{"id":425409,"date":"2025-07-03T15:59:52","date_gmt":"2025-07-03T08:59:52","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=425409"},"modified":"2025-07-03T16:00:00","modified_gmt":"2025-07-03T09:00:00","slug":"pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/","title":{"rendered":"Pahami! Kejang Demam: Gejala, Penyebab, Obat dan Penanganannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>JikaAnda punya anak atau keponakan yang masih balita, pasti langsung bingung kalau demam tinggi menyerang, kan?\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kalau tiba-tiba tubuhnya kejang, mata melotot, atau bahkan sampai tidak sadar sesaat. Kejang demam pada anak memang sering membuat panik, terutama bagi orang tua baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang demam adalah kondisi yang cukup umum, terutama pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Menurut data dari <\/span><a href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/fever\/Pages\/Febrile-Seizures.aspx\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Academy of Pediatrics<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, sekitar 2-5% anak-anak di seluruh dunia pernah mengalami kejang demam setidaknya sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan mayoritas kasus ini bersifat jinak alias tidak berbahaya, meskipun tetap perlu penanganan cepat dan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, kita akan bahas secara lengkap mengenai kejang demam, termasuk perbedaan antara kejang demam biasa dan kejang demam kompleks, bagaimana cara penanganannya di rumah, serta kapan harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Apa_Itu_Kejang_Demam\" >Apa Itu Kejang Demam?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Jenis-Jenis_Kejang_Demam\" >Jenis-Jenis Kejang Demam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#1_Kejang_Demam_Sederhana_Simple_Febrile_Seizures\" >1. Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizures)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#2_Kejang_Demam_Kompleks_Complex_Febrile_Seizures\" >2. Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizures)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Penyebab_Kejang_Demam\" >Penyebab Kejang Demam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Gejala_Kejang_Demam_yang_Perlu_Diwaspadai\" >Gejala Kejang Demam yang Perlu Diwaspadai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Obat_untuk_Kejang_Demam\" >Obat untuk Kejang Demam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Penanganan_Kejang_Demam_pada_Anak_di_Rumah\" >Penanganan Kejang Demam pada Anak di Rumah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/pahami-kejang-demam-gejala-penyebab-obat-dan-penanganannya\/#Kapan_Harus_Khawatir\" >Kapan Harus Khawatir?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Kejang_Demam\"><\/span><b>Apa Itu Kejang Demam?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang demam adalah kejang atau konvulsi yang terjadi pada anak akibat lonjakan suhu tubuh yang tinggi (demam).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini paling sering terjadi pada kejang demam pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, dengan puncak kejadian di usia 12-18 bulan. Sekitar 2 hingga 5 dari 100 anak pernah mengalami setidaknya satu kali episode kejang demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk dicatat, pemicunya bukan pada seberapa tinggi demamnya, melainkan pada kecepatan kenaikan suhu tubuh. Inilah mengapa kadang kejang terjadi saat demam baru saja dimulai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan yang paling penting untuk diingat, kejang demam tidak sama dengan epilepsi. Epilepsi adalah kondisi kejang berulang tanpa dipicu oleh demam.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Kejang_Demam\"><\/span><b>Jenis-Jenis Kejang Demam<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak semua kejang demam itu sama. Secara medis, kondisi ini dibagi menjadi dua tipe utama, dan perbedaannya penting untuk diketahui karena akan menentukan langkah observasi selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kejang_Demam_Sederhana_Simple_Febrile_Seizures\"><\/span><b>1. Kejang Demam Sederhana (Simple Febrile Seizures)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ini paling sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Ciri-cirinya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang terjadi kurang dari 15 menit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berulang dalam 24 jam yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya menyerang sebagian tubuh, tapi seluruh tubuh (umumnya kaku dan kejang simetris).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kejang_Demam_Kompleks_Complex_Febrile_Seizures\"><\/span><b>2. Kejang Demam Kompleks (Complex Febrile Seizures)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, yang ini perlu perhatian ekstra. Kejang demam kompleks memiliki ciri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang berlangsung lebih dari 15 menit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya menyerang satu sisi tubuh.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika anak Anda mengalami kejang demam kompleks, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut, karena bisa saja ada penyebab lain di luar sekadar demam.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Kejang_Demam\"><\/span><b>Penyebab Kejang Demam<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar kejang demam dipicu oleh infeksi, terutama infeksi virus seperti influenza, roseola, atau infeksi saluran pernapasan atas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang juga karena imunisasi (seperti vaksin MMR) yang membuat suhu tubuh anak naik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor risikonya meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Riwayat kejang demam dalam keluarga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usia antara 6 bulan hingga 5 tahun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demam tinggi yang naik cepat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang sering membuat bingung adalah suhu demam anak bisa jadi tidak terlalu tinggi saat kejang terjadi. Ini karena suhu bisa meningkat cepat dalam waktu singkat, sebelum Anda sempat mengukurnya.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Kejang_Demam_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><b>Gejala Kejang Demam yang Perlu Diwaspadai<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika anak mengalami demam tinggi, Anda harus benar-benar waspada. Bukan hanya karena panas tubuhnya meningkat, tapi karena ada potensi munculnya kejang demam yang bisa membuat panik apalagi kalau belum pernah melihatnya secara langsung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun seringkali berlangsung singkat dan tidak berbahaya, tetap saja kondisi ini tidak boleh diremehkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang demam biasanya terjadi saat suhu tubuh melonjak secara tiba-tiba, bukan karena seberapa tinggi suhunya, tapi lebih ke seberapa cepat kenaikannya. Dan saat itu terjadi, anak kehilangan kesadaran atau menunjukkan gerakan tidak terkendali.<\/span><\/p>\n<p><b>Tanda Umum Kejang Demam<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua jenis kejang demam: kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Masing-masing punya gejala yang sedikit berbeda. Tapi secara umum, berikut tanda-tanda awal yang perlu Anda waspadai:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh anak menjadi kaku secara tiba-tiba<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tangan dan kaki bergerak tak terkendali, kejang-kejang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tatapan kosong atau mata melirik ke atas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehilangan kesadaran sementara<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibir bisa membiru, terutama jika kejang berlangsung lebih dari beberapa menit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Muntah atau buang air kecil tanpa sadar<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kejang demam sederhana, gejalanya biasanya muncul kurang dari 15 menit dan hanya terjadi sekali <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam 24 jam (tidak berulang dalam 24 jam pasca kejang yang pertama).<\/span><\/i><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Obat_untuk_Kejang_Demam\"><\/span><b>Obat untuk Kejang Demam<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, kejang demam tidak selalu membutuhkan obat antikejang. Pengobatan utama justru ditujukan pada penyebab demamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat yang biasa diberikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paracetamol atau ibuprofen: untuk menurunkan demam<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Antibiotik: bila penyebabnya infeksi bakteri<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Antivirus: jika terbukti ada infeksi virus berat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Obat diazepam kadang digunakan bila anak sering mengalami kejang demam berulang. Namun, pemberiannya harus di bawah pengawasan dokter. Jangan sembarang membeli atau menggunakannya sendiri.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-417719\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penanganan_Kejang_Demam_pada_Anak_di_Rumah\"><\/span><b>Penanganan Kejang Demam pada Anak di Rumah<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kesalahan umum adalah mencoba menghentikan kejang secara fisik. Jangan ditahan, dan jangan pula memasukkan benda apapun ke mulut anak. Itu berisiko menyakiti mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut langkah penanganan darurat kejang demam pada anak di rumah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pindahkan anak ke tempat aman dan datar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Miringkan tubuh anak ke satu sisi agar tidak tersedak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Longgarkan pakaian di sekitar leher.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Catat berapa lama kejang berlangsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan panik, kejang umumnya berhenti sendiri dalam waktu 1-2 menit.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kejang belum berhenti setelah 5 menit, atau anak tampak kesulitan bernapas setelah kejang selesai, segera hubungi layanan medis.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_Khawatir\"><\/span><b>Kapan Harus Khawatir?<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu waspada dan segera mencari pertolongan medis jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang berlangsung lebih dari 5 menit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tidak sadar lebih dari 10 menit setelah kejang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh anak jadi lemas ekstrem dan tidak merespons<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang terjadi hanya di satu sisi tubuh<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disertai muntah hebat, leher kaku, atau ruam merah yang tidak memudar saat ditekan (bisa jadi gejala meningitis)<\/span><\/p>\n<p><b><i>Catatan: <\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kejang yang berlangsung lama atau disertai tanda infeksi otak harus segera ditangani oleh dokter spesialis. Jangan menunda-nunda.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa langsung hubungi tenaga medis terdekat lewat aplikasi, dan mereka akan datang langsung ke rumahmu untuk menangani kondisi darurat seperti kejang demam pada anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan ini sangat berguna terutama saat Anda tidak yakin harus ke IGD atau cukup ditangani di rumah. Selain dokter, Medi-Call juga menyediakan layanan perawat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">home care<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan ambulans jika situasi memang darurat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kini, Anda tidak perlu repot ke luar rumah. Medi-Call hadir untuk membantu Anda dengan layanan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\">panggil dokter ke rumah<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Medi-Call menyediakan dokter ke rumah yang dapat melakukan tindakan medis seperti (injeksi, infus, suntik vitamin C, vaksin, perawatan luka dan tindakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokter Medi-Call akan memberikan sesi konsultasi terlebih dahulu untuk\u00a0 menentukkan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta akan melakukan pemeriksaan fisik pasien seperti tanda-tanda vital pasien, tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, cek darah dan layanan medis lainnya langsung di lokasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda bisa memanggil dokter ke rumah melalui panggilan <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">call center 24 jam<\/a> atau aplikasi <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient&amp;pli=1\">Medi-Call<\/a>.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JikaAnda punya anak atau keponakan yang masih balita, pasti langsung bingung kalau demam tinggi menyerang, kan?\u00a0 Apalagi kalau tiba-tiba tubuhnya kejang, mata melotot, atau bahkan sampai tidak sadar sesaat. Kejang demam pada anak memang sering membuat panik, terutama bagi orang tua baru. Kejang demam adalah kondisi yang cukup umum, terutama pada anak usia 6 bulan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":425411,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[10],"class_list":["post-425409","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425409","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=425409"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425409\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":425412,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425409\/revisions\/425412"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425411"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=425409"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=425409"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=425409"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}