{"id":426102,"date":"2026-03-11T17:01:22","date_gmt":"2026-03-11T10:01:22","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426102"},"modified":"2026-03-16T20:13:42","modified_gmt":"2026-03-16T13:13:42","slug":"demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/","title":{"rendered":"Demam Tinggi Bisa Berbahaya! Ketahui Batas Suhu Normal"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi bisa berbahaya jika melewati batas tertentu. Kenali suhu normal, tanda bahaya, dan kapan harus cari bantuan medis.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi memang bisa berbahaya, terutama ketika suhu tubuh mencapai 39\u00b0C atau lebih. Dalam kondisi tertentu, suhu yang sangat tinggi bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kejang demam, dehidrasi berat, hingga gangguan kesadaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut data <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/pneumonia\">World Health Organization (WHO)<\/a><\/span>, infeksi yang sering disertai demam tinggi, seperti pneumonia, malaria, dan demam berdarah, masih menjadi penyebab jutaan kematian setiap tahun di dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, penting untuk mengetahui bahwa suhu tubuh normal manusia umumnya berada pada kisaran 36,5\u201337,5\u00b0C. Sementara itu, demam tinggi biasanya didefinisikan ketika suhu mencapai \u226539\u00b0C.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memahami batas suhu demam membantu seseorang menentukan kapan kondisi ini masih bisa dipantau di rumah dan kapan perlu segera mencari pertolongan medis.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Berapa_Suhu_Tubuh_yang_Masih_Normal\" >Berapa Suhu Tubuh yang Masih Normal?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Suhu_normal_orang_dewasa\" >Suhu normal orang dewasa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Suhu_normal_anak\" >Suhu normal anak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Perbedaan_hasil_termometer\" >Perbedaan hasil termometer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Tabel_batas_suhu_tubuh\" >Tabel batas suhu tubuh<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Kapan_Demam_Disebut_Tinggi_dan_Berbahaya\" >Kapan Demam Disebut Tinggi dan Berbahaya?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Demam_ringan_375%E2%80%9338%C2%B0C\" >Demam ringan (37,5\u201338\u00b0C)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Demam_sedang_38%E2%80%9339%C2%B0C\" >Demam sedang (38\u201339\u00b0C)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Demam_tinggi_%E2%89%A539%C2%B0C\" >Demam tinggi (\u226539\u00b0C)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Di_atas_40%C2%B0C_apakah_darurat\" >Di atas 40\u00b0C apakah darurat?<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Tanda_Bahaya_Demam_yang_Tidak_Boleh_Diabaikan\" >Tanda Bahaya Demam yang Tidak Boleh Diabaikan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Penyebab_Umum_Demam_Tinggi\" >Penyebab Umum Demam Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Kapan_Tetap_Harus_ke_Dokter_Meski_Tidak_Ingin_ke_Rumah_Sakit\" >Kapan Tetap Harus ke Dokter Meski Tidak Ingin ke Rumah Sakit?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/#Kesimpulan_Demam_Tinggi_Berbahaya_atau_Tidak\" >Kesimpulan: Demam Tinggi Berbahaya atau Tidak?\u00a0<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_Suhu_Tubuh_yang_Masih_Normal\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Berapa Suhu Tubuh yang Masih Normal?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suhu tubuh manusia tidak selalu sama sepanjang hari. Suhu dapat berubah tergantung aktivitas, waktu pengukuran, serta metode yang digunakan untuk mengukur suhu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/first-aid\/first-aid-fever\/basics\/art-20056685\">Mayo Clinic (2023)<\/a>,<\/span> batas suhu normal dapat berbeda antara orang dewasa dan anak.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Suhu_normal_orang_dewasa\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Suhu normal orang dewasa<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada orang dewasa, suhu tubuh normal biasanya berada di antara 36,1\u201337,2\u00b0C. Suhu tubuh dapat sedikit meningkat pada malam hari atau setelah aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam pada orang dewasa biasanya mulai dianggap signifikan ketika suhu mencapai 38\u00b0C atau lebih.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Suhu_normal_anak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Suhu normal anak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada anak-anak, suhu tubuh normal mereka cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, yaitu di kisaran sekitar 36,5\u201337,5\u00b0C.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak-anak juga lebih rentan mengalami demam karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan dan masih belajar mengenali berbagai infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena kondisi ini, orang tua perlu memahami, <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/docs.google.com\/document\/d\/155gN4TWriQQxCn7hH4_5u2uElRzObRjD\/edit?usp=sharing&amp;ouid=105978399124413989894&amp;rtpof=true&amp;sd=true\"><span style=\"color: #ff0000;\">anak demam kapan dibawa ke dokter<\/span> <\/a>agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_hasil_termometer\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan hasil termometer<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hasil pengukuran suhu tubuh dapat berbeda tergantung pada metode dan lokasi pengukuran.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mulut (oral)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Anda bisa menempatkan termometer di bawah lidah. Metode ini cukup akurat dan sering digunakan pada orang dewasa serta anak yang sudah cukup besar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ketiak (aksila)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tempatkan Termometer di lipatan ketiak. Cara ini paling mudah dan aman, tetapi biasanya menghasilkan suhu sekitar 0,3\u20130,5\u00b0C lebih rendah dibandingkan metode oral.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Telinga (timpani)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Termometer inframerah digunakan untuk mengukur suhu di dalam telinga. Metode ini cepat dan cukup akurat jika dilakukan dengan posisi yang benar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rektal (melalui anus)<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Cara pemakaiannya adalah dengan memasukkan termometer secara perlahan ke dalam rektum. Metode ini dianggap paling akurat, terutama pada bayi dan anak kecil.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tabel_batas_suhu_tubuh\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tabel batas suhu tubuh<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk memahami batas suhu normal dan demam, beberapa lembaga kesehatan menggunakan kisaran suhu tubuh sebagai acuan medis. Tabel berikut merangkum rentang suhu normal dan demam pada dewasa dan anak berdasarkan panduan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm\">MedlinePlus<\/a> <\/span>dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/\">NHS Fife<\/a>.<\/span><\/span><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Kelompok<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Kategori<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Rentang suhu (\u00b0C)<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Keterangan singkat<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Dewasa<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Normal<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">36,1 \u2013 37,2<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Rentang normal umum pada orang dewasa .<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm\">medlineplus<\/a><\/span>\u200b<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Demam<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">\u2265 38,0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Umumnya menandakan infeksi\/penyakit.<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm\">medlineplus<\/a><\/span>\u200b<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Anak<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Normal (\u00b1)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">\u00b1 36,6<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Rata-rata suhu normal anak sekitar 36,6\u00b0C.<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/\">nhsfife<\/a><\/span>\u200b<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Demam<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">\u2265 38,0<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Anak dianggap demam jika suhu \u2265 38\u00b0C. <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/\">nhsfife<\/a>\u200b<\/span><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Demam_Disebut_Tinggi_dan_Berbahaya\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Demam Disebut Tinggi dan Berbahaya?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua demam berbahaya. Namun, demam tinggi perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat menandakan infeksi serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum, demam dapat dibagi menjadi beberapa tingkat berdasarkan suhu tubuh.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Demam_ringan_375%E2%80%9338%C2%B0C\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan (37,5\u201338\u00b0C)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan sering terjadi pada infeksi virus ringan seperti selesma atau common cold (sering disebut flu dalam bahasa sehari-hari, bukan influenza). Pada tahap ini, tubuh biasanya masih mampu melawan infeksi dengan baik. Anak masih dapat beraktivitas meskipun merasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Demam_sedang_38%E2%80%9339%C2%B0C\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Demam sedang (38\u201339\u00b0C)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam pada rentang ini menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi dengan lebih aktif. Beberapa orang mungkin mulai merasakan gejala seperti menggigil, sakit kepala, atau kelelahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anda tetap perlu memantau demam sedang, terutama jika berlangsung lebih dari beberapa hari.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Demam_tinggi_%E2%89%A539%C2%B0C\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi (\u226539\u00b0C)<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ketika suhu tubuh mencapai 39\u00b0C atau lebih, kondisi ini sudah termasuk demam tinggi. Pada suhu ini, risiko komplikasi dapat meningkat, terutama pada anak kecil dan lansia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa orang mungkin mengalami gejala tambahan seperti lemas, menggigil hebat, atau sakit tubuh.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Di_atas_40%C2%B0C_apakah_darurat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Di atas 40\u00b0C apakah darurat?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya. Suhu tubuh di atas 40\u00b0C termasuk kondisi yang memerlukan perhatian medis segera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/vaccine-safety\/about\/febrile-seizures.html\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC<\/a>)<\/span>, suhu tubuh yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kejang, gangguan kesadaran, atau dehidrasi berat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, penting untuk mengenali tanda bahaya demam agar tidak menunda penanganan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_Bahaya_Demam_yang_Tidak_Boleh_Diabaikan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda Bahaya Demam yang Tidak Boleh Diabaikan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam praktik medis sehari-hari, banyak dokter menemukan bahwa sebagian besar kasus demam memang dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari, terutama jika disebabkan oleh infeksi virus ringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, pengalaman klinis dokter Medi-Call saat menangani pasien demam, seringnya dokter melakukan penilaian secara lebih menyeluruh, tidak hanya berdasarkan suhu tubuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter juga mengevaluasi gejala lain yang muncul, lamanya demam berlangsung, serta kondisi umum pasien sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut beberapa tanda bahaya demam yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjuti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam lebih dari 3 hari<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Demam ini dapat menandakan adanya infeksi yang lebih serius, terutama jika suhu tubuh tetap tinggi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tidak turun setelah obat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Jika obat penurun demam tidak membantu menurunkan suhu tubuh, kondisi ini sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Sesak napas dapat menjadi tanda infeksi pada paru-paru, seperti pneumonia.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kejang<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Pada anak, demam tinggi dapat memicu kejang demam. Meskipun sering tidak berbahaya, kondisi ini tetap memerlukan evaluasi dokter.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dehidrasi<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Tanda dehidrasi meliputi mulut kering, jarang buang air kecil, dan tubuh terasa sangat lemas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penurunan kesadaran<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Jika penderita tampak bingung, sulit dibangunkan, atau kehilangan kesadaran, kondisi ini termasuk tanda darurat medis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak orang menunda pemeriksaan karena tidak ingin pergi ke rumah sakit. Namun, jika tanda bahaya demam muncul, penanganan yang terlambat dapat memperburuk kondisi kesehatan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_Umum_Demam_Tinggi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Penyebab Umum Demam Tinggi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi biasanya terjadi karena tubuh sedang melawan infeksi atau peradangan. Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Infeksi virus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi virus merupakan penyebab demam yang paling sering. Contohnya adalah flu, COVID-19, atau infeksi saluran pernapasan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Infeksi bakteri<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa infeksi bakteri dapat menyebabkan demam tinggi yang memerlukan pengobatan antibiotik, seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam berdarah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam berdarah dengue sering ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tifus<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tifus atau demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan biasanya disertai demam yang berlangsung lama.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Radang berat<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peradangan pada organ tubuh, seperti radang paru-paru atau radang usus, juga dapat menyebabkan demam tinggi.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Tetap_Harus_ke_Dokter_Meski_Tidak_Ingin_ke_Rumah_Sakit\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Tetap Harus ke Dokter Meski Tidak Ingin ke Rumah Sakit?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi Anda yang sering menunda pemeriksaan karena merasa demam masih bisa ditahan atau enggan pergi ke rumah sakit, Anda harus mencari bantuan medis apabila ada beberapa kondisi yang membutuhkan penanganan khusus, seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam lebih dari 39\u00b0C yang tidak turun<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam disertai ruam atau mimisan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bayi di bawah 3 bulan mengalami demam<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penderita memiliki penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam situasi ini, menunda pemeriksaan bisa memperparah kondisi penyakit yang mendasarinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika sulit datang ke fasilitas kesehatan, konsultasi dengan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">dokter atau layanan medis di rumah dari Medi-Call<\/a><\/span> dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan pemeriksaan awal.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_417718\" aria-describedby=\"caption-attachment-417718\" style=\"width: 1322px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-417718 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg\" alt=\"Demam Tinggi Bisa Berbahaya! Ketahui Batas Suhu Normal\" width=\"1322\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call.jpg 1322w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-300x174.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/Banner-Pop-Up-Dokter-Ke-Rumah-dan-Dokter-Umum-Terdekat-Medi-Call-768x446.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1322px) 100vw, 1322px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-417718\" class=\"wp-caption-text\">Medi-Call: Layanan Panggil Dokter ke Rumah<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan_Demam_Tinggi_Berbahaya_atau_Tidak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan: Demam Tinggi Berbahaya atau Tidak?\u00a0<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam tidak selalu berbahaya karena merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi. Namun, demam tinggi, terutama ketika suhu tubuh mencapai sekitar 39\u00b0C atau lebih, tidak boleh diabaikan, karena dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi medis yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengetahui batas suhu demam membantu menentukan apakah kondisi tersebut masih dapat dipantau di rumah atau sudah memerlukan pemeriksaan medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain suhu tubuh yang tinggi, munculnya tanda bahaya demam seperti kejang, penurunan kesadaran, atau gejala lain yang tidak biasa juga menjadi sinyal bahwa seseorang sebaiknya segera mendapatkan penanganan medis agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Disclaimer:\u00a0<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini bertujuan memberikan informasi kesehatan secara umum dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis yang kompeten.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic Staff. 2023. Fever: first aid. Mayo Clinic. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/first-aid\/first-aid-fever\/basics\/art-20056685\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/first-aid\/first-aid-fever\/basics\/art-20056685<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/healthy-lifestyle\/infant-and-toddler-health\/in-depth\/thermometer\/art-20047410\">mayoclinic<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. 2023. When should you worry about your child&#8217;s fever? Cleveland Clinic. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax\">https:\/\/health.clevelandclinic.org\/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax\">health.clevelandclinic<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">MedlinePlus. 2024. Body temperature norms. MedlinePlus Medical Encyclopedia. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm\">https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/001982.htm\">medlineplus<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">NHS Fife. 2021. High temperature (fever) in children. NHS Fife. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/\">https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.nhsfife.org\/services\/all-services\/common-childhood-illnesses\/childfever\/\">nhsfife<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Febrile seizures and vaccines. CDC. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/vaccine-safety\/about\/febrile-seizures.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/vaccine-safety\/about\/febrile-seizures.html<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/vaccine-safety\/about\/febrile-seizures.html\">cdc<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">American Academy of Pediatrics. 2022. Fever: when to call the pediatrician. HealthyChildren.org. Diakses 5 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/fever\/Pages\/When-to-Call-the-Pediatrician.aspx\">https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/fever\/Pages\/When-to-Call-the-Pediatrician.aspx<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.healthychildren.org\/English\/health-issues\/conditions\/fever\/Pages\/When-to-Call-the-Pediatrician.aspx\">healthychildren<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\">World Health Organization. 2024. <span style=\"color: #000000; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">Pneumonia fact sheet.<\/span><span style=\"color: #000000; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\"> WHO. Diakses 5 Maret 2026, dari:<\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/pneumonia\"> https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/pneumonia<\/a><span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">[<\/span><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/journal.universitaspahlawan.ac.id\/index.php\/prepotif\/article\/download\/44589\/28691\/157390\">journal.universitaspahlawan.ac<\/a><span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demam tinggi bisa berbahaya jika melewati batas tertentu. Kenali suhu normal, tanda bahaya, dan kapan harus cari bantuan medis. Demam tinggi memang bisa berbahaya, terutama ketika suhu tubuh mencapai 39\u00b0C atau lebih. Dalam kondisi tertentu, suhu yang sangat tinggi bahkan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kejang demam, dehidrasi berat, hingga gangguan kesadaran.\u00a0 Menurut data World [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":426103,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[27,15],"ppma_author":[326],"class_list":["post-426102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-medi-call","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","authors":[{"term_id":326,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"medi-call-editor-2","display_name":"Medi-Call Editor Team","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d1465b2baf2b9923d1e61cebe2a48e70.jpg?ver=1774850655","author_category":"","first_name":"Medi-Call Editor Team","last_name":"","user_url":"http:\/\/medi-call.id","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426102"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426120,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426102\/revisions\/426120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426102"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=426102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}