{"id":426182,"date":"2026-04-09T15:26:20","date_gmt":"2026-04-09T08:26:20","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426182"},"modified":"2026-04-09T15:27:41","modified_gmt":"2026-04-09T08:27:41","slug":"muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/","title":{"rendered":"Perbedaan Muntah Karena Keracunan Makanan vs Infeksi Lambung: Kenali Gejala dan Penanganannya"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Kenali beda muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung sebelum terlambat.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung bisa dilihat dari waktu kemunculan gejala, penyebab, dan jenis rasa sakit yang ditimbulkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Muntah akibat keracunan makanan biasanya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, sedangkan muntah karena infeksi lambung sering terjadi setelah beberapa hari dan disertai dengan gejala lain seperti rasa sakit atau kembung pada perut.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Ciri-Ciri_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_vs_Infeksi_Lambung\" >Ciri-Ciri Muntah Karena Keracunan Makanan vs Infeksi Lambung<\/a><ul class='ez-toc-list-level-2' ><li class='ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Jenis_Bakteri_Penyebab_Keracunan_Makanan_vs_Virus_Penyebab_Infeksi_Lambung\" >Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan vs Virus Penyebab Infeksi Lambung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Perbedaan_Warna_Muntah_Keracunan_dan_Asam_Lambung_Naik\" >Perbedaan Warna Muntah Keracunan dan Asam Lambung Naik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Diagnosis_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\" >Diagnosis Muntah Karena Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Pengobatan_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\" >Pengobatan Muntah Karena Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Pengobatan_Keracunan_Makanan\" >Pengobatan Keracunan Makanan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Pengobatan_Infeksi_Lambung\" >Pengobatan Infeksi Lambung<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Pencegahan_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\" >Pencegahan Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/#Kenali_Gejala_Muntah_dan_Lakukan_Penanganan_Tepat\" >Kenali Gejala Muntah dan Lakukan Penanganan Tepat<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_vs_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri Muntah Karena Keracunan Makanan vs Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kita dapat melihat ciri-ciri muntah akibat keracunan makanan dan infeksi lambung secara jelas dari waktu kemunculan gejala dan jenis gejalanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Muntah karena keracunan makanan terjadi dengan cepat, biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 12 jam setelah makan makanan terkontaminasi. Kondisi ini biasanya disertai dengan diare, mual, dan kram perut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun muntah akibat infeksi lambung sering muncul beberapa hari setelah infeksi dan disertai rasa kembung, perut penuh, serta nyeri di bagian atas perut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut adalah perbandingan yang lebih jelas antara ciri-ciri muntah keracunan makanan vs infeksi lambung yang dirangkum dari <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/food-safety\/signs-symptoms\/index.html\">CDC<\/a><\/span> dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/food-poisoning\/symptoms-causes\/syc-20356230\">Mayo Clinic<\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Ciri-Ciri<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Keracunan Makanan<\/span><\/th>\n<th><span style=\"color: #000000;\">Infeksi Lambung<\/span><\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Waktu Gejala<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">6-12 jam setelah makan makanan terkontaminasi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Beberapa hari setelah terpapar virus atau bakteri<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Gejala Tambahan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Diare, mual, kram perut<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Rasa kembung, perut penuh, nyeri perut atas<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Durasi Gejala<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">1-3 hari<\/span><\/td>\n<td><span style=\"color: #000000;\">Beberapa hari hingga minggu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Bakteri_Penyebab_Keracunan_Makanan_vs_Virus_Penyebab_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Jenis Bakteri Penyebab Keracunan Makanan vs Virus Penyebab Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penelitian, penyebab keracunan makanan dan infeksi lambung adalah mikroorganisme yang berbeda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebab keracunan makanan umumnya adalah bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Bakteri-bakteri tersebut biasanya berkembang biak dalam makanan yang kurang matang saat dimasak atau disimpan pada suhu yang salah. Khususnya pada makanan yang berasal dari daging ayam, telur, dan produk susu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun infeksi lambung sering disebabkan oleh virus rotavirus dan bakteri Helicobacter pylori. Virus ini dapat menginfeksi lambung melalui makanan atau air yang terkontaminasi, sedangkan Helicobacter pylori menginfeksi lapisan lambung sehingga menyebabkan peradangan atau tukak lambung.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Warna_Muntah_Keracunan_dan_Asam_Lambung_Naik\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan Warna Muntah Keracunan dan Asam Lambung Naik<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan warna muntah dapat memberikan petunjuk penting mengenai penyebab keracunan makanan dan asam lambung naik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Warna muntah akibat keracunan makanan cenderung lebih gelap dan bisa mengandung sisa makanan yang belum tercerna dengan baik. Adapun jika muntah disertai dengan darah, itu bisa menjadi tanda keracunan makanan yang parah atau infeksi yang sudah merusak lapisan pencernaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun muntah akibat asam lambung lebih sering berwarna kuning atau hijau. Warna tersebut biasanya berasal dari dari kandungan empedu atau asam lambung yang naik ke kerongkongan. Ini adalah tanda bahwa asam lambung telah mencapai bagian atas perut dan mengiritasi saluran pencernaan.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Diagnosis_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis Muntah Karena Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung umumnya dilakukan melalui penilaian gejala, riwayat medis, dan pemeriksaan fisik. Jika diperlukan,tenaga medis juga akan melakukan pengecekan tambahan seperti tes darah atau tinja untuk menemukan penyebab pastinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\"><span style=\"color: #ff0000;\">dokter home visit dari Medi-Call<\/span><\/a>, untuk kasus keracunan makanan, dokter biasanya akan memulai pemeriksaan dengan wawancara medis yang mendetail. Dokter akan menanyakan tentang makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul setelahnya, guna menentukan apakah gejala tersebut disebabkan oleh keracunan makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk penanganan awal di rumah, dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan oralit sebagai langkah pertama untuk mengatasi <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dehidrasi-pasca-muntah\/\">dehidrasi akibat muntah<\/a><\/span>, terlebih jika disertai diare. Larutan elektrolit ini menjadi rekomendasi utama untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, jika gejala berlanjut atau semakin parah, dokter akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, seperti tes darah atau tinja, untuk membantu mengidentifikasi jenis bakteri atau toksin yang menyebabkan keracunan makanan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga menyarankan endoskopi untuk memeriksa kondisi lambung secara langsung, terutama jika gejalanya tidak membaik atau berlangsung lama.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Muntah_Karena_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan Muntah Karena Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan muntah yang disebabkan oleh keracunan makanan dan infeksi lambung itu berbeda. Muntah akibat keracunan makanan umumnya memerlukan rehidrasi dan pemulihan cairan tubuh, sementara infeksi lambung membutuhkan pengobatan yang lebih spesifik berdasarkan penyebabnya.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Keracunan_Makanan\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan Keracunan Makanan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk keracunan makanan, pengobatan utamanya adalah rehidrasi cairan tubuh. Hal ini sangat penting untuk menggantikan cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Penggunaan cairan elektrolit, seperti oralit, sangat dianjurkan untuk membantu menstabilkan keseimbangan elektrolit tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, pasien disarankan untuk mengonsumsi cairan secara perlahan agar tubuh dapat menyerapnya dengan baik, menghindari makanan berat, dan memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih.<\/span><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengobatan_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengobatan infeksi lambung sedikit berbeda, tergantung dari penyebabnya. Jika infeksi disebabkan oleh virus, terapi suportif sangat penting, yaitu meliputi banyak istirahat dan konsumsi cairan untuk menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, makanan yang ringan dan mudah dicerna juga dapat membantu mempercepat pemulihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika infeksi disebabkan oleh bakteri, seperti Helicobacter pylori, antibiotik akan diperlukan untuk mengatasi infeksi tersebut. Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10349-gastritis\">Cleveland Clinic<\/a><\/span>, pengobatan ini juga melibatkan pengurangan asam lambung untuk membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada lapisan lambung.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencegahan_Keracunan_Makanan_dan_Infeksi_Lambung\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan Keracunan Makanan dan Infeksi Lambung<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan keracunan makanan dan infeksi lambung dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mencuci tangan sebelum makan dan memasak makanan dengan suhu yang tepat adalah langkah pertama yang dapat membantu mencegah kedua kondisi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencegahan keracunan makanan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan saat memasak, mencuci tangan dengan baik sebelum menyiapkan makanan, dan memastikan bahwa makanan dimasak dengan suhu yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun untuk mencegah infeksi lambung fokuslah pada kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi. Selain itu, cucilah tangan secara rutin dan hindari berbagi makanan dengan orang yang sedang sakit.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenali_Gejala_Muntah_dan_Lakukan_Penanganan_Tepat\"><\/span><span style=\"color: #000000;\">Kenali Gejala Muntah dan Lakukan Penanganan Tepat<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perbedaan antara muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung terletak pada penyebab, waktu munculnya gejala, dan jenis pengobatannya. Dengan mengenali gejala-gejala tersebut, Anda dapat mengambil tindakan yang sesuai dan mendapatkan pengobatan yang diperlukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika muntah disertai dengan diare, rehidrasi tubuh dengan oralit untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi, terutama jika gejala berlangsung lebih dari beberapa jam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika gejala terus berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis dari layanan profesional seperti Medi-Call.\u00a0 Layanan kesehatan Medi-Call mencakup <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">home visit dokter<\/a> <\/span>sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan langsung tanpa perlu keluar rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter berpengalaman kami siap melakukan kunjungan medis, membantu melakukan diagnosis awal, dan memberikan saran medis yang tepat untuk membantu Anda pulih lebih cepat. Jangan tunggu lama, segera hubungi kami untuk konsultasi atau kunjungan rumah oleh dokter yang tepercaya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-426106 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg\" alt=\"Perbedaan Muntah Karena Keracunan Makanan vs Infeksi Lambung: Kenali Gejala dan Penanganannya\" width=\"1256\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg 1256w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-300x139.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-1024x476.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-768x357.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1256px) 100vw, 1256px\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Disclaimer: <\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><em><span style=\"color: #000000;\">Artikel ini hanya untuk tujuan informasi umum dan bukan pengganti saran medis profesional. Untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis yang berlisensi.<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><strong>Ditinjau oleh: <a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\"><span style=\"color: #ff0000;\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mayo Clinic Staff. 2026. Food poisoning (foodborne illness) &#8211; Symptoms and causes. Mayo Clinic. Diakses 8 April 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/food-poisoning\/symptoms-causes\/syc-20356230\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/food-poisoning\/symptoms-causes\/syc-20356230<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/food-poisoning\/symptoms-causes\/syc-20356230\">mayoclinic<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. 2023. Gastritis: What it is, symptoms, causes &amp; treatment. Cleveland Clinic. Diakses 8 April 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10349-gastritis\">https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10349-gastritis<\/a>[<a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/10349-gastritis\">my.clevelandclinic<\/a>]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\">Centers for Disease Control and Prevention. 2025. Food poisoning symptoms. CDC. Diakses 8 April 2026, dari: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/food-safety\/signs-symptoms\/index.html\">https:\/\/www.cdc.gov\/food-safety\/signs-symptoms\/index.html<\/a><span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">[<\/span><a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/food-safety\/signs-symptoms\/index.html\">cdc<\/a><span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">]\u200b<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali beda muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung sebelum terlambat. Perbedaan muntah karena keracunan makanan dan infeksi lambung bisa dilihat dari waktu kemunculan gejala, penyebab, dan jenis rasa sakit yang ditimbulkan.\u00a0 Muntah akibat keracunan makanan biasanya muncul dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, sedangkan muntah karena infeksi lambung sering terjadi setelah beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":426183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,298,295],"tags":[340,108,337,338,15],"ppma_author":[326],"class_list":["post-426182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-obat-obatan","category-penyakit-a-z","tag-keracunan","tag-macam-dehidrasi","tag-mual-muntah","tag-oralit","tag-panggil-dokter-ke-rumah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","authors":[{"term_id":326,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"medi-call-editor-2","display_name":"Medi-Call Editor Team","avatar_url":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d1465b2baf2b9923d1e61cebe2a48e70.jpg?ver=1775455633","author_category":"","first_name":"Medi-Call Editor Team","last_name":"","user_url":"http:\/\/medi-call.id","job_title":"","description":""}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426184,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426182\/revisions\/426184"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426182"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/ppma_author?post=426182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}