{"id":423981,"date":"2024-12-01T09:44:53","date_gmt":"2024-12-01T02:44:53","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=423981"},"modified":"2024-12-01T09:44:53","modified_gmt":"2024-12-01T02:44:53","slug":"10-penyakit-pada-lansia-yang-perlu-diwaspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/10-penyakit-pada-lansia-yang-perlu-diwaspadai\/","title":{"rendered":"Inilah 10 Penyakit pada Lansia yang Harus Diwaspadai Beserta Penyebabnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Cari tahu 10 penyakit pada lansia, mulai dari hipertensi (tekanan darah tinggi) hingga demensia. Pelajari juga penyebab, serta langkah pencegahan dan pengobatannya.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memasuki usia lanjut, tubuh mengalami banyak perubahan yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Riwayat keluarga, genetika, dan usia membuat seseorang lebih berisiko menghadapi berbagai <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/masalah-kesehatan-pada-lansia-yang-perlu-diwaspadai\/\">penyakit<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setidaknya ada 10 penyakit pada lansia yang rentan menyerang di usia lanjut. Maka dari itu, penting untuk mewaspadai 10 penyakit pada lansia ini agar bisa melakukan pencegahan sejak dini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lebih lanjut, di bawah ini adalah penjelasan mengenai 10 penyakit pada lansia agar bisa melakukan pencegahan atau penanganan yang tepat.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_390491\" aria-describedby=\"caption-attachment-390491\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-390491 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"banner caregiver medi-call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Banner-Pop-Up-Caregiver-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-390491\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Caregiver di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">10 Penyakit pada Lansia yang Perlu Diwaspadai<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami penurunan fungsi yang membuat lansia lebih rentan terhadap berbagai penyakit. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyak dari kondisi ini berkembang secara perlahan, sehingga sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk itu, pemahaman tentang penyakit-penyakit yang umum terjadi pada lansia sangatlah penting agar kita bisa memberikan perhatian yang lebih terhadap gejala-gejala yang muncul dan mengambil langkah pencegahan yang tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setidaknya, ada 10 penyakit pada lansia yang harus diwaspadai sejak dini. Berikut adalah 10 penyakit pada lansia yang perlu diwaspadai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Hipertensi (tekanan darah tinggi)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">10 penyakit pada lansia yang perlu diwaspadai yang pertama adalah <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/ciri-penyakit-hipertensi\/\">hipertensi<\/a>, yaitu ketika tekanan dari darah yang mendorong dinding arteri, menjadi terlalu tinggi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari <em>National Council on Aging<\/em>, hampir 60% lansia menjalani pengobatan untuk hipertensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hipertensi perlu diwaspadai karena jika tidak diobati, hipertensi dapat merusak organ vital Anda, yang mengakibatkan masalah medis yang mengancam jiwa. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari <em>National Council of Aging<\/em>, hipertensi yang tidak ditangani dapat memicu serangan jantung, stroke, penyakit jantung, angina (nyeri dada), gagal ginjal, hingga kehilangan penglihatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, hipertensi juga dapat memicu demensia vaskular (demensia yang disebabkan oleh kerusakan jaringan otak), aneurisma (tonjolan pada dinding arteri), hingga disfungsi seksual.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak faktor yang memengaruhi tekanan darah, termasuk kadar hormon, kondisi pembuluh darah dan ginjal, serta jumlah air dan garam dalam tubuh Anda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mencegah atau mengurangi tekanan darah tinggi, lansia dapat menjaga berat badan yang sehat, mengatur tingkat stres, rutin olahraga, menjaga asupan garam setiap hari agar tidak berlebihan, dan periksa tekanan darah secara rutin.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kolesterol tinggi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cek-kadar-kolesterol\/\">kolesterol tinggi<\/a> juga merupakan satu dari 10 penyakit pada lansia yang perlu diwaspadai. Lebih dari 50% lansia dirawat karena penyakit kolesterol tinggi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, pemeriksaan kolesterol meliputi tiga jenis utama, yaitu <em>low-density lipoprotein<\/em> (LDL), <em>high-density lipoprotein<\/em> (HDL) yang dikenal sebagai &#8216;lemak baik,&#8217; dan trigliserida.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi kolesterol tinggi tidak hanya disebabkan oleh kelebihan LDL atau yang sering disebut &#8216;lemak jahat,&#8217; tetapi juga mencakup keseluruhan kadar kolesterol dalam tubuh, yang mengakibatkan arteri tersumbat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini perlu diwaspadai karena berdasarkan salah satu <em>Journal of the American College of Cardiology<\/em>, penyakit arteri koroner merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas (kematian)\u00a0 pada orang lanjut usia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gaya hidup dan faktor genetik sangat berpengaruh terhadap kolesterol tinggi. Gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, yaitu kebiasaan merokok dan minum alkohol, stres, dan aktivitas fisik yang rendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk, seperti porsi makan berlebihan, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan berlemak, hingga terlalu sering makan makanan manis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah atau mengelola kolesterol tinggi adalah dengan tetap aktif bergerak, kelola berat badan, serta mengurangi lemak jenuh dan lemak trans dalam asupan makanan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Obesitas<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/efek-kurang-tidur\/\">Obesitas<\/a> juga merupakan satu dari 10 penyakit pada lansia yang perlu diwaspadai. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seiring bertambah tua, terutama jika sakit dan tidak terlalu aktif secara fisik, kita cenderung kehilangan massa otot. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Massa otot kemudian digantikan oleh lemak. Simpanan lemak pun meningkat dan meningkatkan risiko terkena obesitas dan penyakit lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obesitas dapat memicu masalah kesehatan lain, seperti menekan sendi yang menyebabkan disfungsi sendi dan gangguan mobilitas (misalnya seperti pengapuran sendi), serta disfungsi paru (misalnya seperti infeksi saluran pernapasan dan emboli paru).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, obesitas juga dapat memicu <em>obstructive sleep apnea<\/em> (gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mencegah dan mengatasinya, penting untuk menjaga pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan berserat tinggi, rendah gula dan garam, serta kaya akan vitamin.<\/span><b><\/b><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Radang sendi atau arthritis<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di antara 10 penyakit pada lansia, salah satunya juga ada radang sendi atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/3-jenis-terapi-untuk-penderita-osteoarthritis-yang-efektif-perkuat-otot-sendi\/\">arthritis<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari laman <em>Home Instead<\/em>, arthritis memengaruhi hampir 60 juta orang dewasa. Meskipun arthritis umum terjadi pada lansia, namun penyakit ini bukan merupakan bagian normal dari penuaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arthritis sendiri adalah pembengkakan dan nyeri pada satu atau beberapa sendi. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis arthritis yang paling umum adalah osteoartritis (pengapuran) dan arthritis reumatoid, meskipun ini biasanya terjadi pada usia yang relatif lebih muda dan bukan pada populasi lansia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Arthritis pada lansia perlu diwaspadai karena dapat membatasi aktivitas sehari-hari, meningkatkan risiko jatuh, dan memicu patah tulang. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nyeri sendi yang tidak ditangani juga dapat mengurangi mobilitas dan keseimbangan, sehingga risiko jatuh dan cedera semakin besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa faktor risiko dari arthritis adalah riwayat keluarga, usia, cedera sendi, dan obesitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> Untuk mengatasinya, rutinlah berolahraga, menjaga berat badan tetap ideal, mencegah terjadinya cedera sendi, serta menghindari kebiasaan merokok.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit jantung koroner<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hampir 29% lansia harus mendapatkan perawatan untuk penyakit jantung iskemik atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/kenali-faktor-resiko-penyakit-jantung-koroner\/\">penyakit jantung koroner<\/a>, yakni penumpukan plak yang menyempitkan pembuluh arteri menuju jantung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyempitan atau penyumbatan arteri ini mengurangi suplai darah dengan oksigen ke jantung, yang dapat menyebabkan keluhan nyeri dada (angina) hingga serangan jantung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah-langkah untuk membantu mengelola penyakit jantung koroner bisa dengan menghindari asupan lemak jenuh dan trans (seperti makanan yang digoreng, pie, margarin, mie instan, mentega, minyak kelapa, dll), batasi konsumsi gula dan garam, dan tidur 7-8 jam setiap malam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, penting juga untuk mengelola stres dengan baik, olahraga kardio secara teratur, serta konsultasikan dengan dokter tentang faktor risiko utama, seperti kolesterol tinggi, penyakit kencing manis (diabetes mellitus), dan tekanan darah tinggi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Diabetes<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari laman WHO, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-diabetes\/\">diabetes<\/a> termasuk ke dalam penyakit umum yang berkaitan dengan penuaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Diabetes sendiri merupakan penyakit yang terjadi ketika tubuh resisten terhadap insulin atau tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Insulin diperlukan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi dan mendistribusikannya ke sel-sel tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika proses ini tidak berjalan dengan baik, kadar gula darah meningkat, yang dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit ginjal, penyakit jantung, hingga kebutaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah atau mengelola diabetes, lansia perlu menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, dan menurunkan berat badan 5-7% jika berat badannya berlebih atau mempunyai obesitas.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit ginjal kronis<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di antara 10 penyakit pada lansia, penyakit selanjutnya yang perli diwaspadai adalah penyakit ginjal kronis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hampir 25% lansia perlu mendapatkan perawatan karena penyakit ginjal kronis, yaitu penurunan fungsi ginjal secara perlahan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orang yang mengalami penyakit ginjal kronis memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung atau gagal ginjal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit ini bisa disebabkan oleh diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis, riwayat pribadi dengan cedera ginjal akut, hingga kebiasaan merokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah-langkah untuk mencegah atau mengurangi gejala penyakit ginjal kronis bisa dengan mengendalikan penyakit yang menjadi penyebabnya, konsultasikan dengan dokter secara teratur, lakukan skrining rutin, dan patuhi resep obat yang diperlukan untuk mengurangi gejala.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gagal Jantung<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Satu dari 10 penyakit pada lansia berikutnya ada penyakit gagal jantung, yakni kondisi di mana jantung tidak mampu memasok darah dan oksigen secara memadai ke seluruh organ tubuh. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akibatnya, penderitanya kekurangan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lansia yang mengalami gagal jantung umumnya sudah memiliki masalah jantung kronis. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penurunan kesehatan fisik akibat proses penuaan dan pengelolaan masalah jantung yang kurang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah atau mengurangi gejala gagal jantung dengan mengikuti anjuran dokter untuk menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Depresi dan demensia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">WHO juga menyebutkan bahwa depresi dan demensia termasuk ke dalam 10 penyakit pada lansia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Depresi menyebabkan perasaan sedih, pesimisme, putus asa, kelelahan, kesulitan membuat keputusan, perubahan nafsu makan, serta kehilangan minat dalam beraktivitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara demensia adalah istilah umum untuk menggambarkan hilangnya ingatan, kemampuan bahasa, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir lainnya yang cukup parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengobatan depresi dan demensia pada lansia tergantung pada kondisi lansia, namun bisa berupa terapi, dukungan keluarga, dan jika diperlukan, pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/masalah-kesehatan-mental-pada-lansia\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"uae4e68f6021009c2392b8237d322a581\"><style> .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .postImageUrl , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:hover , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:visited , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:active { border:0!important; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:active , .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581 .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .uae4e68f6021009c2392b8237d322a581:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"uae4e68f6021009c2392b8237d322a581-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Masalah Kesehatan Mental Pada Lansia yang Perlu Diperhatikan<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terakhir, di antara 10 penyakit pada lansia, ada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi yang paling dikenal dalam kategori penyakit ini adalah bronkitis kronis dan emfisema.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bronkitis disebabkan oleh infeksi yang menyerang paru-paru dan saluran pernapasan, yang menyebabkan penumpukan lendir berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit ini termasuk yang perlu diwaspadai pada lansia karena dilansir dari <em>Assisting Hands Schaumburg<\/em>, orang yang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi akibat bronkitis kronis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerusakan paru-paru, akibat bronkitis (terutama jika kronis), berpotensi menyebabkan infeksi yang lebih parah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merokok merupakan salah satu faktor penyumbang terbesar terhadap perkembangan bronkitis kronis, yang berarti bahwa berhenti merokok merupakan cara terbaik untuk mengatasinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, menjaga makan yang sehat, istirahat yang cukup, menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting untuk mencegah dan mengelola penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_293681\" aria-describedby=\"caption-attachment-293681\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-293681 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Nurse-Visit-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-293681\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu dia 10 penyakit pada lansia yang perlu diwaspadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila Anda memiliki orang tua atau lansia memiliki gejala atau mengidap salah satu dari 10 penyakit pada lansia di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Partner Medi-Call yang terdiri dari <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">dokter umum<\/a> maupun <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/perawat?utm_source=blog&amp;utm_medium=link&amp;utm_campaign=blog_link_service\">perawat lansia<\/a> selalu siap untuk membantu menangani masalah kesehatan pada lansia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Informasi lebih lanjut hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Call-Center 24 Jam<\/a> atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Council on Aging. The National Council on Aging [Internet]. www.ncoa.org. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ncoa.org\/article\/the-top-10-most-common-chronic-conditions-in-older-adults\/\">https:\/\/www.ncoa.org\/article\/the-top-10-most-common-chronic-conditions-in-older-adults\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Institute on Aging. High Blood Pressure and Older Adults [Internet]. National Institute on Aging. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nia.nih.gov\/health\/high-blood-pressure\/high-blood-pressure-and-older-adults\">https:\/\/www.nia.nih.gov\/health\/high-blood-pressure\/high-blood-pressure-and-older-adults<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">McKee A, Morley JE. Obesity in the Elderly [Internet]. Nih.gov. MDText.com, Inc.; 2018. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK532533\/\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK532533\/<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Obesity in the Elderly [Internet]. Obesity Action Coalition. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.obesityaction.org\/resources\/obesity-in-the-elderly\/\">https:\/\/www.obesityaction.org\/resources\/obesity-in-the-elderly\/<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Nasir M. How to Prevent Obesity in Old Age [Internet]. ConsidraCare. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.considracare.com\/preventing-obesity-at-old-age\/\">https:\/\/www.considracare.com\/preventing-obesity-at-old-age\/<\/a> \u200c<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tips for Managing Arthritis [Internet]. www.homeinstead.com. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.homeinstead.com\/care-resources\/health-conditions\/managing-senior-arthritis\/\">https:\/\/www.homeinstead.com\/care-resources\/health-conditions\/managing-senior-arthritis\/<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">\u200cWorld Health Organization. Ageing and Health [Internet]. World Health Organization. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/ageing-and-health\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/ageing-and-health<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Kidney Foundation. Chronic Kidney Disease (CKD) [Internet]. National Kidney Foundation. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.kidney.org\/kidney-topics\/chronic-kidney-disease-ckd\">https:\/\/www.kidney.org\/kidney-topics\/chronic-kidney-disease-ckd<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">kEYSTONE HEALTH. Geriatric Diseases: Age-Related Medical Conditions &amp; Illnesses [Internet]. Keystone Health. 2021. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/keystone.health\/geriatric-diseases\">https:\/\/keystone.health\/geriatric-diseases<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">What Is Hypertension? Are You at Risk? [Internet]. Ncoa.org. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ncoa.org\/article\/what-is-hypertension-a-straightforward-guide-for-older-adults\/\">https:\/\/www.ncoa.org\/article\/what-is-hypertension-a-straightforward-guide-for-older-adults\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Momtcheva D. Tips for Preventing and Treating Bronchitis in the Elderly [Internet]. In Home Care &#8211; Assisting Hands &#8211; Schaumburg, IL. Assisting Hands Home Care; 2024 [cited 2024 Nov 25]. Available from: <\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cari tahu 10 penyakit pada lansia, mulai dari hipertensi (tekanan darah tinggi) hingga demensia. Pelajari juga penyebab, serta langkah pencegahan dan pengobatannya. Memasuki usia lanjut, tubuh mengalami banyak perubahan yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.\u00a0 Riwayat keluarga, genetika, dan usia membuat seseorang lebih berisiko menghadapi berbagai penyakit.\u00a0 Setidaknya ada 10 penyakit pada lansia yang rentan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":423996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[300,302],"tags":[96,27,76,64,62],"class_list":["post-423981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lansia","category-penyakit-degeneratif","tag-masalah-lansia","tag-medi-call","tag-panggil-perawat-ke-rumah","tag-perawat-lansia","tag-perawat-lansia-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=423981"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424001,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/423981\/revisions\/424001"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/423996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=423981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=423981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=423981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}