{"id":426173,"date":"2026-04-07T15:28:58","date_gmt":"2026-04-07T08:28:58","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426173"},"modified":"2026-04-07T15:29:59","modified_gmt":"2026-04-07T08:29:59","slug":"demam-karena-flu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/","title":{"rendered":"Demam Karena Flu: Penyebab &#038; Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Demam karena flu adalah hal umum, tapi bisa jadi tanda serius. Ketahui penyebab, durasi normal, dan cara mengatasinya dengan tepat.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam karena flu terjadi akibat respons sistem imun terhadap infeksi virus influenza, di mana tubuh meningkatkan suhu untuk menghambat perkembangan virus. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cara mengatasi demam karena flu meliputi istirahat cukup, menjaga asupan cairan, konsumsi obat penurun demam, seperti paracetamol sesuai dosis, serta makan makanan bergizi. Jika demam berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai gejala berat, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri, penting untuk memahami penyebab, durasi, serta cara mengatasi demam karena flu agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Apa_Penyebab_Demam_Saat_Terkena_Flu\" >Apa Penyebab Demam Saat Terkena Flu?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Ciri-Ciri_Flu_yang_Disertai_Demam_Tinggi\" >Ciri-Ciri Flu yang Disertai Demam Tinggi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Mengapa_Tubuh_Terasa_Menggigil_Saat_Demam_Flu\" >Mengapa Tubuh Terasa Menggigil Saat Demam Flu?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Perbedaan_Demam_Flu_Biasa_dengan_Gejala_Demam_Berdarah\" >Perbedaan Demam Flu Biasa dengan Gejala Demam Berdarah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Berapa_Lama_Demam_Flu_Biasanya_Berlangsung_pada_Orang_Dewasa\" >Berapa Lama Demam Flu Biasanya Berlangsung pada Orang Dewasa?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Kapan_Demam_Karena_Flu_Harus_Segera_ke_Dokter_atau_Rumah_Sakit\" >Kapan Demam Karena Flu Harus Segera ke Dokter atau Rumah Sakit?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Cara_Mengatasi_Demam_Saat_Flu\" >Cara Mengatasi Demam Saat Flu<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#1_Istirahat_yang_Cukup\" >1. Istirahat yang Cukup<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#2_Perbanyak_Cairan\" >2. Perbanyak Cairan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#3_Konsumsi_Obat_Penurun_Demam\" >3. Konsumsi Obat Penurun Demam<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#4_Kompres_Hangat\" >4. Kompres Hangat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#5_Makan_Makanan_Bergizi\" >5. Makan Makanan Bergizi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#6_Gunakan_Obat_Sesuai_Anjuran_Dokter\" >6. Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Diagnosis_dan_Pencegahan_Demam_Karena_Flu\" >Diagnosis dan Pencegahan Demam Karena Flu<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Diagnosis\" >Diagnosis<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Pencegahan\" >Pencegahan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Solusi_Layanan_Medi-Call\" >Solusi Layanan Medi-Call<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-karena-flu\/#Kenali_Penyebab_dan_Cara_Tepat_Mengatasi_Demam_Karena_Flu\" >Kenali Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Demam Karena Flu<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Penyebab_Demam_Saat_Terkena_Flu\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Apa Penyebab Demam Saat Terkena Flu?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab demam karena flu adalah infeksi virus influenza, terutama tipe A, B, atau C, yang menyerang saluran pernapasan. Saat virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun langsung merespons dengan melepaskan zat kimia seperti pirogen dan sitokin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zat-zat ini kemudian memicu hipotalamus bagian otak yang mengatur suhu tubuh untuk menaikkan suhu tubuh. Tujuannya adalah menciptakan kondisi yang kurang ideal bagi virus untuk berkembang sekaligus meningkatkan efektivitas sistem imun dalam melawan infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Respons ini bisa terasa lebih kuat pada kondisi tertentu, seperti saat daya tahan tubuh menurun atau tubuh sedang kelelahan. Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/cdc.gov\/flu\/about\/index.html\">Centers for Disease Control and Prevention<\/a><\/span> (CDC, 2026), demam merupakan salah satu gejala umum influenza, terutama pada anak-anak dan orang dewasa muda.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Flu_yang_Disertai_Demam_Tinggi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri Flu yang Disertai Demam Tinggi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, berikut ciri-ciri flu yang disertai demam:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Suhu tubuh meningkat (\u226538\u00b0C)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tubuh terasa lemas dan menggigil<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri otot dan sendi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sakit kepala<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Batuk kering<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hidung tersumbat atau berair<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kehilangan nafsu makan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua flu menyebabkan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/demam-tinggi-berbahaya-batas-suhu-normal\/\">demam tinggi<\/a>.<\/span> Namun, pada kasus tertentu, suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 38\u00b0C. Flu dengan demam biasanya muncul secara tiba-tiba, berbeda dengan pilek biasa yang berkembang secara bertahap.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Tubuh_Terasa_Menggigil_Saat_Demam_Flu\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Mengapa Tubuh Terasa Menggigil Saat Demam Flu?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menggigil saat demam karena flu terjadi karena tubuh sedang \u201cmenaikkan target suhu\u201d di dalam dirinya. Ibaratnya seperti thermostat AC atau pemanas ruangan: ketika suhu yang diinginkan dinaikkan, sistem akan bekerja lebih keras untuk mengejar suhu tersebut. Hal yang sama terjadi pada tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat terkena flu, otak (hipotalamus) menaikkan target suhu tubuh. Akibatnya, suhu tubuh saat ini dianggap masih \u201ckurang panas\u201d, sehingga tubuh merespons seolah-olah sedang kedinginan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk mengejar suhu yang baru ini, tubuh akan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menyempitkan pembuluh darah agar panas tidak keluar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggerakkan otot secara cepat (menggigil)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghasilkan panas tambahan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah sebabnya Anda bisa merasa kedinginan dan menggigil, padahal sebenarnya suhu tubuh sedang meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK562334\/\">National Library of Medicine<\/a> <\/span>(NIH, 2023), menggigil merupakan respons alami tubuh untuk membantu mencapai suhu tubuh yang lebih tinggi saat melawan infeksi.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Demam_Flu_Biasa_dengan_Gejala_Demam_Berdarah\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan Demam Flu Biasa dengan Gejala Demam Berdarah<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penting untuk membedakan demam karena flu dengan penyakit lain seperti <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-demam-berdarah\/\">gejala demam berdarah<\/a><\/span> dengue (DBD), karena penanganannya berbeda. Gunakan panduan ini untuk membedakan keduanya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam karena flu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disertai batuk, pilek, dan sakit tenggorokan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam naik turun<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jarang menyebabkan ruam atau perdarahan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Umumnya membaik dalam beberapa hari<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam berdarah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi mendadak (hingga 40\u00b0C)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nyeri hebat di belakang mata<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul ruam atau bintik merah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Risiko perdarahan (mimisan, gusi berdarah)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penurunan trombosit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue\">World Health Organization (WHO, 2025)<\/a><\/span>, DBD memerlukan perhatian medis segera karena berisiko menyebabkan komplikasi serius. Jika demam tinggi berlangsung lebih dari 3 hari atau disertai tanda perdarahan, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_Lama_Demam_Flu_Biasanya_Berlangsung_pada_Orang_Dewasa\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Berapa Lama Demam Flu Biasanya Berlangsung pada Orang Dewasa?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada orang dewasa, demam karena flu biasanya berlangsung selama 2\u20133 hari pada sebagian besar kasus, dan maksimal hingga 5 hari pada kondisi tertentu. Sementara itu, gejala flu secara keseluruhan dapat berlangsung selama 7\u201310 hari, meskipun rasa lelah bisa bertahan lebih lama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/symptoms-causes\/syc-20352759\">Mayo Clinic (2024<\/a>)<\/span>, demam yang berlangsung lebih dari 5 hari perlu dievaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan infeksi lain atau komplikasi.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Demam_Karena_Flu_Harus_Segera_ke_Dokter_atau_Rumah_Sakit\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kapan Demam Karena Flu Harus Segera ke Dokter atau Rumah Sakit?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun umumnya ringan, ada kondisi tertentu yang memerlukan penanganan medis segera. Konsultasikan ke dokter jika mengalami kondisi berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam lebih dari 3\u20135 hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Suhu tubuh di atas 39\u00b0C<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas atau nyeri dada<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak bisa makan atau minum<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kebingungan atau penurunan kesadaran<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gejala memburuk setelah sempat membaik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelompok berisiko tinggi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lansia<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak kecil<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ibu hamil<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penderita penyakit kronis<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman klinis tim dokter Medi-Call, banyak pasien yang awalnya menganggap demam flu sebagai kondisi ringan, namun ternyata mengalami komplikasi seperti infeksi sekunder. Oleh karena itu, pemantauan gejala sejak awal sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-425916 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call.jpg\" alt=\"Demam Karena Flu: Penyebab &amp; Cara Mengatasinya\" width=\"1580\" height=\"779\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call.jpg 1580w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-300x148.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1024x505.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-768x379.jpg 768w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Email-Blast-Layanan-Dokter-Review-GMB-Medi-Call-1536x757.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 1580px) 100vw, 1580px\" \/><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatasi_Demam_Saat_Flu\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Cara Mengatasi Demam Saat Flu<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penanganan demam karena flu berfokus pada meredakan gejala, menjaga kondisi tubuh tetap stabil, serta mendukung sistem imun agar dapat melawan infeksi secara optimal. Sebagian besar kasus flu bersifat self-limiting (dapat sembuh sendiri), namun perawatan yang tepat dapat mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Istirahat_yang_Cukup\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">1. Istirahat yang Cukup<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istirahat merupakan komponen utama dalam pemulihan demam karena flu. Saat tubuh beristirahat, sistem imun dapat bekerja lebih efektif dalam melawan virus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama demam:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Usahakan tidur 7\u20139 jam per hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hindari aktivitas fisik berat<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Batasi paparan layar dan stres berlebih<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istirahat yang cukup juga membantu menurunkan risiko perburukan gejala.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perbanyak_Cairan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">2. Perbanyak Cairan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam meningkatkan risiko kehilangan cairan melalui keringat dan pernapasan. Oleh karena itu, menjaga hidrasi menjadi bagian penting dalam cara mengatasi demam karena flu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis cairan yang dianjurkan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Air putih<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sup hangat (mengandung elektrolit alami)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Oralit atau cairan elektrolit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Teh hangat tanpa kafein<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hindari minuman berkafein atau beralkohol karena dapat meningkatkan kehilangan cairan.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Konsumsi_Obat_Penurun_Demam\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">3. Konsumsi Obat Penurun Demam<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obat antipiretik, seperti <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/paracetamol-untuk-demam\/\">paracetamol<\/a><\/span> (acetaminophen) sering digunakan untuk menurunkan suhu tubuh dan meredakan nyeri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal yang perlu diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hindari penggunaan berlebihan karena berisiko pada hati<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Konsultasikan ke dokter jika memiliki penyakit hati atau sedang mengonsumsi obat lain<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alternatif lain seperti ibuprofen juga dapat digunakan pada kondisi tertentu, namun tetap harus sesuai anjuran medis.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kompres_Hangat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">4. Kompres Hangat<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/compress-saat-demam\/\">Kompres demam<\/a> <\/span>dengan air hangat membantu menurunkan suhu tubuh secara bertahap melalui mekanisme pelepasan panas dari kulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melansir dari situs resmi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/1051\/efektif-kompres-hangat-atau-kompres-dingin-saat-demam-menyerang\">Kemenkes<\/a><\/span>, kompres hangat lebih dianjurkan dibandingkan kompres dingin karena:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tidak menyebabkan vasokonstriksi ekstrem<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lebih nyaman bagi pasien<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Membantu tubuh menyesuaikan suhu secara alami<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Area yang efektif untuk kompres:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dahi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Ketiak<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lipatan paha<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hindari penggunaan air es karena dapat memicu menggigil dan justru meningkatkan suhu tubuh.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Makan_Makanan_Bergizi\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">5. Makan Makanan Bergizi<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nutrisi yang baik dapat membantu tubuh memproduksi antibodi dan mempercepat pemulihan dari penyakit infeksi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rekomendasi makanan yang bergizi tinggi, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Makanan tinggi protein (telur, ayam, ikan)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Buah dan sayur kaya vitamin C dan antioksidan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Makanan lunak dan mudah dicerna seperti bubur atau sup<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika nafsu makan menurun, fokus pada porsi kecil tetapi sering.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Gunakan_Obat_Sesuai_Anjuran_Dokter\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">6. Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada sebagian kasus, terutama pada kelompok berisiko tinggi atau gejala berat, dokter dapat meresepkan obat antivirus dengan pertimbangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Obat antivirus paling efektif jika diberikan dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dapat membantu memperpendek durasi penyakit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mengurangi risiko komplikasi seperti pneumonia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, tidak semua kasus flu memerlukan antivirus. Penggunaan obat ini harus berdasarkan evaluasi medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penting untuk diketahui, segera cari bantuan medis jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Demam tidak turun setelah 3 hari<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Suhu tubuh &gt;39\u00b0C<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disertai sesak napas, nyeri dada, atau muntah terus-menerus<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat tanda dehidrasi (lemas berat, jarang buang air kecil)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendekatan yang tepat dalam cara mengatasi demam karena flu tidak hanya membantu meredakan gejala, tetapi juga mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diagnosis_dan_Pencegahan_Demam_Karena_Flu\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis dan Pencegahan Demam Karena Flu<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diagnosis\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis demam karena flu umumnya dilakukan melalui evaluasi klinis oleh dokter. Berdasarkan pengalaman klinis tim dokter Medi-Call, sebagian besar kasus flu dapat dikenali dari kombinasi gejala khas seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan, tanpa memerlukan pemeriksaan lanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam praktiknya, dokter akan menilai pola gejala, durasi keluhan, serta kondisi umum pasien untuk memastikan diagnosis. Pendekatan ini membantu menentukan apakah kondisi masih tergolong flu biasa atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter biasanya akan menilai:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gejala klinis seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Riwayat kesehatan serta durasi keluhan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hasil pemeriksaan fisik, termasuk suhu tubuh dan kondisi saluran pernapasan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan laboratorium seperti tes swab influenza umumnya hanya dilakukan pada kondisi tertentu, misalnya jika gejala berat, pasien termasuk kelompok berisiko tinggi, atau diperlukan untuk memastikan diagnosis.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencegahan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko terkena flu sekaligus mencegah penyebaran virus ke orang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Vaksin influenza tahunan, yang terbukti efektif mengurangi risiko infeksi dan komplikasi<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mencuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan masker saat sakit, terutama saat berada di dekat orang lain<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghindari kontak dekat dengan individu yang sedang sakit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menjaga daya tahan tubuh, melalui pola makan sehat, tidur cukup, dan aktivitas fisik teratur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Layanan_Medi-Call\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Solusi Layanan Medi-Call<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kondisi demam karena flu, sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman atau kesulitan untuk pergi ke fasilitas kesehatan. Untuk itu, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">layanan kesehatan berbasis rumah, seperti Medi-Call<\/a><\/span> dapat menjadi solusi praktis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melalui layanan ini, pasien dapat memperoleh:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kunjungan dokter langsung ke rumah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan kesehatan tanpa harus antre di rumah sakit<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Konsultasi medis yang lebih nyaman dan personal<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Layanan ini sangat membantu, terutama bagi pasien dengan kondisi lemah atau berisiko tinggi, seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Layanan ini juga membantu mereka yang membutuhkan penanganan cepat tanpa risiko paparan di fasilitas umum.<\/span><\/p>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenali_Penyebab_dan_Cara_Tepat_Mengatasi_Demam_Karena_Flu\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kenali Penyebab dan Cara Tepat Mengatasi Demam Karena Flu<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demam tinggi karena flu merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi virus influenza. Penyebab demam karena flu berasal dari reaksi sistem imun yang meningkatkan suhu tubuh untuk melawan virus. Umumnya, kondisi ini berlangsung selama 2\u20135 hari dan dapat diatasi dengan perawatan mandiri, seperti istirahat, hidrasi, kompress saat demam, dan minum paracetamol untuk demam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/mandi-saat-demam\/\">mandi air hangat saat demam<\/a> <\/span>juga dapat membantu tubuh lebih relaks dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat demam. Namun, penting untuk mengenali tanda bahaya dan memahami perbedaan dengan penyakit lain, seperti demam berdarah. Jika gejala memburuk atau tidak kunjung membaik, segera cari bantuan medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan pemahaman yang tepat, Anda dapat mengelola demam karena flu secara efektif sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-426106 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg\" alt=\"Demam Karena Flu: Penyebab &amp; Cara Mengatasinya\" width=\"1256\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg 1256w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-300x139.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-1024x476.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-768x357.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1256px) 100vw, 1256px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong><em><span style=\"color: #000000; font-size: 10pt;\">Disclaimer:<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong><em><span style=\"color: #000000; font-size: 10pt;\">Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi di dalamnya bukan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun penanganan medis langsung oleh dokter. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang sesuai.<\/span><\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Ditinjau oleh: <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\"><span style=\"color: #ff0000;\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2026). About Influenza Symptoms &amp; Diagnosis.Diakses pada 30 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"http:\/\/cdc.gov\/flu\/about\/index.html\">http:\/\/cdc.gov\/flu\/about\/index.html<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">World Health Organization (WHO). (2025). Dengue. Diakses pada 30 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/dengue-and-severe-dengue<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">National Library of Medicine (NIH). (2023). Physiology, Fever. Diakses pada 30 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK562334\/\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic. (2025). Fever. Diakses pada 30 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/symptoms-causes\/syc-20352759\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/fever\/symptoms-causes\/syc-20352759<\/a>\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemenkes. (2022). Efektif Kompres Hangat atau Kompres Dingin Saat Demam Menyerang. Diakses pada 30 Maret 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/1051\/efektif-kompres-hangat-atau-kompres-dingin-saat-demam-menyerang\">https:\/\/keslan.kemkes.go.id\/view_artikel\/1051\/efektif-kompres-hangat-atau-kompres-dingin-saat-demam-menyerang<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\">Cleveland Clinic. (2023). <span style=\"color: #000000; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">Fever: Symptoms, Causes, and Treatment. <\/span><span style=\"color: #000000; font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">Diakses pada 30 Maret 2026, dari: <\/span><span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/symptoms\/10880-fever\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/symptoms\/10880-fever<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Demam karena flu adalah hal umum, tapi bisa jadi tanda serius. Ketahui penyebab, durasi normal, dan cara mengatasinya dengan tepat. Demam karena flu terjadi akibat respons sistem imun terhadap infeksi virus influenza, di mana tubuh meningkatkan suhu untuk menghambat perkembangan virus. Kondisi ini biasanya disertai gejala seperti batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan. Cara mengatasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":426174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[329,111,332,331,15,330],"ppma_author":[326],"class_list":["post-426173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-demam","tag-demam-berdarah","tag-flu","tag-mandi-air-hangat","tag-panggil-dokter-ke-rumah","tag-paracetamol"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","authors":[{"term_id":326,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"medi-call-editor-2","display_name":"Medi-Call Editor Team","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d1465b2baf2b9923d1e61cebe2a48e70.jpg?ver=1775455633","author_category":"","first_name":"Medi-Call Editor Team","last_name":"","user_url":"http:\/\/medi-call.id","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426175,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426173\/revisions\/426175"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426173"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=426173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}