{"id":426037,"date":"2026-02-28T21:48:37","date_gmt":"2026-02-28T14:48:37","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426037"},"modified":"2026-02-28T21:49:23","modified_gmt":"2026-02-28T14:49:23","slug":"gejala-sipilis-pada-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/","title":{"rendered":"Gejala Sipilis pada Wanita: Kenali Tandanya Awal hingga Stadium Lanjut"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Pada tahap awal gejala sipilis pada wanita sering tidak disadari. Kenali tanda-tanda, stadium penyakit, pengobatan, dan pencegahannya secara tepat.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada banyak kasus, gejala sipilis pada wanita sering tidak disadari karena biasanya muncul secara ringan atau tanpa rasa nyeri. Kondisi ini tentu berbahaya karena sipilis dapat berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak segera ditangani.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/media\/releases\/2025\/2025-cdc-reports-latest-national-data-on-syphilis-in-newborns-and-sexually-transmitted-infections.html\">CDC (2023)<\/a><\/span> menunjukkan adanya tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Sementara World Health Organization<span style=\"color: #ff0000;\"> <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/syphilis\">WHO (2022)<\/a><\/span> masih mengategorikannya sebagai isu kesehatan masyarakat global, termasuk pada kelompok wanita usia produktif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, memahami tanda dan tahapan penyakit ini menjadi langkah penting agar penanganannya dapat dilakukan lebih dini dan risiko komplikasinya dapat diminimalkan.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Apa_Itu_Sipilis_dan_Mengapa_Penyakit_Ini_Masih_Sering_Terjadi\" >Apa Itu Sipilis dan Mengapa Penyakit Ini Masih Sering Terjadi?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Bagaimana_Sipilis_Menular_Kenali_Penyebab_dan_Faktor_Risikonya_pada_Wanita\" >Bagaimana Sipilis Menular? Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya pada Wanita<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Gejala_Sipilis_pada_Wanita_Berdasarkan_Stadium_Penyakit\" >Gejala Sipilis pada Wanita Berdasarkan Stadium Penyakit<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Gejala_Sipilis_Stadium_Primer\" >Gejala Sipilis Stadium Primer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Gejala_Sipilis_Stadium_Sekunder\" >Gejala Sipilis Stadium Sekunder<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Sipilis_Laten_Tanpa_Gejala\" >Sipilis Laten (Tanpa Gejala)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Gejala_Sipilis_Stadium_Tersier_Komplikasi_Berat\" >Gejala Sipilis Stadium Tersier (Komplikasi Berat)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Bagaimana_Sipilis_Didiagnosis_Mengapa_Tes_Laboratorium_Sangat_Penting\" >Bagaimana Sipilis Didiagnosis? Mengapa Tes Laboratorium Sangat Penting?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Apakah_Sipilis_Bisa_Sembuh_Ini_Penjelasan_tentang_Pengobatan_pada_Wanita\" >Apakah Sipilis Bisa Sembuh? Ini Penjelasan tentang Pengobatan pada Wanita<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Bagaimana_Cara_Mencegah_Sipilis_pada_Wanita_Secara_Efektif\" >Bagaimana Cara Mencegah Sipilis pada Wanita Secara Efektif?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Kapan_Gejala_Sipilis_Harus_Segera_Diperiksakan_ke_Dokter\" >Kapan Gejala Sipilis Harus Segera Diperiksakan ke Dokter?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-sipilis-pada-wanita\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Sipilis_dan_Mengapa_Penyakit_Ini_Masih_Sering_Terjadi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa Itu Sipilis dan Mengapa Penyakit Ini Masih Sering Terjadi?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penjelasan dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/syphilis\">WHO<\/a><\/span>, sipilis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penularannya terjadi terutama melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada janinnya melalui plasenta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kasus sipilis masih sering ditemukan karena beberapa faktor, seperti kurangnya skrining rutin, hubungan seksual tanpa kondom, serta rendahnya kesadaran terhadap gejala awal yang umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Sipilis_Menular_Kenali_Penyebab_dan_Faktor_Risikonya_pada_Wanita\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Sipilis Menular? Kenali Penyebab dan Faktor Risikonya pada Wanita<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi sipilis terjadi ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan luka terbuka yang ada pada penderita.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Luka ini bisa muncul di area genital, anus, atau bahkan mulut, dan sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terpapar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada wanita, risiko infeksi ini meningkat dalam beberapa kondisi, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki lebih dari satu pasangan seksual<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki riwayat infeksi menular seksual sebelumnya<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki pasangan yang terdiagnosis sipilis, serta<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak menjalani skrining IMS (Infeksi Menular Seksual), terutama saat kehamilan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain faktor perilaku, kondisi daya tahan tubuh yang menurun juga dapat mempermudah perkembangan bakteri tersebut di dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-infeksi-saluran-kemih-pada-wanita\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0\"><style> .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .postImageUrl , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:hover , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:visited , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:active { border:0!important; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:active , .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0 .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u35ea1ff22feed339741d725195fc35d0-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Ini Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Wanita yang Harus Diwaspadai<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Sipilis_pada_Wanita_Berdasarkan_Stadium_Penyakit\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Sipilis pada Wanita Berdasarkan Stadium Penyakit<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala sipilis pada wanita umumnya berkembang secara bertahap sesuai dengan stadium penyakitnya. Setiap tahap memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penting untuk memahami perubahan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Sipilis_Stadium_Primer\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Sipilis Stadium Primer<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tahap awal biasanya ditandai dengan munculnya luka kecil yang disebut chancre. Luka ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit sehingga mudah terlewatkan. Ciri-cirinya antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak terasa nyeri<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berbentuk bulat atau oval<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat muncul di vagina, serviks, anus, atau mulut<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Luka ini bisa sembuh dalam beberapa minggu tanpa pengobatan. Namun, perlu diingat bahwa bakteri tetap berada di dalam tubuh dan infeksi akan tetap berlanjut jika tidak ditangani.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Sipilis_Stadium_Sekunder\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Sipilis Stadium Sekunder<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa minggu setelah luka primer muncul, gejala dapat berkembang ke tahap berikutnya. Pada fase ini, keluhan biasanya lebih beragam dan dapat menyerupai penyakit lain sehingga sering tidak dikenali sebagai sipilis. Gejala yang dapat muncul meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ruam pada telapak tangan dan kaki<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/menggigil-tapi-tidak-demam\/\">Demam<\/a><\/span> ringan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri tenggorokan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rambut rontok<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pembengkakan kelenjar getah bening<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sipilis_Laten_Tanpa_Gejala\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Sipilis Laten (Tanpa Gejala)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada tahap ini, penderita tidak merasakan keluhan. Meski tanpa gejala, bakteri tetap berada di dalam tubuh dan dapat berkembang menjadi komplikasi serius.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gejala_Sipilis_Stadium_Tersier_Komplikasi_Berat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gejala Sipilis Stadium Tersier (Komplikasi Berat)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika tidak diobati dalam jangka waktu lama, sipilis dapat memasuki tahap tersier. Pada fase ini, infeksi dapat merusak berbagai organ penting, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jantung dan pembuluh darah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem saraf<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mata<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Otak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di masa ini ada hal penting yang harus Anda perhatikan. Jika muncul gangguan penglihatan, nyeri dada, atau gangguan saraf, segeralah mencari bantuan medis karena kondisi ini bisa mengancam jiwa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Sipilis_Didiagnosis_Mengapa_Tes_Laboratorium_Sangat_Penting\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Sipilis Didiagnosis? Mengapa Tes Laboratorium Sangat Penting?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis penyakit ini tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan gejala. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab sipilis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/4622-syphilis\"><span style=\"color: #ff0000;\">Cleveland Clinic (2023),<\/span><\/a> tes serologi adalah metode utama yang digunakan untuk memastikan infeksi. Dengan pemeriksaan dini, dokter dapat menentukan menentukan stadium penyakit dan merencanakan pengobatan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Sipilis_Bisa_Sembuh_Ini_Penjelasan_tentang_Pengobatan_pada_Wanita\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sipilis Bisa Sembuh? Ini Penjelasan tentang Pengobatan pada Wanita<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penelitian para ahli, sipilis dapat disembuhkan dengan antibiotik, terutama penisilin. Centers for Disease Control and Prevention menyarankan agar terapi yang dilakukan sesuai stadium penyakit dan harus diselesaikan sesuai petunjuk dokter. .<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya penderita, pasangan seksualnya pun perlu diperiksa dan diobati untuk mencegah penularan ulang.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cara_Mencegah_Sipilis_pada_Wanita_Secara_Efektif\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Bagaimana Cara Mencegah Sipilis pada Wanita Secara Efektif?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mencegah penularan sipilis pada wanita, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan tes IMS secara berkala untuk mendeteksi infeksi lebih awal, terutama jika memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak berganti-ganti pasangan seksual untuk meminimalkan potensi risiko terpapar infeksi menular seksual.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan skrining rutin pada ibu hamil untuk memastikan kesehatan ibu dan janin, serta mendeteksi IMS sejak dini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan mengambil langkah-langkah pencegahan ini, risiko sipilis dapat diminimalisasi dan kesehatan reproduksi tetap terjaga.<\/span><\/p>\n<div style=\"clear:both; margin-top:0em; margin-bottom:1em;\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-penyakit-sifilis\/\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow\" class=\"u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941\"><style> .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .postImageUrl , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .centered-text-area { min-height: 80px; position: relative; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:hover , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:visited , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:active { border:0!important; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .clearfix:after { content: \"\"; display: table; clear: both; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 { display: block; transition: background-color 250ms; webkit-transition: background-color 250ms; width: 100%; opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:active , .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:hover { opacity: 1; transition: opacity 250ms; webkit-transition: opacity 250ms; background-color: #FFFFFF; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .centered-text-area { width: 100%; position: relative; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .ctaText { border-bottom: 0 solid #fff; color: #000000; font-size: 16px; font-weight: bold; margin: 0; padding: 0; text-decoration: underline; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .postTitle { color: #C0392B; font-size: 16px; font-weight: 600; margin: 0; padding: 0; width: 100%; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; color: #000000; border: none; border-radius: 3px; box-shadow: none; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 26px; moz-border-radius: 3px; text-align: center; text-decoration: none; text-shadow: none; width: 80px; min-height: 80px; background: url(https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/plugins\/intelly-related-posts\/assets\/images\/simple-arrow.png)no-repeat; position: absolute; right: 0; top: 0; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:hover .ctaButton { background-color: #eaeaea!important; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .centered-text { display: table; height: 80px; padding-left: 18px; top: 0; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941 .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941-content { display: table-cell; margin: 0; padding: 0; padding-right: 108px; position: relative; vertical-align: middle; width: 100%; } .u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941:after { content: \"\"; display: block; clear: both; } <\/style><div class=\"centered-text-area\"><div class=\"centered-text\" style=\"float: left;\"><div class=\"u6d3e3723a6ad351d30cb4cf23be03941-content\"><span class=\"ctaText\">Baca juga:<\/span>&nbsp; <span class=\"postTitle\">Jangan Abai! 3 Hal Ini Jadi Penyebab Penyakit Sifilis<\/span><\/div><\/div><\/div><div class=\"ctaButton\"><\/div><\/a><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Gejala_Sipilis_Harus_Segera_Diperiksakan_ke_Dokter\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Gejala Sipilis Harus Segera Diperiksakan ke Dokter?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera periksakan diri jika Anda mengalami:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Luka pada area genital yang tidak nyeri<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ruam yang tidak biasa, khususnya ruam merah yang muncul pada telapak tangan dan kaki.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam setelah kontak seksual berisiko<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kehamilan dengan riwayat paparan IMS<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penanganan dini dapat mencegah komplikasi berat dan melindungi kesehatan reproduksi Anda.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala sipilis pada wanita dapat berbeda pada setiap stadium dan sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal. Karena itu, skrining dan pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan pengobatan yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Anda memiliki gejala mencurigakan atau ingin melakukan pemeriksaan IMS secara aman dan privat, Anda bisa memanfaatkan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">Layanan Dokter Medi-Call<\/a>.<\/span> Tim medis profesional Medi-Call siap membantu melakukan pemeriksaan dan konsultasi di lokasi Anda sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanpa ribet, tenaga medis profesional siap datang sesuai kebutuhan Anda. <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\">Hubungi Customer Service 24 jam Medi-Call<\/a><\/span> atau segera download aplikasi Medi-Call di <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/apps.apple.com\/id\/app\/medi-call\/id6499410243\">App Store<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.medicall.patient\">Play Store<\/a><\/span> untuk booking lebih cepat!<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-425916 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call.jpg\" alt=\"Email Blast Layanan Dokter Review GMB Medi-Call\" width=\"1580\" height=\"779\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call.jpg 1580w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-300x148.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1024x505.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-768x379.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1536x757.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1580px) 100vw, 1580px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Disclaimer: <\/span><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan yang akurat berdasarkan referensi medis tepercaya. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Jika Anda mengalami gejala berat atau kondisi darurat, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong>Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\u00a0World Health Organization. Syphilis [Internet]. World Health Organization. 2025. Available from: https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/syphilis<\/li>\n<li aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">Huang Y, Ye Y, Li L, Zhou Z. Global, regional, and national burden and trends of syphilis among women of childbearing age from 1990 to 2021. PubMed. 2025 Jan 1;13:1580964\u20134.<\/div>\n<\/li>\n<li aria-level=\"1\">\n<div class=\"csl-left-margin\">\n<div class=\"csl-left-margin\">Cleveland Clinic. Syphilis [Internet]. Cleveland Clinic. 2022. Available from: https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/4622-syphilis<\/div>\n<\/div>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tahap awal gejala sipilis pada wanita sering tidak disadari. Kenali tanda-tanda, stadium penyakit, pengobatan, dan pencegahannya secara tepat. Pada banyak kasus, gejala sipilis pada wanita sering tidak disadari karena biasanya muncul secara ringan atau tanpa rasa nyeri. Kondisi ini tentu berbahaya karena sipilis dapat berkembang menjadi komplikasi serius jika tidak segera ditangani.\u00a0 Laporan terbaru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":426038,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[296],"tags":[27,15],"class_list":["post-426037","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-penyakit-seksual","tag-medi-call","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426037","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426037"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426037\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426039,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426037\/revisions\/426039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426038"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426037"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426037"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426037"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}