Bingung anak demam perlu ke dokter atau tidak? Kenali batas suhu, durasi demam, dan tanda bahaya sebelum memutuskan.
Anak demam harus dibawa ke dokter jika suhu tubuhnya mencapai 39°C atau lebih, demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau ada gejala lain seperti kejang, muntah terus-menerus, dan sangat lemas.
Meski demam merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi virus atau bakteri, orang tua tetap perlu mengetahui batas aman kondisi tersebut.
Dengan memahami suhu demam, durasi demam, serta tanda bahaya yang menyertainya, orang tua dapat menentukan dengan lebih tepat anak demam kapan harus ke dokter dan kapan masih bisa dipantau di rumah.
Table of Contents
ToggleBerapa Suhu Anak yang Masih Normal Saat Demam?
Suhu tubuh normal anak umumnya berada di kisaran 36,5–37,5°C. Ketika suhu tubuh naik di atas angka tersebut, kondisi tersebut disebut demam.
Untuk memahami lebih lengkap mengenai batas suhu normal pada anak, Anda dapat membaca artikel lengkapnya pada pembahasan demam tinggi sebelumnya.
Menurut Mayo Clinic (2023) dan Cleveland Clinic (2023), demam pada anak dapat dibagi dalam beberapa kategori berdasarkan suhu tubuhnya, yaitu:
Demam ringan (37,5–38°C)
Demam ringan biasanya terjadi pada infeksi virus ringan seperti selesma (common cold) atau yang sehari-hari sering disebut flu (berbeda dengan influenza). Pada kondisi ini, anak biasanya masih tampak aktif, tetap mau minum, dan tidak terlalu rewel.
Orang tua biasanya cukup memantau kondisi anak di rumah serta memastikan anak mendapatkan cairan yang cukup.
Demam sedang (38–39°C)
Pada suhu ini, anak mungkin mulai terlihat tidak nyaman. Beberapa anak menjadi lebih rewel atau kehilangan nafsu makan.
Meski demikian, pada tahap ini orang tua masih dapat melakukan pemantauan sambil memperhatikan apakah muncul gejala lain yang mengkhawatirkan.
Demam tinggi (≥39°C)
Ketika suhu tubuh mencapai 39°C atau lebih, demam sudah termasuk tinggi. Pada tahap ini banyak orang tua mulai bertanya, anak demam harus ke dokter kapan.
Demam tinggi sebaiknya dipantau dengan lebih serius, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain.
Suhu di atas 40°C
Jika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 40°C, kondisi ini dianggap darurat medis.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), suhu tubuh yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti kejang demam pada anak.
Pada kondisi ini, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Anak Demam Kapan Harus ke Dokter?
Pertanyaan anak demam kapan harus ke dokter sering muncul karena tidak semua demam membutuhkan penanganan medis langsung.
Namun ada beberapa kondisi yang menunjukkan bahwa anak memerlukan pemeriksaan sesegera mungkin. Bawa atau hubungi dokter jika Anak mengalami:
Demam mencapai 39°C atau lebih
Jika suhu tubuh anak mencapai ≥39°C, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Demam tinggi dapat menandakan infeksi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Demam lebih dari 3 hari
Demam akibat infeksi virus biasanya membaik dalam 2–3 hari. Jika demam berlangsung lebih lama, orang tua perlu mengetahui kapan anak demam perlu dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
Bayi di bawah 3 bulan mengalami demam
Menurut American Academy of Pediatrics, bayi berusia kurang dari 3 bulan yang mengalami demam harus segera diperiksa oleh tenaga medis.
Hal ini karena sistem kekebalan tubuh bayi masih belum berkembang secara optimal.
Demam tidak turun setelah obat
Jika obat penurun demam tidak membantu menurunkan suhu tubuh atau demam kembali naik dengan cepat, kondisi ini perlu diperiksa oleh dokter.
Anak terlihat sangat lemas
Ketika anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak responsif, orang tua tidak perlu menunggu lama untuk mencari bantuan medis.
Dalam kondisi ini, kapan anak demam harus ke dokter sebenarnya sudah jelas: pemeriksaan medis perlu dilakukan segera.
Terjadi kejang
Kejang demam dapat terjadi ketika suhu tubuh meningkat secara cepat. Walaupun tidak selalu berbahaya, kejang tetap membutuhkan pemeriksaan dokter.
Sesak napas
Jika demam disertai kesulitan bernapas, seperti napas sangat cepat, hidung tampak kembang kempis, atau dada dan perut terlihat tertarik ke dalam saat bernapas, kondisi ini dapat menjadi tanda infeksi saluran pernapasan.
Muntah terus-menerus
Muntah yang berulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Anak tidak mau minum
Ketika anak menolak minum dan jarang buang air kecil, kondisi ini dapat mengarah pada dehidrasi.
Catatan penting
Jika orang tua merasa kondisi anak semakin memburuk atau tidak biasa, sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk memutuskan anak demam kapan harus ke dokter.
Risiko Jika Terlambat Membawa Anak ke Dokter
Dalam praktik klinis, tidak jarang dokter Medi-Call menangani kasus anak yang datang dengan kondisi lebih serius. Mirisnya, kondisi tersebut terjadi karena orang tua menganggap demam berat yang dialami anaknya sebagai demam biasa sehingga merasa belum perlu melakukan pemeriksaan medis.
Pada beberapa kasus, anak yang awalnya hanya mengalami demam akhirnya mengalami komplikasi seperti kejang demam, dehidrasi berat, atau infeksi yang sudah berkembang lebih jauh saat tiba di fasilitas kesehatan.
Untuk itu, tetaplah waspada dan kenali beberapa risiko yang dapat terjadi ketika demam pada anak tidak segera diperiksa:
Dehidrasi
Demam dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Jika anak tidak minum cukup cairan, dehidrasi dapat terjadi.
Kejang demam
Menurut National Institutes of Health (2021), sekitar 2–5% anak pernah mengalami kejang demam, terutama pada usia 6 bulan hingga 5 tahun.
Infeksi yang memburuk
Beberapa infeksi bakteri seperti pneumonia atau infeksi saluran kemih dapat dimulai dengan demam.
Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi lebih serius.
Komplikasi penyakit tertentu
Dalam kasus yang jarang terjadi, demam bisa menjadi tanda penyakit serius seperti meningitis atau infeksi darah.
Karena itu penting bagi orang tua untuk memahami anak demam harus ke dokter kapan agar penanganan tidak terlambat.
Alternatif Jika Anak Tidak Kuat ke Rumah Sakit
Tidak semua kondisi memungkinkan orang tua membawa anak yang demam ke rumah sakit. Beberapa alternatif berikut dapat dipertimbangkan jika Anda membutuhkan bantuan medis.
Konsultasi telemedicine
Layanan konsultasi online memungkinkan orang tua bertanya langsung kepada dokter mengenai kondisi anak.
Melalui telemedicine, dokter dapat membantu menentukan anak demam kapan dibawa ke dokter atau cukup dirawat di rumah.
Panggil dokter ke rumah
Dalam beberapa kondisi, memanggil dokter ke rumah dapat menjadi solusi yang lebih nyaman bagi anak.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan awal tanpa membuat anak harus melakukan perjalanan jauh.
Layanan home visit anak
Jika anak membutuhkan pemeriksaan langsung, layanan home visit dokter anak dari Medi-Call dapat membantu orang tua mendapatkan penanganan medis di rumah.
Dokter akan datang untuk memeriksa kondisi anak, memberikan rekomendasi pengobatan, serta menentukan apakah anak memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Kesimpulan: Anak Demam Kapan Harus ke Dokter
Anak demam sebaiknya segera dibawa ke dokter ketika suhu tubuh mencapai ≥39°C, demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau terjadi pada bayi di bawah usia 3 bulan.
Pemeriksaan medis juga diperlukan jika anak tampak sangat lemah, mengalami kejang, atau muncul gejala lain seperti sesak napas, muntah terus-menerus, dan tidak mau minum.
Mengenali kondisi demam pada anak membantu orang tua mengambil keputusan lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum demam berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Jika anak sulit dibawa ke fasilitas kesehatan, layanan home visit dokter Medi-Call dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan pemeriksaan medis secara aman di rumah.
Disclaimer:
Informasi dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Jika demam tinggi atau gejala lain tidak membaik, segera cari bantuan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Ditinjau oleh: dr. Stanislaus Ivanovich K
- Mayo Clinic Staff. 2023. Fever in children: symptoms & causes. Mayo Clinic. Diakses 5 Maret 2026, dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever-in-children/symptoms-causes/syc-20352759[mayoclinic]
- Cleveland Clinic. 2023. Fever in children. Cleveland Clinic. Diakses 5 Maret 2026, dari: https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10880-fever-in-children[health.clevelandclinic]
- Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Febrile seizures and vaccines. CDC. Diakses 5 Maret 2026, dari: https://www.cdc.gov/vaccine-safety/about/febrile-seizures.html[cdc]
- American Academy of Pediatrics. 2022. Fever: when to call the pediatrician. HealthyChildren.org. Diakses 5 Maret 2026, dari: https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/When-to-Call-the-Pediatrician.aspx[healthychildren]
- National Institutes of Health. 2021. Febrile seizures. NIH. Diakses 5 Maret 2026, dari: https://www.ninds.nih.gov/health-information/disorders/febrile-seizures









