Bagi orang tua, cara merawat bayi baru lahir bisa jadi menyulitkan. Berikut tips praktis, tanda bayi sehat, dan solusi merawat bayi di rumah.
Menyambut kelahiran bayi adalah momen yang membahagiakan sekaligus menegangkan, terutama bagi orang tua baru. Umumnya, ada banyak pertanyaan muncul, misal apakah perawatannya sudah benar? apakah tangisannya normal? bagaimana cara memandikan bayi yang aman?.
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena rasa khawatir yang sebenarnya sangat mendasar secara ilmiah. Bahkan, World Health Organization (WHO) pun menegaskan bahwa 28 hari pertama kehidupan bayi menentukan kesehatan, tumbuh kembang, bahkan keselamatan bayi.
Oleh karena itu, pemahaman dasar tentang cara merawat bayi baru lahir menjadi bekal penting bagi setiap orang tua.
Table of Contents
ToggleMemahami Kondisi Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir masih beradaptasi dengan dunia luar. Organ tubuhnya belum bekerja sempurna, sistem imun masih lemah, dan tentu sangat bergantung pada orang dewasa. Ibarat sebuah mesin baru yang baru saja dinyalakan, seluruh sistem tubuh bayi masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan fungsi, ritme, dan kestabilannya agar dapat bekerja optimal.
Merujuk laman Association of Ontario Midwives, berikut beberapa kondisi umum pada bayi baru lahir untuk Anda pahami.
- Kulit kemerahan atau mengelupas
- Waktu tidur belum teratur
- Sering menangis tanpa sebab yang jelas
- Refleks mengisap dan menggenggam yang kuat
- Sering bersin atau cegukan
- Pola buang air kecil dan besar masih sering berubah-ubah
Jadi, jangan langsung panik berlebih saat menemukan kondisi-kondisi di atas. Observasi secara detail, selama bayi Anda tetap aktif, menyusu dengan baik, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, kondisinya masih masuk kategori “normal”.
15 Cara Merawat Merawat Bayi Baru Lahir
Merangkum informasi dari beberapa sumber, seperti Mayo Clinic, Kementerian Kesehatan Sierra Leone, dan United Nations High Commissioner for Refugees, berikut adalah lima belas cara praktis merawat bayi baru lahir agar tetap sehat dan nyaman di periode pertama kehidupannya.
1. Lakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
IMD dilakukan dengan meletakkan bayi di dada ibu segera setelah lahir. Aktivitas ini sangat direkomendasikan karena membantu bayi mendapatkan kolostrum, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memperkuat ikatan ibu dan bayi.
2. Terapkan Skin to Skin Contact
Kontak kulit langsung membantu menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan bayi. Cara ini juga terbukti menurunkan risiko hipotermia pada bayi baru lahir.
3. Berikan ASI Sesuai Permintaan Bayi
Menyusui on demand membantu bayi mendapatkan nutrisi optimal. Kemenkes menyarankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa tambahan makanan atau minuman lain.
4. Perhatikan Posisi Menyusui yang Benar
Posisi menyusui yang tepat mencegah puting lecet dan memastikan bayi mendapatkan ASI secara efektif. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan dagu menempel pada payudara.
5. Bantu Bayi Tidur dengan Nyaman
Bayi baru lahir bisa tidur hingga 16–18 jam per hari. Ciptakan suasana tenang, pencahayaan redup, dan suhu ruangan yang nyaman agar kualitas tidurnya terjaga. Anda juga bisa menerapkan teknik bedong (swaddling), tapi pastikan dengan kain lembut dan tidak kencang.
6. Tidurkan Bayi dengan Posisi Aman
Posisi telentang adalah posisi yang direkomendasikan karena dengan posisi ini berfungsi untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Selain itu, pastikan pakaian bayi aman dan tidak menutupi hidung atau mulut saat ia bergerak di waktu tidur.
7. Mandikan Bayi dengan Lembut dan Aman
Tidak perlu setiap hari. Cukup mandikan bayi 2–3 kali seminggu menggunakan air hangat dan sabun khusus bayi. Hindari menggosok kulit terlalu keras karena kulit bayi masih sangat sensitif.
8. Rawat Tali Pusar dengan Benar
Jaga tali pusar tetap kering dan bersih. Tidak perlu diberi bedak atau alkohol kecuali atas anjuran tenaga kesehatan. Biasanya tali pusar akan lepas sendiri dalam 1–2 minggu.
9. Ganti Popok Secara Rutin
Jaga popok tetap kering. Kondisi popok yang basah terlalu lama dapat menyebabkan ruam. Jika sudah terlanjur, bersihkan area genital dengan lembut dan keringkan sebelum memasang popok baru.
10. Kenali Arti Tangisan Bayi
Tangisan bayi bisa menandakan lapar, lelah, popok basah, atau ingin digendong. Sebagai orang tua baru, ini mungkin akan memusingkan. Namun, seiring waktu, orang tua akan lebih peka membedakan jenis tangisan ini.
11. Pilih Pakaian yang Nyaman untuk Bayi
Gunakan pakaian berbahan lembut, menyerap keringat, dan tidak terlalu ketat. Hindari penggunaan aksesori berlebihan.
12. Jaga Kebersihan Tangan Sebelum Menyentuh Bayi
Bukan hanya sebelum makan, mencuci tangan sebelum menggendong bayi juga sangat penting. Hal ini untuk mencegah penularan kuman, mengingat sistem imun bayi masih belum matang.
13. Hindari Terlalu Banyak Produk Perawatan
Kulit bayi tidak membutuhkan banyak produk. Terlalu banyak sabun, lotion, atau parfum justru dapat memicu iritasi.
14. Pantau Suhu dan Kondisi Tubuh Bayi
Suhu normal bayi berkisar 36,5–37,5°C. Segera waspada jika bayi demam, lemas, atau tidak mau menyusu. Untuk itu, selalu sediakan termometer di rumah agar Anda bisa rutin mengecek suhu tubuh si kecil.
15. Segera Konsultasi ke Tenaga Kesehatan Bila Perlu
Sebagai orang tua, Anda perlu mengobservasi si kecil setiap harinya. Jika menemukan bayi Anda mengalami muntah berulang, sesak napas, demam tinggi, atau kejang, segera konsultasikan ke dokter atau tenaga kesehatan.
Tanda Bayi Baru Lahir Sehat dan Berkembang Normal
Sebuah penelitian berjudul Newborn and child growth and development – a systematic review memberikan tanda-tanda bayi baru lahir dalam kondisi sehat dan berkembang normal, meliputi:
- Menyusu aktif dan teratur
- Berat badan bertambah sesuai usia
- Bayi tampak responsif dan aktif
- Lingkar kepala sesuai usia
Kesimpulan
Meski ke-15 cara merawat bayi baru lahir di atas terlihat mudah, tidak semua orang tua baru piawai dan telaten merawat newborn. Sejatinya, merawat bayi baru lahir memang membutuhkan kesabaran, pengetahuan, dan dukungan. Jadi, jangan ragu meminta bantuan jika Anda merasa lelah atau kewalahan. Pasalnya, kondisi orang tua yang happy juga akan memengaruhi kualitas perawatan bayi.
Kabar baiknya, saat ini Anda bisa mendapatkan dukungan dari layanan perawat bayi profesional yang siap membantu perawatan newborn di rumah. Salah satunya adalah layanan perawat bayi dari Medi-Call. Sebagai layanan homecare tepercaya sejak tahun 2017, Medi-Call memberikan Anda pilihan layanan sesuai kebutuhan, mulai dari perawatan tali pusat, baby spa, hingga dukungan baby care lainnya.
Masa kehamilan hingga perawatan bayi adalah momen penting yang membutuhkan pendampingan tepat. Layanan bidan Medi-Call siap membantu pemeriksaan kehamilan, perawatan ibu dan bayi, hingga konsultasi laktasi langsung di rumah agar Anda merasa lebih tenang dan nyaman. Hubungi Customer Service 24 jam Medi-Call atau download aplikasi Medi-Call di App Store dan Play Store untuk informasi lebih lanjut.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk memberikan informasi dan edukasi secara umum. Konten yang tercantum dalam artikel ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti konsultasi, diagnosis, atau perawatan medis yang diberikan oleh tenaga medis. Jika Anda mengalami gejala yang dijelaskan atau memiliki masalah kesehatan khusus, kami menyarankan Anda untuk segera menghubungi tenaga medis profesional guna mendapatkan evaluasi dan saran yang tepat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- WHO. Newborn health WPRO [Internet]. Who.int. World Health Organization: WHO; 2018. Available from: https://www.who.int/westernpacific/health-topics/newborn-health#tab=tab_1
- Government of Sierra Leone Ministry of Health and Sanitation Essential Newborn Care In-Service Capacity Building and Training for Health Care Providers in Peripheral Health Units Participant Manual [Internet]. 2017. Available from: https://platform.who.int/docs/default-source/mca-documents/policy-documents/operational-guidance/SLE-MN-48-01-OPERATIONAL-GUIDANCE-2017-eng-SL-ENC-Participant-Manual-Updated-Final.pdf
- PAT I E N T E D U C AT I O N Caring for Your Newborn [Internet]. Available from: https://mcforms.mayo.edu/mc5300-mc5399/mc5354.pdf









