{"id":422965,"date":"2024-09-06T10:36:39","date_gmt":"2024-09-06T03:36:39","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=422965"},"modified":"2024-11-15T09:39:17","modified_gmt":"2024-11-15T02:39:17","slug":"mengenal-cara-perawatan-anemia-aplastik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-cara-perawatan-anemia-aplastik\/","title":{"rendered":"Perawatan Anemia Aplastik, dari Transfusi Darah Hingga Pemberian Antibiotik"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Kenali berbagai perawatan anemia aplastik yang bisa ditempuh, mulai dari transfusi darah hingga pemberian antibiotik dan antivirus.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anemia aplastik merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini membuat penderitanya mudah lelah dan lebih rentan terhadap <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/ciri-luka-sunat-infeksi\/\">infeksi<\/a>, serta pendarahan yang tidak terkendali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anemia aplastik diketahui bisa menyerang di semua kalangan usia, namun paling sering terjadi pada orang\u00a0yang berusia 10-20 atau 60-65 tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anemia aplastik bisa terjadi secara tiba-tiba, namun bisa juga berkembang secara perlahan dan semakin parah seiring berjalannya waktu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, anemia aplastik juga bisa ringan maupun berat hingga mengancam jiwa.<\/span><\/p>\n<div class=\"flex-shrink-0 flex flex-col relative items-end\">\n<div>\n<div class=\"pt-0\">\n<div class=\"gizmo-bot-avatar flex h-8 w-8 items-center justify-center overflow-hidden rounded-full\">\n<div class=\"relative p-1 rounded-sm flex items-center justify-center bg-token-main-surface-primary text-token-text-primary h-8 w-8\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih lengkapnya, berikut adalah sejumlah informasi mengenai cara perawatan anemia aplastik yang bisa ditempuh.<\/span><\/div>\n<div>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-89703 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Cara Tepat Perawatan Anemia Aplastik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk memastikan apakah pasien menderita anemia aplastik, dokter akan mendiagnosis terlebih dahulu dengan beberapa prosedur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ini termasuk pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan sumsum tulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pasien didiagnosis anemia aplastik, dokter dapat melakukan beberapa langkah perawatan anemia aplastik berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Transfusi darah<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Transfusi darah tidak dapat menyembuhkan anemia aplastik, namun dapat mengurangi gejala anemia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tranfusi darah membantu menyediakan sel darah yang tidak dapat diproduksi oleh sumsum tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasien dengan anemia aplastik berat mungkin memerlukan transfusi darah berulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, hal ini dapat meningkatkan risiko komplikasi transfusi seperti infeksi dan respon imun tubuh\u00a0terhadap darah donor. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, terdapat pula risiko penumpukan zat besi dalam sel darah merah (hemochromatosis).<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Transplantasi sel induk<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Transplantasi sel induk merupakan perawatan anemia aplastik yang bertujuan untuk memulihkan\u00a0sumsum tulang dengan menggunakan sel induk dari donor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Operasi ini masih dianggap sebagai satu-satunya pilihan pengobatan untuk pasien anemia aplastik berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Transplantasi sel induk biasanya dilakukan pada orang yang usianya masih terbilang muda dan cocok dengan\u00a0donornya (umumnya saudara kandung). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara ini bisa dilakukan dengan transplantasi sumsum\u00a0tulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Transplantasi sel induk atau sumsum tulang ini merupakan pilihan pengobatan yang paling penting untuk mengobati anemia aplastik, namun juga memiliki risiko.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Risiko yang mungkin dialami adalah penolakan sumsum\u00a0tulang donor.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan)<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perawatan anemia aplastik selanjutnya adalah dengan penggunaan obat penekan sistem kekebalan tubuh atau imunosupresan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara kerja imunosupresan yaitu dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan ini biasanya hanya dikhususkan untuk penderita yang tidak bisa melakukan transplantasi sumsum tulang karena penyakit autoimun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Imunosupresan dapat menekan sel kekebalan tubuh yang merusak sumsum tulang, sehingga dapat membantu cepat pulih dan memproduksi sel darah baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demi mengatasi penyakit ini, obat penekan sistem imun biasanya akan diberikan bersamaan dengan kortikosteroid.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Stimulan sumsum tulang<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa obat seperti filgrastim, sargramostim, pegfilgrastim, dan epoetin alfa, juga dapat digunakan untuk merangsang sumsum tulang agar bisa memproduksi sel darah baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obat golongan tersebut bisa dipakai dalam kombinasi dengan imunosupresan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Antibiotik dan antivirus<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anemia aplastik dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh karena menurunkan jumlah sel darah\u00a0putih. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, penderita anemia aplastik lebih rentan terkena infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah infeksi, dokter mungkin akan memberikan <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/resistensi-antibiotik\/\">antibiotik<\/a> atau obat antivirus, tergantung penyebab infeksinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anemia aplastik akibat terapi radiasi atau kemoterapi biasanya membaik setelah pengobatan selesai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara jika disebabkan oleh efek samping obat tertentu, kondisi tersebut akan hilang ketika pengobatan dihentikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda menderita anemia aplastik, hindari olahraga atau aktivitas fisik berat yang dapat menyebabkan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cedera-tulang-belakang\/\">cedera<\/a> atau pendarahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, untuk mengurangi risiko infeksi, cuci tangan lebih sering, dapatkan vaksinasi setiap tahun sesuai anjuran dokter, dan hindari keramaian.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_414613\" aria-describedby=\"caption-attachment-414613\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-414613 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Panggil Dokter 24 Jam ke Rumah Anda\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Banner-Pop-Up-Bulider-Infus-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-414613\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Infus, Vaksin dan Vitamin di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda ingin melakukan perawatan anemia aplastik atau ada keluarga maupun kerabat sedang menderita penyakit ini,\u00a0ingatlah untuk mengunjungi dokter secara rutin untuk memastikan pengobatan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\">Call-Center 24 Jam<\/a> atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk panggil layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter <\/a>maupun <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">perawat<\/a> Medi-Call datang ke rumah.<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Heart, Lung, and Blood Institute (2022). Aplastic Anemia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic (2022). Aplastic Anemia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Center for Biotechnology Information (2023). Aplastic Anemia.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali berbagai perawatan anemia aplastik yang bisa ditempuh, mulai dari transfusi darah hingga pemberian antibiotik dan antivirus. Anemia aplastik merupakan kondisi yang terjadi saat tubuh berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup. Kondisi ini membuat penderitanya mudah lelah dan lebih rentan terhadap infeksi, serta pendarahan yang tidak terkendali. Anemia aplastik diketahui bisa menyerang di semua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":422969,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[150],"tags":[28,10,14,63,27,20],"class_list":["post-422965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-aplikasi-panggil-dokter","tag-dokter-ke-rumah","tag-homecare","tag-kesehatan","tag-medi-call","tag-penyakit-dalam"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=422965"}],"version-history":[{"count":17,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423869,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/422965\/revisions\/423869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/422969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=422965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=422965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=422965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}