{"id":424002,"date":"2024-12-01T10:52:20","date_gmt":"2024-12-01T03:52:20","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=424002"},"modified":"2024-12-01T10:52:20","modified_gmt":"2024-12-01T03:52:20","slug":"apakah-aneurisma-otak-adalah-penyakit-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apakah-aneurisma-otak-adalah-penyakit-berbahaya\/","title":{"rendered":"Apakah Aneurisma Otak adalah Penyakit Berbahaya yang Mengancam Jiwa? Temukan Jawabannya di Sini!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Aneurisma otak adalah kondisi berbahaya yang sering kali tidak menunjukkan gejala hingga mencapai tahap yang serius. Pelajari apa itu aneurisma otak, penyebab, jenis, gejala, dan faktor risikonya di sini!<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pernahkah Anda mendengar tentang aneurisma otak? Meski terdengar jarang, kondisi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tetapi,\u00a0 aneurisma otak adalah kondisi yang kasusnya lebih sering dialami perempuan, khususnya perempuan yang berusia di atas 40 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disebut sebagai <em>silent killer<\/em>, aneurisma otak adalah kondisi yang sering kali tidak menunjukkan gejala hingga mencapai tahap kritis. Fakta ini membuat banyak orang bertanya, seberapa mematikan sebenarnya aneurisma otak?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk memahami lebih dalam, mari simak informasi di bawah ini!<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_303917\" aria-describedby=\"caption-attachment-303917\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-303917 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Gejala Anak Autis Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-303917\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apakah-aneurisma-otak-adalah-penyakit-berbahaya\/#Aneurisma_Otak_adalah_Kondisi_Penonjolan_Pembuluh_Darah_Otak\" >Aneurisma Otak adalah Kondisi Penonjolan Pembuluh Darah Otak\u00a0<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apakah-aneurisma-otak-adalah-penyakit-berbahaya\/#Penyebab_Aneurisma_Otak\" >Penyebab Aneurisma Otak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apakah-aneurisma-otak-adalah-penyakit-berbahaya\/#Gejala_Aneurisma_Otak\" >Gejala Aneurisma Otak<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Aneurisma_Otak_adalah_Kondisi_Penonjolan_Pembuluh_Darah_Otak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Aneurisma Otak adalah Kondisi Penonjolan Pembuluh Darah Otak\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari <em>National Institutes of Health<\/em> (NIH), aneurisma otak adalah penyakit yang terjadi ketika titik lemah atau tipis pada arteri di otak menonjol keluar dan terisi dengan darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tonjolan akibat aneurisma ini dapat menekan saraf atau jaringan di otak. Selain itu, aneurisma juga dapat pecah atau ruptur, sehingga terjadi perdarahan ke jaringan di sekitarnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aneurisma yang pecah dapat memicu kondisi serius, seperti stroke hemoragik (perdarahan), kerusakan pada otak, koma, hingga berujung pada kematian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aneurisma otak yang berukuran kecil umumnya tidak menyebabkan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tanda-pendarahan-otak\/\">perdarahan<\/a> atau masalah serius lainnya. Biasanya, jenis aneurisma ini terdeteksi secara kebetulan saat pemeriksaan untuk kondisi medis lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aneurisma otak adalah kondisi yang dapat terjadi di bagian otak mana saja, tetapi sebagian besar terbentuk di arteri utama yang berada di sepanjang dasar tengkorak. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua jenis aneurisma otak memiliki potensi untuk pecah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak atau area sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis dan Ukuran Aneurisma Otak<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan laman <em>WebMD<\/em>, aneurisma otak adalah kondisi yang diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni aneurisma sakular, fusiform, dan mikotik. Berikut adalah penjelasannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Aneurisma sakular<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis aneurisma otak yang paling umum, aneurisma sakular juga dikenal sebagai \u201caneurisma beri\u201d karena bentuknya yang mirip dengan buah beri yang tergantung di sebuah ranting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma sakular berisi darah yang menonjol dari arteri utama atau salah satu cabangnya, serta biasanya terbentuk pada arteri di dasar otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Aneurisma fusiform\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma ini menyebabkan gelembung pada pembuluh darah dan menyebabkan seluruh sisi arteri membengkak.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Aneurisma mikotik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma ini disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus yang memengaruhi arteri di otak, yang menyebabkan dinding arteri menjadi lemah. Jenis aneurisma ini sangat jarang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain dibedakan berdasarkan jenisnya yang terdiri dari tiga kategori, aneurisma juga dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya menjadi tiga klasifikasi. Berikut adalah tiga ukuran aneurisma otak:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma kecil berdiameter kurang dari 11 mm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma besar berdiameter 11-25 mm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma sangat besar berdiameter lebih dari 25 mm.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tanda-pendarahan-otak\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b\"><style> .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .postImageUrl , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:hover , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:visited , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:active { border:0!important; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:active , .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u96c7d5f94f42b4bb4acffd3c326b4e2b-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Jangan Abai! Kenali dan Pahami Tanda Pendarahan Otak Berikut Ini<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Aneurisma_Otak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Aneurisma Otak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma otak adalah kondisi yang disebabkan oleh pelemahan pada dinding pembuluh darah di otak, sehingga terjadi gelembung atau menonjol seperti balon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi, meskipun penyebab pastinya tidak selalu diketahui dengan jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, terdapat beberapa kondisi tertentu yang dapat memperbesar risiko terjadinya aneurisma otak, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Merokok<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan pasti mengapa merokok meningkatkan risiko aneurisma otak masih belum jelas, namun dipercaya zat berbahaya dalam asap tembakau merusak dinding pembuluh darah.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Tekanan darah tinggi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Khususnya bagi individu yang memiliki risiko tinggi kelebihan berat badan atau gaya hidup yang kurang sehat.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Riwayat keluarga<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki anggota keluarga seperti orang tua atau saudara dengan riwayat aneurisma otak dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengembangkan kondisi yang sama.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Usia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring bertambahnya usia, terutama pada orang yang berusia di atas 40 tahun, risiko mengembangkan aneurisma otak meningkat.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis kelamin<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perempuan lebih mungkin mengalami aneurisma otak daripada laki-laki. Hal ini mungkin disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen secara signifikan setelah menopause.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Cedera kepala parah<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aneurisma otak adalah kondisi yang bisa terbentuk akibat cedera kepala yang parah, yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di otak.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini menyebabkan terbentuknya kista pada ginjal dan dapat meningkatkan kemungkinan aneurisma otak karena tekanan darah tinggi yang mempengaruhi dinding pembuluh darah yang lemah.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kelainan jaringan tubuh<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang memiliki kelainan pada jaringan tubuh, seperti sindrom Ehlers-Danlos (yang menyebabkan kelemahan pada jaringan ikat) atau sindrom Marfan (gangguan pada jaringan ikat), berisiko lebih tinggi mengidap aneurisma otak.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Koarktasio aorta<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyempitan aorta juga dapat meningkatkan risiko atau kemungkinan terjadinya aneurisma otak.<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Aneurisma_Otak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Aneurisma Otak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagian besar aneurisma otak adalah kondisi yang tidak menunjukkan gejala hingga mereka menjadi sangat besar atau pecah. Dengan kata lain, aneurisma kecil yang belum pecah umumnya tidak menunjukkan tanda-tanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan aneurisma yang lebih besar dan terus berkembang dapat menekan jaringan dan saraf, sehingga menyebabkan gejala sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit di atas dan di belakang mata<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mati rasa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lemah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelumpuhan pada satu sisi wajah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pupil mata yang membesar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perubahan penglihatan atau penglihatan ganda<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika aneurisma mengalami pecah, penderita akan merasakan sakit kepala yang datang secara tiba-tiba dan sangat parah. Selain itu, aneurisma otak yang pecah mungkin juga ditandai dengan gejala berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mual dan muntah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Leher kaku<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sensitivitas terhadap cahaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kejang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kehilangan kesadaran (bisa terjadi sementara atau berlangsung lama)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Henti jantung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-417719 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aneurisma yang pecah dengan cepat sangat berbahaya, bahkan dapat mengancam jiwa dan memerlukan perawatan medis segera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maka dari itu, jika Anda memiliki gejala aneurisma otak seperti di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda juga bisa memanggil <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\">dokter ke rumah<\/a> untuk konsultasi, diagnosis, hingga perawatan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda bisa menghubungi nomor <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">WhatsApp Medi-Call<\/a> atau melalui <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk memudahkan memanggil dokter terdekat dari lokasi, kapan saja, dan di mana saja.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Cerebral Aneurysms | National Institute of Neurological Disorders and Stroke [Internet]. www.ninds.nih.gov. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.ninds.nih.gov\/health-information\/disorders\/cerebral-aneurysms\">https:\/\/www.ninds.nih.gov\/health-information\/disorders\/cerebral-aneurysms<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">\u200chttps:\/\/www.facebook.com\/WebMD. What Is a Brain Aneurysm? [Internet]. WebMD. WebMD; 2017. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.webmd.com\/brain\/brain-aneurysm\">https:\/\/www.webmd.com\/brain\/brain-aneurysm<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Brain aneurysm &#8211; Causes [Internet]. nhs.uk. 2018. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/brain-aneurysm\/causes\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/brain-aneurysm\/causes\/<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">\u200cMayo Clinic. Brain aneurysm &#8211; Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/brain-aneurysm\/symptoms-causes\/syc-20361483\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/brain-aneurysm\/symptoms-causes\/syc-20361483<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aneurisma otak adalah kondisi berbahaya yang sering kali tidak menunjukkan gejala hingga mencapai tahap yang serius. Pelajari apa itu aneurisma otak, penyebab, jenis, gejala, dan faktor risikonya di sini! Pernahkah Anda mendengar tentang aneurisma otak? Meski terdengar jarang, kondisi ini sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Tetapi,\u00a0 aneurisma otak adalah kondisi yang kasusnya lebih sering dialami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":424003,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[13,10,27,15],"class_list":["post-424002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-home-visit","tag-dokter-ke-rumah","tag-medi-call","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424002"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424002\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424010,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424002\/revisions\/424010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}