penyakit Parkinson atau Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif (akibat proses penuaan sistem saraf) yang menyebabkan gangguan pergerakan dan keseimbangan tubuh pada penderitanya. Penyakit Parkinson sering ditandai dengan tremor. Selain itu, penyakit Parkinson juga dapat menyebabkan kekakuan dan gerakan lambat. Dilansir dari laman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422948,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[46],"tags":[27,76,55,22],"class_list":["post-422933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perawat","tag-medi-call","tag-panggil-perawat-ke-rumah","tag-perawat-home-care","tag-perawat-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422933"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423871,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422933\/revisions\/423871"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}