{"id":426109,"date":"2026-03-13T16:22:42","date_gmt":"2026-03-13T09:22:42","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426109"},"modified":"2026-04-13T17:18:55","modified_gmt":"2026-04-13T10:18:55","slug":"compress-saat-demam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/","title":{"rendered":"Cara Kompress Yang Benar Saat Demam"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Bingung cara kompres saat demam? Ketahui cara kompres yang benar, apakah harus pakai air hangat atau dingin, serta tips menurunkan demam dengan aman di rumah.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara kompress yang benar saat demam adalah menggunakan air hangat suam-suam kuku, lalu menempelkan kompres pada area tubuh seperti ketiak, leher, atau lipatan paha selama sekitar 10\u201315 menit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Metode ini membantu tubuh melepaskan panas melalui kulit sehingga suhu tubuh dapat turun secara bertahap. Meski demikian, kompress hanya membantu meredakan gejala dan tidak mengatasi penyebab demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua orang memahami cara kompress yang benar. Banyak pertanyaan yang sering muncul, seperti kompress demam pakai air apa, di bagian tubuh mana kompress sebaiknya ditempatkan, dan berapa lama kompress dilakukan agar efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, penting untuk mempelajari cara kompress yang tepat agar tidak membuat tubuh menggigil atau bahkan memperlambat proses penurunan panas tubuh.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Cara_Kompress_yang_Benar_Saat_Demam\" >Cara Kompress yang Benar Saat Demam<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Mengapa_Kompress_Air_Hangat_Lebih_Efektif_Menurunkan_Panas\" >Mengapa Kompress Air Hangat Lebih Efektif Menurunkan Panas?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Kompress_Demam_di_Dahi_atau_Ketiak\" >Kompress Demam di Dahi atau Ketiak?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Ketiak\" >Ketiak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Lipatan_paha\" >Lipatan paha<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Leher\" >Leher<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Plester_Kompress_Demam_vs_Handuk_Basah_Mana_Lebih_Bagus\" >Plester Kompress Demam vs Handuk Basah Mana Lebih Bagus?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Plester_kompress\" >Plester kompress<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Handuk_basah\" >Handuk basah<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Berapa_Lama_Waktu_Mengompress_Saat_Demam\" >Berapa Lama Waktu Mengompress Saat Demam?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Tanda_Demam_Harus_Dibawa_ke_Dokter_Meski_Sudah_Dikompress\" >Tanda Demam Harus Dibawa ke Dokter Meski Sudah Dikompress<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/#Kesimpulan_Cara_Menurunkan_Demam_dengan_Kompress_dan_Penanganan_yang_Tepat\" >Kesimpulan: Cara Menurunkan Demam dengan Kompress dan Penanganan yang Tepat<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Kompress_yang_Benar_Saat_Demam\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Kompress yang Benar Saat Demam<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar kompress bekerja lebih efektif menurunkan suhu tubuh, sebaiknya dilakukan dengan cara yang benar. Berikut cara kompress yang benar saat demam:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan air hangat suam-suam kuku<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Tidak terlalu dingin maupun terlalu panas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Basahi handuk bersih dengan air hangat<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Peras handuk hingga tidak terlalu basah agar air tidak menetes.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tempelkan kompress pada area tubuh tertentu<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Area seperti ketiak, lipatan paha, atau leher dapat membantu pelepasan panas lebih efektif.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ganti kompress secara berkala<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Ketika handuk mulai dingin, basahi kembali dengan air hangat.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lakukan selama 10\u201315 menit<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Kompress dapat dilakukan beberapa kali hingga suhu tubuh mulai menurun.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Kompress_Air_Hangat_Lebih_Efektif_Menurunkan_Panas\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengapa Kompress Air Hangat Lebih Efektif Menurunkan Panas?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak orang mengira kompress dingin lebih efektif untuk menurunkan demam. Padahal, dalam banyak kasus kompress demam pakai air hangat justru lebih dianjurkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/symptoms\/10880-fever-in-children\"><span style=\"color: #ff0000;\">Cleveland Clinic (2023<\/span>)<\/a> dan<span style=\"color: #ff0000;\"> <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/in-depth\/fever\/art-20050997\">Mayo Clinic<\/a><\/span>, air hangat membantu pembuluh darah di kulit melebar sehingga panas tubuh lebih mudah keluar melalui permukaan kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebaliknya, air yang terlalu dingin dapat membuat tubuh menggigil. Ketika tubuh menggigil, otot akan berkontraksi untuk menghasilkan panas sehingga suhu tubuh justru dapat meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, dalam praktik medis, air hangat lebih sering digunakan sebagai bagian dari cara menurunkan demam dengan kompress yang aman.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kompress_Demam_di_Dahi_atau_Ketiak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kompress Demam di Dahi atau Ketiak?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak orang meletakkan kompress di dahi saat demam. Namun secara medis, pelepasan panas tubuh lebih efektif terjadi di area dengan pembuluh darah besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain dahi, berikut ini adalah beberapa area yang sering digunakan untuk kompress:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketiak\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ketiak<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Area ketiak memiliki banyak pembuluh darah besar yang berada dekat permukaan kulit. Kompress pada area ini dapat membantu tubuh melepaskan panas lebih cepat.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lipatan_paha\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Lipatan paha<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lipatan paha juga merupakan area dengan aliran darah yang cukup besar sehingga sering digunakan sebagai tempat kompress demam.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Leher\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Leher<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagian belakang leher dapat membantu memberikan rasa nyaman serta membantu tubuh melepaskan panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, jawaban untuk kompress demam di dahi atau ketiak adalah Anda dapat tetap mengompres di area dahi, tetapi efek penurunan suhu biasanya tidak sekuat pada area lipatan tubuh seperti ketiak.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Plester_Kompress_Demam_vs_Handuk_Basah_Mana_Lebih_Bagus\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Plester Kompress Demam vs Handuk Basah Mana Lebih Bagus?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat ini banyak tersedia plester kompress demam yang praktis digunakan. Namun, sebagian orang masih menggunakan metode tradisional dengan handuk basah.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Plester_kompress\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Plester kompress<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Plester kompress mudah digunakan dan praktis karena langsung ditempel pada kulit. Produk ini biasanya mengandung gel pendingin yang memberikan efek sejuk.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Handuk_basah\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Handuk basah<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Handuk basah dengan air hangat memungkinkan area kompress yang lebih luas dan dapat diganti secara berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam banyak kasus, metode handuk basah lebih fleksibel karena dapat digunakan pada berbagai area tubuh seperti ketiak atau lipatan paha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, baik plester kompress maupun handuk basah dapat digunakan sebagai bagian dari cara menurunkan demam dengan kompress, tergantung kenyamanan pasien.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_Lama_Waktu_Mengompress_Saat_Demam\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Berapa Lama Waktu Mengompress Saat Demam?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Durasi kompress juga memengaruhi efektivitas penurunan suhu tubuh. Umumnya, kompress dilakukan selama 10\u201315 menit dan dapat diulang beberapa kali sehari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika setelah kompress pertama suhu tubuh masih tinggi, Anda bisa mengulanginya beberapa waktu kemudian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun demikian, kompress sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama dengan air yang sudah dingin karena dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_Demam_Harus_Dibawa_ke_Dokter_Meski_Sudah_Dikompress\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda Demam Harus Dibawa ke Dokter Meski Sudah Dikompress<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kompress memang dapat membantu menurunkan suhu tubuh sementara tetapi tidak mengatasi penyebab utama demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman klinis dokter Medi-Call dalam menangani pasien dengan keluhan demam melalui layanan konsultasi dan kunjungan dokter ke rumah, dokter tidak hanya menilai suhu tubuh saat memeriksa pasien.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, dokter juga memperhatikan durasi demam, respons tubuh terhadap obat penurun panas, serta gejala lain yang menyertainya, seperti perubahan pola napas, tingkat kesadaran, dan kemampuan pasien untuk makan atau minum.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penilaian menyeluruh ini membantu menentukan apakah demam masih dapat dipantau di rumah atau memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Merujuk panduan dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/parents\/essentials\/fever\/feverchart.html\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC)<\/a><\/span>, berikut adalah beberapa tanda demam yang perlu diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam lebih dari 3 hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Suhu tubuh mencapai lebih dari 39\u00b0C<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tidak turun setelah obat penurun panas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disertai kejang<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tampak sangat lemas atau sulit dibangunkan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah terus-menerus atau tidak mau minum<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila gejala tersebut muncul, sebaiknya Anda segera mencari bantuan medis karena menunda pemeriksaan dapat memperparah kondisi kesehatan, seperti yang dijelaskan oleh <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.healthdirect.gov.au\/fever-and-high-temperature-in-children\">Healthdirect Australia<\/a>.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun jika demam terjadi pada anak, pastikan Anda memahami <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/anak-demam-kapan-harus-ke-dokter\/\">kapan anak demam harus dibawa ke dokter<\/a>,<\/span> terlebih jika disertai gejala lain.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan_Cara_Menurunkan_Demam_dengan_Kompress_dan_Penanganan_yang_Tepat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan: Cara Menurunkan Demam dengan Kompress dan Penanganan yang Tepat<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kompress dapat membantu meredakan demam sementara dan membuat tubuh lebih nyaman. Cara menurunkan demam dengan kompress yang benar adalah menggunakan air hangat suam-suam kuku selama sekitar 10\u201315 menit pada area seperti ketiak, leher, atau lipatan paha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar hasilnya lebih optimal, kompress sebaiknya disertai dengan perawatan lain seperti memastikan asupan cairan cukup, beristirahat yang cukup, menggunakan pakaian yang ringan, serta mengonsumsi obat penurun demam sesuai anjuran dokter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika demam tidak membaik, suhu tubuh sangat tinggi, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan medis tetap diperlukan. Dalam kondisi tertentu,<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\"> layanan kunjungan dokter ke rumah<\/a><\/span> dapat menjadi alternatif bagi pasien yang sulit datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-426106 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg\" alt=\"Cara Kompress Yang Benar Saat Demam\" width=\"1256\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg 1256w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-300x139.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-1024x476.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-768x357.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1256px) 100vw, 1256px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Disclaimer<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi kesehatan dan tidak menggantikan diagnosis maupun saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Penanganan demam dapat berbeda pada setiap orang tergantung penyebab, usia, dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika demam tidak membaik, suhu tubuh sangat tinggi, atau muncul gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic Staff. 2023. Fever treatment: quick guide to treating a fever. Mayo Clinic. Diakses 10 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/in-depth\/fever\/art-20050997\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/in-depth\/fever\/art-20050997<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. 2023. Fever symptoms &amp; causes: what is considered a fever? Cleveland Clinic. Diakses 10 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/symptoms\/10880-fever\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/symptoms\/10880-fever<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Fever in children: when to call the doctor. CDC. Diakses 10 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/parents\/essentials\/fever\/feverchart.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/parents\/essentials\/fever\/feverchart.html<\/a><\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\">Healthdirect Australia. 2023. Fever and high temperature in children. Healthdirect. Diakses 10 Maret 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.healthdirect.gov.au\/fever-and-high-temperature-in-children\">https:\/\/www.healthdirect.gov.au\/fever-and-high-temperature-in-children<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bingung cara kompres saat demam? Ketahui cara kompres yang benar, apakah harus pakai air hangat atau dingin, serta tips menurunkan demam dengan aman di rumah. Cara kompress yang benar saat demam adalah menggunakan air hangat suam-suam kuku, lalu menempelkan kompres pada area tubuh seperti ketiak, leher, atau lipatan paha selama sekitar 10\u201315 menit.\u00a0 Metode ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1002,"featured_media":426110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[10,27,15],"class_list":["post-426109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dokter-ke-rumah","tag-medi-call","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426109"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426111,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426109\/revisions\/426111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}