{"id":424618,"date":"2025-02-28T01:08:41","date_gmt":"2025-02-27T18:08:41","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=424618"},"modified":"2025-02-28T01:08:41","modified_gmt":"2025-02-27T18:08:41","slug":"cara-mengatasi-bayi-rewel-setelah-imunisasi-dpt-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-bayi-rewel-setelah-imunisasi-dpt-1\/","title":{"rendered":"6 Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi DPT 1"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><b>Setelah imunisasi DPT 1, bayi sering mengalami rewel. Cari tahu cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1, mulai dari pemberian ASI hingga kompres dingin.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) merupakan salah satu <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/macam-macam-vaksin-untuk-bayi\/\">vaksin<\/a> yang diberikan kepada bayi untuk melindungi mereka dari tiga penyakit, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/apa-itu-difteri\/\">Difteri<\/a> adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Sementara pertusis atau batuk rejan adalah infeksi pernapasan menular yang disebabkan oleh bakteri <em>Bordetella pertussis.<\/em>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan tetanus merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi luka oleh spora bakteri <em>Clostridium tetani<\/em>, dengan sebagian besar kasus muncul dalam 14 hari.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Imunisasi DPT diberikan saat bayi berusia 2 bulan, kemudian dilanjutkan pada usia 3 bulan, 4 bulan, dan booster di usia 18 bulan serta 5 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun imunisasi ini sangat penting untuk <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/layanan-immune-booster\/\">membangun kekebalan tubuh<\/a>, efek samping ringan seperti demam dan rewel sering terjadi setelah penyuntikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hal ini dapat membuat orang tua khawatir, tetapi sebenarnya merupakan reaksi normal tubuh dalam membentuk perlindungan terhadap penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut adalah informasi lebih lanjut mengenai cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_365412\" aria-describedby=\"caption-attachment-365412\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-365412 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"layanan baby care Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Banner-Pop-Up-Baby-Care-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-365412\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Baby Care di Lokasi Anda<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-bayi-rewel-setelah-imunisasi-dpt-1\/#Cara_Mengatasi_Bayi_Rewel_Setelah_Imunisasi_DPT_1\" >Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi DPT 1<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-bayi-rewel-setelah-imunisasi-dpt-1\/#Kapan_Harus_Menghubungi_Dokter\" >Kapan Harus Menghubungi Dokter?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Bayi_Rewel_Setelah_Imunisasi_DPT_1\"><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi DPT 1<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika bayi Anda menjadi lebih rewel setelah menerima imunisasi DPT 1, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1 yang dapat dilakukan untuk meredakan ketidaknyamanan si Kecil:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Berikan ASI atau Susu Formula Secara Teratur\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1 yang pertama adalah berikan ASI atau susu formula secara teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah imunisasi, beberapa bayi bisa menjadi lebih haus atau ingin menyusu lebih sering, baik karena merasa tidak nyaman atau sebagai cara alami mereka untuk mencari ketenangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika bayi masih mengonsumsi ASI, biarkan mereka menyusu sesuai kebutuhan. Bagi bayi yang sudah mengonsumsi susu formula atau MPASI, pastikan mereka tetap terhidrasi dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gunakan Kompres\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemerahan dan sedikit pembengkakan di area suntikan adalah hal yang wajar setelah imunisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mengurangi rasa tidak nyaman, gunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air dingin, lalu tempelkan secara perlahan pada area yang terkena.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hindari penggunaan es atau kompres terlalu dingin karena dapat menyebabkan iritasi atau ketidaknyamanan tambahan pada kulit bayi yang sensitif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pastikan Bayi Beristirahat yang Cukup<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah imunisasi, biarkan bayi beristirahat dengan nyaman. Jangan terlalu banyak menstimulasi mereka dengan aktivitas yang berlebihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda bisa memberikan pelukan, menggendong, atau mengayun dengan lembut. Ini dapat membantu menenangkan mereka. Sentuhan fisik seperti membelai atau mengusap punggung juga bisa memberikan rasa aman dan mengurangi stres pada bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gunakan Obat Penurun Demam jika Diperlukan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1 berikutnya adalah memberikan obat penurun demam jika diperlukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika bayi mengalami demam tinggi atau sangat tidak nyaman setelah imunisasi, dokter mungkin akan merekomendasikan pemberian obat seperti paracetamol sesuai dosis yang aman untuk bayi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Pakaikan Pakaian yang Nyaman dan Tipis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya, cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1 yang bisa dilakukan adalah dengan memakaikan pakaian yang nyaman dan tipis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman pada bayi untuk membantu mengatur suhu tubuhnya, terutama jika mengalami demam ringan. Hindari pakaian yang terlalu tebal agar bayi tidak merasa gerah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Gerakkan Lengan atau Kaki Bayi Sesekali Sehari\u00a0<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1 yang bisa Anda terapkan adalah menggerakan lengan atau kaki bayi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah imunisasi, gerakkan lengan atau kaki bayi secara perlahan sesekali untuk membantu mengurangi rasa kaku dan nyeri di area suntikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anda bisa menggerakkan lengan atau kaki bayi dengan lembut saat mengganti popok atau saat bermain agar bayi tetap merasa nyaman.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_Menghubungi_Dokter\"><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kapan Harus Menghubungi Dokter?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun efek samping ringan seperti demam dan rewel adalah hal yang umum, Anda perlu segera menghubungi dokter jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demam bayi lebih dari 39\u00b0C dan tidak turun setelah diberi obat penurun panas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi mengalami kejang atau kehilangan kesadaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bengkak dan kemerahan di area suntikan makin parah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi terus menangis tanpa henti selama lebih dari tiga jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi seperti ruam, sesak napas, atau wajah membengkak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_415428\" aria-describedby=\"caption-attachment-415428\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-415428 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"769\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-300x175.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-1024x596.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Mom-And-Baby-Medi-Call-768x447.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-415428\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Medi-Call: Layanan Perawat Bayi di Rumah<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu dia informasi mengenai cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1. Sebagai orang tua, wajar jika merasa khawatir saat bayi menjadi rewel setelah imunisasi DPT 1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda memerlukan dukungan lebih untuk merawat si Kecil setelah imunisasi, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-bayi\/\">layanan perawat bayi<\/a> dari Medi-Call bisa jadi andalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera panggil perawat bayi ke rumah dengan menghubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">WhatsApp Medi-Call<\/a> atau lewat <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">aplikasi Medi-Call<\/a> sekarang juga!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">WHO. Diphtheria [Internet]. www.who.int. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/diphtheria\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/diphtheria<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">World Health Organization. Pertussis [Internet]. www.who.int. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/health-topics\/pertussis#tab=tab_1\">https:\/\/www.who.int\/health-topics\/pertussis#tab=tab_1<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">World Health Organization. Tetanus [Internet]. Who.int. World Health Organization: WHO; 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/tetanus\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/tetanus<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">After vaccination | NCIRS [Internet]. ncirs.org.au. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/ncirs.org.au\/vaccine-safety\/after-vaccination\">https:\/\/ncirs.org.au\/vaccine-safety\/after-vaccination<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah imunisasi DPT 1, bayi sering mengalami rewel. Cari tahu cara mengatasi bayi rewel setelah imunisasi DPT 1, mulai dari pemberian ASI hingga kompres dingin. Imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) merupakan salah satu vaksin yang diberikan kepada bayi untuk melindungi mereka dari tiga penyakit, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.\u00a0 Difteri adalah penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":424620,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[307,308],"tags":[65,12,27,66,103],"class_list":["post-424618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ibu-dan-bayi","category-masalah-kesehatan-bayi","tag-baby-care","tag-baby-care-di-rumah","tag-medi-call","tag-perawat-bayi","tag-perawat-bayi-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424618"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424622,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424618\/revisions\/424622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}