{"id":423314,"date":"2024-10-01T20:52:53","date_gmt":"2024-10-01T13:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=423314"},"modified":"2024-11-15T09:11:46","modified_gmt":"2024-11-15T02:11:46","slug":"penyebab-demensia-dini-dan-cara-memperkecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-demensia-dini-dan-cara-memperkecil\/","title":{"rendered":"Penyebab Demensia Dini dan Cara Memperkecil Risikonya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Tidak hanya menyerang orang tua, nyatanya demensia bisa menyerang anak muda. Lantas, apa <\/b><b>penyebab demensia dini<\/b><b>?\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melansir dari laman <em>World Health Organization<\/em>, saat ini ada lebih dari 55 juta orang yang menderita demensia di seluruh dunia. Setiap tahunnya bahkan ada lebih dari 10 juta kasus baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia merupakan hasil dari berbagai macam penyakit yang bisa menyerang otak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu yang paling umum adalah <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/alzheimer-dan-demensia-pada-lansia-wajib-tahu-perbedaannya\/\">penyakit Alzheimer<\/a>, bahkan menyumbang 60% dari kasus yang ada di seluruh dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia dini atau <em>young-onset demensia<\/em> adalah jenis demensia yang bisa menyerang seseorang berumur di bawah 65 tahun, seperti usia 30-an, 40-an, atau bahkan 50-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, jenis demensia ini hampir sama dengan yang menyerang orang tua. Namun, dampak yang ditimbulkan bisa berbeda karena penderitanya masih memiliki usia yang produktif.\u00a0<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-demensia-dini-dan-cara-memperkecil\/#Penyebab_Demensia_Dini\" >Penyebab Demensia Dini\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-demensia-dini-dan-cara-memperkecil\/#Cara_Mengurangi_Risiko_Demensia\" >Cara Mengurangi Risiko Demensia\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Demensia_Dini\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Demensia Dini\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab demensia dini secara umum hampir sama dengan yang menyerang orang tua. Akan tetapi, demensia dini bisa memiliki gejala yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah beberapa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> penyebab demensia dini:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit alzheimer turunan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit alzheimer adalah penyebab demensia dini yang paling umum. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alzheimer bisa terjadi ketika ketika protein menumpuk di otak dan membentuk struktur yang disebut &#8216;plak&#8217; dan &#8216;serat\/belitan neurofibriler&#8217;.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adanya plak dan serat inilah yang membuat sel-sel di otak menjadi mati dan memengaruhi fungsi otak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada 50% kemungkinan orang tua bisa menurunkan alzheimer kepada anak mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Alzheimer atipikal\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab demensia dini selanjutnya adalah alzheimer atipikal. Alzheimer atipikal lebih mungkin menyerang orang yang lebih muda daripada orang tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejalanya pun bisa berbeda-beda, tergantung pada kasus tiap individu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada <em>Posterior Cortical Atrophy<\/em> atau PCA, gejala pertama biasanya adalah kesulitan untuk memahami informasi secara visual, seperti kesulitan membaca dari kejauhan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian pada <em>Logopenic aphasia<\/em>, gejala awal yang mungkin muncul adalah kesulitan berbahasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti mengambil jeda ketika bicara terlalu lama atau kesulitan menemukan kata-kata yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, pada <em>Dysexecutive alzheimer<\/em>, gejala umumnya berupa kesulitan dalam mengambil keputusan atau membuat rencana, serta memiliki kecenderungan untuk bersikap tidak sopan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Down syndrome <\/i><\/b><b>dan <\/b><b><i>learning disabilities\u00a0<\/i><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya, penyebab demensia dini juga bisa berupa kondisi <em>down syndrome<\/em> dan <em>learning disabilities<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Orang-orang yang memiliki masalah dalam belajar atau memiliki kondisi <em>down syndrome<\/em> cenderung lebih rentan terkena demensia ketika mereka masih muda. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini bisa disebabkan oleh penyakit alzheimer.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Frontotemporal dementia\u00a0<\/i><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demensia frontotemporal merupakan kondisi akibat rusaknya lobus samping atau depan otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini sering terjadi pada orang yang lebih muda, yang umumnya berusia antara 45 sampai 65 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kerusakan otak karena alkohol\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab demensia dini yang terakhir adalah karena alkohol. <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pertolongan-pertama-pada-keracunan-alkohol\/\">Konsumsi alkohol<\/a> yang berlebihan selama beberapa tahun bisa menyebabkan kerusakan otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerusakan otak karena alkohol lebih sering terjadi pada pria, terutama yang berusia 40-an hingga 50-an.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Penyebabnya adalah kekurangan vitamin B1, kerusakan saraf otak dari alkohol, <em>head injuries<\/em>, dan pola diet yang buruk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika terkena kondisi ini, maka mereka akan memiliki kesulitan untuk memecahkan masalah, sulit membuat rencana, sulit mengatur sesuatu, dulit fokus, hingga tidak bisa mengendalikan emosi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam jangka panjang, ini bisa menyebabkan kesulitan untuk mempelajari keahlian baru, serta perubahan pada perilaku dan sikap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbagai penyebab demensia dini tersebut pada akhirnya akan memicu gejala yang sama dengan demensia pada orang tua. Beberapa gejala tersebut antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kebingungan\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Hilangnya memori yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Sulit untuk menyelesaikan tugas tertentu\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Perilaku yang berulang-ulang (repetitif)\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Masalah dengan bahasa\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Menarik diri dari keluarga dan teman-teman di sekitar\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Kehilangan kemampuan untuk membuat penilaian dan berpikir jernih\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">hingga perubahan perilaku.\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengurangi_Risiko_Demensia\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Mengurangi Risiko Demensia\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui berbagai penyebab demensia dini, penting juga untuk mengetahui cara mengurangi risiko demensia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak sekali bukti penelitian yang menunjukkan bahwa gaya hidup bisa memengaruhi risiko terkena demensia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang-orang yang memiliki gaya hidup sehat cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena demensia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Inilah beberapa gaya hidup yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi risiko demensia:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Hindari merokok dan minum alkohol\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merokok dan minum alkohol akan memperbesar risiko terkena demensia. Asap rokok bisa memberi dampak buruk pada peredaran darah, terutama yang mengalir ke otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, terlalu banyak mengonsumsi alkohol membuat otak menerima banyak kimia yang berbahaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jaga kesehatan mental dan aktif bersosialisasi\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Orang-orang yang memiliki masalah dengan depresi, memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena demensia. Inilah yang membuat <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/masalah-kesehatan-mental-pada-lansia\/\">kesehatan mental<\/a> begitu penting untuk dijaga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastikan Anda juga selalu aktif bersosialisasi agar kemampuan otak melepaskan stress dan mengelola suasana hati tetap terjaga.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Olahraga secara teratur\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/olahraga-yang-baik-di-rumah\/\">Olahraga<\/a> teratur akan memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan, termasuk mengurangi risiko demensia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, olahraga bisa membantu menjaga kesehatan mental, peredaran darah, dan menjaga kesehatan jantung.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lindungi kesehatan penglihatan dan pendengaran\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehilangan pendengaran dan penglihatan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena demensia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga kesehatan penglihatan dan pendengaran sedini mungkin.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lindungi kepala\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cedera otak traumatis bisa merupakan akibat dari pukulan atau benturan di kepala, apalagi jika orang tersebut mengalami kondisi tidak sadar atau pingsan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika hal ini terjadi, maka zat-zat yang menyebabkan penyakit Alzheimer bisa menumpuk di sekitar area yang cedera. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh karena itu, pastikan Anda selalu melindungi kepala, terutama jika sedang melakukan aktivitas berisiko.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti misalnya dengan memakai helm saat\u00a0 mengendarai motor atau sepeda, memakai helm proyek saat berada di area konstruksi, dan menggunakan helm ketika naik kuda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jaga kesehatan tubuh jangka panjang\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa penyakit tertentu seperti <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-darah-tinggi\/\">tekanan darah tinggi<\/a> juga bisa meningkatkan risiko terkena demensia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh jangka panjang. Caranya bisa dengan melakukan<em> check up<\/em> secara rutin ke dokter. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, imbangi juga dengan menjaga pola makan dan diet agar tubuh senantiasa sehat dan terbebas dari obesitas yang juga bisa meningkatkan risiko demensia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah berbagai penyebab demensia dini. Agar bisa memperkecil risiko terkena demensia, pastikan Anda selalu menjaga pola hidup yang sehat untuk menghindarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, jika Anda merasa ada tanda kesehatan yang mengarah ke demensia, segera ke dokter atau bisa dengan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">panggil perawat ke rumah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Caranya, cukup dengan menghubungi via <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call Center 24 jam<\/a> atau bisa juga lewat aplikasi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">Medi-Call<\/a>. Dengan penanganan dan pencegahan, risiko terkena demensia dini bisa semakin Anda kurangi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">World Health Organization. Dementia [Internet]. World Health Organization. World Health Organization; 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dementia\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dementia<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">\u200cDementia UK. What Is Young Onset dementia? [Internet]. Dementia UK. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.dementiauk.org\/information-and-support\/young-onset-dementia\/what-is-young-onset-dementia\/\">https:\/\/www.dementiauk.org\/information-and-support\/young-onset-dementia\/what-is-young-onset-dementia\/<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Alzheimer&#8217;s Society. Reduce your risk of dementia | Alzheimer\u2019s Society &#8211; Connected Content [Internet]. www.alzheimers.org.uk. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.alzheimers.org.uk\/about-dementia\/managing-the-risk-of-dementia\/reduce-your-risk-of-dementia\">https:\/\/www.alzheimers.org.uk\/about-dementia\/managing-the-risk-of-dementia\/reduce-your-risk-of-dementia<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Australia H. Younger onset dementia [Internet]. www.healthdirect.gov.au. 2020. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.healthdirect.gov.au\/younger-onset-dementia\">https:\/\/www.healthdirect.gov.au\/younger-onset-dementia<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">\u200cAlzheimer&#8217;s Society. What causes young-onset dementia? [Internet]. Alzheimer\u2019s Society. 2018. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.alzheimers.org.uk\/about-dementia\/types-dementia\/what-causes-young-onset-dementia\">https:\/\/www.alzheimers.org.uk\/about-dementia\/types-dementia\/what-causes-young-onset-dementia<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak hanya menyerang orang tua, nyatanya demensia bisa menyerang anak muda. Lantas, apa penyebab demensia dini?\u00a0 Melansir dari laman World Health Organization, saat ini ada lebih dari 55 juta orang yang menderita demensia di seluruh dunia. Setiap tahunnya bahkan ada lebih dari 10 juta kasus baru.\u00a0 Demensia merupakan hasil dari berbagai macam penyakit yang bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":423315,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[303,302],"tags":[13,82,14,27,55],"class_list":["post-423314","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hidup-sehat","category-penyakit-degeneratif","tag-dokter-home-visit","tag-home-care","tag-homecare","tag-medi-call","tag-perawat-home-care"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=423314"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423842,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423314\/revisions\/423842"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/423315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=423314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=423314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=423314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}