Jangan Asal Diagnosis! Yuk Kenali Gejala dan Penyebab Post Power Syndrome Berikut Ini!

Tidak semua masalah mental pada lansia merupakan post power syndrome! Ketahui lebih lanjut gejala dan penyebab post power syndrome berikut ini!Bekerja tidak hanya untuk memberi pemasukan kepada keuangan, tetapi juga sebagai bentuk aktualisasi diri.Tapi semakin bertambahnya umur seseorang maka kemampuan untuk bekerjanya akan berkurang.Oleh karena itu orang yang sudah memasuki usia lanjut akan mengalami pensiun dari pekerjaannya.Tidak semua orang bersukacita saat memasuki masa pensiun, banyak yang belum bisa menerima perubahan bahwa dirinya tidak lagi aktif bekerja.Beberapa juga merasa harga dirinya terluka karena tidak lagi mendapat perlakuan khusus seperti saat dirinya masih bekerja.Inilah yang menjadi gejala dan penyebab post power syndrome pada lansia.Apabila orang terkasih Anda mengalami perubahan yang cukup signifikan saat memasuki masa pensiun, sebaiknya periksa dan konsultasikan bersama dokter Medi-Call di rumah dengan menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call.
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda
Medi-Call: Layanan Kesehatan di Lokasi Anda

Gejala dan Penyebab Post Power Syndrome

Memasuki masa pensiun bukanlah satu-satunya gejala dan penyebab post power syndrome.Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang terkena gejala dan penyebab post power syndrome.Apabila seseorang hanya menguasai satu bidang pekerjaan tertentu saja, maka besar kemungkinan dirinya akan mengalami kesulitan memasuki masa pensiun.Ini dikarenakan dirinya merasa kehilangan mata pencaharian dan merasa tidak mampu mencari pekerjaan di bidang lain.Saat berhenti bekerja tentu saja pemasukan akan berbeda tidak sama seperti saat bekerja.Ini dapat menyebabkan ketakutan bagi seseorang tidak dapat lagi memenuhi kebetuhan hidupnya setelah pensiun sehingga menjadi gejala dan penyebab post power syndrome.
Baca juga:  Cara Menghadapi Post Power Syndrome pada Lansia, Saat Orang Tua Kehilangan Masa Jaya
Selain itu, seseorang yang memasuki masa pensiun mungkin akan mengkhawatirkan terkait pencapaian dan keberhasilan yang telah dirinya capai akan hilang begitu saja.Ini juga menjadi salah satu gejala dan penyebab post power syndrome yang perlu diperhatikan.Nah setelah mengetahui beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab seseorang terkena post power syndrome, bagaimana sih gejalanya?Terdapat dua gejala pada seseorang yang terkena post power syndrome yaitu gejala fisik dan gejala perilaku: 
  • Gejala fisik
 

Meskipun post power syndrome merupakan masalah yang menyerang psikis seseorang, bukan berarti tidak ada gejala fisik pada penderitanya.

Gejala fisik yang terjadi jika seseorang mengalami post power syndrome biasa berpenampilan kurang ceria, terlihat lemas dan lesu.

Tidak hanya itu, orang dengan post power syndrome akan lebih mudah terkena berbagai penyakit menular serta infeksi virus dan bakteri seperti flu, demam dan masih banyak lagi.

 
  • Gejala perilaku
 

Terdapat banyak perubahan perilaku yang terjadi pada penderita post power syndrome.

Biasanya penderita akan cenderung sering menceritakan kejayaan masa mudanya berulang kali atau bisa juga malah menjadi pendiam dan tidak berbicara sama sekali.

Seseorang yang mengidap post power syndrome akan menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, mudah marah dan tidak mau kalah dari orang lain terutama saat berdebat.

Perawat Home Care dan Perawat Luka Medi-Call
Medi-Call: Layanan Perawat Home Care dan Perawat Luka di Rumah Anda
Merawat orang terkasih yang mengalami post power syndrome tidaklah mudah, apalagi jika Anda memiliki kesibukan sendiri.Namun meninggalkan orang tua sendirian saat mengalami post power syndrome akan membuat semakin depresi dan sedih.Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan layanan perawat homecare di rumah Anda.Perawat homecare Medi-Call dapat membantu menemani dan merawat orang terkasih sehingga tidak lagi merasa sendirian.Anda bisa menghubungi Call-Center 24 Jam atau gunakan aplikasi Medi-Call untuk mendapatkan layanan perawat homecare Medi-Call.
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Arsip