{"id":425177,"date":"2025-05-15T07:54:06","date_gmt":"2025-05-15T00:54:06","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=425177"},"modified":"2025-05-15T07:54:06","modified_gmt":"2025-05-15T00:54:06","slug":"diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/","title":{"rendered":"Diare Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Gejala Kolitis Ulseratif"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Selain diare kronis, kolitis ulseratif bisa menyebabkan demam tinggi. Baca selengkapnya di sini agar Anda bisa menghindari komplikasi lebih lanjut!<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Ulcerative colitis<\/em> (kolitis ulseratif) adalah kondisi peradangan kronis pada lapisan dalam usus besar (kolon) dan rektum (bagian akhir usus sebelum anus). Salah satu gejala yang sering muncul adalah diare kronis, yang terjadi dalam jangka waktu yang lama atau panjang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut laman <em>Mayo Clinic<\/em>, kolitis ulseratif juga bisa ditandai dengan nyeri perut dan kram, lemas, demam, hingga penurunan berat badan. Apabila tidak segera ditangani, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-infeksi-lambung-dan-usus\/\">peradangan usus<\/a> ini bisa menimbulkan komplikasi serius.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih lanjut, simak apa saja penyebab dari kolitis ulseratif hingga kapan Anda perlu mendapatkan bantuan medis terkait kondisi tersebut.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_89703\" aria-describedby=\"caption-attachment-89703\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-89703 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Perawatan Abses Gigi Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Banner-Pop-Up-Vaksin-covid-19-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-89703\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/#Penyebab_Kolitis_Ulseratif\" >Penyebab Kolitis Ulseratif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/#Komplikasi_yang_Mungkin_Terjadi\" >Komplikasi yang Mungkin Terjadi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/#Segera_Panggil_Dokter_Jika_Mengalami_Kondisi_Ini\" >Segera Panggil Dokter Jika Mengalami Kondisi Ini<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/#Tips_Pencegahan\" >Tips Pencegahan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Kolitis_Ulseratif\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Kolitis Ulseratif<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab kolitis ulseratif belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor ini diyakini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi tersebut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor Usia<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit radang usus ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia antara 15 hingga 30 tahun. Bahkan, ada juga yang baru mengalami kolitis ulseratif setelah melewati usia 60 tahun. Kendati demikian, kondisi ini dapat terjadi pada usia berapa pun.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor Genetik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Riwayat keluarga juga berpotensi meningkatkan risiko seseorang menderita kolitis ulseratif. Jika orang tua atau anggota keluarga Anda yang lain pernah mengalami radang usus ini, maka besar kemungkinan Anda untuk mengalami kondisi serupa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Faktor genetik memang berpengaruh besar terhadap kerentanan seseorang mengidap penyakit ini. Namun, banyak juga kasus kolitis ulseratif yang terjadi tanpa adanya riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gangguan Sistem Imun<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada kasus tertentu, sistem kekebalan tubuh seseorang dapat bekerja secara tidak normal. Alih-alih melindungi tubuh dari ancaman luar, sistem imun justru menyerang sel-sel sehat pada sistem pencernaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan sistem imun inilah yang kemudian menyebabkan peradangan kronis yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kolitis ulseratif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komplikasi_yang_Mungkin_Terjadi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Komplikasi yang Mungkin Terjadi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kolitis ulseratif yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat kolitis ulseratif, berdasarkan laman <em>Cleveland Clinic<\/em>.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Perdarahan Hebat<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Peradangan yang parah dapat menyebabkan robekan pada pembuluh darah di usus. Akibatnya, penderita kolitis ulseratif bisa mengalami perdarahan hebat, yang terlihat sebagai diare berdarah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Lubang di Dinding Usus<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai catatan penting, dinding usus yang mengalami peradangan kronis berisiko mengalami perforasi atau terbentuknya lubang. Kondisi ini bisa membahayakan jiwa bila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Peradangan pada Kulit, Sendi, dan Mata<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Melansir laman resmi <em>NHS UK<\/em>, satu dari tiga orang yang menderita kolitis ulseratif akan mengalami peradangan di bagian tubuh lain. Istilah medis untuk kondisi ini adalah manifestasi ekstra usus, yang dapat terjadi pada bagian-bagian berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri, bengkak, dan kekakuan pada sendi, terutama di pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan pergelangan tangan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Benjolan yang terasa nyeri di kulit, biasanya muncul di area lengan dan kaki.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul luka sariawan di mulut.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mata merah, gatal, dan terasa perih.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Malnutrisi dan Dehidrasi akibat Penyerapan Nutrisi Terganggu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Proses penyerapan nutrisi dalam usus akan terganggu akibat peradangan. Hal ini membuat penderita kolitis ulseratif berisiko mengalami malnutrisi dan dehidrasi. Pada anak-anak dan remaja, kolitis ulseratif juga bisa mengganggu pertumbuhan dan menunda masa pubertas.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Osteoporosis<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penderita kolitis ulseratif umumnya lebih rentan terkena osteoporosis, yang membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Jika Anda merasa memiliki risiko osteoporosis akibat peradangan di usus, sebaiknya rutin cek kesehatan tulang untuk mencegah masalah yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kolangitis Sklerosis Primer (PSC)\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penderita kolitis ulseratif juga bisa mengembangkan masalah pencernaan yang disebut kolangitis sklerosis primer. PSC terjadi ketika saluran empedu mengalami peradangan dan kerusakan secara bertahap.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada tahap awal, PSC biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul ketika penyakit sudah memasuki tahap lanjut, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">kelelahan ekstrem<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">diare<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">kulit terasa gatal<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">penurunan berat badan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">demam<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">kulit dan bagian putih pada mata menguning (<em>jaundice<\/em>)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan PSC. Namun, beberapa jenis obat dapat membantu meredakan gejalanya. Kemudian, pada kasus yang parah, transplantasi hati mungkin diperlukan untuk mengatasinya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Megakolon Toksik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Megakolon toksik adalah komplikasi yang jarang terjadi tetapi berdampak serius. Komplikasi ini bisa terjadi akibat kasus kolitis ulseratif yang parah. Pada kondisi tersebut, peradangan hebat di usus besar menyebabkan penumpukan gas, sehingga kolon membesar dan mengalami pembengkakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai catatan, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan pecahnya kolon dan menimbulkan infeksi serius di dalam darah (septikemia).<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala utama dari megakolon toksik yang perlu Anda waspadai, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri perut hebat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Detak jantung yang cepat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Penanganan megakolon toksik biasanya meliputi pemberian cairan, antibiotik, dan steroid langsung melalui infus ke pembuluh darah. <\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Jika pengobatan yang diberikan tidak segera meredakan gejala, tindakan operasi (kolektomi) untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar mungkin diperlukan. Oleh karena itu, penting untuk segera mengobati gejala kolitis ulseratif sebelum itu jadi parah.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segera_Panggil_Dokter_Jika_Mengalami_Kondisi_Ini\"><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Segera Panggil Dokter Jika Mengalami Kondisi Ini<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala berikut ini perlu segera mendapatkan perhatian medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jadi, pastikan segera panggil <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\">dokter ke rumah<\/a> untuk memeriksa kondisi Anda saat gejala radang usus mulai terasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul darah atau lendir pada tinja.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengalami nyeri perut yang parah dan terus-menerus.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengalami penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengalami demam atau kelelahan ekstrem.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Pencegahan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tips Pencegahan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengutip laman <em>Healthline<\/em>, cara berikut ini bisa Anda coba untuk mencegah kekambuhan atau meredakan gejala dari kolitis ulseratif.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Hindari Makanan Tertentu<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika penyakit radang usus Anda kambuh, hindari makanan pedas. Pasalnya, makanan pedas justru dapat memperparah ketidaknyamanan di usus. Selain itu, sebaiknya hindari pula jenis makanan berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Produk susu<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang berminyak (seperti gorengan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Minuman bersoda<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemanis buatan, makanan manis, dan gula<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Alkohol<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kopi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Daging olahan dan makanan <em>ultra processed<\/em><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Gunakan Bantal Terapi Panas<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat kolitis ulseratif Anda kambuh, bantal terapi panas bisa menjadi teman terbaik bagi Anda. Kehangatannya bisa membantu meredakan kram dan rasa tidak nyaman di perut, yang akan membuat Anda merasa jauh lebih tenang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Minumlah Banyak Air\u00a0<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\">Diare yang terjadi akibat radang usus bisa menyebabkan dehidrasi pada tubuh. Maka, minumlah banyak air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Sebaliknya, hindari kopi dan alkohol karena mereka justru bisa membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Mengelola Stres dengan Baik<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400; padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Stres bisa memicu kambuhnya kolitis ulseratif. Walaupun Anda mungkin tidak selalu bisa menghindari kondisi ini, Anda bisa mencoba cara berikut untuk mengelola stres, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sering bermeditasi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rutin yoga<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan latihan pernapasan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membaca buku atau mendengarkan musik favorit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_303917\" aria-describedby=\"caption-attachment-303917\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=blog_banner_service\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-303917 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg\" alt=\"Gejala Anak Autis Medi-Call\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Banner-Pop-Up-Dokter-Medi-Call-01-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-303917\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah Anda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangan abaikan gejala yang muncul akibat peradangan usus. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tanda-tanda tersebut, segera manfaatkan layanan dokter ke rumah melalui <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;hl=in\">aplikasi Medi-Call<\/a> untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama masa penyembuhan, Anda membutuhkan seseorang yang bisa mengurus Anda dengan baik? Tak perlu khawatir, <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/layanan-perawat-home-care\/\">jasa perawat home care dari Medi-Call<\/a> tersedia untuk memastikan masa penyembuhan Anda berjalan optimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, tugas perawat <em>home care<\/em> meliputi menemani dan merawat pasien, hingga memantau kebutuhan nutrisi pasien. Hubungi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6281210783387&amp;text=Hi!+Medi-Call+ada+yang+ingin+saya+tanyakan\">Call Center 24 Jam<\/a> Medi-Call untuk berkonsultasi lebih lanjut tentang kondisi Anda!<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Referensi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Ulcerative Colitis. Mayo Clinic. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/ulcerative-colitis\/symptoms-causes\/syc-20353326\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/ulcerative-colitis\/symptoms-causes\/syc-20353326.<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Ulcerative Colitis. Cleveland Clinic. 2023. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10351-ulcerative-colitis\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10351-ulcerative-colitis.\u00a0<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> Ulcerative Colitis. NHS UK. 2022. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/ulcerative-colitis\/complications\/\">https:\/\/www.nhs.uk\/conditions\/ulcerative-colitis\/complications\/.<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"> 10 Ulcerative Colitis Life Hacks. Healthline. 2024. Available from: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/www.healthline.com\/health\/ulcerative-colitis-take-control\/life-hacks\">https:\/\/www.healthline.com\/health\/ulcerative-colitis-take-control\/life-hacks.\u00a0<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selain diare kronis, kolitis ulseratif bisa menyebabkan demam tinggi. Baca selengkapnya di sini agar Anda bisa menghindari komplikasi lebih lanjut! Ulcerative colitis (kolitis ulseratif) adalah kondisi peradangan kronis pada lapisan dalam usus besar (kolon) dan rektum (bagian akhir usus sebelum anus). Salah satu gejala yang sering muncul adalah diare kronis, yang terjadi dalam jangka waktu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":425183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[28,45,321,29,152,13,10,15],"class_list":["post-425177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-aplikasi-panggil-dokter","tag-cari-dokter","tag-dokter","tag-dokter-24-jam","tag-dokter-di-rumah","tag-dokter-home-visit","tag-dokter-ke-rumah","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=425177"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":425182,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425177\/revisions\/425182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=425177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=425177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=425177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}