{"id":424248,"date":"2025-01-06T00:29:28","date_gmt":"2025-01-05T17:29:28","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=424248"},"modified":"2025-01-06T00:29:28","modified_gmt":"2025-01-05T17:29:28","slug":"makanan-yang-harus-dihindari-ibu-menyusui-agar-bayi-tidak-kembung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/makanan-yang-harus-dihindari-ibu-menyusui-agar-bayi-tidak-kembung\/","title":{"rendered":"6 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui agar Bayi Tidak Kembung"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Cari tahu makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung. Selain mengatur pola makan, cari tahu juga cara lain untuk mencegah bayi kembung, mulai dari posisi menyusui hingga memberikan pijatan lembut.\u00a0<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menyusui adalah momen yang krusial antara ibu dan bayi. Selain sebagai momen <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/manfaat-menyusui-bagi-ibu-dan-bayi\/\">pemberian ASI<\/a> yang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi, menyusui juga bisa menjadi momen <em>bonding<\/em> antara ibu dan si Kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar proses menyusui lebih optimal, ibu perlu memerhatikan asupan makanan sehari-hari. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasalnya, yang ibu konsumsi tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh ibu sendiri, tetapi juga dapat berdampak langsung pada kualitas ASI yang dikonsumsi bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa makanan tertentu mungkin dapat berpotensi memicu gangguan pencernaan pada bayi, salah satunya adalah kembung. Kondisi ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman, rewel, bahkan kesulitan tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lantas, apa saja makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung? Simak selengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_365412\" aria-describedby=\"caption-attachment-365412\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-365412 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"layanan baby care Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-365412\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Baby Care di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/makanan-yang-harus-dihindari-ibu-menyusui-agar-bayi-tidak-kembung\/#Makanan_yang_Harus_Dihindari_Ibu_Menyusui_agar_Bayi_Tidak_Kembung\" >Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui agar Bayi Tidak Kembung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/makanan-yang-harus-dihindari-ibu-menyusui-agar-bayi-tidak-kembung\/#Cara_Lain_untuk_Mencegah_Bayi_Kembung\" >Cara Lain untuk Mencegah Bayi Kembung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/makanan-yang-harus-dihindari-ibu-menyusui-agar-bayi-tidak-kembung\/#Tanda-Tanda_Bayi_yang_Menyusu_ASI_Mengalami_Kembung\" >Tanda-Tanda Bayi yang Menyusu ASI Mengalami Kembung\u00a0\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Makanan_yang_Harus_Dihindari_Ibu_Menyusui_agar_Bayi_Tidak_Kembung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui agar Bayi Tidak Kembung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pasalnya, beberapa makanan mungkin lebih berisiko memengaruhi pencernaan bayi karena senyawa tertentu yang dapat terserap ke dalam ASI.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan mengenali makanan-makanan ini, ibu menyusui dapat lebih bijak dalam memilih asupan sehari-hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Makanan Tinggi Serat<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung yang pertama adalah makanan tinggi serat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan dan biji-bijian utuh memang baik untuk pencernaan ibu, tetapi dapat menyebabkan gas berlebih yang terserap ke dalam ASI. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal ini bisa membuat bayi lebih rentan mengalami kembung atau perut terasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Buah-buahan Tertentu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung berikutnya adalah beberapa jenis buah-buahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Buah-buahan seperti jeruk, plum, prune, persik, dan aprikot mengandung asam atau serat tinggi yang dapat memengaruhi pencernaan bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Konsumsi buah ini secara berlebihan oleh ibu menyusui dapat meningkatkan risiko bayi menjadi kembung atau rewel.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Beberapa Jenis Sayuran<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sayuran seperti brokoli, kubis, dan kubis brussel mengandung senyawa yang memicu produksi gas di saluran pencernaan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika ibu mengonsumsi sayuran ini dalam jumlah banyak, bayi mungkin merasakan dampaknya berupa kembung atau kolik.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Bawang Putih<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengonsumsi bawang putih atau masakan yang menggunakan bawang putih, seperti pasta atau <em>garlic bread<\/em> dapat memengaruhi rasa ASI dan membuat beberapa bayi tidak nyaman. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, bawang putih juga bisa memicu perut kembung pada bayi yang sensitif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Produk Olahan Susu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung berikutnya adalah produk olahan susu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Produk susu seperti yogurt, es krim, atau susu segar terkadang sulit dicerna, terutama jika bayi memiliki intoleransi laktosa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ini dapat menyebabkan gas berlebih pada bayi, sehingga membuat mereka rewel atau perut terasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Minuman Berkarbonasi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Minuman bersoda yang membuat ibu sering bersendawa juga dapat memengaruhi ASI. Kandungan gas dari minuman ini bisa memicu bayi menjadi kembung atau lebih banyak buang angin.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan menghindari atau mengurangi konsumsi makanan dan minuman tersebut, ibu menyusui dapat membantu menjaga kenyamanan pencernaan bayi dan mengurangi risiko kembung.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Lain_untuk_Mencegah_Bayi_Kembung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Lain untuk Mencegah Bayi Kembung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah membahas mengenai makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung, mari kita bahas lebih lanjut mengenai cara lain untuk mencegah bayi kembung. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perlu diketahui bahwa penelitian ilmiah yang membuktikan hubungan langsung antara makanan tertentu dalam diet ibu menyusui dengan gangguan pencernaan pada bayi masih terbatas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa bayi mungkin menunjukkan reaksi terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi ibu, namun ini bukan berarti ada makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung secara khusus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kondisi setiap bayi berbeda-beda, sehingga penting bagi ibu untuk memerhatikan pola makan si Kecil dan mencatat reaksinya secara individual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai tambahan, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah kembung pada bayi, yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Periksa posisi menyusui<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat menyusui atau memberi susu formula, pastikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya agar udara naik ke atas dan lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika menggunakan botol, miringkan botol sedikit agar tidak ada gelembung udara di dot.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Bantu bayi bersendawa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan lupa untuk sendawakan bayi selama dan setelah menyusui untuk mengurangi gas di perut. Jika bayi tidak langsung bersendawa, baringkan sebentar lalu coba sendawakan kembali.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Ganti perlengkapan menyusui<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda memberikan susu kepada bayi menggunaan botol, cobalah untuk menggunakan dot dengan aliran lebih lambat untuk mengurangi udara tertelan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pijat bayi dengan lembut<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cobalah untuk memijat bayi secara lembut dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda, atau berikan waktu tengkurap sambil diawasi untuk membantu mengeluarkan gas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mandi air hangat juga dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat kembung.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/perut-kembung-pada-bayi\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"uab663831f492464e311ee6960c19fe13\"><style> .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .postImageUrl , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:hover , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:visited , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:active { border:0!important; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:active , .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13 .uab663831f492464e311ee6960c19fe13-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .uab663831f492464e311ee6960c19fe13:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"uab663831f492464e311ee6960c19fe13-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Bunda, Awasi Tanda-Tanda Perut Kembung Pada Bayi Berikut!<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-Tanda_Bayi_yang_Menyusu_ASI_Mengalami_Kembung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda-Tanda Bayi yang Menyusu ASI Mengalami Kembung\u00a0\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi sering kali mengalami kembung karena sistem pencernaannya masih berkembang. Gas berlebih yang terperangkap di perut bisa membuat mereka merasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut beberapa tanda yang menunjukkan bayi mungkin mengalami kembung:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Sering Bersendawa<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi mungkin menelan terlalu banyak udara saat menyusu atau menangis dalam waktu lama, yang kemudian menyebabkan sering bersendawa.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Sering Gumoh<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun gumoh adalah hal yang normal, gas yang terperangkap di perut dapat mendorong ASI kembali naik dan menyebabkan bayi sering gumoh.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Perut Bayi Terasa Kencang<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perut bayi yang terasa kencang atau membesar (membuncit) bisa menjadi tanda adanya penumpukan gas di saluran pencernaannya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Buang Angin Berlebihan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semua bayi pasti buang angin, tetapi jika terjadi terlalu sering, ini bisa menjadi tanda adanya gas berlebih di perut bayi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Melengkungkan Punggung dan Menarik Kaki ke Perut<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasa tidak nyaman akibat nyeri gas membuat bayi berusaha mengubah posisi tubuh, seperti melengkungkan punggung atau menarik kaki ke arah perut untuk meredakan rasa sakitnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_415428\" aria-describedby=\"caption-attachment-415428\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-415428 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"769\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-300x175.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-1024x596.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-768x447.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-415428\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Bayi di Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian informasi mengenai makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan menjaga asupan makanan, ibu menyusui dapat memastikan kenyamanan bayi dan mendukung proses menyusui yang optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Anda membutuhkan bantuan, perawat bayi Medi-Call bisa datang ke rumah untuk membantu merawat, memandikan, hingga memijat bayi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, Medi-Call juga menyediakan layanan untuk ibu, seperti <em>massage<\/em> khusus ibu menyusui, pijat oksitosin, pijat laktasi, dan kompres payudara untuk membantu proses menyusui si Kecil menjadi lebih nyaman dan optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tunggu apalagi? Segera hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/wa.me\/628112858855?text=Halo%20medi-call.id%2C%20Saya%20ingin%20mencari%20tahu%20layanan%20home%20care%3A%20Dokter%2C%20Perawat%2C%20Fisioterapi%2C%20dan%20Babycare.%20Mohon%20untuk%20memberikan%20informasi%20lebih%20lanjut\">Customer Service Medi-Call<\/a> atau gunakan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk memanggil bantuan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\">perawat bayi Medi-Call datang ke rumah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">1.Medela. Signs and Solutions For Your Gassy Breastfed Baby [Internet]. Medela.com. 2024 [cited 2024 Dec 15]. Available from: <\/span><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.medela.com\/en-us\/breastfeeding-pumping\/articles\/breastfeeding-tips\/signs-and-solutions-for-your-gassy-breastfed-baby\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.medela.com\/en-us\/breastfeeding-pumping\/articles\/breastfeeding-tips\/signs-and-solutions-for-your-gassy-breastfed-baby<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cari tahu makanan yang harus dihindari ibu menyusui agar bayi tidak kembung. Selain mengatur pola makan, cari tahu juga cara lain untuk mencegah bayi kembung, mulai dari posisi menyusui hingga memberikan pijatan lembut.\u00a0 Menyusui adalah momen yang krusial antara ibu dan bayi. Selain sebagai momen pemberian ASI yang menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi, menyusui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":424249,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[307,308],"tags":[65,27],"class_list":["post-424248","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ibu-dan-bayi","category-masalah-kesehatan-bayi","tag-baby-care","tag-medi-call"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424248"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424253,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424248\/revisions\/424253"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}