Kenali tanda dehidrasi saat puasa, resikonya, dan cara mengatasinya agar puasa tetap sehat, aman, dan nyaman dijalani.
Puasa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan dan spiritual. Namun, dehidrasi saat puasa tetap menjadi kondisi yang cukup sering kami temui, terutama saat cuaca panas, aktivitas padat, atau pola minum kurang tepat. Bila tidak diantisipasi, dehidrasi saat puasa dapat mempengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga kenyamanan beribadah.
Sebagai langkah pencegahan, kami juga kerap menyarankan hidrasi optimal atau dukungan medis seperti layanan IV drip vitamin bila diperlukan sesuai kondisi pasien. Artikel ini membahas tanda, resiko, serta cara menjaga hidrasi tubuh selama puasa.
Table of Contents
ToggleTanda-Tanda Dehidrasi Saat Puasa
Tubuh biasanya memberi sinyal ketika cairan mulai berkurang. Beberapa tanda tubuh kekurangan cairan saat puasa sekaligus indikasi dehidrasi saat puasa antara lain:
1. Haus Berlebihan dan Mulut Kering
Produksi air liur yang menurun membuat mulut terasa kering, lengket, bahkan terkadang memicu bau mulut. Rasa haus juga bisa muncul lebih cepat dari biasanya meski aktivitas tidak terlalu berat.
2. Urine Berwarna Lebih Gelap
Urine kuning pekat atau cenderung gelap menandakan tubuh menghemat cairan. Jika frekuensi buang air kecil jauh berkurang atau terasa lebih pekat dari biasanya, kondisi hidrasi perlu diperhatikan.
3. Pusing dan Lemas
Kurangnya cairan dapat mempengaruhi tekanan darah dan aliran oksigen ke otak. Akibatnya, tubuh terasa lemah, mudah lelah, hingga sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
4. Kulit Kering dan Bibir Pecah
Saat cairan tubuh berkurang, elastisitas kulit ikut menurun. Bibir menjadi kering, mudah pecah, dan kulit terasa kasar atau kurang lembap.
5. Sakit Kepala
Kondisi dehidrasi saat puasa ringan sekalipun bisa memicu sakit kepala karena berkurangnya cairan yang membantu menjaga keseimbangan fungsi otak dan sirkulasi darah.
6. Detak Jantung Lebih Cepat dan Tubuh Terasa Panas
Saat tubuh kekurangan cairan, volume darah bisa menurun sehingga jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat membuat detak jantung terasa lebih cepat, tubuh terasa hangat, atau muncul sensasi tidak nyaman terutama saat beraktivitas selama puasa.
Bahaya Dehidrasi Saat Puasa
Jika berlangsung terus-menerus, dehidrasi saat puasa dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan, seperti:
1. Penurunan konsentrasi dan produktivitas
Kekurangan cairan dapat mempengaruhi fungsi otak, sehingga fokus, daya ingat, dan kemampuan berpikir menjadi menurun. Hal ini bisa membuat aktivitas kerja, belajar, atau ibadah terasa lebih berat dari biasanya.
2. Gangguan fungsi ginjal akibat kekurangan cairan berkepanjangan
Cairan yang cukup diperlukan untuk membantu ginjal menyaring limbah tubuh. Jika kekurangan cairan berlangsung lama, kinerja ginjal dapat menurun dan risiko masalah seperti batu ginjal atau infeksi saluran kemih bisa meningkat.
3. Tekanan darah rendah hingga berisiko pingsan
Volume cairan tubuh yang berkurang dapat menyebabkan tekanan darah turun. Kondisi ini bisa memicu pusing saat berdiri, lemas, bahkan pingsan jika tidak segera ditangani.
4. Kelelahan ekstrim atau heat exhaustion saat cuaca panas
Tanpa cairan yang cukup, tubuh lebih sulit mengatur suhu. Akibatnya, rasa lelah bisa muncul lebih cepat, tubuh terasa lemah, dan pada kondisi tertentu dapat terjadi kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Pada kondisi tertentu, penanganan medis mungkin diperlukan.
Cara Mengatasi dan Mencegah Dehidrasi
Untuk mencegah dehidrasi saat puasa, penting memahami cara mengatasi dehidrasi saat puasa secara tepat sejak sahur hingga berbuka. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
1. Terapkan Pola Minum 2-4-2
Pola ini membantu memenuhi kebutuhan cairan harian selama puasa tanpa membuat perut terasa penuh sekaligus. Dua gelas air saat berbuka membantu menggantikan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa. Empat gelas di malam hari bisa dibagi setelah makan malam hingga sebelum tidur agar penyerapan cairan lebih optimal. Dua gelas saat sahur penting untuk menjaga cadangan cairan tubuh agar tidak mudah mengalami dehidrasi saat puasa keesokan harinya.
2. Konsumsi Buah dan Sayur Tinggi Air
Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi tidak hanya membantu hidrasi, tetapi juga menyediakan vitamin, mineral, dan serat. Semangka, melon, jeruk, timun, tomat, atau selada bisa menjadi pilihan menu berbuka dan sahur karena membantu menjaga keseimbangan cairan sekaligus mendukung metabolisme tubuh selama puasa.
3. Batasi Minuman Berkafein
Kafein bersifat diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika dikonsumsi berlebihan saat sahur atau berbuka, tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat. Bila tetap ingin minum kopi atau teh, sebaiknya imbangi dengan air putih yang cukup.
4. Sesuaikan Aktivitas Harian
Mengurangi aktivitas fisik berat di siang hari dapat membantu menjaga cairan tubuh. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pelindung seperti topi atau pakaian nyaman agar tubuh tidak cepat kehilangan cairan melalui keringat.
5. Pilih Menu Sahur Seimbang
Menu sahur idealnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, dan cukup cairan. Hindari makanan terlalu asin, pedas, atau tinggi gula karena bisa memicu rasa haus lebih cepat dan meningkatkan risiko dehidrasi saat puasa.
6. Hindari Langsung Tidur Setelah Banyak Minum
Memberi jeda setelah minum sebelum tidur membantu penyerapan cairan lebih optimal dan mengurangi risiko gangguan pencernaan. Selain itu, pola minum yang bertahap membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan lebih stabil selama puasa.
7. Perhatikan Tanda Tubuh Sejak Awal
Jika mulai muncul haus berlebihan, urine lebih pekat, atau tubuh terasa sangat lemas, evaluasi pola minum dan makanan. Mengenali tanda awal membantu mencegah kondisi dehidrasi saat puasa berkembang menjadi lebih berat.
Kapan Harus Membatalkan Puasa?
Pada kondisi dehidrasi saat puasa yang lebih berat, beberapa gejala berikut perlu diwaspadai:
1. Pusing berat atau hampir pingsan
Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh kekurangan cairan hingga mempengaruhi tekanan darah dan aliran oksigen ke otak. Jika pusing terasa semakin berat, berkunang-kunang, atau hampir kehilangan keseimbangan, sebaiknya segera beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.
2. Detak jantung sangat cepat
Saat cairan tubuh berkurang, jantung dapat bekerja lebih keras untuk menjaga sirkulasi darah. Akibatnya, detak jantung terasa lebih cepat atau berdebar tidak seperti biasanya.
3. Tidak buang air kecil dalam waktu lama
Jarangnya buang air kecil atau urine berwarna sangat pekat bisa menjadi tanda tubuh menahan cairan karena jumlahnya terbatas. Kondisi ini perlu diwaspadai sebagai indikator hidrasi kurang.
4. Kebingungan atau lemah ekstrem
Kekurangan cairan yang cukup berat dapat mempengaruhi fungsi otak dan energi tubuh. Hal ini bisa ditandai dengan sulit fokus, linglung, atau rasa lemas yang tidak biasa.
Jika terjadi, segera minum air dan cari pertolongan medis.
Jaga Hidrasi, Konsultasi Jika Perlu!
Dehidrasi saat puasa merupakan kondisi yang umum, tetapi dapat dicegah dengan pengaturan cairan, pola makan, dan aktivitas yang tepat. Mengenali gejala sejak awal membantu menjaga kesehatan sekaligus kelancaran ibadah.
Jika membutuhkan dukungan medis seperti terapi infus di rumah, Medi-Call menyediakan layanan dokter ke rumah sesuai kebutuhan pasien.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis. Jika mengalami gejala berat, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Campbell NR, Wickert W, Magner P, Shumak SL. Dehydration during fasting increases serum lipids and lipoproteins. Clinical and Investigative Medicine Medecine Clinique Et Experimentale [Internet]. 1994 Dec 1;17(6):570–6. Available from: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7895421/
- Ways to Protect the Kidneys from Dehydration During Ramadan | Anadolu Sağlık Merkezi [Internet]. Anadolumedicalcenter.com. 2024 [cited 2026 Feb 28]. Available from: https://www.anadolumedicalcenter.com/health-guide/ways-to-protect-the-kidneys-from-dehydration-during-ramadan
- Hassan O. Memon Medical Institute Hospital [Internet]. Memon Medical Institute Hospital. 2025. Available from: https://mmi.edu.pk/blog/how-to-prevent-dehydration-for-kidney-patients-during-fasting/









