{"id":426127,"date":"2026-03-17T16:40:53","date_gmt":"2026-03-17T09:40:53","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426127"},"modified":"2026-04-13T17:20:54","modified_gmt":"2026-04-13T10:20:54","slug":"gejala-demam-berdarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/","title":{"rendered":"Jangan Salah! Ini Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan Demam Biasa"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Banyak orang keliru membedakan DBD dan demam biasa. Pelajari perbedaan gejala demam berdarah agar bisa mendeteksi penyakit ini lebih cepat<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala awal demam berdarah biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, serta muncul bintik merah pada kulit. Berbeda dengan demam biasa yang sering disebabkan infeksi ringan seperti flu atau pilek dan biasanya disertai batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, demam berdarah umumnya tidak menunjukkan gejala pernapasan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika tidak dipantau dengan baik, penyakit ini dapat berkembang ke fase kritis demam berdarah, yaitu ketika trombosit menurun dan risiko perdarahan meningkat. Karena beberapa gejalanya mirip dengan infeksi virus lain, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami infeksi dengue pada tahap awal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam berdarah adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan masih menjadi masalah kesehatan di negara tropis seperti Indonesia. Masa inkubasi demam berdarah umumnya berlangsung sekitar 4\u201310 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pedoman dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/dengue\/signs-symptoms\/index.html\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC)<\/a><\/span> menyebutkan bahwa tanda bahaya dapat meliputi nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, hingga perdarahan. Pemeriksaan medis sejak dini penting dilakukan untuk memastikan diagnosis dan memantau kondisi pasien agar komplikasi dapat dicegah.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Berapa_Hari_Masa_Inkubasi_Demam_Berdarah\" >Berapa Hari Masa Inkubasi Demam Berdarah?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Tanda_Awal_Terkena_Demam_Berdarah\" >Tanda Awal Terkena Demam Berdarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Ciri-Ciri_Sakit_DBD_yang_Perlu_Diwaspadai\" >Ciri-Ciri Sakit DBD yang Perlu Diwaspadai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Ciri-Ciri_Bintik_Merah_DBD_dan_Bedanya_dengan_Gigitan_Nyamuk\" >Ciri-Ciri Bintik Merah DBD dan Bedanya dengan Gigitan Nyamuk<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Bintik_Merah_DBD\" >Bintik Merah DBD<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Gigitan_Nyamuk_Biasa\" >Gigitan Nyamuk Biasa<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Perbedaan_Gejala_DBD_Tipes_dan_Flu_Biasa\" >Perbedaan Gejala DBD, Tipes, dan Flu Biasa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Tanda_Trombosit_Turun_pada_Penderita_DBD\" >Tanda Trombosit Turun pada Penderita DBD<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Fase_Kritis_Demam_Berdarah_yang_Harus_Diwaspadai\" >Fase Kritis Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Kapan_Harus_ke_Rumah_Sakit_Saat_Gejala_DBD_Muncul\" >Kapan Harus ke Rumah Sakit Saat Gejala DBD Muncul?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Cara_Mencegah_Demam_Berdarah_di_Lingkungan_Rumah\" >Cara Mencegah Demam Berdarah di Lingkungan Rumah<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#1_Melakukan_3M\" >1. Melakukan 3M<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#2_Menggunakan_perlindungan_dari_nyamuk\" >2. Menggunakan perlindungan dari nyamuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#3_Menjaga_kebersihan_lingkungan\" >3. Menjaga kebersihan lingkungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/#Mengenali_Demam_Berdarah_Sejak_Dini_Dapat_Mencegah_Komplikasi\" >Mengenali Demam Berdarah Sejak Dini Dapat Mencegah Komplikasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_Hari_Masa_Inkubasi_Demam_Berdarah\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Berapa Hari Masa Inkubasi Demam Berdarah?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masa inkubasi demam berdarah adalah periode sejak seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue hingga munculnya gejala pertama. Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue\">World Health Organization (WHO)<\/a>,<\/span> masa inkubasi dengue umumnya berlangsung sekitar 4\u201310 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama periode ini, virus mulai berkembang biak di dalam tubuh. Penderita biasanya belum merasakan keluhan apa pun, sehingga infeksi sering tidak disadari. Setelah masa inkubasi berakhir, gejala demam berdarah biasanya muncul secara mendadak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena tidak ada gejala yang jelas pada fase ini, banyak orang baru menyadari infeksi setelah demam tinggi muncul secara tiba-tiba.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_Awal_Terkena_Demam_Berdarah\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda Awal Terkena Demam Berdarah<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah masa inkubasi selesai, penderita biasanya mulai mengalami gejala awal demam berdarah. Gejala ini sering menyerupai infeksi virus lain sehingga mudah disalahartikan sebagai flu biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa ciri-ciri demam berdarah pada tahap awal meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi mendadak hingga 39\u201340\u00b0C<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit kepala berat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri di belakang mata<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri otot dan sendi (sering disebut breakbone fever)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nafsu makan menurun<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mual atau muntah ringan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam biasanya berlangsung sekitar 2\u20137 hari. Pada sebagian penderita, suhu tubuh dapat turun sementara sebelum memasuki fase berikutnya dari penyakit demam berdarah.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Sakit_DBD_yang_Perlu_Diwaspadai\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri Sakit DBD yang Perlu Diwaspadai<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain gejala awal, ciri-ciri demam berdarah juga dapat berkembang menjadi tanda peringatan yang menunjukkan kondisi penyakit mulai memburuk. Menurut pedoman World Health Organization (WHO), beberapa gejala tertentu dapat menandakan risiko komplikasi yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa tanda atau gejala lanjutan yang perlu diwaspadai, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri perut hebat atau terus-menerus<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah berulang, terutama jika terjadi lebih dari beberapa kali dalam sehari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perdarahan ringan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tubuh terasa sangat lemah atau lemas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gelisah, sulit berkonsentrasi, atau penurunan kesadaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala-gejala tersebut sering muncul ketika penyakit mulai memasuki tahap yang lebih serius dan memerlukan pemantauan medis lebih ketat. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat berkaitan dengan penurunan trombosit atau perubahan keseimbangan cairan dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Catatan penting:<\/span><\/strong><br \/>\n<strong><span style=\"color: #000000;\">Jika muncul tanda perdarahan, muntah terus-menerus, atau nyeri perut hebat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan evaluasi medis lebih lanjut. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih berat.<\/span><\/strong><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Bintik_Merah_DBD_dan_Bedanya_dengan_Gigitan_Nyamuk\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri Bintik Merah DBD dan Bedanya dengan Gigitan Nyamuk<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bintik merah pada kulit sering menjadi salah satu tanda khas demam berdarah. Namun, tidak semua bintik merah ini berarti DBD. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan antara bintik merah DBD dan gigitan nyamuk biasa:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bintik_Merah_DBD\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Bintik Merah DBD<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak terasa gatal<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak menonjol<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak hilang saat ditekan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Biasanya muncul di lengan, kaki, atau dada<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gigitan_Nyamuk_Biasa\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Gigitan Nyamuk Biasa<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terasa gatal<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menonjol<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki titik gigitan di tengah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Biasanya hilang dalam beberapa jam atau hari<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bintik merah pada demam berdarah terjadi akibat perdarahan kecil di bawah kulit karena penurunan trombosit.<\/span><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Gejala_DBD_Tipes_dan_Flu_Biasa\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan Gejala DBD, Tipes, dan Flu Biasa<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala demam berdarah sering kali mirip dengan penyakit infeksi lain seperti tipes atau flu. Karena itu, banyak orang kesulitan membedakannya hanya dari gejala awal. Memahami perbedaan karakteristik masing-masing penyakit dapat membantu mengenali kondisi yang dialami sebelum melakukan pemeriksaan medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut perbedaan gejalanya secara umum:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam Berdarah (DBD)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi muncul tiba-tiba (hingga 39\u201340\u00b0C)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri otot dan sendi yang cukup kuat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit kepala dan nyeri di belakang mata<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul bintik merah pada kulit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Trombosit dapat menurun pada pemeriksaan darah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tipes (Demam Tifoid)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam meningkat secara bertahap dari hari ke hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gangguan pencernaan seperti mual, diare, atau sembelit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri perut dan perut terasa tidak nyaman<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nafsu makan menurun dan lidah tampak kotor<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Flu Biasa<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam ringan hingga sedang<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Batuk, pilek, dan hidung tersumbat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit tenggorokan dan bersin<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya tidak disertai bintik merah pada kulit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun beberapa gejala dapat terlihat mirip, pemeriksaan darah tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis secara akurat, terutama untuk mengetahui kemungkinan penurunan trombosit pada demam berdarah.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda_Trombosit_Turun_pada_Penderita_DBD\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Tanda Trombosit Turun pada Penderita DBD<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penurunan trombosit merupakan salah satu indikator penting pada demam berdarah. Trombosit adalah komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan. Jika jumlah trombosit menurun secara signifikan, risiko perdarahan dapat meningkat sehingga kondisi pasien perlu dipantau lebih ketat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan trombosit mulai menurun antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul bintik merah pada kulit (petekie)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tubuh mudah memar tanpa benturan jelas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mimisan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gusi berdarah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tubuh terasa sangat lemas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam praktik klinis, dokter Medi-Call yang melakukan kunjungan medis ke rumah sering mengobservasi tanda-tanda awal tersebut pada pasien demam, terutama ketika demam sudah berlangsung beberapa hari. Pada kondisi tertentu, dokter biasanya menyarankan pemeriksaan darah untuk memantau kadar trombosit dan memastikan apakah gejala yang muncul berkaitan dengan infeksi dengue.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, pemantauan trombosit secara berkala sangat penting untuk mengetahui perkembangan penyakit dan menentukan penanganan yang tepat.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fase_Kritis_Demam_Berdarah_yang_Harus_Diwaspadai\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Fase Kritis Demam Berdarah yang Harus Diwaspadai<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fase kritis demam berdarah biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 setelah demam muncul. Pada fase ini, suhu tubuh sering mulai menurun, tetapi kondisi pasien justru perlu dipantau lebih ketat karena dapat terjadi kebocoran plasma dari pembuluh darah dan penurunan trombosit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebocoran plasma tersebut dapat menyebabkan penurunan volume cairan dalam pembuluh darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko berkembang menjadi syok dengue, yaitu keadaan ketika tekanan darah menurun dan aliran darah ke organ vital menjadi tidak optimal. Syok dengue merupakan komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama fase demam, menjaga asupan cairan yang cukup sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Pasien dianjurkan minum air putih, sup, atau cairan elektrolit oral seperti oralit untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa gejala yang perlu diwaspadai pada fase kritis, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri perut hebat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah terus-menerus<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perdarahan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penurunan kesadaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena itu, pemantauan medis sangat penting pada periode ini.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Harus_ke_Rumah_Sakit_Saat_Gejala_DBD_Muncul\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Harus ke Rumah Sakit Saat Gejala DBD Muncul?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua penderita demam berdarah memerlukan rawat inap. Namun ada beberapa kondisi yang mengharuskan pemeriksaan segera.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera ke rumah sakit jika muncul gejala berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi lebih dari 3 hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah terus-menerus<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri perut hebat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Perdarahan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lemas ekstrem<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penurunan kesadaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan dokter biasanya meliputi tes darah untuk melihat trombosit dan hematokrit. Jika sulit datang ke fasilitas kesehatan, layanan kunjungan dokter ke rumah seperti Medi-Call dapat membantu melakukan pemeriksaan awal dan memberikan penanganan medis langsung di rumah.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mencegah_Demam_Berdarah_di_Lingkungan_Rumah\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Mencegah Demam Berdarah di Lingkungan Rumah<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan demam berdarah berfokus pada pengendalian nyamuk pembawa virus dengue. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan oleh <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/cara-mencegah-dbd\">Kementerian Kesehatan RI<\/a> <\/span>antara lain:<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Melakukan_3M\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">1. Melakukan 3M<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menguras tempat penampungan air<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menutup wadah air<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menggunakan_perlindungan_dari_nyamuk\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">2. Menggunakan perlindungan dari nyamuk<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kelambu<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lotion anti nyamuk<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kasa pada ventilasi rumah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menjaga_kebersihan_lingkungan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">3. Menjaga kebersihan lingkungan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membersihkan genangan air<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghindari penumpukan sampah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain pencegahan lingkungan, pemeriksaan kesehatan lebih awal juga penting jika muncul gejala demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Layanan kesehatan seperti Medi-Call menyediakan kunjungan dokter ke rumah sehingga pasien dapat berkonsultasi tanpa harus menunggu kondisi memburuk.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-426106 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg\" alt=\"Jangan Salah! Ini Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan Demam Biasa\" width=\"1256\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg 1256w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-300x139.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-1024x476.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-768x357.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1256px) 100vw, 1256px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenali_Demam_Berdarah_Sejak_Dini_Dapat_Mencegah_Komplikasi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengenali Demam Berdarah Sejak Dini Dapat Mencegah Komplikasi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam berdarah adalah penyakit infeksi virus yang dapat berkembang dengan cepat jika tidak dipantau dengan baik. Masa inkubasi demam berdarah berkisar 4\u201310 hari, dan gejala awal sering menyerupai flu biasa. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri demam berdarah, memantau trombosit, serta memahami fase kritis demam berdarah sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/\">demam tinggi<\/a> <\/span>berlangsung beberapa hari disertai gejala seperti bintik merah, nyeri otot, atau muntah, segera lakukan pemeriksaan medis. Diagnosis dan pemantauan yang tepat dapat membantu menentukan apakah pasien memerlukan perawatan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi nyamuk, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, risiko penularan demam berdarah dapat ditekan secara signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Disclaimer:<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi di dalamnya bukan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun penanganan medis langsung oleh dokter. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang sesuai.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2025.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Symptoms of Dengue and Testing. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/dengue\/signs-symptoms\/index.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/dengue\/signs-symptoms\/index.html<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2026.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">CDC Yellow Book: Health Information for International Travel. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/yellow-book\/hcp\/travel-associated-infections-diseases\/dengue.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/yellow-book\/hcp\/travel-associated-infections-diseases\/dengue.html<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. 2026.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dengue Fever: Causes, Symptoms, Treatment &amp; Prevention. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/17753-dengue-fever\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/17753-dengue-fever<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC). 2023.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Factsheet for health professionals about dengue. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ecdc.europa.eu\/en\/dengue-fever\/facts\">https:\/\/www.ecdc.europa.eu\/en\/dengue-fever\/facts<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">National Center for Biotechnology Information (NCBI). 2024.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dengue Fever \u2013 StatPearls. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK430732\/\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK430732\/<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC).<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dengue Fever Overview. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/africacdc.org\/disease\/dengue-fever\/\">https:\/\/africacdc.org\/disease\/dengue-fever\/<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">American Medical Association (AMA). 2025.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dengue Resources. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ama-assn.org\/public-health\/infectious-diseases\/dengue-resources\">https:\/\/www.ama-assn.org\/public-health\/infectious-diseases\/dengue-resources<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">World Health Organization (WHO). 2025.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Dengue. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemenkes. 2024.<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #000000;\">Cara Mencegah DBD dengan Menjaga Lingkungan dan Diri Sendiri. Diakses pada 12 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/cara-mencegah-dbd\">https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/cara-mencegah-dbd<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang keliru membedakan DBD dan demam biasa. Pelajari perbedaan gejala demam berdarah agar bisa mendeteksi penyakit ini lebih cepat Gejala awal demam berdarah biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, serta muncul bintik merah pada kulit. Berbeda dengan demam biasa yang sering disebabkan infeksi ringan seperti flu atau pilek dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1002,"featured_media":426128,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[130,111,15],"class_list":["post-426127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-dbd","tag-demam-berdarah","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426127"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426157,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426127\/revisions\/426157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}