{"id":426542,"date":"2026-09-28T15:21:19","date_gmt":"2026-09-28T08:21:19","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426542"},"modified":"2026-09-28T20:03:57","modified_gmt":"2026-09-28T13:03:57","slug":"gejala-stroke","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/gejala-stroke\/","title":{"rendered":"Gejala Stroke: Kenali Tanda, Penyebab &#038; Penanganannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba, seperti wajah menurun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau mencong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> , salah satu lengan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun kaki<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> melemah, bicara pelo, gangguan penglihatan, hingga kehilangan keseimbangan. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis sehingga pasien perlu segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenali gejala stroke dengan metode FAST dapat membantu keluarga bertindak lebih cepat dan memberikan informasi penting kepada tenaga medis mengenai waktu awal munculnya gejala.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Stroke?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari World Health Organization (WHO), <\/span><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke\"><span style=\"font-weight: 400;\">stroke adalah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> kondisi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu atau pembuluh darah di otak mengalami pecah. Akibatnya, sel-sel otak tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga dapat mengalami kerusakan. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak, berbicara, melihat, menelan, berpikir, atau mempertahankan keseimbangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke membutuhkan penanganan segera karena kerusakan otak dapat berkembang dalam waktu singkat. Karena itu, mengenali perubahan yang terjadi secara mendadak menjadi langkah penting sebelum pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Saja Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala stroke biasanya muncul secara mendadak. Keluhannya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada bagian otak yang terdampak. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan, meliputi:<\/span><\/p>\n<h3><b>Wajah Turun atau <\/b><b>Mencong<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sisi wajah dapat terlihat turun atau terasa lebih sulit digerakkan. Kondisi ini sering terlihat ketika pasien diminta tersenyum dan sudut bibir pada salah satu sisi mungkin tidak ikut terangkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan wajah yang muncul tiba-tiba seperti ini, terutama jika disertai kelemahan anggota tubuh atau gangguan bicara, perlu dianggap sebagai tanda peringatan stroke.<\/span><\/p>\n<h3><b>Lengan <\/b><b>atau Kaki<\/b><b> Tiba-Tiba Lemah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke dapat menyebabkan kelemahan atau kesulitan menggerakkan salah satu sisi tubuh. Lengan atau kaki bisa terasa berat dan sulit digunakan seperti biasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pemeriksaan sederhana, minta pasien mengangkat kedua lengan. Jika salah satu lengan tidak dapat terangkat atau perlahan turun, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan pertolongan medis.<\/span><\/p>\n<h3><b>Bicara Pelo atau Sulit Berbicara<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pada bagian otak yang mengatur bahasa dan kemampuan berbicara dapat membuat seseorang tiba-tiba berbicara pelo dan sulit menemukan kata <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang\u00a0 tepat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, penderita juga tidak mampu mengucapkan kalimat dengan jelas atau kesulitan memahami pembicaraan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">orang lain<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan kemampuan berbicara yang muncul mendadak menjadi salah satu tanda penting dalam mengenali <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gejala <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">stroke.<\/span><\/p>\n<h3><b>Mati Rasa atau Kesemutan pada Satu Sisi Tubuh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa kebas, mati rasa, atau kesemutan yang muncul tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki, terutama pada satu sisi tubuh, juga dapat menjadi gejala stroke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keluhan tersebut dapat muncul bersamaan dengan kelemahan anggota tubuh sehingga sebaiknya tidak dianggap sebagai kesemutan biasa apabila terjadi mendadak.<\/span><\/p>\n<h3><b>Gangguan Penglihatan Secara Tiba-Tiba<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke dapat menyebabkan perubahan penglihatan secara mendadak. Gejalanya, berupa pandangan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata.<\/span><\/p>\n<h3><b>Pusing dan Kehilangan Keseimbangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pusing yang muncul tiba-tiba dapat disertai kesulitan berjalan, kehilangan koordinasi, atau tubuh terasa tidak stabil. Tanda ini semakin perlu dicurigai apabila muncul bersama gejala neurologis lain, seperti kelemahan satu sisi atau gangguan bicara.<\/span><\/p>\n<h3><b>Sakit Kepala Hebat yang Muncul Tiba-Tiba<\/b><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/penyebab-sakit-kepala-yang-tidak-kunjung-hilang\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat berat dan muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi tanda kondisi serius pada otak, termasuk stroke. Keluhan ini terutama perlu mendapat perhatian jika disertai muntah, gangguan kesadaran, kelemahan tubuh, atau gangguan saraf lainnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kesulitan Menelan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke juga dapat mengganggu kemampuan menelan. Pasien mungkin tersedak ketika minum, sulit menelan makanan, atau mengalami perubahan suara setelah menelan. Gangguan menelan tersebut perlu segera diperiksa karena dapat meningkatkan risiko makanan atau cairan masuk ke saluran pernapasan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengenali Gejala Stroke dengan Metode FAST<\/b><\/h2>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/stroke\/signs-symptoms\/index.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode FAST<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> membantu masyarakat mengenali tanda utama stroke secara sederhana. <\/span><a href=\"https:\/\/kemkes.go.id\/id\/%20kenali-gejala-stroke-dengan-metode-fast\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian Kesehatan RI<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menggunakan metode ini sebagai cara mengenali gejala stroke.<\/span><\/p>\n<h3><b>Face \u2014 Perhatikan Wajah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minta pasien tersenyum, kemudian perhatikan apakah salah satu sisi wajah turun atau senyumnya tampak tidak simetris.<\/span><\/p>\n<h3><b>Arm \u2014 Periksa Kekuatan Lengan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minta pasien mengangkat kedua lengan secara bersamaan. Perhatikan apakah salah satu lengan terasa lemah atau turun.<\/span><\/p>\n<h3><b>Speech \u2014 Perhatikan Cara Berbicara<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minta pasien mengucapkan kalimat sederhana. Perhatikan apakah bicaranya tiba-tiba pelo, tidak jelas, sulit dipahami, atau pasien kesulitan mengucapkan kata.<\/span><\/p>\n<h3><b>Time \u2014 Segera Cari Pertolongan Medis<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika salah satu tanda tersebut muncul secara tiba-tiba, segera cari pertolongan medis. Catat waktu ketika gejala pertama kali terlihat karena informasi tersebut dapat membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.stroke.org\/en\/help-and-support\/resource-library\/be-fast-materials\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Stroke Association<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga menggunakan pengembangan B.E. F.A.S.T., yang menambahkan <em>Balance <\/em><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(Keseimbangan)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <em>Eyes<\/em> (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Penglihatan)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membantu mengenali gangguan keseimbangan dan penglihatan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa yang Harus Dilakukan Saat Muncul Gejala Stroke?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika gejala stroke muncul, jangan menunggu kondisi membaik atau mencoba menangani pasien dengan pijat dan metode nonmedis. Segera hubungi layanan kegawatdaruratan atau bawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan pasien tetap aman dan tidak berjalan sendiri apabila mengalami kelemahan atau kehilangan keseimbangan. Informasikan kepada tenaga medis mengenai gejala yang muncul, kapan gejala pertama kali terlihat, serta obat-obatan atau penyakit yang sedang dimiliki pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu Anda ingat, gejala yang sudah menghilang juga tidak selalu berarti kondisi aman. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tersebut dapat menjadi tanda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">transient ischemic attack (TIA)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau \u201cstroke ringan\u201d yang berisiko berkembang menjadi stroke sesungguhnya dalam waktu dekat. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala neurologis yang muncul tiba-tiba, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">baik yang menetap atau yang hilang dengan sendirinya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tetap membutuhkan evaluasi medis karena dapat berkaitan dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Penyebab dan Faktor Risiko Stroke?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau pembuluh darah di otak pecah. Risiko stroke dapat meningkat karena kondisi kesehatan tertentu dan kebiasaan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, merokok, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang kurang sehat. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, serta riwayat stroke sebelumnya juga bisa menjadi pencetus serangan stroke berikutnya. Bahkan, usia dan riwayat keluarga juga dapat memengaruhi risiko serangan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena sebagian faktor risiko dapat dikendalikan, pencegahan stroke perlu dilakukan dengan menjaga tekanan darah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agar tetap terkontrol<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, mengelola penyakit kronis sesuai anjuran dokter, dan berhenti merokok. Selain itu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">seseorang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pasien<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sebaiknya aktif bergerak, menerapkan pola makan seimbang, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan di rumah, keluarga juga dapat menggunakan layanan pemeriksaan kesehatan atau konsultasi dokter ke rumah. Ini bisa Anda lakukan ketika pasien membutuhkan pemeriksaan langsung tetapi tidak sedang mengalami kondisi gawat darurat.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Stroke Didiagnosis dan Ditangani?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter akan menilai gejala, melakukan pemeriksaan fisik dan saraf, serta menanyakan kapan keluhan mulai muncul. Pemeriksaan penunjang kemudian membantu menentukan kondisi yang terjadi dan mendukung pemilihan terapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CT scan kepala dapat digunakan untuk <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tanda-pendarahan-otak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">mendeteksi perdarahan di otak<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan cepat. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat menggunakan MRI, pemeriksaan pembuluh darah, pemeriksaan jantung, serta tes darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. Pada stroke <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">iskemik (akibat sumbatan aliran darah) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang disebabkan gangguan aliran darah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dokter dapat mempertimbangkan obat atau prosedur untuk mengembalikan aliran darah pada pasien yang memenuhi kriteria. Sementara itu, penanganan pada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">stroke hemoragik (akibat perdarahan otak)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berfokus pada pengendalian perdarahan dan kondisi yang menyebabkannya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">misalnya tekanan darah tinggi atau kelainan pembuluh darah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kondisi akut tertangani, pasien dapat membutuhkan rehabilitasi untuk membantu memulihkan kemampuan bergerak, berbicara, menelan, dan melakukan aktivitas sehari-hari. WHO menempatkan rehabilitasi sebagai bagian penting dari pemulihan stroke setelah kondisi pasien stabil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kapan Pasien Stroke Membutuhkan Dokter ke Rumah?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan dokter ke rumah bukan pengganti IGD ketika gejala stroke sedang berlangsung. Jika pasien mengalami wajah menurun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau mencong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, kelemahan satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau gejala stroke lain yang muncul tiba-tiba, pasien harus segera mendapatkan pertolongan di fasilitas kesehatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, kunjungan dokter ke rumah dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan non-darurat. Misalnya, pemeriksaan pasien setelah pulang dari rumah sakit, pemantauan kondisi kesehatan, atau konsultasi mengenai keluhan yang tidak membutuhkan penanganan emergensi.<\/span><\/p>\n<h2><b>Panggil Dokter ke Rumah dengan Medi-Call<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Medi-Call menyediakan layanan <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">panggil dokter ke rumah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memungkinkan pasien mendapatkan pemeriksaan medis langsung di rumah. Tim Medi-Call mencarikan tenaga medis berdasarkan lokasi pasien, kemudian dokter melakukan pemeriksaan sesuai kondisi dan prosedur medis yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan ini dapat membantu pasien pascastroke atau keluarga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan di rumah, terutama ketika mobilitas pasien terbatas. Medi-Call juga menyediakan <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">layanan fisioterapi ke rumah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk pasien stroke dan kondisi lain yang berkaitan dengan gangguan otot, tulang, dan saraf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, keluarga perlu membedakan kebutuhan perawatan di rumah dengan kegawatdaruratan. Jika gejala stroke baru muncul atau memburuk secara tiba-tiba, jangan menunggu dokter home visit. Segera bawa pasien ke IGD atau hubungi layanan kegawatdaruratan agar evaluasi dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kenali Gejala Stroke dan Bertindak Cepat untuk Mengurangi Risiko Komplikasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengenali gejala stroke sejak awal dapat membantu keluarga mengambil keputusan dengan cepat. Wajah yang turun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau mencong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, lengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ataupun kaki <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melemah, bicara pelo, mati rasa satu sisi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tubuh<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, dan kesulitan menelan merupakan tanda yang perlu mendapat perhatian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan metode FAST sebagai pengingat sederhana, tetapi jangan menunggu seluruh tanda muncul. Satu gejala yang muncul secara tiba-tiba sudah cukup untuk mencari pertolongan medis<\/span><b>.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Setelah kondisi akut tertangani, pasien dapat membutuhkan pemantauan, pengobatan, perubahan gaya hidup, dan rehabilitasi untuk mendukung pemulihan serta menurunkan risiko stroke berulang.<\/span><\/p>\n<h3><b>Referensi<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">World Health Organization (WHO). 2025. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic. 2026. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/stroke\/diagnosis-treatment\/drc-20350119\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/stroke\/diagnosis-treatment\/drc-20350119<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2026. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Signs and Symptoms of Stroke.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/stroke\/signs-symptoms\/index.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.cdc.gov\/stroke\/signs-symptoms\/index.html<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). 2024. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Preventing Stroke.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/stroke\/prevention\/index.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.cdc.gov\/stroke\/prevention\/index.html<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemenkes. 2021. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kenali Gejala Stroke dengan Metode FAST.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/kemkes.go.id\/id\/%20kenali-gejala-stroke-dengan-metode-fast\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/kemkes.go.id\/id\/%20kenali-gejala-stroke-dengan-metode-fast<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Stroke Association. B.E. F.A.S.T. Materials. Diakses pada 10 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.stroke.org\/en\/help-and-support\/resource-library\/be-fast-materials\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.stroke.org\/en\/help-and-support\/resource-library\/be-fast-materials<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala stroke dapat muncul secara tiba-tiba, seperti wajah menurun atau mencong , salah satu lengan ataupun kaki melemah, bicara pelo, gangguan penglihatan, hingga kehilangan keseimbangan. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis sehingga pasien perlu segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Mengenali gejala stroke dengan metode FAST dapat membantu keluarga bertindak lebih cepat dan memberikan informasi penting [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1003,"featured_media":426543,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[9,295],"tags":[157],"class_list":["post-426542","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dokter","category-penyakit-a-z","tag-stroke"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426542","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1003"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426542"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426542\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426544,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426542\/revisions\/426544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426543"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426542"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426542"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426542"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}