{"id":426491,"date":"2026-08-05T20:34:49","date_gmt":"2026-08-05T13:34:49","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426491"},"modified":"2026-08-05T20:49:14","modified_gmt":"2026-08-05T13:49:14","slug":"penyebab-anemia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-anemia\/","title":{"rendered":"Penyebab Anemia: Kenapa Seseorang Bisa Mengalaminya?"},"content":{"rendered":"<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Kekurangan zat besi memang menjadi penyebab anemia yang paling banyak ditemukan, tetapi masih ada faktor lain yang ikut berperan, seperti kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, perdarahan, penyakit kronis, gangguan sumsum tulang, maupun kelainan genetik. Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berfungsi membawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh jaringan tubuh. <\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Saat kadar hemoglobin menurun, pasokan oksigen ke berbagai organ ikut berkurang sehingga muncul keluhan, seperti tubuh mudah lelah, kulit tampak pucat, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga sesak napas saat beraktivitas. Karena penyebab anemia beragam, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya sehingga penanganan disesuaikan dengan kondisi yang menyebabkan anemia.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Proses Terjadinya Anemia<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Secara umum, anemia muncul melalui tiga mekanisme utama, yaitu produksi sel darah merah menurun, tubuh kehilangan darah <\/span><span class=\"s9\">berlebihan<\/span><span class=\"s3\">, atau sel darah merah hancur lebih cepat dibandingkan proses pembentukannya. <\/span><span class=\"s9\">Ketiga jalur ini bisa berdiri sendiri atau saling tumpang tindih, itulah sebabnya gejala serta tingkat keparahan anemia dapat bervariasi antarindividu.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">1. Produksi Sel Darah Merah Berkurang<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang melalui proses yang memerlukan zat besi, vitamin B12, asam folat, serta hormon eritropoietin yang dihasilkan ginjal. <\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Apabila salah satu komponen tersebut tidak mencukupi atau sumsum tulang mengalami gangguan, pembentukan sel darah merah <\/span><span class=\"s9\">akan <\/span><span class=\"s3\">menurun. Akibatnya, kadar hemoglobin berangsur turun dan pasokan oksigen ke berbagai jaringan tubuh ikut berkurang.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">2. Kehilangan Darah <\/span><span class=\"s12\">Berlebihan<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Perdarahan menjadi salah satu penyebab anemia yang paling banyak ditemukan. Kehilangan darah bisa terjadi secara mendadak<\/span><span class=\"s11\">\u00a0<\/span><span class=\"s9\">maupun secara perlahan dan berlangsung lama. <\/span><span class=\"s3\">Jika<\/span>\u00a0<span class=\"s9\">darah yang hilang lebih banyak dari yang mampu digantikan tubuh<\/span><span class=\"s3\">, cadangan sel darah merah dan zat besi akan semakin berkurang hingga akhirnya memicu anemia.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">3. Sel Darah Merah <\/span><span class=\"s10\">Rusak <\/span><span class=\"s10\">Lebih Cepat<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Dalam keadaan normal, sel darah merah bertahan sekitar 120 hari sebelum digantikan oleh sel yang baru. Pada kondisi tertentu, <\/span><span class=\"s9\">sel darah merah dapat RUSAK sebelum waktunya. Ketika kecepatan penghancuran melebihi kecepatan pembentukan sel darah merah baru, anemia pun muncul. <\/span><span class=\"s3\">Kondisi tersebut dikenal sebagai anemia hemolitik. Penyebabnya meliputi penyakit autoimun, infeksi tertentu, efek obat, maupun kelainan genetik yang mempengaruhi bentuk atau fungsi sel darah merah.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Penyebab Anemia yang Paling Sering Ditemukan<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Penyebab anemia sangat beragam. Kekurangan zat besi memang menempati urutan teratas, tetapi kondisi ini berkaitan dengan kekurangan vitamin <\/span><span class=\"s9\">tertentu<\/span><span class=\"s3\">, perdarahan, penyakit kronis, gangguan sumsum tulang, hingga kelainan yang diturunkan dalam keluarga.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s2\">Beberapa penyebab anemia meliputi:<\/span><\/p>\n<div class=\"s17\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s2\">Kekurangan nutrisi <\/span><span class=\"s15\">zat besi, vitamin <\/span><span class=\"s15\">B12<\/span><span class=\"s15\">, dan asam folat.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s2\">Perdarahan berlebih.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s15\">Penyakit kronik.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s2\">Gangguan sumsum tulang.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s15\">Sel darah merah cepat rusak.<\/span><\/div>\n<div class=\"s19\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s2\">Kelainan genetik.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Setiap penyebab mempengaruhi tubuh melalui mekanisme yang berbeda. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan sumber anemia sebelum menentukan penanganan.<\/div>\n<div><\/div>\n<h2><span style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, 'Helvetica Neue', Arial, 'Noto Sans', sans-serif, 'Apple Color Emoji', 'Segoe UI Emoji', 'Segoe UI Symbol', 'Noto Color Emoji';\">Kekurangan Nutrisi sebagai Penyebab Anemia<\/span><\/h2>\n<div>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Pembentukan sel darah merah bergantung pada ketersediaan berbagai nutrisi. Apabila tubuh kekurangan zat gizi tertentu, produksi hemoglobin maupun sel darah merah ikut terganggu. Akibatnya, kadar hemoglobin menurun dan anemia mulai berkembang.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">1. Kekurangan Zat Besi<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Zat besi merupakan mineral utama dalam pembentukan hemoglobin. Protein ini bertugas membawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh jaringan tubuh. Saat cadangan zat besi menurun, produksi hemoglobin ikut berkurang sehingga jumlah sel darah merah yang sehat semakin sedikit. <\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s2\">Beberapa kondisi meningkatkan risiko kekurangan zat besi, antara lain:<\/span><\/p>\n<div class=\"s17\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Pola makan rendah zat besi.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Menstruasi dengan volume darah yang banyak.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Kehamilan.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Perdarahan pada saluran pencernaan.<\/span><\/div>\n<div class=\"s19\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Gangguan penyerapan nutrisi di usus.<\/span><\/div>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Anemia akibat kekurangan zat besi menjadi jenis anemia yang paling banyak ditemukan. Kondisi ini berkembang secara bertahap sehingga sebagian orang baru menyadarinya setelah muncul keluhan atau hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin yang rendah.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">2. Kekurangan Vitamin B12<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Vitamin B12 memiliki peran penting dalam pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Kekurangan vitamin ini membuat proses pembentukan sel darah merah tidak berlangsung secara normal sehingga jumlah sel yang dihasilkan ikut berkurang.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Kekurangan vitamin B12 berkaitan dengan beberapa kondisi, seperti pola makan yang minim sumber vitamin B12, gangguan penyerapan di saluran pencernaan, maupun penyakit autoimun yang menghambat proses penyerapannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Selain memicu anemia, kekurangan vitamin B12 mempengaruhi sistem saraf. Penderitanya bisa mengalami kesemutan, <\/span><span class=\"s9\">kebas <\/span><span class=\"s3\">pada tangan atau kaki, hingga gangguan keseimbangan apabila tidak segera memperoleh penanganan.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">3. Kekurangan Asam Folat<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Asam folat atau vitamin B9 dibutuhkan dalam proses pembentukan DNA, termasuk DNA pada sel darah merah. Kekurangan nutrisi ini menghambat pembentukan sel darah merah sehingga kadar hemoglobin ikut menurun.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Kebutuhan asam folat meningkat pada beberapa kelompok, seperti ibu hamil dan anak yang sedang <\/span><span class=\"s9\">dalam<\/span><span class=\"s3\"> masa pertumbuhan. Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, risiko anemia ikut meningkat.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Perdarahan yang Menyebabkan Anemia<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Perdarahan mengurangi jumlah sel darah merah secara langsung. Kehilangan darah yang berlangsung terus-menerus membuat tubuh tidak mampu mengganti sel darah merah secepat jumlah yang hilang sehingga anemia berkembang secara perlahan.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">1. Menstruasi <\/span><span class=\"s21\">Berat<\/span> <span class=\"s12\">dengan Volume Darah yang Banyak<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s9\">Perempuan akan kehilangan darah setiap bulan akibat haid. <\/span><span class=\"s3\">Menstruasi dengan volume darah yang lebih banyak atau berlangsung lebih lama menjadi salah satu penyebab anemia pada \u00a0<\/span><span class=\"s9\">kelompok ini<\/span><span class=\"s3\">. Kehilangan darah yang terjadi setiap siklus menstruasi membuat cadangan zat besi terus berkurang, terutama bila asupan zat besi tidak mencukupi.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">2. Perdarahan Saluran Cerna<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Perdarahan pada lambung atau usus tidak selalu terlihat <\/span><span class=\"s9\">secara kasatmata<\/span><span class=\"s3\">. Pada sebagian kasus, darah keluar dalam jumlah kecil selama waktu yang lama sehingga anemia baru diketahui setelah pemeriksaan laboratorium. <\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s2\">Beberapa kondisi yang memicu perdarahan saluran cerna meliputi:<\/span><\/p>\n<div class=\"s17\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Tukak lambung.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Polip usus.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Penyakit radang usus.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Wasir yang mengalami perdarahan.<\/span><\/div>\n<div class=\"s19\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Kanker saluran pencernaan.<\/span><\/div>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Karena penyebabnya beragam, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menemukan sumber perdarahan.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">3. Cedera atau Operasi<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Cedera berat maupun tindakan operasi menyebabkan tubuh kehilangan darah dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Penurunan volume darah tersebut membuat kadar hemoglobin ikut turun<\/span><span class=\"s9\">,<\/span><span class=\"s3\">sehingga gejala anemia muncul dalam waktu yang relatif cepat.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s4\"><span class=\"s22\">Penyakit yang Dapat Menjadi Penyebab <\/span><span class=\"s22\">Anemia<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Selain berkaitan dengan kekurangan nutrisi dan perdarahan, anemia muncul akibat berbagai penyakit yang mempengaruhi pembentukan maupun usia sel darah merah. Pada kondisi ini, tubuh tidak menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang cukup atau sel darah merah mengalami kerusakan sebelum mencapai usia normal.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">1. Penyakit Ginjal Kronis<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Ginjal menghasilkan hormon eritropoietin yang berperan merangsang sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah. Ketika fungsi ginjal menurun akibat penyakit ginjal kronis, produksi hormon tersebut ikut berkurang.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Akibatnya, pembentukan sel darah merah tidak berlangsung secara optimal sehingga kadar hemoglobin menurun secara bertahap. Kondisi ini cukup banyak ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis, terutama ketika fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang cukup berat.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">2. Penyakit Autoimun<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel atau jaringan tubuh sendiri. Pada sebagian kasus, sel darah merah menjadi sasaran sehingga mengalami kerusakan lebih cepat daripada pembentukannya.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Beberapa penyakit autoimun mengganggu proses pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Kondisi tersebut membuat kadar hemoglobin terus menurun apabila penyakit yang mendasarinya belum terkendali.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">3. Infeksi Kronis<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Infeksi yang berlangsung dalam waktu lama mempengaruhi proses pembentukan sel darah merah serta cara tubuh memanfaatkan zat besi. Keadaan ini dikenal sebagai anemia akibat penyakit kronis. Penurunan kadar hemoglobin <\/span><span class=\"s9\">pada kondisi ini<\/span><span class=\"s3\"> bukan hanya dipengaruhi oleh cadangan zat besi, tetapi oleh proses peradangan yang terus berlangsung di dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">4. Kanker<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Beberapa jenis kanker memengaruhi pembentukan sel darah merah secara langsung. Pada kondisi lain, kanker <\/span><span class=\"s9\">dapat <\/span><span class=\"s3\">memicu perdarahan yang berlangsung terus-menerus, terutama pada saluran pencernaan, sehingga kadar hemoglobin ikut menurun.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Selain penyakitnya <\/span><span class=\"s9\">sendiri<\/span><span class=\"s3\">, terapi kanker <\/span><span class=\"s9\">dapat<\/span><span class=\"s3\"> \u00a0memengaruhi produksi sel darah merah. Oleh sebab itu, pemeriksaan darah menjadi bagian penting selama menjalani pengobatan.<\/span><\/p>\n<h3 class=\"s8\"><span class=\"s10\">5. Gangguan Sumsum Tulang<\/span><\/h3>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan seluruh sel darah, termasuk sel darah merah. Gangguan pada organ ini menyebabkan produksi sel darah merah menurun sehingga anemia <\/span><span class=\"s9\">dapat <\/span><span class=\"s3\">berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span class=\"s9\">Salah satu<\/span><span class=\"s9\"> penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut antara lain anemia aplastik, kondisi ketika sumsum tulang gagal memproduksi sel darah merah dalam jumlah <\/span><span class=\"s9\">cukup<\/span><span class=\"s9\">.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Apakah Semua Anemia Disebabkan oleh Kekurangan Zat Besi?<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s2\">Tidak<\/span><span class=\"s3\">, kekurangan zat besi memang menjadi penyebab anemia yang paling banyak ditemukan, tetapi masih banyak faktor lain yang ikut berperan. Kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, penyakit <\/span><span class=\"s3\">kronis, perdarahan, <\/span><span class=\"s3\">gangguan sumsum tulang, hingga kelainan genetik.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Karena itu, seseorang yang mengalami anemia belum tentu mengalami kekurangan zat besi. Dokter akan menentukan penyebabnya melalui pemeriksaan laboratorium, seperti kadar hemoglobin, indeks eritrosit, ferritin, kadar zat besi, vitamin B12, maupun pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Bisakah Anemia Memiliki Lebih dari Satu Penyebab?<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Ya. Pada sebagian kasus, anemia muncul akibat kombinasi beberapa faktor sekaligus. Sebagai contoh, seseorang yang menderita penyakit ginjal kronis mengalami kekurangan zat besi. Perempuan dengan menstruasi berat memiliki pola makan rendah zat besi. <\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s9\">Pada kelompok lanjut usia<\/span><span class=\"s3\">,<\/span><span class=\"s3\">\u00a0penyakit kronis <\/span><span class=\"s9\">dapat muncul <\/span><span class=\"s3\">bersamaan dengan kekurangan vitamin B12 atau asam folat. Keberadaan lebih dari satu penyebab membuat pemeriksaan menjadi semakin penting. Seluruh faktor yang berperan perlu dikenali agar penanganan tidak hanya berfokus pada satu penyebab.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s7\">Kapan Penyebab Anemia Perlu Diperiksa oleh Dokter?<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Pemeriksaan oleh dokter diperlukan apabila anemia terus berulang, kadar hemoglobin semakin menurun, atau penyebabnya belum diketahui. Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami kondisi berikut.<\/span><\/p>\n<div class=\"s17\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Kadar hemoglobin kembali turun setelah sebelumnya membaik.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin terus menurun.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s9\">Muncul keluhan seperti mudah lelah, wajah pucat, atau pusing <\/span><span class=\"s3\">tanpa penyebab yang jelas.<\/span><\/div>\n<div class=\"s18\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s9\">Terdapat tanda perdarahan<\/span><span class=\"s3\">, seperti muntah darah, buang air besar berwarna hitam <\/span><span class=\"s9\">ataupun berdarah,<\/span><span class=\"s3\">\u00a0atau menstruasi dengan volume darah yang sangat banyak.<\/span><\/div>\n<div class=\"s19\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s3\">Memiliki penyakit kronis, seperti penyakit ginjal, kanker, penyakit autoimun, atau infeksi yang berlangsung lama.<\/span><\/div>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium untuk mencari penyebab anemia. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan penanganan sesuai kondisi setiap pasien.<\/span><\/p>\n<h2 class=\"s8\"><span class=\"s10\">Butuh Pemeriksaan di Rumah? Medi-call Siap Membantu<\/span><\/h2>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Penyebab anemia tidak selalu berkaitan dengan kekurangan zat besi. Kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, perdarahan, penyakit kronis, gangguan sumsum tulang, hingga kelainan genetik memicu penurunan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab yang mendasari anemia sebelum menjalani pengobatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s3\">Apabila Anda mengalami gejala anemia, seperti tubuh mudah lelah, wajah tampak pucat, pusing, atau hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin rendah, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter. Jika memerlukan pemeriksaan di rumah, <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/\"><span class=\"s23\">Medi-call<\/span><\/a><span class=\"s3\"> menyediakan layanan <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/medical-checkup-terdekat\/\"><span class=\"s23\">home service cek darah<\/span><\/a><span class=\"s3\"> untuk membantu proses pemeriksaan laboratorium tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<p class=\"s4\"><span class=\"s24\">Catatan Medis: <\/span><span class=\"s25\">Informasi dalam artikel ini bertujuan sebagai edukasi kesehatan dan tidak menggantikan konsultasi dengan dokter. Diagnosis serta penanganan anemia perlu dilakukan oleh tenaga medis berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.<\/span><\/p>\n<h3>Sumber Referensi :<\/h3>\n<div><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><a href=\"https:\/\/my.clevelandclinic.org\/health\/diseases\/3929-anemia\"><span class=\"s26\">Cleveland Clinic. Anemia: Symptoms, Causes &amp; Treatment.<\/span><\/a><\/div>\n<div class=\"s28\"><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><span class=\"s15\">Kementerian Kesehatan RI (2023) <\/span><span class=\"s27\">Buku Saku Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja Putri<\/span><span class=\"s15\">. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan <\/span><span class=\"s15\">RI<\/span><span class=\"s2\">.<\/span><\/div>\n<div><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/anemia\/symptoms-causes\/syc-20351360\"><span class=\"s26\">Mayo Clinic. Anemia: Symptoms and Causes.<\/span><\/a><\/div>\n<div><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/iron-deficiency-anemia\/symptoms-causes\/syc-20355034\"><span class=\"s26\">Mayo Clinic. Iron Deficiency Anemia: Symptoms and Causes.<\/span><\/a><\/div>\n<div><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><a href=\"https:\/\/www.msdmanuals.com\/home\/blood-disorders\/anemia\/anemia-due-to-excessive-bleeding\"><span class=\"s26\">MSD Manual Consumer Version. Anemia Due to Excessive Bleeding.<\/span><\/a><\/div>\n<div><span class=\"s14\">\u25cf <\/span><a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC12051798\/\"><span class=\"s26\">PubMed Central (PMC). Anemia: A Comprehensive Review.<\/span><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekurangan zat besi memang menjadi penyebab anemia yang paling banyak ditemukan, tetapi masih ada faktor lain yang ikut berperan, seperti kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, perdarahan, penyakit kronis, gangguan sumsum tulang, maupun kelainan genetik. Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berfungsi membawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1002,"featured_media":426492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[294,295],"tags":[366],"class_list":["post-426491","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-kesehatan","category-penyakit-a-z","tag-anemia"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426491","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1002"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426491"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426491\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426493,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426491\/revisions\/426493"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426491"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426491"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426491"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}