{"id":424324,"date":"2025-01-23T09:52:46","date_gmt":"2025-01-23T02:52:46","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=424324"},"modified":"2025-01-23T09:52:46","modified_gmt":"2025-01-23T02:52:46","slug":"penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir\/","title":{"rendered":"5 Penyebab Kuning pada Bayi, Komplikasi, dan Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab kuning pada bayi<\/b><b> biasanya karena adanya penumpukan bilirubin atau zat yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada bayi baru lahir, hati (liver) mereka masih belum <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tumbuh-kembang-bayi-0-12-bulan-dan-tips\/\">berkembang<\/a> dan matang. Kondisi ini membuatnya belum mampu mengolah bilirubin secara efisien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hasilnya, terjadi penumpukan zat bilirubin dan membuat kulit hingga bagian tubuh lain bayi baru lahir tampak berwarna kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi kuning pada bayi juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain yang akan kami bahas lebih lanjut di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_415428\" aria-describedby=\"caption-attachment-415428\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-415428 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"769\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-300x175.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-1024x596.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-768x447.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-415428\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Perawat Bayi di Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir\/#Penyebab_Kuning_pada_Bayi\" >Penyebab Kuning pada Bayi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir\/#Faktor_Risiko_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\" >Faktor Risiko Penyakit Kuning pada Bayi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir\/#Komplikasi_Bayi_Kuning\" >Komplikasi Bayi Kuning<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-kuning-pada-bayi-baru-lahir\/#Pencegahan_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\" >Pencegahan Penyakit Kuning pada Bayi<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Kuning_pada_Bayi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab Kuning pada Bayi<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa saja faktor-faktor yang menjadi penyebab kuning pada bayi? Berikut penjelasan setiap faktornya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Fisiologis\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Laman <em>MSD Manuals<\/em> menyebut jika penyakit kuning pada bayi bisa terjadi karena dua alasan. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama, kerusakan sel darah merah pada bayi baru lahir terjadi lebih cepat daripada bayi yang lahir lebih lama. Hal ini menyebabkan peningkatan produksi bilirubin pada tubuhnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kedua, hati bayi yang belum matang belum mampu memproses dan mengeluarkan bilirubin dengan efisien.\u00a0Akhirnya, bilirubin akan menumpuk di dalam darah. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal inilah yang menyebabkan kulit, mata, dan bagian tubuh lain bayi tampak berwarna kuning.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi ini biasanya muncul pada hari kedua atau hari ketiga kehidupan mereka. Setelah hati bayi Anda berkembang, maka kelebihan bilirubin akan disingkirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika ini yang menjadi penyebabnya, menurut laman <em>Cleveland Clinic<\/em> biasanya merupakan kondisi yang tidak serius. Bahkan, kondisi kuning pada bayi\u00a0juga bisa hilang sendirinya dalam waktu dua minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Menyusui<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Salah satu penyebab kuning pada bayi adalah proses <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pentingnya-asi-eksklusif-untuk-bayi\/\">menyusui bayi<\/a>. Laman <em>National Health Service UK<\/em> (NHS UK) menyebut jika seorang ibu menyusui bayi, dapat meningkatkan kemungkinan mereka mengalami penyakit kuning.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, disarankan untuk tidak perlu berhenti meskipun bayi menderita penyakit kuning. Pasalnya, gejala penyakit kuning biasanya berlalu dalam beberapa minggu saja.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Ketidakcocokan Rh (Rhesus)<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada satu jenis penyakit kuning yang terjadi saat ibu mempunyai darah Rh negatif dan bayi mempunyai darah Rh positif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kombinasi ini menyebabkan darah ibu membuat antibodi yang memecah sel darah merah bayi dalam waktu yang lebih cepat. Kemudian, hal tersebut meningkatkan kadar bilirubin bayi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kondisi kesehatan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penyebab kuning pada bayi bisa didasarkan pada kondisi kesehatannya. Kondisi ini juga disebut sebagai penyakit kuning patologis. Adapun penyebab kondisi ini meliputi:\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelenjar tiroid yang kurang aktif (kondisi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketidakcocokan golongan darah antara ibu dan bayi (ketika ibu dan bayi punya golongan darah yang berbeda dan bercampur selama masa kehamilan dan kelahiran).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sindrom Crigler-Najjar (kondisi bawaan yang bisa memengaruhi enzim untuk memproses bilirubin).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyumbatan dan masalah di saluran empedu dan kantong empedu.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Infeksi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit kuning pada kondisi bayi normal atau sehat baru akan muncul 2 &#8211; 3 hari setelah ia dilahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika bayi Anda mengalami masalah penyakit kuning kurang dari 1 hari setelah ia lahir atau lebih cepat, maka ada kemungkinan lain\u00a0penyebab kuning pada bayi tersebut yakni infeksi dalam darah bayi (sepsis).<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/bayi-kuning-apakah-bahaya-ini-jawabannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba\"><style> .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .postImageUrl , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:hover , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:visited , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:active { border:0!important; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:active , .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"ue42ab6011cdcebbd12d7ef16348202ba-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Bayi Kuning Apakah Bahaya? Ini Jawabannya!<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_Risiko_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor Risiko Penyakit Kuning pada Bayi<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain penyebab kuning pada bayi, Anda juga harus memahami faktor-faktor yang bisa meningkatkan risikonya seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kelahiran prematur<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan memasuki 38 minggu kemungkinan tidak bisa memproses bilirubin seperti bayi yang lahir di usia kehamilan yang cukup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi prematur juga mungkin akan menyusu lebih sedikit dan memiliki frekuensi buang air besar yang lebih sedikit. Akhirnya, kadar bilirubin yang ikut terbuang melalui tinja lebih sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Memar signifikan saat melahirkan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika bayi yang baru lahir mengalami memar ketika ia dilahirkan dari proses persalinan, mana mungkin memiliki tingkat bilirubin yang juga lebih tinggi dari banyaknya sel darah merah yang dipecah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komplikasi_Bayi_Kuning\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Komplikasi Bayi Kuning<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi dengan tingkat bilirubin yang tinggi bisa mengakibatkan kondisi penyakit kuning yang lebih parah dan bisa menyebabkan komplikasi serius jika tak segera Anda obati. Adapun komplikasinya seperti:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Ensefalopati bilirubin akut<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bilirubin merupakan zat yang beracun bagi sel-sel otak. Jika bayi Anda mengalami penyakit kuning yang parah, maka ada risiko bilirubin masuk ke otak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Kondisi ini disebut juga ensefalopati bilirubin akut. Tanda-tandanya meliputi ketidakberdayaan, kesulitan bangun tidur, menangis dengan nada tinggi, dan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/suhu-badan-bayi-normal\/\">demam<\/a>.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kernicterus<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Komplikasi lainnya adalah kernicterus yang merupakan sindrom saat ensefalopati bilirubin akut telah menyebabkan kerusakan permanen di otak. Kondisi ini mengakibatkan:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pandangan ke atas yang permanen<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan yang tidak terkendali atau tidak disengaja<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan pendengaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketidaktepatan perkembangan enamel gigi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencegahan_Penyakit_Kuning_pada_Bayi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\"><b>Pencegahan Penyakit Kuning pada Bayi<\/b><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyakit kuning bagi bayi yang baru lahir merupakan hal normal dan laman <em>Cleveland Clinic<\/em> menyebut jika kondisinya bisa dicegah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda bisa mengurangi risiko bayi yang mengalami penyakit kuning salah satunya dengan memberi mereka ASI lebih sering. Selain itu, juga dengan lebih sering <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-menyajikan-asi-perah-untuk-bayi\/\">menyusui<\/a> untuk merangsang buang air besar dengan teratur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat bayi buang air besar, maka bilirubin bisa ikut tersingkirkan dari tubuhnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Bayi yang disusui ASI<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda harus menyusui bayi sebanyak 8 &#8211; 12 kali sehari selama minggu pertama mereka baru dilahirkan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Bayi dengan susu formula<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Anda harus memberikan bayi 1 &#8211; 2 ons atau 30 &#8211; 60 mililiter <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/susu-untuk-bayi-baru-lahir\/\">susu formula<\/a>. Lakukan ini 2 &#8211; 3 jam selama minggu pertama mereka baru dilahirkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_365412\" aria-describedby=\"caption-attachment-365412\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-365412 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"layanan baby care Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-365412\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Baby Care di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu dia informasi mengenai penyebab kuning pada bayi. Selain memastikan bayi memperoleh asupan yang cukup, penting juga untuk memberi perawatan terbaik untuk bayi Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call, hadir dengan layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\">perawatan bayi di rumah<\/a>. Cukup hubungi kami lewat <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">WhatsApp<\/a> atau <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">aplikasi Medi-Call<\/a>, perawat profesional kami akan langsung datang untuk membantu Anda. Hubungi sekarang!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">NHS. Newborn jaundice &#8211; Causes [Internet]. nhs.uk. 2017. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/jaundice-newborn\/causes\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/jaundice-newborn\/causes\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Morse J. 4 reasons why babies get jaundice and might require immediate treatment | Pediatrics | Your Pregnancy Matters | UT Southwestern Medical Center [Internet]. utswmed.org. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/utswmed.org\/medblog\/4-reasons-babies-get-jaundice\/\">https:\/\/utswmed.org\/medblog\/4-reasons-babies-get-jaundice\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. Jaundice in Newborns: Symptoms, Causes &amp; Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/22263-jaundice-in-newborns\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/22263-jaundice-in-newborns<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jaundice in the Newborn &#8211; Children\u2019s Health Issues [Internet]. MSD Manual Consumer Version. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.msdmanuals.com\/home\/children-s-health-issues\/gastrointestinal-gi-and-liver-problems-in-newborns\/jaundice-in-the-newborn\">https:\/\/www.msdmanuals.com\/home\/children-s-health-issues\/gastrointestinal-gi-and-liver-problems-in-newborns\/jaundice-in-the-newborn<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic. Infant jaundice &#8211; Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/infant-jaundice\/symptoms-causes\/syc-20373865\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/infant-jaundice\/symptoms-causes\/syc-20373865<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Newborn Jaundice: Causes, Symptoms, Treatment, and Prevention [Internet]. Healthline. 2017. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/newborn-jaundice#risk-factors\">https:\/\/www.healthline.com\/health\/newborn-jaundice#risk-factors<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ellis RR. Does Your Baby Have Jaundice? [Internet]. WebMD. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.webmd.com\/parenting\/baby\/digestive-diseases-jaundice\">https:\/\/www.webmd.com\/parenting\/baby\/digestive-diseases-jaundice<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab kuning pada bayi biasanya karena adanya penumpukan bilirubin atau zat yang dihasilkan dari proses pemecahan sel darah merah.\u00a0 Pada bayi baru lahir, hati (liver) mereka masih belum berkembang dan matang. Kondisi ini membuatnya belum mampu mengolah bilirubin secara efisien.\u00a0 Hasilnya, terjadi penumpukan zat bilirubin dan membuat kulit hingga bagian tubuh lain bayi baru lahir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":424325,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[65,12,314,170],"class_list":["post-424324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori","tag-baby-care","tag-baby-care-di-rumah","tag-bayi","tag-masalah-pada-bayi-baru-lahir"],"modified_by":"Medi Call","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424324"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424332,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424324\/revisions\/424332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}