{"id":424234,"date":"2025-01-02T10:25:48","date_gmt":"2025-01-02T03:25:48","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=424234"},"modified":"2025-01-02T10:25:48","modified_gmt":"2025-01-02T03:25:48","slug":"mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi\/","title":{"rendered":"Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi dan Perawatannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyakit kuning pada bayi <\/b><b>disebabkan oleh penumpukan bilirubin yang ada di dalam darah bayi.\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bilirubin adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh ketika sel darah merah dipecah. Pada <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tips-merawat-bayi-baru-lahir\/\">bayi yang baru lahir<\/a>, hati (liver) mereka belum sepenuhnya berkembang, sehingga belum bisa membuang bilirubin dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <em>Cleveland Clinic<\/em>, kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi dan kondisinya bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tetapi, dalam sejumlah kasus, bayi yang mengalaminya membutuhkan perawatan dengan fototerapi (terapi cahaya khusus untuk membantu tubuh bayi membuang bilirubin lebih cepat).<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_365412\" aria-describedby=\"caption-attachment-365412\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-365412 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"layanan baby care Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-365412\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Baby Care di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi\/#Apa_Itu_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\" >Apa Itu Penyakit Kuning pada Bayi?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi\/#Gejala_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\" >Gejala Penyakit Kuning pada Bayi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi\/#Perawatan_Penyakit_Kuning_pada_Bayi_Baru_Lahir\" >Perawatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mengenal-penyakit-kuning-pada-bayi\/#Kapan_Harus_ke_Dokter\" >Kapan Harus ke Dokter?\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa Itu Penyakit Kuning pada Bayi?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning pada bayi yang baru lahir merupakan kondisi ketika kulit bayi terlihat berwarna kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab dari kondisi ini karena bilirubin, zat kuning yang dihasilkan ketika tubuh memecah sel darah merah, menumpuk di dalam darah bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika bayi masih berada dalam kandungan, hati (liver) ibu membantu membersihkan zat ini dari tubuhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, setelah <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-merawat-bayi-baru-lahir-agar-tidak-kuning\/\">bayi lahir<\/a>, hati mereka harus bekerja sendiri untuk membuangnya. Saat hati belum cukup berkembang, maka bilirubin akan menumpuk di tubuh mereka. Itulah yang membuat kulitnya menjadi berwarna kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meski laman <em>Cleveland Clinic<\/em> menyebut kondisi ini bisa hilang sendiri dalam beberapa minggu, tapi tetap penting bagi Anda memeriksakan kadar bilirubin bayi ke dokter.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika penyakit kuning terlalu parah, maka dapat menyebabkan masalah serius pada otak bayi. Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai penyakit kuning pada bayi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Penyakit Kuning pada Bayi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning pada bayi bayi baru lahir ditandai dengan kulit yang tampak berubah warna menjadi kuning.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut laman <em>National Health Service United Kingdom<\/em> (NHS UK), kekuningan pada bayi dengan warna kulit yang putih lebih mudah terlihat, utamanya di bagian wajah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, pada bayi dengan kulit yang lebih gelap, mungkin perubahan warnanya kurang jelas. Maka dari itu, laman tersebut menyarankan memerhatikan area seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian putih mata (sklera)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam mulut<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Telapak tangan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Telapak kaki<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biasanya, penyakit kuning pertama kali muncul di bagian wajah dan kepala bayi. Kemudian, akan menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ingin mengetahuinya, Anda bisa memberi tekanan lembut pada kulit bayi. Saat area yang ditekan tampak kuning ketika dilepaskan, maka kemungkinan bayi Anda mengalami penyakit kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain pengecekan gejala ke beberapa bagian tubuh bayi di atas, Anda juga dapat mengamati gejala lain yang mungkin muncul pada bayi seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengantuk berlebihan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kesulitan menyusu atau kurang nafsu makan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Urine berwarna kuning gelap, padahal seharusnya warnanya terlihat bening.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tinja berwarna pucat padahal seharusnya warna kuning\/oranye\/cokelat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning pada bayibiasanya muncul sekitar 2 hari setelah ia lahir dan bisa menghilang dalam 2 minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan untuk bayi prematur, gejalanya bisa muncul setelah 5 &#8211; 7 hari dan bisa berlangsung sekitar 3 minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perawatan_Penyakit_Kuning_pada_Bayi_Baru_Lahir\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perawatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Medline Plus<\/em> mengatakan jika sebagian besar bayi dengan penyakit kuning tidak membutuhkan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyakit-kuning-pada-bayi\/\">perawatan khusus<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi atau mengalami peningkatan dengan cepat, maka tindakan medis mungkin diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, ada beberapa faktor yang menentukan perlunya perawatan seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kadar\/tingkat bilirubin<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kecepatan kenaikannya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi lahir prematur (hati lebih rentan)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Usia bayi ketika diagnosis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adapun langkah perawatan yang diperlukan bisa dengan:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Memberikan asupan cairan yang cukup<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bayi yang mengalami penyakit kuning perlu menerima asupan cairan yang memadai melalui ASI atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/susu-untuk-bayi-baru-lahir\/\">susu formula<\/a> jika terdapat kondisi yang membuat bayi tidak bisa mendapatkan ASI.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, menyusui hingga 12 kali sehari akan sangat membantu karena buang air besar yang lebih sering dapat membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui tinja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam beberapa kasus, mungkin bayi memerlukan cairan tambahan lewat infus.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Fototerapi (terapi cahaya)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika bayi memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi, maka fototerapi perlu dilakukan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terapi cahaya ini akan memanfaatkan penggunaan cahaya dingin UVA1 (cahaya biru khusus) yang bisa membantu proses pemecahan bilirubin pada kulit bayi, sehingga\u00a0tubuh bayi bisa mengeluarkannya dengan mudah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat bayi Anda harus menjalani terapi ini, biasanya ia akan ditempatkan di tempat tidur hangat dan hanya menggunakan popok serta pelindung mata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pentingnya-asi-eksklusif-untuk-bayi\/\">ASI<\/a> juga harus tetap diberikan selama fototerapi, tapi hanya jika memungkinkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Transfusi darah pada kasus yang parah<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan informasi dari <em>American Academy of Family Physician<\/em>, kondisi penyakit kuning yang parah memiliki salah satu ciri seperti kadar bilirubin yang melebihi ambang batas yakni \u226515 mg\/dL (257 \u03bcmol\/L) pada bayi berusia 25-48 jam, \u226518 mg\/dL (308 \u03bcmol\/L) pada bayi berusia 49-72 jam, \u226520 mg\/dL (342 \u03bcmol\/L) pada bayi yang berusia lebih dari 72 jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada kasus yang sangat parah, maka transfusi darah pengganti mungkin dibutuhkan.\u00a0Prosedur medis ini bertujuan menggantikan darah bayi dengan darah segar guna menurunkan kadar bilirubin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kadar bilirubin meningkat ketika tubuh memecah sel darah merah. Pemecahan sel darah merah yang berlebihan bisa terjadi pada kondisi-kondisi tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan demikian, jika sel darah merah bayi terpecah dengan begitu cepat dan berlebihan, maka bayi akan menjadi kekurangan sel darah merah dan memerlukan transfusi darah sebagai pengganti sel darah merahnya yang dipecahkan secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain untuk mengganti sel darah merah yang dipecahkan secara berlebihan, transfusi ini juga berfungsi untuk membuang sel darah merah yang mudah pecah dan ini digantikan dengan sel darah merah yang baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, laman <em>Medline Plus<\/em> juga mengatakan jika pemberian imunoglobulin intravena (IVIG) bisa membantu menurunkan kadar bilirubin pada bayi yang mengalami kondisi sangat parah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">IVIG itu sendiri merupakan antibodi yang berasal dari plasma darah manusia dan diberikan dengan infus langsung ke pembuluh darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_ke_Dokter\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Harus ke Dokter?\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Laman <em>Medine Plus<\/em> menyarankan semua bayi harus diperiksa dokter dalam 5 hari pertama setelah mereka lahir guna mengetahui adanya penyakit kuning. Selain itu, segera hubungi dokter jika:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kulit bayi nampak sangat kuning.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning makin parah setelah kunjungan awal ke dokter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning sudah berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai tanda-tanda lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning mulai muncul dalam 24 jam pertama kelahiran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, kami memahami bahwa membawa bayi baru lahir ke luar rumah dapat menjadi tantangan tersendiri.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_415428\" aria-describedby=\"caption-attachment-415428\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-415428 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"769\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-300x175.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-1024x596.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-768x447.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-415428\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Bayi di Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sinilah Medi-Call hadir untuk membantu Anda melalui <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\">layanan perawat bayi<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan menghubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">WhatsApp Medi-Call<\/a> maupun menggunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">aplikasi Medi-Call<\/a>, Anda tak perlu repot ke luar rumah untuk memastikan kesehatan bayi. Hubungi sekarang!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic. Infant jaundice &#8211; Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/infant-jaundice\/symptoms-causes\/syc-20373865\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/infant-jaundice\/symptoms-causes\/syc-20373865<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. Jaundice in Newborns: Symptoms, Causes &amp; Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/22263-jaundice-in-newborns\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/22263-jaundice-in-newborns<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">NHS. Newborn jaundice [Internet]. NHS. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/Jaundice-newborn\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/Jaundice-newborn\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">NHS. Premature labour and birth [Internet]. nhs.uk. 2020. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/pregnancy\/labour-and-birth\/signs-of-labour\/premature-labour-and-birth\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/pregnancy\/labour-and-birth\/signs-of-labour\/premature-labour-and-birth\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">MedlinePlus. Newborn jaundice: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001559.htm\">https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001559.htm<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Porter ML, Dennis BL. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn. American Family Physician [Internet]. 2002 Feb 15;65(4):599\u2013607. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.aafp.org\/pubs\/afp\/issues\/2002\/0215\/p599.html\/1000\">https:\/\/www.aafp.org\/pubs\/afp\/issues\/2002\/0215\/p599.html\/1000<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit kuning pada bayi disebabkan oleh penumpukan bilirubin yang ada di dalam darah bayi.\u00a0 Bilirubin adalah zat yang dihasilkan oleh tubuh ketika sel darah merah dipecah. Pada bayi yang baru lahir, hati (liver) mereka belum sepenuhnya berkembang, sehingga belum bisa membuang bilirubin dengan baik.\u00a0 Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini sebenarnya sangat umum terjadi dan kondisinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":424235,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[308],"tags":[],"class_list":["post-424234","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masalah-kesehatan-bayi"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424234","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424234"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424234\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424238,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424234\/revisions\/424238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424234"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424234"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424234"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}