{"id":426215,"date":"2026-05-04T16:28:54","date_gmt":"2026-05-04T09:28:54","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426215"},"modified":"2026-05-04T16:29:05","modified_gmt":"2026-05-04T09:29:05","slug":"muntah-terus-menerus-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-terus-menerus-pada-anak\/","title":{"rendered":"Muntah Terus pada Anak: Kapan Harus ke Dokter?"},"content":{"rendered":"<p><strong><span style=\"color: #000000;\">Muntah terus pada anak bisa jadi tanda serius. Ketahui kapan harus ke dokter, penyebab umum, dan langkah penanganan yang tepat.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika muntah pada anak tidak membaik dalam 24 jam, orang tua perlu segera waspada dan mempertimbangkan untuk mencari bantuan medis. Muntah terus pada anak bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan pencernaan, atau kondisi medis lain yang lebih serius. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan frekuensi, durasi, serta gejala penyerta seperti demam, lemas, atau tanda dehidrasi. Penanganan awal yang tepat di rumah dapat membantu mencegah komplikasi, tetapi mengenali batas aman tetap menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan anak.<\/span><\/p>\n<h1><span style=\"color: #000000;\">Mengapa Anak Mengalami Muntah Terus Menerus?<\/span><\/h1>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Muntah adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang dianggap berbahaya dari saluran pencernaan. Namun, muntah terus pada anak perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda kondisi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adapun beberapa <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-muntah-terus-menerus\/\">penyebab muntah<\/a><\/span>, meliputi:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">1. Infeksi Saluran Cerna (Gastroenteritis)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi virus seperti rotavirus atau norovirus menjadi penyebab paling sering. Anak biasanya mengalami muntah, diare, dan demam ringan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">2. Infeksi di Luar Saluran Cerna<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Infeksi telinga, saluran kemih, atau bahkan radang tenggorokan dapat memicu muntah sebagai gejala tambahan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">3. Keracunan Makanan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Makanan yang terkontaminasi bakteri atau racun dapat menyebabkan muntah mendadak. Gejala ini sering disertai diare.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">4. Refluks Asam Lambung<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada beberapa anak, asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat memicu muntah berulang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">5. Alergi atau Intoleransi Makanan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Reaksi terhadap susu, gluten, atau makanan tertentu dapat menyebabkan muntah berulang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">6. Kondisi Serius (Lebih Jarang)<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa kondisi seperti sumbatan usus, radang usus buntu, atau gangguan otak dapat menyebabkan muntah hebat dan terus-menerus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/why-your-child-vomits-and-when-to-see-a-doctor\">Cleveland Clinic (2023)<\/a><\/span>, muntah pada anak paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, tetapi tetap perlu diwaspadai jika berlangsung lama atau disertai tanda bahaya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Hal yang Harus Dilakukan Saat Anak Muntah Terus Menerus<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat anak mengalami muntah terus, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kondisi tubuh tetap stabil dan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK436022\/\">mencegah dehidrasi<\/a>.<\/span> Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan di rumah:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">1. Berikan Cairan Secara Bertahap<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikan air putih, oralit, atau cairan rehidrasi dalam jumlah kecil tetapi sering. Hindari memberi banyak cairan sekaligus karena bisa memicu muntah ulang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">2. Istirahatkan Saluran Pencernaan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tunda pemberian makanan padat selama beberapa jam setelah muntah berhenti.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">3. Posisikan Anak dengan Benar<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baringkan anak dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mencegah muntah masuk ke saluran pernapasan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">4. Perhatikan Tanda Dehidrasi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gejala dehidrasi yang perlu diperhatikan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mulut kering<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jarang buang air kecil<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mata cekung<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lemas atau rewel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika tanda-tanda dehidrasi mulai muncul, segera lakukan<span style=\"color: #ff0000;\"> <a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dehidrasi-pasca-muntah\/\">langkah penanganan dehidrasi<\/a><\/span> dengan memberikan cairan rehidrasi, seperti oralit dalam jumlah kecil tetapi sering.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">5. Hindari Obat Tanpa Rekomendasi Dokter<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak semua obat antimuntah aman untuk anak, terutama tanpa diagnosis yang jelas. Oleh karena itu, hindari pemberian obat tanpa rekomendasi dokter.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Batas Waktu Sebelum Harus ke UGD Ketika Anak Muntah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menentukan kapan harus membawa anak ke fasilitas kesehatan sangat penting agar penanganan tidak terlambat. Segera bawa anak ke UGD jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah terjadi lebih dari 8\u201310 kali dalam 24 jam<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak tidak mampu menahan cairan sama sekali<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah berwarna hijau, kuning pekat, atau bercampur darah<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disertai demam tinggi (\u226539\u00b0C)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak tampak sangat lemas, mengantuk berlebihan, atau tidak responsif<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muncul tanda dehidrasi berat, seperti tidak buang air kecil, bibir sangat kering, atau mata cekung<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Disertai nyeri perut hebat atau perut tampak kembung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Segera konsultasikan ke dokter jika:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Muntah berlangsung lebih dari 24 jam tanpa perbaikan<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Nafsu makan anak menurun drastis<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak tampak rewel terus, tidak nyaman, atau sulit ditenangkan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada bayi usia di bawah 6 bulan, muntah berulang tidak boleh dianggap sepele. Meskipun gejalanya tampak ringan, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan kondisi anak tetap aman.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Langkah yang Tepat Menangani Anak yang Muntah Terus Menerus<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penanganan muntah pada anak harus dilakukan secara bertahap dan sesuai kondisi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">1. Rehidrasi adalah Prioritas Utama<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gunakan oralit atau cairan elektrolit khusus anak. Ini membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">2. Pemberian Makanan Bertahap<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah muntah mereda, ini yang dapat dilakukan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mulai dengan makanan lunak seperti bubur<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hindari makanan berlemak atau pedas<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berikan dalam porsi kecil<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">3. Pantau Kondisi Anak Secara Berkala<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Catat frekuensi muntah, jumlah cairan yang masuk, dan kondisi umum anak.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">4. Konsultasi Medis Bila Diperlukan<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter akan melakukan evaluasi untuk menentukan penyebab, termasuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fisik<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Riwayat gejala<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan tambahan jika diperlukan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">5. Pencegahan Penularan (Jika Infeksi)<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cuci tangan secara rutin<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pisahkan alat makan anak<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bersihkan lingkungan sekitar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">6. Dukungan Layanan Medis di Rumah<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kondisi tertentu, layanan kesehatan, seperti Medi-Call dapat membantu menyediakan <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\">kunjungan dokter ke rumah<\/a>.<\/span> Hal ini memudahkan orang tua untuk mendapatkan penanganan tanpa harus membawa anak ke rumah sakit, terutama jika kondisi anak masih stabil tetapi membutuhkan evaluasi medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dokter akan menentukan penyebab muntah berdasarkan gejala dan pemeriksaan, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Riwayat muntah (frekuensi, warna, durasi)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gejala penyerta<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pemeriksaan fisik<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pemeriksaan, penanganan medis yang dilakukan dapat berupa:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terapi cairan oral atau infus<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Obat antimuntah (sesuai indikasi)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Penanganan penyebab utama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut MSD Manual (2025), <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.msdmanuals.com\/professional\/pediatrics\/symptoms-in-infants-and-children\/nausea-and-vomiting-in-infants-and-children\">penanganan muntah pada anak<\/a><\/span> harus berfokus pada penyebab utama dan pencegahan dehidrasi, bukan hanya menghentikan muntah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan pengalaman klinis dokter Medi-Call, banyak kasus muntah pada anak yang awalnya ringan dapat berkembang menjadi lebih serius karena orang tua terlambat memberikan cairan rehidrasi atau menunda pemeriksaan saat gejala tidak kunjung membaik. Sebaliknya, penanganan sejak dini, terutama dalam menjaga asupan cairan, <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/dehidrasi-pasca-muntah\/\">mengenali gejala dehidrasi<\/a>,<\/span> dan memantau tanda bahaya, terbukti membantu mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, pencegahan juga sangat penting untuk mengurangi risiko muntah terus pada anak. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah muntah berulang:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memastikan makanan dimasak dengan baik dan disimpan dengan benar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghindari alergen dengan mengenali makanan yang dapat memicu reaksi alergi pada anak<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Melakukan imunisasi lengkap karena vaksin seperti rotavirus dapat membantu mencegah infeksi penyebab muntah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan: Kenali Batas Aman dan Bertindak Cepat untuk Melindungi Anak<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Muntah terus pada anak tidak selalu berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda kondisi serius jika berlangsung lama atau disertai gejala tertentu. Orang tua perlu memahami penyebab, melakukan penanganan awal yang tepat, serta mengenali kapan harus mencari bantuan medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rehidrasi menjadi langkah utama, sementara observasi gejala sangat penting untuk menentukan tindakan selanjutnya. Selain itu, kenali gejalanya agar tidak salah membedakan apakah <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/muntah-karena-keracunan-vs-infeksi-lambung\/\">muntah disebabkan oleh infeksi virus atau gangguan pencernaan<\/a><\/span> lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika muntah tidak membaik dalam 24 jam, terjadi sangat sering, atau muncul tanda bahaya seperti dehidrasi dan lemas, segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi dan memastikan anak kembali sehat dengan aman.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send\/?phone=628112858855&amp;text=Halo+medi-call.id%2C+Saya+ingin+mencari+tahu+layanan+home+care%3A+Dokter%2C+Perawat%2C+Fisioterapi%2C+dan+Babycare.+Mohon+untuk+memberikan+informasi+lebih+lanjut&amp;type=phone_number&amp;app_absent=0\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-426106 size-full\" src=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg\" alt=\"Muntah Terus pada Anak: Kapan Harus ke Dokter? \" width=\"1256\" height=\"584\" srcset=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call.jpg 1256w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-300x139.jpg 300w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-1024x476.jpg 1024w, https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Email-Layanan-Dokter-2025-Medi-Call-768x357.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1256px) 100vw, 1256px\" \/><\/a><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000; font-size: 10pt;\">Disclaimer:<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000; font-size: 10pt;\">Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi di dalamnya bukan pengganti konsultasi, diagnosis, maupun penanganan medis langsung oleh dokter. Jika Anda mengalami gejala yang disebutkan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran yang sesuai.<\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ditinjau oleh: <span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/editorial\/\">dr. Stanislaus Ivanovich K<\/a><\/span><\/strong><\/span><\/p>\n<div class=\"su-spoiler su-spoiler-style-fancy su-spoiler-icon-plus\" data-scroll-offset=\"0\" data-anchor-in-url=\"no\"><div class=\"su-spoiler-title\" tabindex=\"0\" role=\"button\"><span class=\"su-spoiler-icon\"><\/span>Referensi<\/div><div class=\"su-spoiler-content su-u-clearfix su-u-trim\">\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cleveland Clinic. (2023). What To Know About Unexplained Vomiting in Your Child. Diakses pada 14 April 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/health.clevelandclinic.org\/why-your-child-vomits-and-when-to-see-a-doctor\">https:\/\/health.clevelandclinic.org\/why-your-child-vomits-and-when-to-see-a-doctor<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">National Library of Medicine (NIH). (2025). Nausea and Vomiting as Initial Manifestations of Pediatric NMOSD. Diakses pada 14 April 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC10979292\/\">https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC10979292\/<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">National Library of Medicine (NIH). (2024). Pediatric Dehydration. Diakses pada 14 April 2026, dari:<\/span><br \/>\n<span style=\"color: #ff0000;\"><a style=\"color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK436022\/\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK436022\/<\/a><\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\">MSD Manual. Professional Version. (2025). Nausea and Vomiting in Infants and Children. Diakses pada 14 April 2026, dari:<span style=\"color: #ff0000;\"> <a style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji'; color: #ff0000;\" href=\"https:\/\/www.msdmanuals.com\/professional\/pediatrics\/symptoms-in-infants-and-children\/nausea-and-vomiting-in-infants-and-children\">https:\/\/www.msdmanuals.com\/professional\/pediatrics\/symptoms-in-infants-and-children\/nausea-and-vomiting-in-infants-and-children<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muntah terus pada anak bisa jadi tanda serius. Ketahui kapan harus ke dokter, penyebab umum, dan langkah penanganan yang tepat. Jika muntah pada anak tidak membaik dalam 24 jam, orang tua perlu segera waspada dan mempertimbangkan untuk mencari bantuan medis. Muntah terus pada anak bisa disebabkan oleh infeksi, gangguan pencernaan, atau kondisi medis lain yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1002,"featured_media":426218,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[69,10,108,337],"class_list":["post-426215","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-anak","tag-dokter-ke-rumah","tag-macam-dehidrasi","tag-mual-muntah"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426215","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426219,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426215\/revisions\/426219"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}