{"id":423707,"date":"2024-11-10T14:42:41","date_gmt":"2024-11-10T07:42:41","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=423707"},"modified":"2024-11-14T11:01:56","modified_gmt":"2024-11-14T04:01:56","slug":"gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/","title":{"rendered":"Anthrax pada Manusia: Kenali Jenis, Gejala, dan Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Sumber utama infeksi <\/b><b>anthrax pada manusia<\/b><b> yakni kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan hewan-hewan yang terinfeksi atau terkontaminasi.\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anthrax itu sendiri sebenarnya penyakit langka. Penyebabnya adalah bakteri pembentuk spora, yakni <em>Bacillus anthracis<\/em>. Kondisi anthrax umumnya memengaruhi hewan ternak maupun liar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk infeksi dari orang ke orang, laman <em>Mayo Clinic<\/em> menyebutkan belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan kebenarannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tetapi, tetap ada kemungkinan jika anthrax bisa menular lewat kontak langsung pada benda-benda yang terkontaminasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, bakteri anthrax akan masuk ke tubuh lewat <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-merawat-luka-jahitan-basah-agar-cepat-kering\/\">luka<\/a> yang ada pada kulit. Selain itu, Anda pun bisa terinfeksi jika memakan daging yang sudah terkontaminasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-89703 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Gambaran_Anthrax_pada_Manusia\" >Gambaran Anthrax pada Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Gejala_Anthrax_pada_Manusia_Berdasarkan_Jenisnya\" >Gejala Anthrax pada Manusia Berdasarkan Jenisnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Faktor_Risiko\" >Faktor Risiko<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Komplikasi_Anthrax_pada_Manusia\" >Komplikasi Anthrax pada Manusia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Metode_Pencegahan_Anthrax\" >Metode Pencegahan Anthrax<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-dan-pencegahan-anthrax-pada-manusia\/#Kapan_Harus_ke_Dokter\" >Kapan Harus ke Dokter?\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gambaran_Anthrax_pada_Manusia\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gambaran Anthrax pada Manusia<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Orang-orang yang mengalami anthrax umumnya karena bersentuhan dengan hewan yang sudah terinfeksi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, juga ketika orang mengonsumsi produk-produk hewani yang telah terkontaminasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Manusia bisa saja menghirup spora anthrax, makan dan minum air yang sebenarnya telah mengandung spora, atau langsung terpapar spora di luka dan goresan pada kulit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala yang muncul sangat bervariasi tergantung pada cara Anda terinfeksi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya melalui sentuhan pada kulit, makanan yang terkontaminasi yang dikonsumsi, spora yang dihirup, atau melalui injeksi\/suntikan secara langsung ke pembuluh darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk pengobatan, biasanya pemberian antibiotik bisa menyembuhkan sebagian besar kasus anthrax pada manusia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, untuk anthrax yang dihirup lebih sukar untuk diobati dan akibatnya bisa fatal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski begitu, laman <em>U.S. Centers for Disease Control<\/em> (CDC) juga menyebut jika kebanyakan orang tidak akan pernah terkena anthrax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tapi, potensinya lebih besar pada orang dengan pekerjaan, hobi, maupun aktivitas yang menempatkannya dalam kondisi risiko paparan lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya seperti bekerja di peternakan, laboratorium penelitian mikrobiologi, maupun di industri pengolahan hewan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Anthrax_pada_Manusia_Berdasarkan_Jenisnya\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Anthrax pada Manusia Berdasarkan Jenisnya<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari CDC, jenis penyakit anthrax tergantung pada bagaimana cara bakteri pemicunya memasuki tubuh manusia. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, menurut <em>Mayo Clinic<\/em> juga terdapat gejala yang berbeda dari masing-masing jenisnya. Berikut penjelasannya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Anthrax kulit<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertama, yakni infeksi anthrax yang berkaitan dengan kulit. Maksudnya adalah bakteri pemicu anthrax memasuki tubuh Anda lewat bagian kulit atau bagian yang luka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Antraks kulit merupakan rute infeksi masuknya spora yang paling umum, sekaligus paling ringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan melalui tahap perawatan yang tepat, anthrax jenis ini jarang mengakibatkan kondisi fatal. Adapun gejalanya seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-limfoma-pada-anak\/\">benjolan<\/a> dan gatal seperti gigitan serangga yang perkembangannya cepat dan jadi luka tanpa rasa sakit. Ada juga bagian yang berwarna hitam.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami bengkak pada luka dan kelenjar getah bening di sekitar luka.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terkadang muncul gejala yang tidak spesifik seperti flu, demam, dan sakit kepala.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anthrax pada manusia jenis ini bisa Anda alami ketika spora pemicunya menembus kulit, serta paling sering melewati luka yang terbuka.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Anthrax gastrointestinal (pencernaan)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis anthrax pada manusia selanjutnya adalah anthrax gastrointestinal. Infeksi ini terjadi karena Anda memakan daging kurang matang dan berasal dari hewan yang sudah terinfeksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat Anda sudah terinfeksi, maka dapat mempengaruhi saluran pencernaan. Adapun gejala yang bisa Anda amati dari jenis anthrax ini seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Muntah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit kepala<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit perut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehilangan nafsu makan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit tenggorok<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kesulitan menelan<\/span><\/li>\n<li><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-limfoma-pada-anak\/\">Leher bengkak<\/a><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Diare berdarah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/vitamin-untuk-lindungi-tubuh-dari-virus\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u22f943cacf07e4561383338f347e79fc\"><style> .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .postImageUrl , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:hover , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:visited , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:active { border:0!important; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:active , .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u22f943cacf07e4561383338f347e79fc:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u22f943cacf07e4561383338f347e79fc-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">4 Jenis Vitamin untuk Lindungi Tubuh dari Virus dan Penyakit Lainnya<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Anthrax Inhalasi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya yakni anthrax inhalasi. Jenis anthrax pada manusia ini dapat berkembang saat Anda menghirup spora bakteri penyebab anthrax.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan pernyataan dari <em>Mayo Clinic<\/em>, ini merupakan jenis yang paling mematikan. Bahkan, ini masih sering berakibat fatal meski sudah melakukan pengobatan. Gejalanya seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Flu beberapa jam ataupun hari<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sakit tenggorok<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan (pada tahap awal penyakit)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kelelahan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nyeri otot<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batuk darah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi (pada tahap lanjutan)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Syok<\/span><\/li>\n<li><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penanganan-meningitis\/\">Sakit kepala dan penurunan kesadaran<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melansir dari laman NCBI, anthrax inhalasi menunjukkan angka kematian yang tercatat sudah lebih dari 80% meski telah melakukan tahap pengobatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Anthrax Injeksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, anthrax pada manusia juga ditemukan masuk dengan rute injeksi atau suntikan langsung ke pembuluh darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejauh ini yang dilaporkan, menurut laman <em>Mayo Clinic<\/em>, adalah di Eropa. Masuknya spora yakni melalui suntikan obat-obat terlarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sama halnya dengan ketiga jenis anthrax lain, anthrax injeksi juga menimbulkan gejala seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Warna kemerahan di area injeksi meski tak berwarna hitam seperti pada anthrax kulit.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-hilangkan-bengkak-akibat-luka\/\">pembengkakan<\/a> yang signifikan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengalami syok (kondisi medis ketika tubuh tidak mendapatkan cukup darah atau oksigen yang bisa mengancam jiwa).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gagal organ.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sakit kepala dan penurunan kesadaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Risiko\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Faktor Risiko<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda akan memiliki risiko yang lebih besar tertular anthrax jika langsung bersentuhan dengan spora yang memicunya. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anda bekerja untuk menangani kulit binatang, bulu, atau wol dari area yang memiliki insiden anthrax tinggi.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bekerja dalam bidang kedokteran hewan dan sering berurusan dengan hewan ternak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menangani hewan buruan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menyuntikkan obat-obatan yang terlarang seperti heroin.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komplikasi_Anthrax_pada_Manusia\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Komplikasi Anthrax pada Manusia<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adapun komplikasi paling serius yang bisa terjadi pada manusia seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Syok sepsis: peradangan hebat yang terjadi pada seluruh tubuh akibat respons terhadap infeksi dan ini mengakibatkan kegagalan berbagai sistem organ.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Peradangan selaput otak dan selaput sumsum tulang belakang. Hal ini dapat berakibat pendarahan hebat di otak dan menyebabkan kematian.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Pencegahan_Anthrax\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Metode Pencegahan Anthrax<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Guna mencegah infeksi setelah Anda mungkin terpapar spora, maka ada langkah yang direkomendasikan seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan pengobatan 60 hari dengan antibiotik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Seri tiga dosis vaksin anthrax.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan menggunakan antibodi monoklonal.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_ke_Dokter\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Harus ke Dokter?\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak penyakit umum yang awal gejalanya seperti flu. Selain itu, kemungkinan jika sakit tenggorok dan otot Anda terjadi akibat anthrax memanglah sangat kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-89703 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tapi, jika Anda berpikir sudah terpapar karena faktor-faktor seperti ada di lingkungan dengan risiko anthrax tinggi, maka sebaiknya langsung <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\">panggil dokter ke rumah<\/a> untuk konsultasi, diagnosis, hingga perawatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda bisa menghubungi nomor <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">WhatsApp Medi-Call<\/a> atau melalui <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk memudahkan memanggil dokter terdekat dari lokasi, kapan saja, dan di mana saja.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><span style=\"color: #000000;\"><!--more--><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Doganay M, Dinc G, Kutmanova A, Baillie L. Human Anthrax: Update of the Diagnosis and Treatment. Diagnostics [Internet]. 2023 Jan 1;13(6):1056. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mdpi.com\/2075-4418\/13\/6\/1056\">https:\/\/www.mdpi.com\/2075-4418\/13\/6\/1056<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Information NC for B, Pike USNL of M 8600 R, MD B, Usa 20894. Anthrax in humans [Internet]. www.ncbi.nlm.nih.gov. World Health Organization; 2008. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK310487\/\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK310487\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention. About Anthrax [Internet]. Anthrax. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/anthrax\/about\/index.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/anthrax\/about\/index.html<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anthrax-Anthrax &#8211; Symptoms &amp; causes [Internet]. Mayo Clinic. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/anthrax\/symptoms-causes\/syc-20356203#\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/anthrax\/symptoms-causes\/syc-20356203#<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hendricks K, Vieira A, Traxler R, Marston C. Anthrax | CDC Yellow Book 2024 [Internet]. wwwnc.cdc.gov. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/wwwnc.cdc.gov\/travel\/yellowbook\/2024\/infections-diseases\/anthrax\">https:\/\/wwwnc.cdc.gov\/travel\/yellowbook\/2024\/infections-diseases\/anthrax<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber utama infeksi anthrax pada manusia yakni kontak secara langsung maupun tidak langsung dengan hewan-hewan yang terinfeksi atau terkontaminasi.\u00a0 Anthrax itu sendiri sebenarnya penyakit langka. Penyebabnya adalah bakteri pembentuk spora, yakni Bacillus anthracis. Kondisi anthrax umumnya memengaruhi hewan ternak maupun liar.\u00a0 Untuk infeksi dari orang ke orang, laman Mayo Clinic menyebutkan belum ada bukti yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":423713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[63,27,131],"class_list":["post-423707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-kesehatan","tag-medi-call","tag-penyakit-akibat-virus"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=423707"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":423786,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423707\/revisions\/423786"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/423713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=423707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=423707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=423707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}