{"id":426545,"date":"2026-09-28T15:27:24","date_gmt":"2026-09-28T08:27:24","guid":{"rendered":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/?p=426545"},"modified":"2026-09-28T20:03:49","modified_gmt":"2026-09-28T13:03:49","slug":"stroke-iskemik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/stroke-iskemik\/","title":{"rendered":"Stroke Iskemik: Penyebab, Gejala, Diagnosis &#038; Pengobatan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke iskemik merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera karena dapat memengaruhi fungsi otak dalam waktu singkat. Mengenali penyebab dan gejalanya membantu pasien atau keluarga mengambil langkah yang tepat ketika tanda stroke muncul. Selain penanganan pada fase akut, perawatan dan pengendalian faktor risiko juga penting untuk mendukung pemulihan serta mengurangi risiko stroke berulang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Stroke Iskemik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir dari <\/span><a href=\"https:\/\/strokefoundation.org.au\/about-stroke\/learn\/what-is-a-stroke\/ischaemic-stroke-blocked-artery\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke Foundation<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, stroke iskemik adalah jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak mengalami penyumbatan. Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke bagian otak tertentu menjadi berkurang atau terhenti. Jika kondisi ini berlangsung, jaringan otak dapat mengalami kerusakan dan menimbulkan gangguan sesuai area otak yang terdampak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyumbatan dapat terjadi karena penumpukan plak pada dinding pembuluh darah atau gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah maupun berasal dari bagian tubuh lain. Salah satu sumber gumpalan tersebut dapat berasal dari jantung, misalnya pada kondisi gangguan irama jantung tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke iskemik berbeda dengan stroke hemoragik. Pada stroke iskemik, gangguan terjadi karena aliran darah ke otak tersumbat, sedangkan stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena kedua jenis stroke membutuhkan penanganan yang berbeda, dokter perlu melakukan pemeriksaan segera untuk memastikan jenis stroke yang dialami pasien. Pemeriksaan pencitraan otak, seperti CT scan atau MRI, dapat membantu dokter menentukan penyebab dan langkah penanganan yang sesuai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Stroke Iskemik Terjadi?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses terjadinya stroke iskemik dapat dimulai dari penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Plak dapat membuat permukaan pembuluh darah tidak stabil dan memicu terbentuknya gumpalan yang kemudian menghambat aliran darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kondisi lain, gumpalan terbentuk di jantung atau pembuluh darah yang lebih besar. Gumpalan tersebut kemudian terbawa aliran darah hingga menyumbat pembuluh yang lebih kecil di otak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pasokan darah berkurang, sel otak mulai mengalami gangguan fungsi. Area jaringan yang mengalami kerusakan dapat menimbulkan gejala sesuai bagian otak yang terdampak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Penyebab Stroke Iskemik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah otak, antara lain:<\/span><\/p>\n<h3><b>Aterosklerosis dan Penumpukan Plak<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aterosklerosis terjadi ketika plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan komponen lain menumpuk pada dinding pembuluh darah. Penumpukan tersebut dapat mempersempit saluran pembuluh darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika permukaan plak mengalami kerusakan, tubuh dapat membentuk gumpalan darah di lokasi tersebut. Gumpalan kemudian dapat memperparah penyumbatan dan mengurangi aliran darah menuju otak.<\/span><\/p>\n<h3><b>Gumpalan Darah dari Pembuluh Darah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gumpalan darah juga dapat terbentuk langsung pada pembuluh darah yang menuju otak. Kondisi ini lebih mudah terjadi ketika pembuluh darah telah mengalami penyempitan akibat aterosklerosis.<\/span><\/p>\n<h3><b>Emboli dari Jantung<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kondisi tertentu, gumpalan darah dapat terbentuk di jantung dan kemudian terbawa aliran darah menuju otak. Salah satu kondisi yang berkaitan dengan mekanisme ini adalah <\/span><a href=\"https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/atrial-flutter\/symptoms-causes\/syc-20352586\"><span style=\"font-weight: 400;\">fibrilasi atrium<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu gangguan irama jantung yang menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, pemeriksaan setelah stroke tidak hanya berfokus pada otak. Dokter juga dapat mencari kemungkinan sumber gumpalan dari jantung atau pembuluh darah lain untuk menentukan strategi pencegahan stroke berikutnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kondisi yang Meningkatkan Risiko Penyumbatan Pembuluh Darah<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kondisi dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah atau meningkatkan kecenderungan pembentukan gumpalan. Kondisi tersebut termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol yang tidak terkontrol, penyakit jantung, merokok, obesitas, dan kurang aktivitas fisik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Faktor Risiko Stroke Iskemik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor risiko stroke iskemik dapat berasal dari kondisi yang bisa dikendalikan maupun faktor yang tidak dapat diubah. Beberapa faktor penting tersebut, meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Tekanan darah tinggi:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat merusak dinding pembuluh darah dan menjadi salah satu faktor risiko utama stroke.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Diabetes:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/sering-pusing-atau-cepat-lelah-bisa-jadi-itu-gejala-kolesterol-tinggi-yang-selama-ini-anda-abaikan\/\"><b>Kolesterol tinggi<\/b><\/a><b>:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> terutama kadar LDL yang tinggi, dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Fibrilasi atrium dan penyakit jantung:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> gangguan irama atau kondisi tertentu pada jantung dapat meningkatkan risiko terbentuknya emboli.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Merokok:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Obesitas dan kurang aktivitas fisik:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> keduanya dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan metabolisme.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Usia dan riwayat stroke:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> risiko stroke cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Riwayat stroke sebelumnya juga meningkatkan risiko kejadian berikutnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke\"><span style=\"font-weight: 400;\">WHO<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> memasukkan tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol LDL tinggi, diabetes, berat badan berlebih, dan kurang aktivitas fisik sebagai sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap beban stroke secara global.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Saja Gejala Stroke Iskemik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala stroke iskemik biasanya muncul secara mendadak. Adapun tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wajah tampak menurun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">atau mencong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pada salah satu sisi;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelemahan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan penglihatan secara tiba-tiba;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pusing mendadak atau kehilangan keseimbangan;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan berjalan atau koordinasi tubuh terganggu;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sakit kepala mendadak, terutama jika disertai gejala neurologis lain;<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penurunan kesadaran pada kondisi yang berat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Catatan penting: jangan menunggu gejala membaik sendiri jika tanda-tanda tersebut muncul secara tiba-tiba. Segera hubungi layanan kegawatdaruratan dan bawa pasien ke fasilitas kesehatan. Jangan memberikan obat atau makanan secara sembarangan, terutama jika pasien mengalami gangguan kesadaran atau sulit menelan.<\/span><\/i><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Dokter Mendiagnosis Stroke Iskemik?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter akan menilai kapan gejala mulai muncul, gejala yang dialami, riwayat penyakit, obat yang digunakan, serta faktor risiko pasien. Pemeriksaan saraf juga dilakukan guna membantu menilai bagian tubuh dan fungsi otak yang terdampak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan atau MRI otak. Pemeriksaan ini membantu membedakan stroke akibat sumbatan dari perdarahan otak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter juga dapat melakukan CT angiografi, MR angiografi, atau pemeriksaan pembuluh darah lainnya untuk mencari lokasi penyumbatan. Pada pasien tertentu, pemeriksaan perfusi dapat membantu menilai jaringan otak yang masih berpotensi diselamatkan dan menentukan pilihan terapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemeriksaan jantung, elektrokardiogram, pemantauan irama jantung, serta pemeriksaan darah juga dapat diperlukan untuk mencari penyebab stroke. Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mencari tahu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> faktor yang dapat meningkatkan risiko kekambuhan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagaimana Stroke Iskemik Ditangani?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penanganan stroke iskemik bergantung pada waktu munculnya gejala, lokasi penyumbatan, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan. Dokter akan menentukan terapi setelah memastikan jenis dan tingkat keparahan stroke.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pasien yang memenuhi kriteria, dokter dapat memberikan trombolisis intravena, yaitu obat melalui pembuluh darah untuk membantu melarutkan gumpalan darah. Pasien dengan penyumbatan pembuluh darah besar tertentu juga dapat menjalani trombektomi endovaskular, yaitu prosedur untuk mengeluarkan gumpalan menggunakan alat khusus melalui pembuluh darah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah kondisi akut tertangani, dokter dapat memberikan obat untuk mencegah terbentuknya gumpalan kembali. Antiplatelet membantu mencegah keping darah saling menempel, sedangkan antikoagulan mengurangi kemampuan darah membentuk gumpalan. Pemilihan obat bergantung pada penyebab stroke dan kondisi pasien, sehingga penggunaannya harus mengikuti anjuran dokter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencegahan stroke berulang juga mencakup pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, serta berhenti merokok, menjaga berat badan, dan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kapan Pasien Stroke Iskemik Membutuhkan Dokter ke Rumah?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Layanan dokter ke rumah lebih sesuai untuk perawatan lanjutan atau kondisi non-darurat, bukan untuk menggantikan penanganan stroke akut di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pasien pascastroke dapat membutuhkan evaluasi medis di rumah ketika kondisi sudah stabil, tetapi masih memerlukan pemantauan atau mengalami keluhan yang menyulitkan untuk bepergian. Dokter dapat membantu mengevaluasi kondisi pasien dan menentukan apakah pasien membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/dokter\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">layanan panggil dokter ke rumah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dokter Medi-Call berpengalaman melakukan pemeriksaan pasien di rumah, termasuk menilai tanda-tanda vital dan kondisi kesehatan secara langsung. Medi-Call juga menyediakan layanan untuk pasien dengan kondisi kronis tertentu, termasuk <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/perawatan-pasca-stroke-menyusun-program-perawatan-home-care-dengan-dukungan-caregiver-profesional\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan pasien pascastroke<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika pasien tiba-tiba mengalami wajah mencong, kelemahan salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, penurunan kesadaran, atau <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/blog\/tanda-gejala-stroke\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">gejala stroke lainnya<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, jangan menunggu dokter datang ke rumah. Pasien membutuhkan evaluasi kegawatdaruratan di fasilitas kesehatan secepat mungkin.<\/span><\/p>\n<h2><b>Panggil Dokter ke Rumah untuk Pasien Pascastroke Iskemik Medi Call<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perawatan stroke tidak berhenti setelah pasien keluar dari rumah sakit. Pasien mungkin membutuhkan pemantauan kondisi kesehatan, bantuan perawatan sehari-hari, serta rehabilitasi sesuai kebutuhannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Medi-Call menyediakan layanan dokter ke rumah, perawat home care, dan fisioterapi ke rumah. Layanan <\/span><a href=\"https:\/\/medi-call.id\/fisioterapi\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">fisioterapi Medi-Call<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> secara khusus tersedia untuk pasien stroke dan kondisi lain yang berkaitan dengan otot, tulang, serta saraf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendekatan perawatan di rumah dapat membantu keluarga memperoleh dukungan medis tanpa selalu membawa pasien keluar rumah. Meski demikian, kebutuhan setiap pasien berbeda sehingga jadwal kunjungan, jenis tenaga kesehatan, dan tindakan yang diperlukan perlu disesuaikan berdasarkan evaluasi tenaga medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencegah stroke berulang, pasien juga perlu mengikuti rencana pengobatan dari dokter, mengontrol faktor risiko, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, dan tidak merokok. Pencegahan sekunder sebaiknya disusun berdasarkan penyebab stroke dan kondisi pasien.<\/span><\/p>\n<h3><b>Referensi<\/b><\/h3>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke Foundation. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ischaemic stroke<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 11 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/strokefoundation.org.au\/about-stroke\/learn\/what-is-a-stroke\/ischaemic-stroke-blocked-artery\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/strokefoundation.org.au\/about-stroke\/learn\/what-is-a-stroke\/ischaemic-stroke-blocked-artery<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">National Library of Medicine (NIH). 2026. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ischemic Stroke<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 11 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK499997\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/books\/NBK499997\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">World Health Organization (WHO). 2025. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stroke.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Diakses pada 11 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.who.int\/news-room\/fact-sheets\/detail\/stroke<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayo Clinic. 2026. Atrial fibrillation. Diakses pada 11 September 2026, dari : <\/span>https:\/\/www.mayoclinic.org\/diseases-conditions\/atrial-fibrillation\/symptoms-causes\/syc-20350624<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Stroke Association. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">About Stroke<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 11 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.stroke.org\/en\/about-stroke\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.stroke.org\/en\/about-stroke<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">American Stroke Association. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ischemic Stroke (Clots)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diakses pada 11 September 2026, dari:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/www.stroke.org\/en\/about-stroke\/types-of-stroke\/ischemic-stroke-clots\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.stroke.org\/en\/about-stroke\/types-of-stroke\/ischemic-stroke-clots<\/span><\/a><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Stroke iskemik merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera karena dapat memengaruhi fungsi otak dalam waktu singkat. Mengenali penyebab dan gejalanya membantu pasien atau keluarga mengambil langkah yang tepat ketika tanda stroke muncul. Selain penanganan pada fase akut, perawatan dan pengendalian faktor risiko juga penting untuk mendukung pemulihan serta mengurangi risiko stroke berulang. Apa Itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1003,"featured_media":426546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","footnotes":""},"categories":[9,294],"tags":[157],"class_list":["post-426545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dokter","category-info-kesehatan","tag-stroke"],"modified_by":"Medi-Call Editor Team","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1003"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=426545"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426545\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":426547,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/426545\/revisions\/426547"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/426546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=426545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=426545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/medi-call.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=426545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}