{"id":425660,"date":"2025-10-23T15:43:08","date_gmt":"2025-10-23T08:43:08","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=425660"},"modified":"2025-10-29T09:19:44","modified_gmt":"2025-10-29T02:19:44","slug":"penyebab-usus-buntu-pada-anak-yang-wajib-orang-tua-waspadai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-usus-buntu-pada-anak-yang-wajib-orang-tua-waspadai\/","title":{"rendered":"Penyebab Usus Buntu pada Anak yang Wajib Orang Tua Waspadai"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Usus buntu pada anak bisa berbahaya bila terlambat ditangani. Ketahui penyebab, gejala, dan kapan harus ke dokter. Medi-Call siap bantu pemeriksaan di rumah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak sering mengeluh sakit perut, dan biasanya orang tua langsung berpikir, \u201cAh, paling masuk angin.\u201d Tapi hati-hati, salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah penyakit usus buntu atau dalam bahasa medis disebut apendisitis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab usus buntu pada anak ada bermacam-macam dan sering terjadi pada anak laki-laki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia, penyakit ini cukup sering ditemukan dan bahkan menjadi salah satu penyebab darurat perut yang paling banyak. Kalau tidak cepat ditangani, usus buntu bisa pecah dan membahayakan nyawa anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, penting sekali bagi orang tua untuk tahu apa penyebabnya, bagaimana gejalanya, dan apa yang harus dilakukan bila anak tiba-tiba mengalami sakit perut yang mencurigakan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa Itu Usus Buntu?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Usus buntu atau apendiks adalah sebuah kantong kecil yang menempel di bagian awal usus besar, letaknya di perut kanan bawah. Sebenarnya organ ini tidak punya fungsi vital, tapi kalau meradang, bisa membuat sakit hebat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apendiks yang meradang disebut apendisitis dan pada anak-anak bisa berkembang cepat. Jadi, makin cepat dikenali, makin aman anak dari risiko komplikasi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Usus Buntu pada Anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter tidak selalu tahu penyebab usus buntu pada anak. Terkadang usus buntu pada anak bisa terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, penyebab utamanya adalah saluran usus buntu yang tersumbat dan meradang. Sumbatan ini bisa terjadi akibat:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tinja yang mengeras sehingga menyumbat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pembengkakan kelenjar getah bening di usus setelah anak terkena infeksi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cacing atau benda asing yang masuk ke saluran pencernaan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tumor, meskipun sangat jarang pada anak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Begitu saluran tersumbat, bakteri jadi gampang berkembang biak. Akhirnya usus buntu meradang, bengkak, bahkan bisa bernanah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Siapa yang Lebih Berisiko<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua anak punya peluang yang sama untuk terkena usus buntu. Faktor-faktor berikut bisa meningkatkan risikonya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Usia 10\u201319 tahun.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak laki-laki lebih sering terkena dibanding perempuan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ada riwayat keluarga dengan usus buntu.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pola makan rendah serat yang membuat anak sering sembelit.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak yang sering terkena infeksi saluran pencernaan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki fibrosis kistik, penyakit keturunan yang membuat lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Gejala yang Harus Orang Tua Waspadai<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala usus buntu pada anak kadang mirip sakit perut biasa, tapi ada tanda khas yang sebaiknya diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit perut yang mulai di sekitar pusar lalu pindah ke perut kanan bawah.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri makin terasa saat anak bergerak, batuk, atau melompat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak hilang nafsu makan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mual-muntah-ini-penyebab-cara-mengatasinya-dan-kapan-harus-ke-dokter\/\">Mual<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/cara-mengatasi-muntah-di-rumah\/\">muntah<\/a><\/span>.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perut terasa kembung atau keras kalau ditekan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bisa disertai <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/diare-tak-kunjung-sembuh-waspadai-gejala-kolitis-ulseratif\/\">diare<\/a><\/span> atau sembelit.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk bayi dan balita, gejalanya bisa lebih samar: rewel terus-menerus, tidak mau makan, dan tampak sangat lemas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Dokter Mendiagnosis Usus Buntu pada Anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk menemukan penyebab usus buntu pada anak, biasanya dokter akan melakukan beberapa langkah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menanyakan gejala yang anak rasakan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fisik, terutama menekan bagian kanan bawah perut.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tes darah, untuk melihat ada infeksi atau tidak.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tes urine, untuk memastikan bukan infeksi saluran kencing.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ronsen, USG atau CT scan untuk memastikan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Cara Mengobati Usus Buntu pada Anak?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penanganan utama untuk usus buntu adalah operasi pengangkatan usus buntu, yang disebut apendiktomi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada dua jenis operasi pengangkatan usus buntu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Apendiktomi terbuka: dokter membuat satu sayatan di perut kanan bawah. Biasanya dilakukan kalau usus buntu sudah pecah.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Apendiktomi laparoskopi: dokter membuat beberapa sayatan kecil dengan bantuan kamera. Luka lebih kecil, anak bisa pulih lebih cepat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terkadang, kalau kasusnya masih sangat awal dan ringan, dokter bisa mencoba memberi antibiotik dulu. Akan tetapi, sebagian besar anak tetap perlu operasi supaya tidak kambuh lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum memutuskan tindakan operasi, pemeriksaan awal oleh dokter sangat penting untuk memastikan apakah usus buntu anak masih bisa ditangani dengan antibiotik atau sudah memerlukan tindakan lebih lanjut. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">layanan dokter ke rumah Medi-Call<\/a><\/span>, pemeriksaan awal bisa dilakukan langsung di rumah tanpa perlu terburu-buru ke rumah sakit. Dokter akan membantu mengevaluasi kondisi anak, memberikan pengobatan sementara, serta menyiapkan rujukan ke rumah sakit bila diperlukan. Semua dilakukan dengan cepat, aman, dan nyaman di rumah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">Customer Service Medi-Call 24 jam<\/a><\/span>\u00a0atau unduh aplikasi Medi-Call di <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">Play Store<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/medi-call\/id6499410243\">App Store<\/a><\/span> untuk pesan layanan dokter visit sekarang juga.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417719\" aria-describedby=\"caption-attachment-417719\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-417719 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-2-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417719\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Dokter Umum Terdekat ke Lokasi Anda<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa yang Terjadi Kalau Usus Buntu Tidak Segera Ditangani?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau terlambat, usus buntu bisa pecah. Akibatnya, isi usus menyebar ke seluruh rongga perut dan menyebabkan infeksi parah yang disebut peritonitis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, bisa juga terbentuk abses (kantong nanah) atau bahkan sepsis, yaitu infeksi yang masuk ke darah. Kondisi ini bisa sangat berbahaya bagi nyawa anak.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/abses-itu-apa\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d\"><style> .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .postImageUrl , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:hover , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:visited , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:active { border:0!important; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:active , .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"ue032eae7744cf77f0b4600b66585346d-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Abses Itu Apa? Kenali Gejala dan Cara Penanganannya!<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Kapan Harus Cepat ke Dokter?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera bawa anak ke dokter bila:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit perut makin parah, terutama di kanan bawah.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak muntah terus dan tidak bisa makan atau minum.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam muncul bersama sakit perut.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perut tampak keras, buncit, atau sangat nyeri saat disentuh.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak terlihat sangat lemas atau rewel tanpa henti.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan Radang atau Penyakit Usus Buntu<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit usus buntu pada anak. Namun, gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko terjadinya apendisitis. Biasakan untuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memastikan anak memiliki cukup serat dalam diet harian mereka. Serat dapat diperoleh dari sayur, buah, dan biji-bijian. Serat penting untuk melancarkan buang air besar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengajarkan anak agar rutin minum air putih. Cukup minum dapat mencegah tinja keras dan sembelit.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengajak anak cukup aktivitas fisik karena kurang bergerak juga bisa membuat buang air besar tidak lancar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membawa anak ke dokter segera bila ada gejala sakit perut yang terlihat tidak biasa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Solusi Praktis: Dokter Visit Medi-Call<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau anak tiba-tiba mengeluh sakit perut, wajar orang tua panik dan bingung. Apakah ini sakit biasa, atau tanda usus buntu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan Medi-Call, dokter bisa langsung datang ke rumah untuk memeriksa kondisi anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan awal, memberikan pertolongan pertama, dan kalau perlu segera memberi rujukan ke rumah sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda juga tidak perlu ragu, dokter Medi-Call adalah dokter berlisensi yang paham penyebab usus buntu pada anak. Dengan cara ini, orang tua tidak perlu menunggu lama di IGD. Anak bisa lebih cepat mendapat penanganan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Usus buntu pada anak bukanlah sakit perut biasa. Penyebab usus buntu pada anak yang utama adalah sumbatan di usus buntu yang memicu peradangan. Kalau dibiarkan, bisa pecah dan sangat berbahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kuncinya ada pada waspada gejala dan bertindak cepat. Kalau dicurigai usus buntu, jangan menunda. Pemeriksaan dokter dan operasi apendiktomi bisa menyelamatkan nyawa anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan bantuan layanan Dokter Visit Medi-Call, orang tua bisa lebih tenang karena anak langsung diperiksa tanpa harus menunggu lama di rumah sakit. Hubungi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">Customer Service Medi-Call 24 jam<\/a><\/span>\u00a0atau unduh aplikasi Medi-Call di <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">Play Store<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/medi-call\/id6499410243\">App Store<\/a><\/span> untuk pesan layanan dokter visit sekarang juga.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_425588\" aria-describedby=\"caption-attachment-425588\" style=\"width: 1580px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-425588 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1.jpg\" alt=\"Layanan Dokter Review GMB Medi-Call\" width=\"1580\" height=\"779\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1.jpg 1580w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1-300x148.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1-1024x505.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1-768x379.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1-1536x757.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1580px) 100vw, 1580px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-425588\" class=\"wp-caption-text\">Layanan Dokter Review GMB Medi-Call (1)<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li>\n<div><span style=\"color: #000000;\">Gadiparthi R, Waseem M. Pediatric Appendicitis [Internet]. PubMed. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024. Available from: https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK441864<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. Appendicitis in Children Information &amp; More [Internet]. Cleveland Clinic. 2021. Available from: https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10792-appendicitis-in-children<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div><span style=\"color: #000000;\">Appendicitis in Teens [Internet]. HealthyChildren.org. Available from: https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/abdominal\/Pages\/Appendicitis-in-Teens.aspx<\/span><\/div>\n<\/li>\n<li>\n<div><span style=\"color: #000000;\">Reeny Purnamasari, Febie Irsandy Syahruddin, A. Millaty Dirgahayu, Iskandar D, Fadhila Fadhila. Karakteristik Klinis Penderita Apendisitis. Umi medical journal\/UMI Medical Journal. 2023 Dec 29;8(2):117\u201326.<\/span><\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Usus buntu pada anak bisa berbahaya bila terlambat ditangani. Ketahui penyebab, gejala, dan kapan harus ke dokter. Medi-Call siap bantu pemeriksaan di rumah. Anak sering mengeluh sakit perut, dan biasanya orang tua langsung berpikir, \u201cAh, paling masuk angin.\u201d Tapi hati-hati, salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah penyakit usus buntu atau dalam bahasa medis disebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":425767,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[10,15],"class_list":["post-425660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=425660"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":425800,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425660\/revisions\/425800"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=425660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=425660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=425660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}